
Hari ini Luna dan sang bayi akan kembali pulang ke rumahnya, setelah 4 hari mendapatkan perawatan di klinik kandungan tersebut.
Luna menaiki sebuah kursi roda yang di dorong oleh sang ayah, dan bi Marni menggendong si bayi tampan yang sangat menggemaskan itu.
Saat mereka sampai di parkiran, tampak mang Dirman sudah menunggu kedatangan majikannya itu, namun dari jauh Luna dapat melihat mang Dirman tidak sendirian di sana.
Tiba-tiba orang itu datang mendekati Luna,
dengan memakai kaca mata hitam serta topi dan di balut pakaian kasual dan sepatu kets pemuda dengan tinggi kira-kira 180 cm terlihat sangat tampan.
Hy, mama muda, masihkah ingat kepada ku?
Luna hanya terdiam sambil menelisik siapa gerangan pria di depannya ini.
Kamu sudah melupakan aku?
__ADS_1
pria itu pun mulai membuka kaca mata dan topi yang ia gunakan.
"GILANG"
Luna kaget melihat penampilan Gilang yang sangat berbeda dengan yang terakhir kali ia lihat.
Iya ini aku, kamu sudah ingat kembali?
Tentu Gilang, aku masih ingat kamu, cuma kamu sangat berbeda, kok bisa? Luna kembali mengingat penampilan terakhir Gilang yang menggunakan pakaian milik mang Dirman saat di rumahnya.
Heheh, iya juga ya, Luna mulai salah tingkah saat Brian tak berhenti memandangnya.
Ehem..ehem,
Suara sang ayah membuyarkan pikiran mereka.
__ADS_1
Hmm, Gil kenalin ini ayah aku, dan ayah ini Gilang orang yang Luna ceritakan kemarin,
Gilang pun mengangkat tangannya untuk menyalami ayah sembari memperkenalkan dirinya, dan ayah turut membalas salam dari Gilang.
Dan akhirnya mereka melanjutkan percakapan mereka sepanjang jalan menuju rumah, Luna dan ayah berada di mobil Gilang, sedangkan mang Dirman dan bi Marni membawa mobil ayah Luna.
Tampak kebahagiaan tergambar jelas di wajah cantik Luna, dengan penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya akhirnya kebahagiaan menyapanya.
Sesampainya di rumah, Luna dan sang bayi langsung di antar ke kamar untuk beristirahat, sedangkan Gilang dan ayah kembali melanjutkan obrolan mereka yang tidak ada habisnya.
Luna dengan telaten mengajarkan bayi kecil nya untuk menghisap ASI, hal itu di sebabkan Luna yang baru pertama kali menyusui sehingga air susunya belum bisa keluar sempurna, sehingga sementara ini sang bayi masih di bantu dengan meminum susu formula khusus untuk baby born.
Sambil berbaring di kasur, Luna terus memandangi bayi kecilnya yang mulai tertidur, wajah sang bayi begitu mirip dengan wajah lelaki yang diam-diam sudah mengisi hatinya itu, mulai dari mata, hidung dan bibir sang bayi mengingatkan Luna akan wajah suami sang kakak, dia tak pernah berharap jatuh cinta dengan pria beristri, namun takdir berkata lain, saat ini Luna hanya ingin pergi sejauh mungkin, dia yakin dengan berdoa dan berusaha dia pasti bisa merubah takdirnya menjadi lebih baik, dan hidup tenang bersama buah hatinya itu.
***
__ADS_1
Di sebuah mansion utama milik keluarga Subrata tampak Brian sedang mengobrol dengan kedua orang tuanya, Brian yang sudah beberapa hari menginap di rumah sang ayah memutuskan untuk kembali ke mansion miliknya, hal itu karena paksaan sang bunda yang ingin rumah tangga anaknya kembali rukun, dan orang tua Brian pun sudah menuntut Brian untuk segera memiliki keturunan.