
Malam telah berganti pagi, mentari mulai menyinari bumi, Luna yang masih terlelap dalam tidurnya, masih setia memeluk bantal guling yang bisa bernafas,
Hingga teriakan Azka dari luar pintu membuat dua makhluk yang masih terlelap menjadi terjaga, Luna yang masih merasakan kantuk yang amat berat langsung beranjak dari kasurnya, dan sedikit tergesa-gesa untuk membuka pintu kamar mereka.
"Awwww, " tiba-tiba tubuh mungilnya terhuyung ke dinding kamar mereka, sambil memegang kepalanya Luna mendudukkan dirinya di lantai kamar,
"Sayang kamu kenapa??" Dengan perlahan Brian membawa tubuh sang istri kembali ke atas kasur,
"Mas, kepala aku pusing banget.. dan badan aku rasa nya lemas gak ada tenaga mas!!"
Seketika Brian merasa panik dengan keadaan sang istri di tambah tangisan Azka yang semakin kuat dari luar kamar, membuat ia menjadi galau luar biasa,
"Mas, udah tinggal aku di sini, cepat buka pintunya dulu mas, kasihan Azka terus menangis.."
Dengan tatapan yang terlihat kacau, Brian langsung meninggalkan Luna dan mulai membuka pintu kamar
"Uwa...waa..AAAAA"
"Uwaa....AAAAA"
Brian langsung mengambil Azka dari gendongan sang baby sitter,
"Kenapa Azka bi?? kamu gak bisa diamin apa??? percuma kamu saya bayar kalau gak bisa diamin Azka nangis gini!!!"
"A....nu...anu tuan, Azka nya mau nyusu tuan, saya udah bawa dia bermain bahkan dan saya juga udah coba tenangin Azka tapi dia gak mau diam tuan"
"Sudah mas, kamu gak boleh kaya gitu sama Bu nun, bawa Azka sini mas!! "
"Tapi sayang kamu lagi sakit kaya gini, gimana mau nyusul Azka??"
"Aku bisa mas, bawa sini mas, kasihan Azka nangis terus kaya gitu!!"
Brian langsung membawa Azka kepada Luna, dengan telaten Luna langsung membawa Azka ke dalam pelukannya, dan ia pun mulai membuka sebelah bagian bajunya dan mulai menyusui Azka sambil membaringkan badannya di samping Azka.
"Bi Nun, sudah tinggal aja Azka si sini,"
Mendengar perkataan sang majikan sang baby sitter pun mulai keluar kamar dan kembali menutup pintu kamar Luna dan Brian.
Di sisi lain melihat wajah pucat dan kelelahan dari Luna membuat Brian sangat mengkhawatirkan istrinya itu,
"Sayang ..ayo kita ke RS ...mas siap-siap kita pergi sekarang?? "
__ADS_1
"Mas...sabar mas, aku gak papa, hanya kelelahan aja mas!! sebentar aja istirahat aku bakal pulih lagi mas"
"Gak sayang...kalau kamu gak mau kita ke RS, aku bakal telp Reno untuk datang ke sini memeriksa kamu"
"Gak perlu mas..I'm ok mas ..."
Brian sama sekali tidak mempercayai perkataan sang istri, dengan sigap ia langsung beranjak dari kasur dan langsung menelepon no dokter pribadi sekaligus sahabatnya itu,
"Mas, kenapa harus merepotkan mas Reno?? aku gak papa, cuma lapar aja mas"
"Gak sayang..aku pingin kamu dan dedek baik-baik aja, aku gak percaya kalau belum Reno yang bilang kondisi kamu ke aku sayang!!" Brian yang mendengar Luna yang kelaparan langsung beranjak dari kamarnya menuju dapur.
Sesampainya di dapur ia meminta pak Yan untuk menyiapkan sarapan pagi yang sehat untuk Luna. Pak Yan langsung menyiapkan semua permintaan sang majikan secepat mungkin, dan setelah makanan itu siap, Brian langsung berinisiatif untuk membawanya sendiri.
"Ceklek"
"Sayang ... ini aku bawa makanan untuk kamu"
Luna yang masih menyusui Azka hanya menganggukan kepalanya. Walau ia merasa bahwa energinya sudah terkuras habis oleh Azka namun Luna tetap memberikan asi kepada Azka,
Brian yang melihat Luna semakin lemas langsung keluar kamar, dia mengambil sebuah mobil-mobilan remot kontrol untuk mengambil perhatian Azka,
"Sayang coba lihat papa bawa apa??"
"Obinnn...awu...."
Brian langsung mengambil Azka dari dekapan Luna, ia pun mulai membawa putra semata wayang nya itu untuk bermain di play ground yang terletak di lantai 1 mansion mereka.
"Sayang makan yang banyak...mas bawa Azka bermain dulu"
Luna langsung menganggukan kepalanya tanda mengerti, tanpa menunggu waktu ia pun mulai mengisi perutnya yang sudah sangat lapar.
Brian dengan telaten terus bermain dengan jagoannya itu, hingga saat Azka lengah ia pun mulai meninggalkan Azka bermain bersama bi Marni dan bi Nun di sana, dan Brian pun kembali ke kamar mereka untuk melihat keadaan istri tercintanya.
Tak sampai 1 jam Reno pun telah tiba di kediaman milik Brian, Pak Yan pun langsung membawa Reno menuju kamar Brian dan Luna sesuai perintah Brian sebelumnya,
"Tok..tok.."
"Ceklek"
"Akhirnya Lo datang, cepat periksa istri gue!!"
__ADS_1
" Ia..sabar bentar bro...." Reno langsung mendekat ke ranjang tempat Luna duduk yang sambil menyenderkan punggungnya.
"Maaf ya Luna, saya periksa dulu"
"Ehem"
Butuh waktu 15 menit Reno memeriksa Luna,
"Bagaimana ren??"
"Luna dehidrasi berat Bri, jadi kita harus guyur dengan cairan infus...karena kondisinya yang lagi hamil, sebaiknya Luna jangan menyusui Azka lagi..dan harus banyak minum air putih"
"Parah Ren?? apa harus ke RS??"
"Tenang bro!! kita bisa guyur di sini, kebetulan gue udah bawa cairan infusnya serta beberapa vitamin yang harus di suntikin melalui cairan infus,"
"Lakuin yang terbaik buat Luna dan calon anak gue bro."
Reno langsung melakukan tindakan untuk Luna,
"Kak..apa ada cara lain agar aku masih bisa menyusui Azka??"
"Maaf Luna..tapi melihat kondisi kamu yang seperti ini kayanya memang itu jalan yang terbaik, dan untuk kedepannya kamu jangan banyak aktifitas dulu!!"
Luna hanya menggukan kepalnya, walau hatinya berbicara lain.
"Sayang..kita masih bisa memberi Azka nutrisi yang baik, banyak kok bayi yang tumbuh sehat dengan bantuan sufor, jadi kamu jangan khawatir tentang kebutuhan susu Azka"
"Baik lah mas ...Luna bakal berhenti untuk menyusui Azka,"
"Dan ingat sayang..bed rest...kamu gak boleh ngapa-ngapain, stop dulu kuliah apa lagi ke RS!!!"
"Tapi mas..."
"Bro..istirahat kan?? berarti berada di depan laptop belum boleh juga kan??"
"Paling tidak untuk 2 Minggu ke depan, kalau keadaan Luna sudah pulih seperti sediakala, untuk kuliah melalui online gak ada masalah !!"
"Huftttt.. kayanya bakalan tambah lama deh aku buat lulus kuliah... tapi gak papa Luna ini semua demi yang di sini"
Dengan lembut Luna mulai membelai perut nya yang masih rata.
__ADS_1
Bersambung...🤗🤗