ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
27


__ADS_3

Bener apa yang di katakan kakak nya sungguh pekerjaan yang di kerjakan Pita setiap Hari sangat melelahkan, meskipun dia dulu mengerjakannya sendiri meski gak setiap hari.


"Astagfirulloh" Ucap Ardi dengan tangan memegang pinggang nya yang serasa ingin lepas dari tempatnya saking ngilu dan sakit.


"Nikmat ya?" tanya Sinta."Git gantian sana?"Titah Sinta"Biar kamu ngerasain gimana nikmatnya Ngelicin pakaian seabreg"


Sigit pun mau tak mau menggantikan kakaknya melicin kain pernel dan beberapa barang lagi yang tersisa sekalian dengan baju nya dan Alfi karena baju Alma selalu langsung Alma licin di kamarnya sendiri.Dan benar nikmat sekali rasanya,Bukan hanya Panas karena licinan saja ia juga merasakan panas di bagian Pinggang.


Tepat saat Adzan Ashar Sigit pun mengakhiri kegiatannya dengan melicin sarung-sarung nya.


"Allohu Akbar" Ucapnya sembari merebahkan tubuhnya


"Gimana Git?" tanya Sinta seraya tertawa melihat adiknya terlentang tidur di hadapannya dan Pita yang tengah duduk menonton TV sambil memakan Cemilan sehat yang di kirim dari Ruli.sedangkan Ardi yang baru saja datang membawa buah-buahan pun ikut terkikik melihat wajah lelah sang adik, karena itu juga yang ia rasakan tadi.belum lagi kemarin sore hingga malam ia mencuci dan menjemur pakaian meski pakaian bayi tak begitu sulit mencucinya seperti pakaian dewasa apa lagi mencucinya dengan mesin cuci namun ia lelah karena karena seharian ia mengantar Pita berjalan-jalan berbelanja.


"Nikmat sangat" Ucap Sigit lalu bangkit duduk di hadapan kakak dan kakak iparnya."Thank ya teh atas segalanya.aku dulu pernah berpikir pekerjaan perempuan itu Mudah mereka hanya mencuci, mengepel, menyapu,dan memasak.namun nyatanya aku yang hanya menyetrika saja sudah merasa lelah.apa lagi teteh, dan dengan keadaan seperti saat ini juga masih aktip membereskan rumah dan memenuhi kebutuhan kita.teteh Hebat aku bangga."


"Makanya mulai sekarang jangan menyepelekan pekerjaan Wanita...


"Duhh" Ucap Pita mengagetkan Sinta yang tengah berbicara.


"Kenapa?"


"Sakit teh."


"Mulesnya udah banget Pit?"tanya Sinta karena memang tadi jam 10an Sinta sudah di beri tahu bahwa Pita sudah merasakan Mules (sakit) meski belum sering.


"Lumayan udah agak lebih sering di bandingkan tadi teh"


"Ya udah sekarang kamu jalan-jalan dulu di bantu Ardi, lakuin apa yang di intruksikan Bidan Ayu kemarin dan tetap tenang" Ucapnya pada Pita seraya memagang tangan Pita menyakinkan. "Semuanya akan baik-baik aja, kamu percayakan sama kekuasaan Alloh?" Pita mengangguk lalu mulai beranjak di bantu Ardi,"Sigit kamu jemput Mak Suliah sudah jemput mak Suliah jemput Bidan Ayu.biar aku siapin apa yang mereka butuhin disini."


"Oke" jawab Sigit.meskipun badannya masih terasa lelah tapi ia pun mengindahkan hal itu, baginya Pita dan Ardi adalah kakak dan kakak ipar yang patut manjadi contoh dalam hidupnya dan patut di nomer satukan.


Lahiran Itulah yang di nanti-nanti setelah menunggu lebih dari Tiga Jam, lahirlah seorang Putri yang sangat Cantik dengan proses Normal di bantu Mak Paraji dan Bidan.lahirnya pun di Rumah tepat di kamar Pita.


Bagi Pita ini adalah hal ter Ekstrim di hidupnya melahirkan dengan alat seadanya dan di bantu Dukun beranak Saja karena Bidan desa datang setelah bayi lahir.Ruli pun yang datang satu jam sebelum Bayi lahir merasa sangat khawatir.


"Alhamdulillah" Ucap Ardi setelah selesai meng adzan dan mengikomahkan anak pertamanya.


"Subhanalloh ponakan ku, cantik banget" Ucap Ruli"Pengen nyium"


"JANGAN"Teriak Bidan Ayu, Mak Suliah, Dewi dan Sinta bersamaan.

__ADS_1


" Emangnya kenapa?"


"Enggak boleh nanti anaknya kalau gerak muka nya merah, kasihan"


Ruli melongo karena tak mengerti apa yang di maksud oleh Sinta.


"Otak Gue" Ucap Ruli sambil melihat ke arah Pita.


"Turuti aja"Jawab Pita sebelum menerima suapan nasi kuning dari Dewi.ia tau apa yang di ucap kakak iparnya pasti tak dapat di langgar seperti hal-hal sebelumnya tadi saat Pita merasakan sangat sakit dan dengan tidak tahu kondisinya ia menyuruh Pita untuk menunggingkan tubuhnya dulu dan itu harus di lakukan, dan dengan Pasrahnya Pita pun melakukannya, Bahkan Saat Ruli Protes pun tak di indahkan.


"Sampai kapan gak boleh di ciumnya"


"Sampai 40 hari, nanti kalau udah 40 hari boleh" Ucap Dewi.


Ruli menghela nafas panjang"Oke, Gue pasti kagak bakal tahan Pit kalau gak nyium anak lu yang uyu ini, gue besok balik aja deh"


"Rul"


Ruli mendekat ke arah Pita lalu memeluknya"Tega bener gak boleh nyium sampe 40 hari"Ucapnya dramatis "Vinsen dan Jesen juga dulu langsung tak cium tak apa-apa.tapi kok anak lu kagak boleh sih"


"Gak usah lebay Kak Ruli, emang baiknya gak boleh gitu"


"Tapi kenapa harus sampe 40 hari sih" kesalnya.


"Terima aja oke" Ucap Pita"Dan lagi Emangnya kamu mau ninggalin kedua anak kamu bersama Kay dan Widi berapa lama?mau kamu anak kamu jatuh kaya waktu lalu"


"kagak,Masa Vinsen yang masih di perban harus nambah lagi sih kan Nanti ganteng nya ilang.nanti kamu ilpil dan kita gak jadi besanan"


Pita memutar bola matanya malas"Jauh-jauh sana lu"Titah Pita.


"Kasar"Dengus Ruli


"Anak gue baru lahir PEA, ya kali lu udah ngarepin bakal jodohin anak gue sama salah satu anak lu" Ucap Pita kesal, Ardi dan yang lain Diam saat kata-kata kasar itu terlontar dari mulut Pita wanita yang sangat lemah lembut di kesehariannya."Udah ah sana Lu jauh-jauh."Usir Pita


"Teh"Tegur Ardi.


" Kesel aku A, punya temen kok gini amat"Ucap Pita


"Ikh lu gue udah nganggep lu sodara kenapa lu nganggep gue cuma temen?"


Pita meraup wajahnya gemas, sekaligus kesal.ia baru aja selesai melahirkan beberapa menit lalu tapi malah sudah harus berdebat dengan sahabatnya ini yang sungguh sangat ajaib menurutnya.

__ADS_1


"Kalau lu nganggep Gue sorada, Stop Diem gak usah banyak ngomong.Gue lelah pengen banget istirahat dan mandangin anak cantik gue dengan tenang.oke" Ucap Pita, Ruli pun mengangguk patuh"Dan stop jodoh-jodohan, anak kita biar mereka sendiri yang menemukan jodohnya masing-masing.gak perlu kita jodoh-jodohin.Seandainya nanti anak-anak kita gak ada yang berjodoh tetep lu bakal jadi sodara gue, bakal jadi sahabat terbaik gue.lu orang yang paling tau gue sebelum suami gue pun lu lebih paham dan mengerti gue.Lu dan Widi number one in my life, tapi sekarang kayanya harus jadi no 2 karena Baby gue no 1 di hidup gue."


"Aku?" tanya Ardi.


"Status suami kadang bisa berubah tapi status anak tak akan pernah berubah A.Tapi aku berharap keluarga kecil kita selalu harmonis dan terjaga hingga suatu saat."


Ardi mengangguk, karena ia mengerti tentang apa yang di maksud oleh sang istri ia pun mendekat dan memberikan Bayi perempuan yang bila di lihat-lihat lebih mirip dirinya itu pada Pita, Pita pun menyambutnya dan menidurkannya di samping tempatnya tidur.


"Keluarga akan tetap jadi nomer satu Pit, Aku dan Widi pun bergitu tapi persahabatan dan persaudaraan yang terjalin belasan tahun ini aku harap jangan sampai ada batu kerikil yang akan membuat kita gugur."


"Iya, aku gak akan lupakan itu, kita mulai hidup dari nol bareng-bareng hingga sekarang Rul,aku juga masih ingat akan hal-hal pedih kita dulu dan itu adalah penguat persahabatan kita."


"Iya, Love you tata" Ucap Ruli seraya merangkul Pundak sahabat nya itu.


"Love you Lili and Didi"Ucapnya lalu tertawa bersama setelah menyebutkan nama sayang mereka saat masih hidup susah dulu.


" Jadi kangen makan sehari sekali satu bungkus bertiga"Ucap Ruli seraya menghapus air matanya yang akan menetes.


"Aku juga inget setelah kita nabung dan makan sekali sehari selama satu tahun.saat itu kita bersorak bertiga karena bisa menabung dan membeli mobil dari hasil jadi model"


"Ahhhh Pit, semoga anak-anak kita gak ngerasain hal perih itu" Ucap Ruli.


"Amin, udah ah jangan nyeritain itu, Itu udah 15 tahun yang lalu."Jawab Pita


" 15 tahun?"Tanya Dewi."Emang teh Pita sekarang umur berapa?"


Pita dan Widi saling tatap


"Emangnya kamu pikir Aku dan Pita umur berapa?


" 27 atau 28"


"Umur kita sudah mau 32 Dew" Jawab Pita karena saat menikah usianya 31 tahun kurang satu bulan.


"Hah?"


😂😂😂😂😂


Hahaha geje banget ini cerita ya.mudah-mudahan suka ya.


Ini cerita banget GJ nya dan pasti banyak yang bilang gak mungkin tapi author pernah lihat kakak-kakak ipar author melahirkannya di rumah dan mereka baik-baik aja dan Author juga pernah lihat ada yang bersitegng setelah lahiran.wel author langsung aja tacap meski gak sama kaya cerita yang di pertegangkan kala itu.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan Jejak, , 😉


__ADS_2