ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
48


__ADS_3

Pita tengah duduk di Saung yang ada di tengah-tengah kolam ikan belakang rumahnya bersama dengan Baby Arsa, Mahreen sudah berangkat sekolah di antar Sigit yang kebetulan tidak sedang ada Acara.karena memang Sigit sekarang bekerja di rumah yaitu membuat bakso dan sesekali keluar mengecek Warung-warung baksonya.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam" Jawab Pita agak keras, , Tak beberapa lama Muncullah Jesi dan Tere.


"Hay"


"Hay Jes" Jawab Pita, Mereka pun saling berpelukan dan bertanya kabar.


"Mahreen mana Ta?"


"Sekolah lah." Jawabnya"Kalian kesini hanya berdua?"


"Gak, sama Supir nya Bu dewan" Jawab Tere


"Woy, Laki gue bukan dewan tapi pengusaha?"


Tere memutar bola matanya malas lalu beralih manatap Aksa yang terlelap."Aksa mirip banget sama Alm Azizah"


"Iya" Jawab Pita.


"Eh iya nih ada sedikit Hadiah" Ucap Jesi lalu memberikan Paper bag yang ia bawa."Maaf ya baru bisa jenguk."


"Gak papa, Alhamdulillah juga kamu bisa kesini.kamu kan selalu sibuk."


"Ya bagitulah kalau gak ngikut sama suami, ngerjain kerjaan rumah.Ngerjain pekerjaan rumah itu cape, lebih cape dari kerja jadi model"


"Emang gak ada pembantu?"


"Ada, tapi gak enak lah sama mertua kalau apa-apa diurus sama Pembantu." Jawabnya sedikit sendu"Apalagi Bibi nya itu Bibi nya Suami"


"Maksud kamu adek nya Mertua kamu?"


"Iya, makanya ya harus bisa apa-apa sendiri.berasa gak punya pembantu"


"Suami kamu gimana?" tanya Pita."Emang gak ada niatan nyari rumah sendiri gitu."


"Udah ada sih tapi kata Ibu mertua siapa yang bakal momong Cessy kalau aku sama Suami pindah."Jawab Jesi


" Aku tau bukan itu."Jawab Pita menatap lekat mata Jesi"Aku tau kamu berbohong"


"Aku gak bohong"


"Aku tau, kamu dan Ibu mertua kamu sekarang renggang karena ibu mertua kamu menganggap Auri adalah beban dia takut jika kamu dan suami kamu pindah kamu akan membawa serta Auri."


"Gak gitu Pit." potong Jesi cepat, terlihat dari wajahnya sedikit panik.


"Apa boleh Auri menikah dengan Sigit?"


"Maksudnya?"


"Auri sama Sigit punya Hubungan dan Sigit maunya cepet menikah tapi takut gak di bolehin sama Lo" Ucap Tere yang tengah sibuk mengganti popok Arsa yang penuh.


"Gak gitu Tere" Ucap Pita dengan nada yang tak bersahabat" Auri dan Sigit saling mencintai dan Auri bilang jika dia tak ingin pacaran, Jadi Sigit pikir Umurnya sudah matang untuk menikah."

__ADS_1


"Ya udah nikahkan saja" Potong Jesi, Hal itu membuat tere menatap Jesi dengan wajah melongo sedangkan Pita menatap Jesi tak percaya, 'Segampang itu' pikirnya.


"Kapan?dan acaranya mau dimana?gak usah lamaran yang penting sah dan gak ribet." Ucap Jesi


"Lo yakin......


Pita memukul paha Tere membuat Tere menghentikan ucapannya seketika.


"Sigit bilang akan mengadakannya di KUA dan akan mengadakan Mulung mantu disini."


"Oke, Waktunya kapan?"


"Aku akan hubungi Sigit Untuk menjemput Auri dan kita rempugkan hari ini juga" Jawabnya lalu segera meraih handphone dan menelpon Sigit.


...-----------------------------------------...


Kantor urusan agama tasik malaya itulah tujuan Dija dan keluarga Hari ini.Tepat setelah hari itu di tentukan lah pernikahan Auri dan Sigit yang di adakan hari ini di Kantor Urusan agama.


"Jangan tegang" Ucap Pita seraya tersenyum mengejek pada Sigit yang akan turun dari mobil.


"Jahat bener Bunda mah sama Aku teh" Ucap Sigit.


Pita terkekeh lalu membenarkan Pakaiannya sebelum keluar dari mobil yang di tumpanginya.


"Bismillah oke, Kamu pasti Bisa" Ucap Pita


Sigit tersenyum lalu memeluk Pita yang langsung di balas oleh Pita sendiri"Aku sayang Bunda"


"Bunda Juga.Titip Auri ya jangan sakiti Dia, sayangi Dia."


Warga kampung tak ada yang tau jika Sigit hari ini menikah memang Sigit menyebar undangan tapi Satu hari setelah akad dan menolak datang sebelum hari H.jadi tak ada yang tau, bahkan ada yang beranggapan jika Sigit sudah menikah makanya menyebar undangan Mulung mantu.


Semua telah Hadir di Kantor Urusan Agama dari keluarga Auri hanya ada Jesi, Suaminya dan juga Ibu mertuanya yang Hadir.sedangkan dari pihak Sigit semua kakak, adik, dan keponakannya hadir bahkan Tere dan Dwi membawa serta Suami dan istri mereka juga membawa jagoan-jagoan mereka.


"Sudah siap?"


"Siap"


"Sigit Pramuditama saya Nikahkan dan Kawin kan engkau dengan Aurilianeu Syajira bin Alm.Hamud dengan Maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai 3 juta 3 ratus 3 puluh ribu rupiah di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Aurilianeu syajira bin Alm Hamud dengan maskawin tersebut Tunai"


Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah"


"Alhamdulillah."


Sigit tersenyum melihat Auri yang mencium tangannya


"Cincin nya?" Tanya Jesi.Pita pun merogoh tas nya lalu mengeluarkan kontak Cincin pada Jesi,Jesi pun segera memberikannya pada Sigit.


Setelah bertukar Cincin Sigit ikut pulang ke Rumah Mertuanya Jesi dan Esok ia juga rombongan akan pergi bersama ke kediamannya.


"Sudah siap semua Re?" tanya Dwi.

__ADS_1


"Sudah, kita sekarang tinggal balik ."


"Makannan?"


"Udah beres pokonya, aku pakai dari restoran singaparna yang terkenal itu" Jawab Tere.


"Jangan sampai mengecewakan."


"Siap Bos" Jawabnya


...--------------------...


Dan Alhamdulillah semua berjalan lancar hingga akhir dan sekarang mereka semua sedang makan bersama di dalam Rumah


"Pengantin baru mau tinggal dimana?mau tinggal di rumah Ibu atau disini?" tanya Hana.


Sigit diam,ia sudah membicarakan ini pada Auri jadi biar Auri saja yang menjawab.


Sedangkan Auri menoleh ke arah Pita, semalam ia mengirimi pesan percakapannya dengan sigit sebelum sigit terlelap.


"Mereka akan tinggal di Singaparna, tapi belum tau mau beli rumah atau mau kos." Jawab Pita"Mereka ingin mandiri, dan juga jika mereka disini kasihan Auri yang pasti akan kelelahan karena disini terlalu jauh dengan kampus nya."


"Gimana kalau buat tiket ke Maldives di batalin aja biar kak Ruli sama Om Dwi aja yang pergi karena Kak Ruli ada kerjaan disana dan sebagai gantinya kak Ruli transfer 100 juta untuk kamu." Ucap Ruli membuat Dwi menoleh seketika.


"Sayang, tapi itu hadiah yang di inginkan Miau?" Protes Dwi.


"Sayang.liburan itu butuh biaya besar, apa lagi ini keluar negri.bukan mau menyepelekan tapi lebih baiknya jika itu di gunakan untuk DP rumah atau lainnya.gimana?"


Auri menggenggam tangan Sigit tapi mereka tak saling berbicara hanya Diam


"Menurut aku juga sih baiknya begitu." Jawab Pita"Lebih baik uangnya di pakai dulu modal atau rumah itu lebih bermanfaat buat masa depan kalian.Bukan mau ngelarang kalian Honeymoon tapi sayang uang segitu itu bukan uang sedikit lebih baik di gunakan yang lebih bermanfaat dan honeymoon kalian kalian bisa ganti dengan pergi ke Pantai atau yang lain yang tak menghabiskan uang banyak seperti ke luar negri."


"Menurut Aa Sigit gimana?"


"Adek, harusnya adek yang ngambil keputusan karena kan itu hadiah teruntuk adek, adek yang ingin, dan adek yang minta."


"Boleh batalin aja ya, bener kata Teh Pita."


"Jika adek yakin ya sudah.jadi kita ada modal untuk DP rumah."


"Soal rumah Biar suami nya Tere yang bantu carikan." Ucap Dwi.


"Dan biar Bunda yang urus administrasinya."


"Tapi Sigit gak mau, Sigit akan anggap itu hutang Bun."


"Iya." Putus Pita.


"Aa akan kasih kamu 10 juta sama seperti yang lainnya." Ucap Ardi.


"Karena ke Maldives gak jadi, jadi dari Bunda hadiahnya akan bunda transfer ke rekening Auri." Sambung Pita "Dan untuk Sigit Bunda kasih motor sama seperti yg lain."


"Makasih Bun."ucap Sigit dan Auri bersamaan.


Pita tersenyum, ia dikenal loyal pada semua keluarga Suaminya bahkan pada bibi nya pun ia selalu mengirimkan uang bulanan meski sekarang nenknya sudah tidak ada dan bahkan bibinya juga tak pernah memberinya kabar.

__ADS_1


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


__ADS_2