ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
61


__ADS_3

Jansen menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke arah dapur,Ia bisa melihat istrinya yang tengah bersenandung sambil mengaduk kuali..


"Nak tumbuh yang sehat dan kuat ya Sayang,Mamah sayang kamu,kamu harta paling berharga di hidup mamah sama berharganya dengan Bapak mu."Ucap Ganis seraya mengelus perut yang sedikit membuncit.


Jansen sedikit tertegun,ia tersenyum lalu melangkah mendekati Ganis.


Ganis menutup mulutnya yang kembali mual,ia menoleh mendapati Jansen di sebelahnya.Ganis menggeleng lalu berlari ke Wastafel dan memuntahkan isi perutnya.


Jansen melihat itu seketika dia panik lalu mendekat dan mengurut tengkuk Ganis,namun Ganis segera menepisnya.


"Dek"


"Abang jangan dekat-dekat,abang bau....sana mandi."


"Dek?"


"Abang"Rengek Ganis,Jansen pun bergegas ke atas sedangkan Ganis kembali melanjutkan memasaknya.


"Bang"panggil Tania


Jansen menatap Tania yang berdiri di depannya "Ada apa?"


"Aku rasa Ganis sudah seperti Mamih"Ucap Tania seraya melihat ke bawah yang nampak Ganis tengah menata makanan"Mamih bukan orang yang pandai memak tapi manjanya Ganis,cengengnya Ganis,mirip sekali dengan Mamih.Aku dan Vinsen merasa Mamih hadir di tengah-tengah kita berwujudkan Ganis"


"Tan"


"Bang,Aku dan Vinsen mau Abang sayangi Ganis seperti Abang menyayangi kami.Jangan sia-siakan Ganis,Dia wanita Baik,lembut,penuh perhatian,penyabar."


"Insya'alloh"


"Hana kemarin mencari ku,dan dia bicara banyak pada ku."Jansen menatap Tania dengan tatapan Tajam


"Aku tau,Abang dan Vinsen itu sebelas dua belas.Tapi aku yakin Abang gak seceroboh itu,Bereskan semuanya dengan Rapih jangan sampai keluarga tau dan mereka akan merasa kecewa pada Abang"Ucap Tania lalu berjalan mendekat ke arah Jansen dan menepuk pundaknya "Ingat keluarga kita berharap banyak pada Abang.Mahreen dan Khadijah adalah dua orang yang pasti akan sangat kecewa pada Abang,dan mungkin mereka akan membawa Ganis dari pelukan Abang."


"Tania"


"Ingat itu Bang"Ucap Tania sebelum berlalu.


Masalah Hana sudah terselesaikan dengan Baik beberapa waktu lalu,Anak yang Hana bilang anak nya adalah anak orang lain,terbukti dari hasil Tes DNA di tiga rumah sakit ternama di Jakarta yang mengatakan jika Anak itu bukan anak Jansen.

__ADS_1


"Tania,Anak itu bukan anak ku"Ucap Jansen sedikit keras hingga Ganis yang tengah mengupas Apel pun menoleh ke arah tangga.


"Hana membohongi mu,Aku dan Vinsen sudah mengantongi bukti tes DNA yang kita lakukan sepekan lalu.Aku tak seceroboh itu dan tak sebodoh itu."Ucapnya lalu berlalu begitu saja meninggalkan Tania,Auri dan Ganis.


"Ada apa?"Tanya Ganis dengan wajah yang sangat tertera jika ia tengah terkejut.


"Gak ada apa-apa,jangan di pikirkan oke"Ucap Auri.


"Siapa yang hamil Teh?dan siapa itu Hana?"


"Mantan pacarmya Abang,Yang ngaku memiliki Anak dengan Abang.Tapi Teh Ganis gak perlu Khawatir aku dan Abang sudah menyelidikinya dan sudah menemukan titik terang tentang siapa Ayah biologis dari Anak yang di bawa Hana tersebut.Abang emang bodoh sama seperti ku,tapi kami tak ceroboh."Ucap Vinsen."Jangan mendengar dari satu mulut saja tapi dengarkan yang lain pula,jangan sedikit-sedikit lalu menyudutkan.


"Aku bukan mau menyudutkan,Tapi aku Aku wanita Vinsen.Sakit,itu yang aku rasakan Vinsen ketika kita wanita memberikan Harta terbesar di hidup kita Untuk laki-laki yang akan menemani kita sampai tutup usia namun Dia memberikan Harta terbesarnya Mahkotanya pada Wanita lain."


Rahang Vinsen mengeras,Jelas itu adalah sindiran Mutlak dari Istrinya.


"Aku menegur Abang karena Aku gak mau Hana masuk kekeluarga ini.Aku gak mau Vinsen."


Sigit mendekat lalu memeluk Tania yang menangis Histeris.


"Lalu kamu mau apa?Kami juga tak bodoh Tania."


"Iya kamu tak bodoh tapi kamu ceroboh memberikan nya apa yang ia mau?"


Tania menghapus Air matanya lalu menepis tangan Sigit dan berjalan ke arah Vinsen yang sudah memerah menahan Amarah.


"Kemana kamu dua hati ini Hah?Bersama Sonia kah?atau bertemu klien?"


"Aku bertemu Klien."


"Siapa?Sonia kah?Cek in Hotel bersama dan menghabiskan malam dengan Panas di kamar hotel tersebut"


Plak


"Jaga Ucapan Mu,Aku tak serendah itu Tania.Aku memang memberikan Keperjakaan ku Pada Sonia tapi aku tak melakukan hal hal seperti itu lagi Tania."Ucap Vinsen setelah menampar Pipi Tania,tidak begitu kencang namun begitu menyakitkan.


Sigit berjalan ke arah Tania lalu menatap Vinsen dengan berang


Bugh

__ADS_1


Bugh


Bugh


"Siapa yang mengajarkan mu kasar pada Wanita Hah?"Teriak Sigit.


"Apa kamu keluar dari tubuh Wanita atau Batu Hah?"


"Apa ini yang kamu selalu lakukan saat ada masalah?"


Jansen yang baru saja turun langsung mendekati adiknya dan membantu Adiknya berdiri.


"Hormati Wanita,Hormati Wanita,Hormati Wanita itu kan yang selalu Ayah bilang saat kalian berkunjung.Surga itu bukan ada di telapak kaki kalian,Ada di telapak kaki Ibu,Vinsen.Jangan pernah sekali-kali kalian melukai Wanita apa lagi dengan tangan kalian.Wanita itu pemudah rejeki kalian,Pemberi generasi,pendidik terhebat,wanita terkuat,dan tertangguh.Jangan sakiti mereka dan Jangan lukai mereka."


"Sayang duduk lah"Ucap Auri,Sigit menoleh pada Auri lalu mengangguk,Tania telah di giring duduk lebih dulu oleh Ganis atas perintah dari Auri.Auri menatap Vinsen dan Jansen dengan sendu."Mahreen dan Khadijah akan kecewa pada kalian jika mereka Tau."Ucap Auri lirih "Duduk lah,Kita bicara baik-baik."


"Jangan katakan apa yang kami lakukan pada Khadijah dan Mahreen."Ucap Vinsen setelah duduk di sebelah Jansen yang duduk merangkul bahu mungil Ganis.sedangkan Tania duduk dengn Auri.


"Kenapa?kalian takut mereka kecewa?Mereka kecewa,tak akan mengubah hidup kalian.Namun jika istri-istri kalian kecewa akan mengubah Drastis Hidup kalian."


"Aku hanya Bilang Masalah Bang Jansen dengan Hana sudah selesai,namun dia mengucapkan hal-hal kebrengsekanku.Memang Aku brengsek,Lalu mau diapakan?Mau di pukul,Fine pukul aku jika itu akan mengurangi rasa kecewa di hati nya pada ku yang menikahinya setelah tak perjaka lagi."


Ganis meremas Ujung pakaian Nya lalu mendongak menatap Sigit yang tengah menahan Amarah.


"Masa lalu itu ada di belakang,Jika kita tengok akan terasa menyakitkan.namun masa depan ada di hadapan kita bukan?jadi Biarlah masa lalu itu ada dan utuh di belakang yang perlu kita lakukan adalah saling menerima dan saling memahami membuat hal yang lebih indah dari masa lalu yang kelam yang telah kita jajaki.mengetahui Masa lalu seseorang yang kita cintai itu memang sangat menyakitkan tapi apa mau di kata,kita hadir setelah cerita itu berganti dengan cerita baru.kita hanya perlu menikmati dan mendengarkan cerita itu tanpa harus merubah apa-apa di hari ini.Buruk baiknya yang perlu kita ambil hanyalah baiknya dan mengganti Keburukannya dengan kebaikan pula.Berdamai dengan kenyataan itu sulit tapi Itu Ujian dari Alloh pada suatu Rumah tangga apakah akan kokoh atau berubah jika Berubah musibahlah yang akan terjadi namun jika tetap kokoh dan saling menerima insya'alloh akan ada kebahagian yang menanti."Ucap Ganis seraya menunduk."Kak Mahreen Bilang Rumah tangga itu tak akan selama nya mulus,akan banyak luka liku di dalamnya.yang perlu kita lakukan adalah merenung dan memaafkan niscaya apa yang terjadi akan bisa kita hadapi.apa yang terjadi adalah luka tapi kita bisa ambil sedikitnya pelajaran dalam kejadian itu.Seperti waktu aku cengeng"Ucap Ganis seraya menatap Jansen"Maafin aku karena aku cengeng hingga membuat Abang marah dan memukulku."


"Maafin Abang juga"Ucap Jansen"Abang sudah menebusnya kan dengan Adek mengerjai Abang hingga abang kewalahan."Ganis pun tersenyum


Sigit berdiri"Syang ayo kita masuk,Biarkan mereka menyelesaikan permasalahan mereka sendiri."Auri mengangguk lalu beranjak"Ingat sayangi istri kalian dan jangan lah kalian ringan tangan dengan seenaknya memukul.emangnya di pukul itu tidak sakit apa?"gerutu Sigit sambil berjalan bersama Auri.


"Yuk kita juga kekamar Bang"Ucap Ganis,Jansen pun tersenyum lalu berdiri di ikuti Ganis,mereka pun meninggalkan Vinsen dan Tania dalam kesunyian.


😸😸😸😸😸


Maaf maaf maaf


beribu-ribu maaf dari author pada semua yang pada menunggu,Ada sesuatu kejadian yang bikin handphone author gak bisa di pake dan anehnya untuk download apk itu susah banget dan baru bisa beberapa hari lalu jadi Maaf banget Gantung nya lama.


Oke next insya'alloh sesenggangnya kerjaan karena Author nya harus kerja.

__ADS_1


Semoga ini bisa jadi pelepas dahaga kalian menunggu cerita karya Author.wkwkwk


Author juga mau ngasih tau untuk jangan lupa baca cerita Author yang lainnya bukan hanya di Apk ini aja tapi di apk wp juga ada


__ADS_2