ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
62


__ADS_3

Jansen terus menerus berkutat dengan pekerjaannya sedangkan Ganis sudah tertidur di atas tempat tidur setelah pergulatan Panas mereka.


"Ahhh"Erangnya seraya meregakan ototnya yang terasa kaku,Jansen pun menutup laptopnya,ia bangun berjalan mendekati tempat Istrinya.


Cup


"Terima kasih Dek kamu sedikitnya sudah membuat hidup Abang berwarna."Ucap Jansen seraya memeluk Ganis dari samping.


"Mih,Pih,Jansen Rindu kalian."Ucap Jansen sebelum menutup matanya.


...----------------------------------...


"Mana Tania Vin?"


"Masih marah mungkin"jawab Vinsen Acuh.


"Vin,Tania itu."


Tuk


Vinsen menyimpan sendok nya dengan keras,lalu menatap mata kakaknya sengit."Apa urusannya dengan Abang hah?ini rumah tangga ku bang,gak usah ikut Campur."


...Vinsen menggebrag meja lalu bangkit meninggalkan Jansen yang mematung....


...__________________________...


"Tan"Panggil Mahren,Tania hanya balas senyum pada Mahreen yang memintanya datang malam itu.


Mahreen memeluk Tania lalu mengelus punggung Tania dengan Sayang."Apapun yang terjadi kamu kuat dan pertahankan apa yang menjadi milikmu dan Hak mu."


Tak terasa Air mata Tania meluncur begitu saja Mahreen bisa di ibaratkan Pita,Orang tua sambung nya yang selalu tau dan selalu memberinya pelukan hangat.


Mahreen mengajak Tania Duduk,Tania pun mengangguk bersebelahan dengan Mahreen dan menyandarkan kepalanya pada pundak Mahreen.


"Aku merasa jadi ja*ang di hadapan Vinsen,Dia selalu saja menyebut nama Sonia ketika kita bersama.Aku gak mau seperti ini dan ada di posisi ini,Aku gak mau mengungkit masa lalu kelamnya tapi ini sakit bagiku."Keluh Tania,Air matanya terus mengalir deras.Inti masalah telah Mahreen pahami,Wanita mana yang tak sakit dan tak marah ketika suaminya tengah menggaulinya malah menyebut nama wanita lain.


"Tania lelah,Tania ingin berdamai dengan masalalu tapi kenapa...."Tania menatap Mahreen dengan tatapan yang menyedihkan"Seandainya Vinsen dan Tania gak nikah,Tania gak akan merasakan sakit seperti ini.Vinsen bilang mau buka hati buat Tania Tapi apa?selalu saja bayangan wanita itu yang ada di pikirannya......Kak,Aku Pelakor kan?yang gak berhak bahagia."


"Enggak"Ucap Mahreen"Kamu wanita terhormat,Ada nya suatu masalah dalam hubungan Pernikahan itu Wajar,masalah kamu memang berat tapi tindakan kamu yang keluar dari rumah dan lebih memilih tinggal lagi di Apartemen adalah salah.Vinsen pantas di salahkan,Pergaulannya yang buruk dan perlakuannya,Bukan hanya kamu yang menyayangkan itu tapi Kakak sendiri juga menyalahkannya.Wanita mana tidak yang sakit hati,Bila itu kakak pasti kakak juga merasa sakit.tapi kakak mau kasih saran untuk kamu kembali,kamu ratu jangan sampai tempat mu di ganti oleh orang lain.ngerti kan?"

__ADS_1


"Kak"


"Masalah itu harus di hadapi,bukan di hindari.Alloh maha pembolak balik hati dan maha pemegang hati,Menangkan Vinsen dari sujud mu.Latahzan Innalloha Ma'ana.percaya kan?"


"Tapi"


"Ada Jansen,ada Ganis,Mang Sigit juga ada di sana kan?kakak gak deket dengan mu tapi kakak akan selalu ada untuk mu.kembali lah..."


"Dan ingat pesan kakak,Alloh tidak menjanjikan jika Hidup ini selalu mudah.tapi Alloh menjanjikan pada setiap kesulitan pasti ada kemudahan."


"Sejatinya Hidup di dunia ini adalah persinggahan jika pun ada kesulitan Alloh akan memberikan kemudahan baik itu cepat atau lambat."


Tania mengangguk,mereka pun menghabiskan waktu untuk saling bercerita.


..._________________________...


Vinsen terdiam setelah mendengar dan melihat interaksi antara Mahreen dengan Tania,Ia akui iya yang salah.


"Jangan keluar"Ucap Khadijah"Berikan Kak Tania Ruang,Ia butuh pencerahan,Bedannya terlalu berat.Abang sih gak punya Otak"


"Heh!kasar juga kamu ya?"


"Kalau Abang sih akan potong burung si cowok brengsek nya"Ucap Jansen.


Khadijah dan Mahreen tau permasalah antara Vinsen dan Tania karena Jansen yang perlakukan Buruk oleh adiknya,Hingga membuatnya memilih bercerita pada Dua bidadarinya.


"Jangan lah Bang"melas Vinsen.


"Abang masih dendam loh"Ucap Khadijah "Dendam di bentak"


Vinsen menatap Khadijah dan Jansen silih berganti lalu Ganis muncul dari belakang dengan Perut yang terus di elus.


"Pulang Yuk bang,Laper"Keluh Ganis.


Jansen mengulas senyum lalu menepuk kepala Ganis seraya mengangguk.


"Kamu juga Balik,Biarkan Tania bermalam di sini."


"Aku juga mau nginep di sini."

__ADS_1


"No"Jawab Khadijah"Kamar disini Cuma ada 3,Satu di tempati aku dan Suami ku,Adik ipar ku,dan ketiga akan di pakai Kakak sama Tania."


Vinsen mengendus"Makanya bikin rumah yang besar"


"Ini rumah adik ipar ku ya,Bukan rumah ku."


"Rumah mu juga kecil apa bedanya."


"Abang"Ucap khadijah geram,Memang jika di bandingkan dengan rumah-rumah kakak dan sodaranya yang lain rumah nya adalah rumah paling kecil tapi menurutnya mau sebesar atau sekecil apapun yang penting nyaman.


"Abang transfer Uang buat kamu bangun rumah di Pesantren itu."


"Gak,Terima kasih Abang Vinsen tapi Khadijah gak butuh itu.Khadijah sudah cukup bersyukur dengan apa yang sekarang khadijah Miliki.Rumah,Kendaraan,dan suami"


"Tapi iya sih,lebih baik rumah kecil,sederhana dari pada besar tak berpenghuni.besar dan mewah iya tapi hanya jadi pajangan,dan hanya melelahkan."


"Melelahkan apa sayang?"Tanya Jansen


Ganis diam,Ia memainkan Ujung hijabnya tada jika ia telah salah bicara.


"lelah karena beresin nya gak beres-beres."Ucap Khadijah"Tambah pekerja Bang,lalu bereskan semua kebutuhan Tania dan Ganis.Buat mereka menjadi Ratu di rumah itu."


Jansen tersenyum lalu mengangguk,Ia menatap Ganis lalu berkata Maaf tanpa suara,Ganis mengangguk.


...***********************...


Bismillah


On the way End😂


kenapa?


karena Author mau nerusin cerita



bantu like dan komen ya


see you

__ADS_1


__ADS_2