
"Yang tadi itu?" Tanya Pita pada Ardi setelah menidurkan Baby Mahreen.
"Apa?" Tanya Ardi seraya menyerahkan Cangkir teh pada Pita.
"Hemm"
Ardi menaikan sebelah alisnya dan mengajak Pita duduk."Dedek udah tidur?"
"Udah, Nangis dan ngamuknya Mahreen gak ketahan baget ikh"keluh Pita
"Haha, namanya juga anak kecil." Jawab Ardi senyalakan TV"Mahreen itu udah di biasain sama Bunda Tidur di tempat tidur, gak kaya anak lain yang seneng tidur di gendong Bun."
"Iya Yah, Bunda jadi takut jika kita pergi ke bandung di jam-jam tidur Mahreen.Nanti bakal gimana yah?"
"Bunda gak usah khawatir.Mahreen itu hanya gak suka tidur di gendongan aja, karena kan semenjak kecilnya oleh bunda gak sering di timbang-timbang, itupun hanya sesekali.tapi dia gak masalahin kok tidur di kursi juga asal di gendong Bun.jadi gak usah khawatir."
"Bunda takut aja yah"
"Gak usah khawatir oke"
"Eh iya yang tadi itu?"
Ardi tersenyum"Yang tadi itu Humairah, sering di panggil irah dan dia temannya Dewi.Dewi pernah jodohin Ayah sama Dia namun setelah di kenalkan yah Ayah biasa aja Bun enjoy dengan dunia Ayah karena memang Ayah orangnya seperti ini."Jelasnya.
"Lalu"
"Yah gak lama dari sana Dewi ngasih tau kalau ada Irah mau menikah dengan orang Jakarta bos Pakaian di Tanah abang.yah Ayah acuh aja karena memang ayah gak tertarik sama dia."
"Oh, terus tri ngobrolin apa?"
"Bunda kepo" Ucap Ardi seraya mencawil hidung Pita "Tadi itu dia nanyain kabar Ayah, Basa basi gitu lah Bun.terus dia cerita kalau dia sekarang sendiri."
"Calon pelakor tuh" Celetuk Pita.
"Ikkkh bun gak boleh suudzon."Tegur Ardi." Bunda tau kan ayah itu orangnya wellcome sama siapa aja gak terkecuali tapi Ayah tau batasan Bun."
"Iya.Bunda percaya." Jawab Pita."Asal ayah kembali ke semula"
"Gimana-gimana?" tanya Ardi tak mengerti.
"Cuek dan kaku sama perempuan."
"Ohhh."
"Yah, Bunda gak papa kok ayah deket dan wellcome sama siapa aja karena kan Ayah Usaha nya di kampung langsung terjun ke lapangan.Cuma Bunda pesen, jaga diri Ayah jangan sampai kedekatan ayah dengan lawan jenis di luar rumah menimbulkan fitnah.karena gosif di Masyarakat itu cepat membesar dan tak mudah padam.apa lagi Bunda yang setiap harinya hanya menghabiskan waktu di rumah tanpa berinteraksi dengan lainnya." Ucap Pita dengan tangan terus bermain di dada bidang Ardi."Yah"Pita mendongkak, Ardi tersenyum"Usaha ayah sekarang tengah bagus pasti di luar sana banyak wanita yang tengah mengincar ayah dan ingin di jadikan istri."
"Bunda" Tegur Ardi pada Pita karena tak suka dengan apa yang di ucap Pita.
__ADS_1
"Yah godaan terbesar dalam rumah tangga itu Jika laki-laki tengah di gelimbangi Harta ia kadang akan lupa pada rumahnya, dan Jika wanita tengah goyah karena ekonomi dan perhatian...
" Bun"
Pita menghela nafas Panjang."Bunda ingin ayah setia"
"Bun, dengarkan ayah.Suksesnya ayah sekarang itu karena campur tangan dan do'a Bunda.Ayah gak akan seperti sekarang kalau gak ada bantuan dari Bunda.Harta ayah yang ayah dapatkan adalah milik Bunda karena semua itu dihasilkan oleh kesabaran dan juga do'a dari Bunda.kalau Bunda gak sabar, gak ikhlas dan gak terus do'ain dan suport ayah, ayah gak akan seperti sekarang Ini." Ucap Ardi seraya mengelus Pipi Pita yang mulai di basahi air mata.Ardi tau kecemasan Pita namun ia sudah berjanji kalau dia tak akan menghianati dan menyakiti istrinya yang selalu menyambutnya dengan senyuman dan selalu membutanya makin cinta di setiap Harinya.
"Gak usah takut Bun, Ayah gak akan khianati Bunda.Insya'alloh"
"Ayah janji ya"
"Insya'alloh Bunda." Jawabnya"Lebih baik sekarang kita tidur"Ajak Ardi.
"Gendong?" Ucap Pita dengan Manja.
"Bunda hamil lagi ya.kok jadi cengeng dan Manja."
"Aminin aja deh.Bunda gak akan Nolak jika memang Bunda Hamil😄"
"Bunda bener-benar pegn Mahreen punya adek cepet-cepet?"
"Bunda ingin punya anak 5 yah"Jawab Pita seraya menunduk.
Ardi melotot, ia tak menyangka Pita menginginkan anak lebih dari dua." Bun, ngelahirin dan hamil itu gak gampang lo?"
"Ya udah terserah Bunda saja ayah mah ngikut aja.asal Bunda dan anak-anak sehat ayah seneng." Jawab Ardi "Karena Ayah yakin satu-satu anak itu telah membawa Rejekinya masing-masing."
Ke esokan Paginya Pita bangun agak siang karena memang semalam ia merasa tak enak badan jadi agak susah tidur.
Pita pun membagi tugas dengan Ardi karena rumah sepi soalnya Hana, Alfi dan Alma pulang ke rumah bekas tempat tinggal Hana dulu setelah menikah( Rumah orang tau Ardi.) sedangkan Sigit telah berangkat ke pasar untuk membeli daging dan lainnya untuk jualan.
"Ayah pel rumah yah Bun, Bunda masak aja dulu toh mahreen juga masih bobo" Ucap Ardi selepas pulang dari masjid.
"Ya udah yah, Bunda baru udahan sapu doank" Jawab Pita
"Ya udah,ayah ambil alat pel nya dulu ya." Ucap Ardi seraya berjalan ke arah belakang dimana Alat pel berada sedangkan Pita menuju kulkas mencari bahan makanan untuk di masak Hari ini.
Mereka pun mengerjakan semua tugas yang sudah di sepakati mereka.Pita memasak dan Ardi mengepel.
"Neng pitanya mana Di?Kok kamu yang Pel?"
Pita yang awalnya akan keluar dari Rumah untuk mengambil alih pekerjaan Ardi dan menyerahkan Mahreen yang sudah terbangun.ia pun mengurungkan niatnya dan duduk di kursi ruang tamu yang berhubungan dekat dengan terlas rumah dimana Ardi mengepel.
"Oh Teteh lagi masak Bu"
"Oh, ngapain kamu ngepel Di?" Tanya Bu Siti
__ADS_1
"Kan itu tugasnya Istri Di?" Sambung Qia
Ardi tersenyum"Emang apa salahnya saya mengepel, Bukankah itu adalah pekerjaan rumah Biasa.Dan lagi bagi saya pekerjaan rumah itu bukan harus selalu di kerjakan oleh istri, suami juga harus berinisiatif untuk membantu.bukankah Pernikahan itu untuk saling melengkapi bukan untuk menguntungkan suatu Pihak.Istri yang baik memang istri yang siap menyelesaikan kewaijibannya namun Suami yang Baik juga adalah suami yang siap membantu istrinya."
"Iya sih, tapi kan Me..
"Menikah itu bukan merubah kita 180° menjadi orang yang berbeda Dek Qia." Potong Ardi"Saya ya saya dan Teteh ya Teteh.meski sekarang teteh memilih untuk menjadi ibu rumah tangga bukan wanita karir lagi namun Teteh tetap lah teteh dan saya tetaplah saya.Gak ada yang beda dari kita karena memang kita Niatnya bukan untuk hal-hal yang tidak sejalan namun kita menikah untuk saling melingkapi, saling mengisi, saling memahami, saling dalam segala hal.soal pekerjaan rumah yang saya kerjakan itu adalah inisiatif saya Dek, semata-mata ingin meringankan pekerjaan istri.bukankah dengan membantu istri akan menambah ke romantisan dalam rumah tangga?"Tanya Ardi seraya tersenyum
Yayan dan Agung yang sedari tadi mendengarkan mengangguk-ngangguk paham.Bu Siti dan Qia juga ibu-ibu lain yang tengah memilih sayur pun sama ikut mengangguk-ngangguk mengerti.
Pita tersenyum lalu berjalan ke arah luar"A sudah?"Tanya Pita.
Ardi pun tersenyum melihat Pita keluar dengan gamis Panjang dan Hijab Panjangnya bukan Daster selutut yang tadi subuh ia gunakan kebiasaan Pita saat tak ada anggota keluarga Ardi di rumah ia bebas berkeliaran tanpa menggunakan Hijab dan gamis Panjang.
"Udah Bun, Sini Dek Mahreen nya sama Ayah." Ucap Ardi setelah mencuci Tangan di kolam ikan yang ada di halaman rumah.
Pita tersenyum pada orang-orang yang tengah ada di dekat halamannya karena disana ada penjual sayur Keliling.
"Lebih baik sarapan dulu yah"
"Bunda gak bikinin Ayah cemilan?Ayah belum mau makan" Tanya Ardi.
"Ada, mau di makan dimana?di sini apa di dalam"
"Disini aja." Jawabnya"Sini Dedeknya sama Ayah" Ucap Ardi seraya menengadahkan Tangan dan langsung di sambut Tawa dari Baby Mahreen.Pita pun memberikan Baby Mahreen pada Ardi dan bergegas asuk mengambilkan Bolu Ketan kesukaan suaminya dan Teh juga membawa bubur untuk mahreen.setelah mengambilkan makanan ia juga membawa baby Seat Mahreen, Agar Mahreen duduk sendiri dan belajar makan sendiri.
"Neng Pita gak belanja?" Tanya Bu Siti.
"Enggak Buk, Baru kemarin Aa isi kulkas" Jawab Pita.
"Ya Alloh, Enak ya jadi Neng Pita segala sesuatu oleh suaminya sudah di sediakan."
"Alhamdulillah." Jawab Pita menanggapi Ucapan Bu Siti.
"Eh ibu-ibu mau?" Tanya Ardi menawarkan satu Piring Bolu kesukaan nya pada para tetangga.namun mereka menolak."Bun"
Pita mendongkak"Iya"Jawabnya
"Kalau mau ada yang di beli, beli aja"Ucap Ardi seraya duduk di kursi sebelah Pita yang tengah menyuapi Baby Mahreen.
"Apa yang Bunda Butuhkan sudah Ayah sediakan dan Apa yang Ayah ingin kan sebisa mungkin Bunda sediakan.Bunda gak butuh apa-apa yah, toh semua ada di rumah.Namun jika nanti ada yang kurang Bunda akan membeli di warung."Ardi pun tersenyum
🌼🌼🌼🌼🌼
Ditunggu jejaknya
like and komen di bawah ❤
__ADS_1