Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 90


__ADS_3

Hari demi hari telah berganti, saat ini Luna telah aktif di kampus tempat ia menimba ilmu, sudah hampir 3 Minggu dia sibuk menyelesaikan beberapa tugas yang di berikan oleh dosen dengan muatan mata kuliah yang berbeda-beda.


Sebenarnya perkuliahan sudah di mulai sejak 1 bulan yang lalu, namun di karenakan operasi sang kakak harus di laksanakan di bulan itu, jadi Luna memilih untuk meminta izin di awal Perkuliahan. Tentu semua itu tak lepas dari bantuan Brian sang suami yang memiliki kedudukan di universitas tempat ia menimba ilmu saat ini.


Pengalaman menjadi seorang siswa kembali membuat Luna teringat akan masa-masa susahnya dulu, di mana ia hampir tidak memiliki sahabat dekat, karena waktu itu dia hanya belajar dan terus belajar.


Sama sekali waktu itu Luna Hanya ingin mengukir prestasi untuk menjadi murid yang cerdas, karena kehidupan yang ia lalui dulu tanpa kasih sayang seorang ayah sehingga dia itu ia berharap akan mendapatkan perhatian dari ayahnya, namun hal itu sama sekali tidak menarik buat sang ayah.


Tapi bi Marni sebagai ibu angkatnya selalu bangga dengan perolehan nilai Luna, sehingga dari situ Luna memutuskan untuk berprestasi agar bi Marni bangga kepadanya.


Namun semua hal yang menyedihkan telah berlalu saat ini hanya kebahagian yang selalu hadir di dalam kehidupan Luna. Pertama kali ia menjadi seorang mahasiswa dia dapat berkenalan dengan beberapa mahasiswi baru yang duduk di sekitar tempat duduknya.


Namun Luna sangat berkesan dengan seorang mahasiswa yang duduk di sebelah bangkunya. seorang gadis dengan tampilan sederhana namun dengan sebuah bakat luar biasa bernama Rency. Luna selalu dikejutkan dengan hasil gambar desain baju yang di hasilkan oleh jari-jari tangan Rency yang luar biasa.


Hari ini Luna baru saja menyelesaikan makan siangnya di sebuah kantin yang terletak di area kampus dengan di temani oleh Rency sahabat barunya.


"Na..kaya nya presiden BEM itu benar-benar suka sama kamu deh!!"


"Hehe.. aku gak ngurus Ren, karena tujuan aku kuliah buat banggain Keluarga aku!! bukan yang lain Ren,"


"Tapi beberapa kali dia nemuin aku sepulang kuliah buat tanya no hp kamu Na?"


"Jangan kasih ya Ren, karena cuma kamu yang aku kasih nomor hp aku "


"Iya Na, tapi... aku gak suka aja dia selalu maksa-maksa Na"


"Nanti aku yang bilang langsung sama dia ya Ren,"


Rency tersenyum mendengar jawaban Luna, bagi Rency Luna adalah sahabat terbaiknya, walaupun memiliki wajah yang cantik dan kaya, namun Luna tidak pernah risih bersahabat dengannya yang dari kalangan biasa, padahal begitu banyak di kelas mereka yang ingin berteman dekat kepada Luna, namun Luna tidak terlalu menanggapi mereka dan malah memilih bersahabat dengannya.


"Dirt..dirt.."


Tiba-tiba terdengar suara deringan dari dalam tas Luna,


Tertera nama sang suami di hp Luna yang sedang melakukan panggilan video, seketika Luna mengangkat panggilan video yang di lakukan suaminya itu.


Lunapun tersenyum melihat Brian di depan layar hp nya.

__ADS_1


"Kok senyum yang?? kamu lagi di mana?? sudah makan belum??"


"Satu-satu tanya nya mas,..aku masih di kantin, habis makan siang, ..mas udah makan belum??"


"Belummmm..."


"Kenapa belum mas?? ini udah hampir jam 13:30 mas"


"Aku rindu kamu yang??" Luna yang mendengar sang suami mulai manja, langsung memberi kode kepada Rency untuk luna pergi duluan, dan langsung memilih untuk menjauh dari kantin menuju taman yang ada di kampus tersebut.


"Mas, Luna masih di kampus kalau mau ngomong kangen, di telepon aja!! jangan di vcall, Luna malu mas, nanti di dengar orang."


"Kenapa musti malu sayang, mas pingin semua orang tahu kamu sudah milik mas, mas gak mau mahasiswa di sana godain istri mas"


"Hahaha.. mas ada-ada aja, Luna tu kuliah buat belajar, gak ada yang kaya ABG gitu mas"


"Hay Luna, sedang apa sendirian di sini?? boleh aku temani??" tiba-tiba Dion sang presiden BEM yang sudah tergila-gila kepada Luna, sudah berdiri di hadapannya.


Luna yang merasa kaget langsung menggeser hp nya dan melihat Dion yang mendekat ke arahnya.


"Siapa itu yang..sayang...itu siapa,??"


"Kamu lagi telepon siapa Luna??"


"Suami!!"


"Hehe..kamu suka bercanda ya lun..."


"Terserah deh..aku pergi dulu ya kak, " Dengan langkah yang lebar Luna mulai menjauh dari tempat ia berdiri tadi,


"Hmm, kamu kira aku percaya kamu udah punya suami!! tidak sayang...kalau pun kamu sudah punya pacar ..aku akan rebut kamu dari dia!!! aku akan sabar Luna, Tapi lihat nanti!! suatu saat aku akan mendapatkan cinta kamu cantik." Dion tersenyum melihat kepergian wanita idamannya itu.


Saat ini Luna baru menyelesaikan sholat nya, dan sekarang ia sudah berada di dalam kelasnya kembali. Karena tepat jam 2 siang mata kuliah terakhir mereka hari ini akan segera di mulai.


Luna dan Rency sedang sibuk dengan menyelesaikan sebuah gambar design pakaian di kertas gambar mereka masing-masing.


Namun tak berapa lama, terdengar suara gaduh dari luar ruangan kelas Luna dan Rency, dan tampak seorang satpam kampus yang di ikuti oleh seorang pria tampan dengan berpakaian jas lengkap, mengikuti di belakangnya masuk kedalam kelas Luna.

__ADS_1


"Hah..mas??"


Brian langsung melihat ke arah sang istri yang juga sedang menatap ke arahnya.


Tanpa, ada keraguan Brian langsung mendekat ke arah Luna, dan menarik tangan sang istri,


"Ayo kita pulang sayang!!!"


Luna yang merasa malu hanya mengikuti perkataan sang suami, karena ia tidak ingin membuat ribut seisi kelas, yang tampak sudah sangat rame membicarakan tentang dia dan suami tampannya itu.


Terdengar bisik-bisik dari mereka yang memuji ketampanan sang suami, dan bertanya-tanya apa hubungan Luna dan Brian sebenarnya.


Sepanjang perjalanan menuju parkiran Luna berjalan sambil menundukkan wajahnya kebawah Dan terlihat beberapa mahasiswa yang intens memperhatikan kedua pasang suami istri itu. sedangkan Brian yang sudah di kuasai rasa cemburu, masih setia menggenggam jemari sang istri dengan erat.


Tak berapa lama, Brian dan Luna yang yang telah sampai di parkiran langsung masuk kedalam mobil yang Brian mereka. Luna yang marah dengan tindakan Brian hanya diam selama perjalanan pulang.


"Yang..kenapa kok diam aja dari tadi??"


"Mas yang kenapa?? Luna masih ada mata kuliah terkahir, tapi mas tiba-tiba aja datang dan ngajak pulang!! jemput langsung ke kelas!! kan bisa telepon dulu mas!!"


Brian yang mulai terpancing emosi langsung mengehentikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan rame.


"Siapa pria tadi?? mas kaya nya gak bisa ngizinin kamu untuk kuliah kalau seperti ini yang"


"Mas dia itu senior Luna di kampus, Luna juga gak terlalu kenal dengan dia, "


"Tapi tadi mas dengar dari suaranya sepertinya dia udah akrab dengan kamu!!"


"Mas..tolong percaya sama Luna mas. Luna gak mungkin suka sama pria lain. Cinta Luna hanya untuk mas Brian seorang."


"Mas percaya sama kamu sayang tapi mas gak percaya sama cowo yang ada di kampus kamu.. mas..."


Tiba-tiba Luna yang sedari tadi menahan rasa pusing di kepalanya langsung hilang kesadaran.


"Sayang..sayang...bangun yang!!"


Brian yang panik langsung menghidupkan mesin mobilnya menuju RS terdekat.

__ADS_1


Bersambung.....😥😥


__ADS_2