Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 50


__ADS_3

Luna baru saja menyelesaikan mandi nya di kamar tamu, sesuai kesepakatan mereka sebelumnya bahwa Luna tidak akan tidur satu kamar dengan Brian karena mereka bukan lah sepasang suami istri.


Saat ini Luna telah memakai pakaian tidur yang telah Brian siapkan, sejujurnya Luna sangat tidak nyaman berada di dekat Brian, sehingga dia sengaja berlama-lama di kamar itu, dia putuskan akan keluar kamar apabila Azka yang membutuhkannya.


Sambil melamun di depan jendela kamarnya, Luna mencari cara bagaimana keluar dari vila Brian yang sangat besar, dengan 2 orang satpam yang 24 jam berjaga di vila megah itu, "Ya Allah bagaimana caraku untuk kabur dari vila ini, hp pun aku tak punya" hati Luna berbisik,


Hampir 1 jam Luna masih betah di kamar nya, namun ia harus segera keluar untuk meminjam mukenah. Ia putuskan untuk langsung menuju ke kamar bawah dimana ia bisa meminjam mukenah salah satu ART di sana.


Luna mulai membuka pintu kamarnya sambil melihat kiri dan kanan, "Semoga dia tidak melihatku, Azka sayang tunggu mama sebentar ya sayang, jangan rewel dulu!!" Luna bermonolog sendiri, sambil jalan mengendap-endap seperti seorang pencuri yang takut ketahuan,


Tiba-tiba


Ehem..


Ehem..


Luna yang fokus dengan tujuannya tidak mengindahkan orang yang mencoba mengganggunya,


orang itu pun pelan-pelan mulai mengikuti Luna dari belakang, dia pun mulai berbisik kepada Luna, yang masih setia jalan mengendap-endap


"Hey...kau mau pergi ke mana?


"Sts..stss pergi jangan mengganggu ku!!!"

__ADS_1


Luna masih dengan tujuannya.


namun sekian detik kemudian ia baru tersadar. Saat itu juga Luna berbalik melihat orang yang berada di belakangnya,


"MAS?????"


Jantung Luna seakan berlari meninggalkan raganya,


"Kenapa jalannya seperti itu?? Hayooo!!! kamu mau kabur ya sayang???" sambil menggendong Azka yang tertidur Brian berjalan mendekati Luna,


"Engg-ak mas, aku cuma mau pinjam mukenah bibi untuk sholat" (mana mungkin aku pergi tanpa Azka mas")dalam hati Luna.


"Kenapa gak tanya sama aku yang!!" Brian sedikit kecewa melihat apa yang Luna lakukan,


"Ehmm..emm itu mas, akuuuu.. " nyali Luna kembali menciut melihat ekspresi wajah Brian yang tiba-tiba berubah


***


Brian berjalan meninggalkan Luna sendiri sambil membawa Azka yang tertidur dalam gendongannya. Brian masuk ke dalam kamarnya dan meletakan Azka ke dalam box nya.


"Kenapa kamu takut kepada ku. kenapa menganggap aku seperti orang lain" Monolog Brian di dalam hati,


Ia pun pergi ke dalam ruang wardrobe dan mengambil mukenah yang tergantung di sana, tampak juga beberapa baju wanita yang tergantung, semua Brian siap kan jauh hari untuk Luna.

__ADS_1


Brian kembali menemui Luna


"Nih mukenah nya!!!"


"Makasih mas" Luna menerima mukenah itu. "kenapa dia harus marah!! memang apa yang salah " Luna berseloroh pelan,


tanpa banyak berbicara Brian meninggalkan Luna di sana.


BRAK


Ia pun membanting pintu kamarnya dengan keras,


***


Sesudah menyelesaikan sholatnya, Luna melipat mukenah itu dan menaruh nya di gantungan lemari yang ada di kamar itu, sesaat Luna mendengar tangisan Azka yang cukup kencang, saat ia membuka pintu, Luna langsung berhadapan dengan Brian yang sedang membawa Azka di gendongannya.


Luna langsung mengambil Azka dari gendongan Brian, "sepertinya dia haus" Brian langsung pergi meninggalkan Luna tanpa banyak berbicara.


"Kenapa sih dengan mas bri!! memang aku buat apa!! kalau gak suka biarkan kami pergi" Luna yang mulai tersulut emosi kembali masuk ke kamarnya, dengan perasaan yang kacau Luna membaringkan badan sambil menyusui Azka di sisinya.


Luna dan Brian sama-sama tak bisa memejamkan matanya malam ini.karena perasaan cinta yang besar di antara keduanya datang di saat yang tidak tepat, sehingga Luna memilih untuk membuang perasaanya demi menyelamatkan hati yang lainnya.


Sedangkan Brian mempunyai perasaan cinta yang besar untuk wanitanya namun sifat emosional nya yang mendarah daging membuat ia sulit menurunkan egonya untuk mengerti perasaan seorang wanita.

__ADS_1


Cinta memang tak semulus jalan tol


Bersambung...


__ADS_2