
Hampir semalam suntuk Ardi, Pita, Ruli dan Widi bercerita.Ardi pun banyak bercerita tentang dirinya.
Rasa kagum Pita terhadap Ardi makin bertambah, namun kadang dirinya minder dengan kenyataan karena ia tak bisa memberikan mahkota kebanggaan para gadis kepada laki-laki baik, pekerja keras dan penuh tanggung jawab seperti Ardi.
Sedangkan Ardi minder karena ia tak sekaya mantan suami Pita, juga laki-laki yang di jodohkan keluarga Pita.ia bukan apa-apa dan tak punya apa-apa.
Malam pun berganti Pagi meski Ardi,Pita, Ruli dan Widi tidur larut malam.namun setiap pagi mereka sudah kembali beraktifitas.Pita kebiasaan nya pagi hari adalah memasak, sedangkan Ruli mengurus kedua anaknya.Awalnya Ardi selepas shalat pergi kedapur untuk membantu karena biasanya setiap pagi ia menghabiskan waktunya dengan memasak makanan namun saat sampai di area dapur ia di ajak olah raga pagi oleh Widi.jadilah ia ikut lari pagi bersama Widi, itu adalah kali pertama ia berolah raga lari di pagi hari.hal yang tak mungkin ia lakukan saat di kampung.karena bila ia tak memasak ia pasti akan di sibukan dengan hewan peliharaannya yaitu Ayam dan ikan juga lele.
"kaki ku pasti akan sakit" Keluh nya saat setelah memasuki rumah.
"Kenapa A?" tanya Pita.
Ardi tersenyum ke arah wanita yang tidak lama lagi ia pinang."gak kenapa-kenapa"
"Nyarios we atuh jujur ari tara olah raga mah, nging di paksakeun ke sampeanna nyaleri"Ucap Pita
(kalau gak pernah oleh raga bilang aja jujur, jangan di paksain nanti kakinya sakit.)
Ardi menatap Pita tak percaya.ternyata Pita bisa berbahasa sunda dengan lancar."
"Nging olohok ke ngacay"canda Pita seraya terkekeh, Arda pun terkesima.ia malu.
(jangan melongo nanti ileran)
" Aku hanya bercanda A, jangan ngambek ya"Ucapnya sambil berlari menjauh.
Ardi pun tersenyum
"Jangan heran, aku juga orang sunda tulen" Ucapnya sedikit teriak.
Arda mengangguk menanggapi apa yang di ucap Pita.Ia masuk kamar untuk mandi dan berganti pakaian, untungnya Pita kemarin sudah meminjamkan pakaian untuknya dari Widi jadi ia bisa berganti pakaian.
Ting
Suara notifikasi watsap pun terdengar dari handphone Ardi
Teh Santi
lagi dimana dek?kapan pulang?
Ia tersenyum lalu meraih handphone kecilnya berniat menelpon Santi.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'aliakum salam,teh teteh dimana?di runah baik-baik aja kan?"
"Alhamdulillah di rumah baik-baik aja,ini juga teteh di rumah.tadi teteh dapet kabar kalau kamu gak pulang.kamu nginep dimana Di?
"Ardi nginep di rumahnya Ruli teman nya Tere"
"Ruli?kamu di bandung?"
"Iya teh, aku lagi di bandung"
"Ngapain?kok bisa nyampe nyasar kesana"
"Nganterin jodoh"
Hening tak ada sautan dari sebrang sana.
"Teh,tutup mulutnya nanti laler masuk lagi."
"Yang tadi kamu ucapin gak ngada-ngada kan?kamu lagi nganterin Jodoh?siapa?Subhanalloh teteh seneng banget Di."
"Do'ain ya teh mudah-mudahan lancar."
"Jawab dulu siapa wanita nya."
"Teteh juga kenal sama dia kok"
"Siapa?Jesika?Wahyuni?atau siapa?" Tanya Santi.
"Naina Nurbaya Pitaloka"
"Pitaloka Nurbaya? Masya'alloh Di, kamu jangan berhalusinasi deh masa Pita mau sama kamu, dia itu selegram hits banget, tajir, Cantik.Di...
" Aku juga berpikir begitu tapi saat aku bicarakan tentang perasaan ku dia menyambutnya.Aku minta restu teteh dan yang lain do'a kan semoga orang tuanya merestui ku dan dia."
__ADS_1
"Pasti, Pasti teteh akan mendo'akan kebaikan dan kebahagia an untukmu.ini yang teteh dan adik-adik mu tunggu Di, kamu berhak bahagia.Semoga lancar semuanya ya Di"
"Amin. Ardi titip Rumah ya Teh, mungkin beberapa hari kedepan Ardi disini dulu.ada yang perlu Ardi urusi"
"Iya,kamu jangan pikirkan soal rumah disini ada teteh dan adik-adikmu kita akan bertanggung jawab dan bahu membahu membantu pekerjaan mu yang di ambil alih sementara oleh Sigit."
"Iya teh, Teh kekamar ku yah disana ada uang teteh belikan hantaran untuk lamaran juga emas.aku simpan di laci lemari teteh ambil secukupnya ya" Pinta Ardi
"Kenapa tak kamu dan Pita yang membelinya."
Ardi diam, semalam ia berdiskusi dengan Widi, Ruli dan Pita tentang pernikahan dan telah di sepakati pernikahannya akan di laksanakan dalam waktu dekat mungkin 2 mingguan lagi sebelum bulan Safar datang.
"Kalau teteh gak mau, gak papa.biar nanti Ardi telpon teh Sinta atau adik-adik yang lain."
"Bukan begitu Di, tapi ilaharna didieu mah kan sok ku calon na langsung." (biasanyakan suka oleh calon nya langsung)
"Pita gak minta apa-apa teh, Pita cuma minta Ardi jadi suami yang baik dan bertanggung jawab terhadapnya." Ucap Ardi jujur karena semalam itu yang Pita minta."Namun Ardi malu sama keluarganya bila Ardi tak membawa apapun.maka dari itu Ardi membelikan sesuatu."
Disebrang sana Santi, Sinta, Sigit,Hani,Alfi dan Dewi yang duduk di ruang Tv yang mendengar tak kuasa menahan tangis mereka menangis bahagia karena Ardi mendapatkan wanita yang tak menuntut apapun darinya.
"Ardi harap teteh dan yang lain nya mendukung keputusan Ardi untuk menikahi Pita, wanita yang membuat Ardi tersentuh.Ardi sudah putuskan untuk menikah dalam waktu dekat dengannya meski Ardi tak tau banyak tentangnya."
"*Alfi dukung apapun asal Aa bahagia" Ucap Alfi dengan suara yang serak karena menangis.
"Sigit juga, Kebahagian Aa adalah segalanya bagi Sigit.Aa berhak bahagia."
"Hani pun A, Hani mendukung."
"Sinta Juga"
"Dewi pun, Dewi selalu berdo'a semoga Aa segera mendapat jodoh.Sungguh kabar ini adalah kabar yang paling membahagiakan di hidup Dewi."
"Di, kakak dan Adik-adik mu merestui dan mendo'akan semoga Alloh memudahkan niatan Baik mu*"
"Amin, makasih semuanya."
"Ya udah kalau gitu.Kita mau persiapkan semuanya disini.kami tunggu kepulangan mu.Hati-hati disana, jaga kesehatan dan jangan macam-macam dengan Pita.kamu belum sah di mata Alloh.ingat akan dosa ya Di"
"Iya teh, Ardi akan mengingat itu.tapi berpegangan tangan boleh kan?"
"Aa nanya polos bener?" Canda Sigit"A yang ekstrim dikit atuh"
"Cium ke A, nanti Aa ceritain rasanya gimana?" goda Hani.
"Iya Atau peluk gitu?" timpal Dewi.
"Boleh Cium, peluk, pengang tangan sebebas mu Di tapi nanti setelah kamu berjabat tangan mengatakan ijab di hadapan penghulu, kita dan keluarga nya." Ucap Sinta"Kamu pernah ngaji kan?hasil ngaji mu pakai ya Di"
Semuanya terdiam sedangkan Ardi tersenyum*.
"Sigit, Alfi dengar apa kata Teh Sinta."
"Iya A"
"Ya sudah, Ardi mau mandi dulu" Pamit Ardi.
"Biasanya jam segini kamu sudah mandi Di?" tanya Santi.
"Iya tadi di ajak Widi lari pagi jadi jam segini belum mandi."
"Ya sudah, teteh tutup ya.Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
Tok tok tok.
"Aa, makan yuk udah siang"
"Sebentar aku mandi dulu" Jawab Ardi.
"Ya sudah kalau gitu, jangan lama-lama kasihan Si Twins udah kelaperan."
"Oke bentar."Ardi pun bergegas.
Di balik Pintu Pita memegangi dadanya yang berdebar.
" Semoga engkau imam yang alloh siapkan untukku A, Aku tak akan menuntut yang tidak-tidak dari mu."
__ADS_1
Ia pun berjalan ke arah dapur disana sudah ada Ruli dan Widi dua anak mereka masih di atas bersama Key.
"Aku keluar dari kejaan ku ya.Aku ingin mengabdi sepenuhnya setelah menikah."
"Apa kamu serius?" tanya Widi
"Iya, Aset ku kamu urus.Rumah yang di tasik dan di sini kamu jual belikan proferti dan kamu urus semua.aku terima beres saja" Ucap Pita.
"Kamu serius Pit?"
"Aku serius, Dia pria baik.aku tak mau mengecewakannya."
"Tapi gak harus seperti itu juga.Pit karir mu lagi naik" Ucap Ruli.
"Aku sudah putus kan, untuk berhenti.aku mohon hargai keputusanku." Ucap Pita sambil menunduk."Aku mohon kalian saksi hidup ku, kalian tau luka, luka ku.sudah cukup 11 tahun aku ikut dunia model sekarang aku ingin hidup seperti yang lainnya."
Ruli dan Widi saling pandang."Baiklah jika itu keputusan mu"
"Aku akan selalu mendukungmu." Ucap Ruli sambil merengkuh tubuh Pita"Kamu sahabat sejati ku, dengar kan pinta ku Bila kamu butuh sesuatu kamu bisa hubungi aku atau Widi kita akan datang secepat mungkin untuk membantumu, untuk meminjamkan bahu agar kamu bisa bersandar."
Pita mengangguk.
Awal karirnya dalam dunia model ia lakukan bersama dua sahabatnya ini, hingga ia ke bali dan debut disana.lalu luka pun datang membuatnya hancur, sehancur hancurnya hingga ia mengasingkan diri selama satu tahun lebih lalu ia terlunta-lunta mencari kerja dan Alloh persatukan mereka kembali dan memulai hijrah bersama, membangun usaha bersama, berbagi suka duka bersama, hingga saat ini.
"Best friend Forever" Ucap Widi sambil merentangkan tangannya, Pita dan Ruli pun berhambur pada pelukan Widi.laki-laki yang sangat-sangat peduli, selalu menjaga mereka dengan baik.
"Kamu pilindung kita"
"Iya, tapi aku tak bisa membagi hati ku pada mu Pita" canda Widi yang langsung mendapatkan Pukulan dan cubitan pedae dari Ruli dan Pita
"Bila pun Pita mau aku ikhlas, tapi.....
" Aku ogah, di kasih pun aku tak mau"Jawab Pita sambil kembali ke tempat duduknya."Widi boleh aku tagih ucapanmu gak?waktu itu kalau aku nikah lagi dengan laki-laki yang bersedia menerima ku apa adanya.kamu akan kasih hadiah apapun."
"Hem" Jawab Widi
"Aku mau di beliin Mobil" Ucapnya terhenti saat Ardi datang lalu duduk
"Mobil apa?"tanya Widi.
" Mercedes-benz atau Audi juga gak papa"Jawabnya setenang mungkin
Trang
Suara sendok yang di banting terdengar nyaring di telinga Pita, Ardi dan Ruli.
"Bobolin aja sekalian ATM gue Pit" Dengus Widi.
Pita seketika tertawa hingga mengeluarkan air mata.Sedangkan Ruli memegangi dadanya sungguh ia terkejut dengan perintaan Pita jika itu harus di lakukan ia harus menjual dulu rumah nya yang ia sewakan di pinggiran kota.Sedangkan Ardi menghela nafas panjang, sungguh ia pun sangat terkejut bila Pita meminta itu padanya ia harus menjual semua Sawah dan kebunnya dulu baru bisa nembelikan Mobil yang di pinta Pita.
"Wid,kamu ini serius banget sih nanggepinnya.ya kali aku minta itu sama kamu" Ucapnya seraya tersenyum"Pinta ku cuma satu do'a kan aku dan Aa semoga Alloh memberikan kemudahan untuk kita berdua.itu udah lebih dari cukup.Aku gak mau mobil, rumah, motor kecuali kamu kasih dengan ikhlas tanpa aku minta dan jujur aku tak akan nolak.Rejeki di tolak gak baik kan?"Seraya terkekeh"Ruli, Widi makasih udah jadi temen aku dari pertama aku ke bandung sekolah hingga sekarang.aku beruntung punya kalian."
Widi beranjak
"Stop jangan peluk gue, Atau gue colok pake garpuh" Ancam Pita, Widi pun kembali duduk.
"inget yang di sebelah Pita udah ada pawangnya"
"Aku lupa, sorry Di" Ucapnya pada Ardi, Ardi pun tersenyum lalu mengangguk.
"Surat-surat untuk daptar ke KUA kamu siapkan Besok ya Di, aku tunggu di Kantor urusan Agama." Ucap Widi.
"Soal WO dan lain sebagainya aku akan kirim Siti yang ngurus disana seminggu lagi."
"Yang, soal keluarganya?"
"Nanti sore aku Watsap Om dan Tante biar mereka datang ke Tasik ke rumah Uu, kamu siap kan Diri Di buat menemui Ayah dan Ibunya Pita."
"Kita ke tasik sore ini?" tanya Pita
Ruli mengangguk"Kita nginap di hotel atau di rumah Uu?"
"Hotel?Di rumah aja.kamu telpon Gea bilang aku dan kamu akan kesana sore nanti."
Ruli mengangguk."Oke, kamu jangan Grogi Di.Mereka gak akan gigit kok"
Ardi tersenyum menanggapi itu.
__ADS_1