Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 81


__ADS_3

"Dasar suami mesum..gak bisa aja lihat istri di depan mata langsung di terkam. Aduh..pegal semua rasanya ne badan.."


Luna bermonolog pelan sambil berjalan meninggalkan perusahaan Brian.


Sebelumnya Brian meminta Luna untuk menunggunya Sampai ia pulang kerja, sehingga mereka bisa pulang bersama, namun setelah mendapat panggilan dari sang mertua Luna memutuskan untuk segera pulang. Dengan berat hati Brian akhirnya mengizinkan Luna untuk pulang duluan.


Luna pun langsung bergegas meninggalkan perusahaan Brian. Ia agak khawatir kalau sampai pulang telat, karena ia tidak ingin putranya yang gembul akan membuat repot orang satu rumah karena tangisannya.


Hal itu di sebabkan Karena tadi saat di telpon nyonya Brata menyampaikan bahwa stok asi milik Azka yang ia siapkan sudah habis sehingga nyonya Brata khawatir kalau Azka akan rewel apabila tidak mendapatkan ASI-nya saat jam tidur siang nya nanti.


Sedari awal Luna memang ingin anaknya mendapatkan ASI full sampai usia 2 tahun. Sehingga ia tidak pernah memberikan Azka sufor selama asi yang ia miliki masih bisa mencukupi kebutuhan gizi untuk sang putra.


Sebelum sampai di rumah Luna mampir sebentar di apotik untuk membeli pil penunda kehamilan, karena stok pil yang ia miliki sudah mulai hampir habis. Sehingga Luna harus kembali membeli pil penunda kehamilan itu. Dan setelahnya ia kembali melanjutkan perjalanan nya pulang ke mansion mereka.


Kurang lebih 1 jam mobil yang Luna tumpangi sudah memasuki pelataran mansion, dan sang sopir langsung menghentikan mobilnya tepat di depan pintu mansion. Luna mulai turun dari mobilnya dan langsung mencari keberadaan Azka di ruang bermain.


"Sayang....mama sudah pulang..Azka di mana??" Saat Luna Samapi di sana ia sama sekali tidak melihat sang anak di sana.


Luna langsung menuju kamar sang buah hati tersayang, ternyata sesampai di sana Luna melihat Azka sudah tertidur dalam gendongan sang mertua.


"Azk......"


"Ssttt..." Sang mami tampak sedang menggendong Azka dengan sebuah kain panjang sambil mengayun-ayun nya pelan.


Luna tersenyum melihat aktifitas nenek dan cucunya itu, ia merasa terharu dengan perlakuan nyonya Brata kepada anaknya.


Luna merasa sangat bersyukur karena akhirnya sang mertua benar-benar sudah bisa menerima kehadiran ia dan Azka.


2 Hari kemudian.....

__ADS_1


Luna dan nyonya Brata sudah berada di sebuah jet pribadi milik keluarga Brata, mereka akhirnya memutuskan untuk berangkat berdua, karena Brian hanya memberi waktu 3 hari untuk Luna berada di negara K, sehingga ia meninggalkan Azka bersama Brian, dengan stok asi yang telah ia siapkan.


Rencana nya setelah kepulangan Luna nanti, sang ayah yang akan berangkat ke negara K untuk mengatur kepulangan Loni, karena dia ingin memindahkan perawatan Loni kelak di negaranya, sehingga ia bisa berkumpul bersama keluarganya disini.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 18 jam, akhirnya jet pribadi mereka telah mendarat di sebuah bandara terbesar yang terdapat di negara K.


"Luna.. sebaiknya kita langsung istirahat di hotel dulu, dan nanti baru kita berangkat ke vila, karena aku sudah sangat capek berada di dalam pesawat yang terus bergoyang."


"Baik lah mi..Luna ikut aja mi."


Mereka mulai meninggalkan bandara dan langsung menuju hotel terdekat yang ada di negara itu, dengan menumpangi kendaraan mewah yang telah Brian siapkan sebelumnya.


Baru saja Luna sampai di kamarnya, tiba-tiba hp nya yang baru ia aktifkan langsung berbunyi.


"Dirt...dirt..dirt"


"Halo..mas"


"Sayang..kenapa lama angkatnya??"


"Maaf mas aku baru sampai hotel dan hp nya baru aktif."


"Mas senang dengar kamu dan mami udah sampai dengan selamat. Tapi kenapa di hotel? gak jadi nginap di vila yang?"


"mami kecapekan mas..jadi dia ingin istirahat sejenak.."


"Baik lah sayang.. nanti mas hubungi lagi..karena mas ada meeting dan meeting nya udah mau di mulai..I LOVE U YANG"


"I LOVE U TO MAS"

__ADS_1


Seketika Brian memutuskan panggilan itu. Luna yang lumayan ngantuk langsung membaringkan tubuhnya di kasur king size itu.


***


Di malam harinya setelah cukup istirahat di hotel, mereka langsung kembali melanjutkan perjalan ke RS tempat Loni di rawat, kerena Vila pribadi milik keluarga Brata dekat dengan RS tempat Loni di rawat, jadi mereka memutuskan untuk ke RS dulu.


Setelah menempuh waktu kurang lebih 2 jam, Luna dan sang mertua telah sampai di salah satu RS terbaik di negara K. Luna langsung menghubungi Sandra untuk menanyakan letak ruangan Loni. Setelahnya Loni mengirimkan dengan lengkap, di mana saat ini Loni sedang di rawat.


Luna dan nyonya Brata pun langsung kembali melangkahkan kakinya ke tempat di mana Loni berada.


Saat telah sampai ruang yang di tuju, Luna mencoba untuk mengetuk ruang rawat tersebut, dan dengan satu kali ketukan pintu rawat inap itu langsung di buka. Dan tampak Sandra berada di balik pintu langsung menghambur memeluk Luna,


"Luna akhirnya kamu Sampai juga.. Loni... na...Loni.." Sandra menangis agak kencang setelah melihat kedatangan adik sahabatnya itu.


"kak..apa yang sebenarnya terjadi?? kak Loni sakit apa kak?" Sandra langsung menggiring Luna untuk masuk.. dan seketika nyonya Brata mengikutinya dari belakang.


Luna dapat melihat di depannya, di sebuah kasur RS sang kakak sedang tertidur, dengan selang infus dan oksigen di hidungnya.


"Kakak..kakak.."


Luna langsung mendekat ke ranjang sang kakak dan memeluknya erat, terdengar Isak tangis dari bibir Luna. Namun Loni tetap diam membisu, tidak ada respon apapun dari mulutnya.


"Kak San..apa yang terjadi dengan kakakku?" Luna terisak melihat keadaan sang kakak yang mengenaskan.


"Luna...hiks..hiks.. kakak kamu sakit..sakit.. kanker ovarium Na..."


"Apa kak???" mendengar perkataan Sandra seketika Luna langsung terkulai tak sadarkan diri.


Bersambung.....😢😢

__ADS_1


__ADS_2