Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 71


__ADS_3

Setelah mengurus semua administrasi Rumah Sakit sore ini nyonya Brata di izinkan untuk pulang. Dengan telaten Luna membereskan semua perlengkapan selama mereka berada di RS, setelah siap, dengan sigap Brian membawa semua barang yang telah Luna siapkan dan memasukannya kedalam mobil.


Sedangkan nyonya Brata duduk di sebuah kursi roda dan di dorong oleh salah seorang perawat laki-laki menuju pelataran RS dengan di ikuti oleh Luna serta keluarga Rossa.


Sesampai di pelataran Brian telah siap dengan mobilnya, dengan perlahan nyonya Brata mulai masuk ke dalam mobil dengan di bantu oleh Luna di sebelah kanan dan Rossa di sebelah kiri, sedangkan orang tua Rossa menaiki mobil mereka sendiri.


Dan mobil pun mulai meninggalkan pelataran RS, Brian mengendarai mobil dengan kecepatan 50km/jam untuk keamanan dan kenyamanan sang mami.


Sedari tadi Rossa yang duduk di sebelah sang Tante merasa kesal, karena niatnya yang ingin duduk di sebelah Brian gagal, karena sang Tante memintanya untuk duduk di sampingnya sehingga Luna lah yang sekarang duduk di sebelah Brian.


"Kamu kenapa Rossa?? kok kaya kesal gitu?? nyonya Brata mulai terusik setelah melihat wajah Rossa yang terlihat tidak bersemangat.


"Ti-dak..tidak kenapa-napa Tante, Rossa kangen aja sama Kak Br...maksudnya Rossa tu kangen sama tante..jadi kepinginnya dekat terus sama Tante, Dan seharusnya MENANTU yang baik itu harusnya selalu CARE sama mertua jangan sama ANAK nya aja sayang"


Sambil menekan kan beberapa kata yang tertuju untuk Luna, Rossa memandang sinis ke arah Luna, namun Luna sama sekali acuh dan tidak tersinggung dengan semua yang Rossa katakan.


Sedangkan Brian yang mendengar semua perkataan Rossa dengan tanpa ada rasa malu dan canggung langsung menunjukan kemesraannya di depan sang mami dan Rossa, ia pun menggenggam erat tangan sang istri sepanjang perjalanan tak lupa sesekali ia mencium dengan lembut tangan istrinya itu.


"EHEM....EHEM.."


Beberapa kali Rossa mencoba berdehem dengan tujuan menghentikan kemesraan dua pasang suami dan istri itu, namun Brian tak memperdulikan tindakan Rossa, sedang kan sang mami yang sudah menerima Luna sebagai menantunya hanya bersikap masa bodo dengan tindakan yang di lakukan anak dan mantunya itu.


"Kenapa Tante hanya diam saja melihat kemesraan mereka. Apa yang sebenarnya terjadi sama Tante?? Tante harus tetap memihak kepada ku. Aku harus tetap menikah dengan kak Brian."

__ADS_1


Sambil memikirkan cara licik untuk menjatuhkan Luna, Rossa mulai memainkan gawai nya sembari mengirim beberapa message kepada sang ibu yang berada di mobil berbeda dengannya.


Setelah menempuh kurang lebih 1 jam perjalanan akhirnya Audi Q 7 yang di kendarai Brian telah terparkir di pelataran mansion, di mansion mewah itu kedatangan nyonya Brata di sambut oleh pak Yan dan beberapa pembantu lainya,


Luna yang telah turun dari mobil langsung membantu sang mertua untuk turun dari mobil, dan kesempatan itu di manfaat kan oleh Rossa untuk mendekati Brian, dengan gerakan cepat Rossa langsung memeluk lengan kakak sepupunya itu.


"Oops.. Rossa ?? kamu lupa siapa yang sakit??"


"Ya gak lah kak!! kan Tante yang sakit"


"Terus ...ini" sambil menunjuk lengannya yang masih di peluk oleh Rossa, secara halus Brian menolak perlakuan Rossa kepadanya.


Dan dengan berat hati Rossa mulai melepaskan pegangan tangannya dari Brian ia pun berlari kecil dan beralih memegang tangan kiri sang Tante sambil memasang wajah masamnya.


***


Setelah mengantar sang mami ke kamarnya, Luna langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya. Namun saat sampai di dalam kamar ia langsung di sambut dengan pelukan hangat dari sang suami yang sudah menunggu nya di dalam kamar.


"Mas!! bikin kaget aja"


"Sayang mas kangen bangetttt.. rasanya kaya udah berbulan bulan kita gak ketemu yang"


Sambil mencium pundak sang istri Brian meluapkan rasa rindunya yang telah membuncah.

__ADS_1


"Ihhh..geli mas.. baru juga 3 hari mas, malah Luna tu kangen banget sama Azka mas!!"


Brian langsung menghentikan kegiatannya dan kembali duduk di atas kasur sambil memasang wajah datarnya.


"Hehe..maaf ya sayang.. tapi aku mau mandi dan sholat dulu..aku juga rindu banget sama kamu mas" Sambil berpura-pura acuh Luna masuk ke dalam kamar mandi dan meninggalkan Brian sendiri.


Luna tahu tindakan yang akan Brian lakukan kepadanya, maka untuk mencari jalan aman ia mencoba untuk menggoda suami nya yang terkadang suka merajuk itu.


"Sayang...mas benar-benar di tinggal?? kamu sama sekali gak kangen sama mas yang??"


Brian sama sekali tidak menyangka sang istri akan mengacuhkan nya seperti ini.


Dan dari dalam kamar mandi sama sekali tak ada jawaban apapun dari Luna, kecewa itu yang Brian rasakan, sehingga dengan langkah gontai ia keluar dari kamar dan memilih untuk masuk ke ruang kerjanya sembari memeriksa beberapa laporan kantor yang sudah dikirim oleh Vino melalu email-nya.


Rossa yang tanpa sengaja sedang melintas di depan kamar Brian langsung menyapa kakak sepupunya itu dengan senyum yang merekah. Namun Brian sama sekali tidak merespon sapaan Rossa. Dengan wajah letih, lesu dan kecewanya Brian turun kelantai bawah dan masuk ke ruang kerjanya sambil membanting pintu dengan keras.


"Pucuk di cinta ulampun tiba, sepertinya kak Brian sedang ada masalah dengan istrinya, ini kesempatan aku buat dekati kak Bri"


Dengan memasang senyum smirk nya Rossa bergegas ke kamar untuk menjalankan misinya.


Bersambung...🤗🤗


Welcome to dunia halu.. makasih untuk semua novel lover yang telah mendukung othor... jangan lupa untuk selalu like n vote ya..🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2