ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
mencoba saling mengerti


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan.setelah Urusan selesai Pita pun segera bergegas ke luar kantor dan menunggu Ardi datang.


Tak lama Ardi pun datang, turun lalu membukakan pintu untuk Pita.Pita pun menyambut Hangat kedatangan Ardi dengan menyalaminya sebelum masuk kedalam mobil.


"Mau makan sekarang atau nanti?" tanya Ardi


"Aa udha makan?" tanya Pita sambil menatap lekat Ardi di sebalhnya.


"Belum,tadi cuman makan singkong goreng buatan Sigit."


"Oh ya udah kita makan dulu aja, takutnya nanti Aa sakit magh lagi."


Ardi tersenyum menatap Pita sekilas.ia pun mengulurkan tangannya mengusap kepala Pita yang tertutup hijab pasminanya.


"Mau makan dimana?"


"Dimana aja bebas" Jawab Pita sambil menahan pergerakan tangan Ardi "Bahaya A" tegurnya.


"Benaran?gimana kalau aku ajak makan di pinggir jalan."


Pita mendesah, lalu menyenderkan kepalanya ke jendela menjauhkannya dari jangkauan Ardi.


"Aku gak suka"


Ardi menyernyit"Apa nya yang gak suka?"


"Aa boleh perlakukan aku secara spesial.tapi please jangan melulu di Zona ku dulu."


"Maksudnya?" Tanya Ardi.


"A, jadilah diri Aa apa adanya.Kenalkan aku pada dunia Aa, jangan buat aku merasa buruk karena aku gak tau sama sekali dengan dunia Aa"luap Pita.


Ardi diam mencoba mencerna apa yang di ucap Pita.


"8 tahun ini aku terbiasa hidup mewah dan bebas, bukan berarti setelah aku menikah aku harus tetap di Zona itu A.aku ingin kenal Aa, ingin tau apa-apa yang Aa suka dan tidak suka, Aa gak mau melulu Aa menuruti kemauan ku, aku juga ingin Aa jadi diri Aa dan menjalankan hidup Aa seperti biasa juga mengelkan semua dunia Aa kepada Ku.Aku ingin tahu dunia Aa, keseharian Aa, makanan kesukaan Aa.jangan ada jarak dan kecanggungan di antara kita."


Ardi diam, tanpa menyela sedikit pun.Otak nya terus bekerja untuk mencerna kata demi kata yabg di utarakan Pita.


...__________________...


Dari mulai makan bersama lalu pergi ke pasar untuk mengantarkan sayur Ardi san Pita sama-sama Diam tak ada kata yang terlontar dari mulut keduanya.


Sesampainya di rumah,Pita langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri, setelah itu ia pun langsung merebahkan diri di kasur nya.kasur yang cukup luas di bandingkan kasur sebelumnya, untung kamar Ardi adalah kamar paling luar diantara yabg lainnya sehingga ia bisa memasukan kasur ukuran King, Lemari-lemari besar dan juga meja hiasnya.


Ardi masuk kamar dan melihat Pita telah merebahkan diri pun hanya bisa menghela nafas gusar.ia pun segera membersihkan diri dan berganti pakaian.


Pita tidur membelakangi Ardi, sedang Ardi ia terus mengulurkan tangannya namun tidak sampai-sampai karena ia ragu untuk mengajak Pita berbicara.


......__________________......


Pagi tiba,Pita terbangun lebih dulu lalu ia memutuskan untuk mengambil Wudhu dan shalat tanpa membangunkan Ardi.setelah ia shalat barulah ia membangunkan Ardi.

__ADS_1


Setelah Ardi masuk ke kamar mandi Pita membiarkan sejadah bekasnya tergelar, ia hanya membereskan mukenanya,lanjut tempat tidur nya.tak lupa ia pun menyiapkan pakaian untuk Ardi lalu berlalu pergi untuk memasak sarapan.


Nasi goreng dan telur ceplok telah sedia di atas meja makan, tapi Pita masih saja bergelut di dapur.ia ingin membuat siomay untuk nanti siang.jadi nanti siang ia hanya perlu memanaskannya.


Untungnya Pita dulu membeli banyak alat dapur jadi saat ia pindah ke rumah suaminya ia membawa serta barang-barangnya dan bisa menggunakan itu karena di rumah Ardi tak begitu lengkap (Maklum cowok) Pita menggiling ikan nila yang ada di dalam kulkas yang sudah ia pilet lalu mencampurnya dengan beberapa bahan, ia pun dengan cekatan membentuk-bentuknya dan mengukusnya.tak lupa ia pun membawa kol dan kentang untuk ia kukus.begitu lihai dan cekatan tangannya membuat kakak dan adik iparnya yang baru saja datang terkaget.


"Lagi bikin apa Teh?" tanya Dewi.


Pita menoleh di sana sudah ada semua adik dan kakak iparnya beserta suami dan anak-anak mereka.


"Lagi mau bikin Siomay, buat nanti siangan."


"Oh,Ada yang bisa di bantu?" tanya Dewi sambil meraih kentang yang ada di sebelah Pita.


Pita mengangguk"Kupasin kentang aja lalu bagi empat soalnya kentangnya besar-besar, nanti abis itu Cuci masukin tata di wadah ini biar nanti tinggal di kukus."


"Aku juga mau bantu" Ucap Sinta sambil beranjak dari tempat duduknya mendekat ke arah Pita.


"Teteh ambil telur puyuh aja di kulkas lalu rebus"


"Oke" Jawab Sinta


"Cuci dulu telurnya sebelum di rebus ya teh"Ujar Pita Sinta pun mengangguk.


" Kacang tanahnya mau di goreng?"tanya Santi.


"Iya" Jawab Pita sambil menggulung kol satu demi satu.


(Dulang\=Alat tumbuk tradisional)


"Kan ada Chopper ini th" Ucapnya sambil menunjuk Blender bekas tadi ia gunakan menggiling ikan."Gak usah lah pake dulang, ini aja tinggal bawa wadah yang besarnya di lemari"Ucapnya.dengan tangan yang tak henti menggulung.


"Emang bakal alus?" Tanya Sigit.


"Giling daging ikan aja bisa apa lagi itu" Jawabnya.Pita pun melihat ke arah suaminya yang tengan berdiri di dekat Erik."Aa makan dulu."


Ardi menatapnya"Nanti aja bareng teteh"Jawabnya seraya tersenyum.


"Teteh belum makan?" tanya Hani"Itu biar sama Hani aja teh"Ucap Hani.


"Emangnya bisa?" tanya Hana.Hani nyengir karena dia jujur saja tidaj bisa.


"Bentar lagi juga selesai.Hani kupas itu aja yang di mangkuk, pisahin buat sambel sama buat bikin Bumbu kacangnya ya"


"Oke"


"Hana juga pengen bantu"


"Apa lagi ya gak ada lagi, tungguin ini aja" Tunjuknya pada kukusan"Ini bentar lagi di mateng,nah terus masukin yang ini"Tunjuknya pada satu wadah bambu yang berisi siomay yang belum di kukus.


"Teteh punya wadah ginian dari mana?" tanya Dewi yang baru saja beres mencuci kentang

__ADS_1


Pita memberi kode Dewi untuk mendekat ke arahnya "Udah lama ada di rumah lama" Jawabnya setelah Dewi ada di sebelahnya"Ini kukusnya setenagh mateng, terus tata Ini di sini nanti ya"ucapnya sambil menunjuk Kol yang baru selesai di gulung."Kalian udah sarapan?"tanyanya pada


"Udah teh"


"Kalau teteh?" tanyanya pada ke dua kakaknya.


"Udah atuh, biasa kita mah jam 6 udah harus sarapan." jelas Santi, Sinta pun mengangguk.


Pita pun mengangguk lalu berjalan ke arah meja makan,Ardi pun yang melihat Pita sudah duduk di meja makan beranjak dari duduknya meninggalkan yang lain yang tengah bercanda.


"Maaf"


"Hem" Jawab Pita sambil memberikan sepiring Nasi beserta Telur ke hadapan Ardi, tak lupa ia pun menyiapkan Minum untuk suaminya.


"Maaf, untuk semalam dan untuk hari ini"


Pita menyernyit,ia menatap ke arah depan disana ada keluarga suaminya mungkin mereka tengah mencuri dengar karena tak ada obrolan sedikit pun.


"Gak udah di bahas, lebih baik makan" Ucap Pita setalh meraih Sendok lalu menyendokkannya nasi dan mengarahkannya pada Ardi.


Ardi pun membuka mulutnya dan memakan Nasi goreng yang di buat Pita.


"Gak usah di bahas sekarang, nanti aja oke.gak baik" lanjut Pita sambil ikut memakan Nasi goreng di piring suaminya


Ardi menatapnya, karena baru pertama kali ia makan sepiring berdua dengan wanita jadi ia merasa sedikit aneh.


"Kenapa?" Ardi menggelengkan kepala.


Pita tersenyum, Pita bisa menebak mungkin yang di lakukan nya kini adalah hal pertama yang di lakukan Ardi selama hidupnya.


"Nanti kalau kurang nambah lagi" Ucap Pita sambil mengarahkan kembali satu sendok nasi goreng ke arah Ardi.Ardi pun menyambutnya seraya tersenyum.


"Kamu juga harus makan, biar gemukan" Jawab Ardi sambil memberikan satu sendok nasi ke arah Pita, jadilah mereka suap-suapan.


Sesekali Pita dan Ardi bercengkrama seperti tak ada masalah, tertawa kecil dan saling menyuapi, hingga mereka kenyang.


Ardi dan Pita masih ingat pesan dari Ustad yang mengisi Acara pengajian setelah ia menikah, mengumbar suatu permasalahan rumah tangga adalah hal yang tak baik jadi mereka sebisa mungkin menutupinya dari keluarga, biar hanya dinding kamar mereka saja lah yang tahu.


"Waktu nikahan kita kamu ngobrol sebentar dengan salah seorang laki-laki berkemeja hitam dengan tubuh yang banyak tato, siapa dia?" tanya Ardi.


Pita yang akan beranjak seketika terduduk kembali.


"Kita bahasa nanti di kamar ya" Jawab Pita."Gak usah di bahas di sini"Ardi mengangguk, mungkin ada sesuatu yang mengandung penjelasan hingga pita menjawab seperti itu dan Ardi pun harus mengerti akan hal itu.


Pita mengelus pipi Ardi yang mulus tanpa bulu Ardi pun menikmati elusan itu.


"Khemm"


Pita segera menjauhkan tangan nya dari pipi Ardi dan menatap Erik yang tengah cengir.


"Aku hanya mau ambil minum aja teh"belanya.Pita pun beranjak tanpa menghiraukan Ucapan Erik.

__ADS_1


__ADS_2