
Hamil pertama yang meringankan mungkin itu yang tengah di rasakan Pita karena ia tengah merasakan hal yang sungguh sangat menguntungkan untuknya.dia tak pernah menyangka Alloh akan memberikannya kepercayaan secepat itu, dan Alloh pun memudahkannya karena ia tak mengalami Hal-hal yang membuatnya lemas dan lain sebagainnya.
Namun dari rasa Syukurnya itu ia pun merasa kasihan pada Suami nya Ardi yang kesulitan beraktifitas karena selalu merasa Mual jika ia mencium bau-bau menyengat dari beberapa masakan yang berkuah kaldu yang sangat menggiurkan namun memabukan bagi Ardi.
Seperti saat berkumpul di rumah Semua nya sangat senang karena Tuan rumah membuatkan mereka Bakso salah satu kesukaan Adik dan Kakak Ardi.namun Ardi harus mengungsikan diri pergi ke sawah berbekal Jeruk pereda mual.karena selama Pita membuat Kuah Bakso yang sangat Harum, Ardi terus mondar mandir ke Toilet karena merasakan Mual dan itu membuat Sinta yang notabennya seorang dokter merasa heran karena Ardi tak kenapa-napa hanya saja wajahnya yang terlihat agak sedikit Pucat akibat terus mengeluarkan isi perutnya.
Alhasil Ia pun menyuruh Adiknya Sigit pergi ke apotek untuk membeli tespek.Dengan Ogah-ogahan Sigit pun menyetujui namun harus diantar oleh Kakak atau adiknya karena di malu harus mengucapkan nama alat itu kepada Apoteker.
Dan Akhirnya Ucapan Syukur Alhamdulillah dan selamat pun terucap ketika Pita keluar dari kamar mandi dengan wajah sembab, di tangannya memegang alat tes kehamilan yang bergaris Dua menandakan jika ia hamil.
Ardi menciumi wajah Pita, memeluknya erat meski dengan keadaan lemas karena ia yang terus mengeluarkan isi perutnya.dia juga terus berucap terima kasih pada Pita dan bersyukur atas kabar gembira yang Alloh berikan pada keluarga kecilnya.
"Jangan melamun" Tegur Ardi pada Pita yang tengah duduk di Pinggir Ranjang.
"Aa udah Pulang?" tanya Pita.
"Udah, kan ini udah ada di kamar" Jawab Ardi seraya mencium kening Pita setelah Pita mencium tangannya kebiasaan yang selalu di lakukan setelah menikah.
"Mau di buat kan sesuatu?" tanya Pita.
"Aa belum lapar teh.Teh, Sigit Bilang di masa pandemi ini Kuliah dan sekolah di berhentikan sementara dan dia ingin menjalankan pekerjaan Aa yang udah Dua minggu ini Aa tinggalkan karena kondisi Aa yang gak kuat jika bepergian jauh." Ucap Ardi sambil menatap Pita yang melihat nya dengan senyuman yang begitu manis"Menurut Teteh bagaimana?"
"Jika dia sanggup kenapa tidak?toh Sigit Juga tau Aa suka bawa barang dari siapa saja dan menjualnya pada siapa aja.menurut aku sih itu bagus, setidaknya dia bisa belajar mengais rejeki untuk kebutuhannya sendiri"
Ardi mangut-mangut mengerti."Aa butuh bantuan teteh?"
__ADS_1
"Apa?"
"Sebentar lagi Aa harus ngisi kandang, Pembangunan sudah hampir Rampung jadi Aa harus segera mempersiapkan lain sebagainnya.namun Uang Aa sepertinya gak akan Cukup." Ucap Ardi sedang Pita hanya mangut-mangut "Tadi Aa bicara pada Pak Hamka Aa mencoba bertukar pikiran dengan beliau, dan Pak Hamka Bilang bila Aa butuh modal dia akan bantu, namun Aa sedikit Ragu karena Pak Ramli bilang jika Pak Hamka sudah menawarkan dan kita mengiyakan ia suka meminta sertipikat sebagai jaminan.Menurut teteh....
" Itu Sistim gadai a."Potong Pita seraya membenarkan duduknya"Kemarin Ruli mengabari jika ia baru mentransfer Uang 200 juta-an Dari hasil Sewa Apartemen ke Rekening Teteh.Aa bisa pakai uang itu, dan lagi Aa tenang aja uang itu gak akan teteh pakai karena teteh gak ada niat beli-beli atau investasi.Dan lagi di tabungan ini juga"Ucapnya sambil memperlihatkan kartu ATM berwarna Gold "kalau gak salah ada 1,3 M jika Aa butuh tinggal Aa pakai aja"
Ardi diam mematung, ia syok mendengar Pita mengucapkan Nominal isi Tabungannya dengan tenang.
"A"Panggil Pita.
Ardi mengerjap lalu tersenyum ke arah Pita" Aa hanya butuh sekitar 20 jutaan Teh, Nanti jika usaha Aa berjalan lancar Aa akan Ganti."
"Kalau cuma segitu ya udah pake uang yang tempo hari Aa kasih Aja, hasil Proyek" Jawab Pita.ia pun segera meraih Handponenya."Teteh Transfer ke rekening Aa ya"Ucapnya seraya memperlihatkan Bukti transaksinya pada Ardi.
"Teteh gak pake uang itu?"
"Teteh gak beli-beli barang atau pakaian kaya adik sama Kakak Aa?"
"Baju aku banyak A" Jawab Pita, Memang Baju Pita sangat banyak Ardi pun menyetujui akan hal itu, karena saking banyaknya hingga ia tak bisa mengenali baju-baju istrinya kecuali Daster Tidur bercorak tedi bear yang sering Pita pakai dan itu pun berseri ."Dan lagi mau beli-beli apa toh yang di beli kakak-kakak sama adek-adek itu rata-rata barang-barang yang udah teteh Punya."
"Oh gitu, kalau teteh ada yang mau di beli.jangan sungkan atau apa?beli aja ya"
"Oke suami" Jawab Pita
"Sekarang mau makan apa?" tanya Ardi.
__ADS_1
"Aa sendiri mau makan apa?"
"Biasa Bolu Pisang aja.Aa kan gak masuk nasi teh, entah kenapa Aa jadi Jijik lihat nasi" Keluh Ardi.
"Sabar ya A" Jawab Pita sambil mengusap Pipi Ardi yang sangat Mulus tanpa Bulu bahkan tanpa bopeng bekas Jerawat yang katanya Ardi saat mudanya hanya berjerawat di jidat saja, bahkan di jidat pun tak ada bekasnya sama sekali membuat Pita merasa iri karena ia dulu sampai mati-matian melakukan beberapa perawatan Agar jerawat-jerawatnya segera menghilang dan tak berbekas.meskipun jerawatnya hanya jerawat kecil dan sedikit.
"Aa gak papa teh.Asal teteh sama Utun sehat dan asupannya terjaga."
"A, sekarang Aa mau kemana?"
"Gak ada rencana teh."
"Aa mancing gih, teteh Pengen Bikin ikan bakar."
Ardi tersenyum lalu mengangguk."Mau ikan Apa?yang besar apa yang kecil?"
"kalau Ada ikan Nila atau ikan Gurame yang sekitaran setengah kiloan.Dua juga cukup buat di makan bareng-bareng nanti pas makan malam" Jawab Pita. karena semua penghuni rumah sangat suka dengan ikan mau itu di masak berkuah, di goreng apa lagi di bakar.
"Ya udah, sekalian nanti Aa potongin kayunya buat bikin arang."
"Gak usah A ribet.Teteh ada Alatnya buat manggang di kompor jadi gak perlu motongin kayu buat bikin Arang" Jawab Pita.
Ardi menyernyit dalam otaknya bertanya apa benar ada?entahlah ia baru tau.mungkin ia termasuk kuper karena alat-alat yang di bawa Pita rata-rata dia tak punya bahkan ia pun sempat heran saat gas Habis Pita malah menggoreng di Rice cooker yang dia tau itu bukan untuk menggoreng tapi memasak nasi.bahkan dia pun sempat kaget saat Pita memasak sayur sop di dalam alat yang menyerupai Panci mie instan yang memiliki gagang dan dia memasak di meja makan.
"Gak usah natap aku kaya gitu A "
__ADS_1
"Ya udah, Aa mau ganti pake kolor dulu biar kalau mancing nya gak dapet bisa langsung turun ke kolam" Ucap Ardi.Pita pun mengangguk