ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
20


__ADS_3

Pita saat ini tengah berjalan-jalan bersama Hana menuju Pasar yang tidak jauh dari Vila tempat Hana tinggal saat ini.


Satu bulan sudah Hana tinggal di Vila milik Pita bersama dua pembantunya, melupakan hal yang terjadi adalah hal yang sulit namun dengan berada di situasi dan lingkungan baru mambuatnya menjadi lebih bisa berdamai dengan keadaan dan kenyataan.ia bisa sedikit melupakan masa-masa indah dan pedihnya bersama Erik dan memulai hidupnya yang baru.


Jauh dari keluarga adalah hal yang tak pernah di bayangkan oleh Hana sebelumnya, awalnya ia merasa Was-was, ia sering bertanya pada dirinya sendiri akankah ia bisa hidup jauh dari keluarganya?karena selama ini ia selalu ada dekat dengan keluarganya.namun seiring berjalannya waktu ia bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, ia pun sekarang tengah mencari pekerjaan untuk mengisi waktu dan meringankan beban kakaknya.tak mungkin bila ia terus bergantung pada Ardi sedangkan Ardi sudah memiliki tanggung jawab yaitu Pita istrinya dan juga adik-adiknya yang lain.maka dari itu ia ingin mencari kerja.


"Kita beli apa teh?"tanya Hana.


" Aku mau beli stowbery dan beberapa buah lain."


"Gak sekalian sayur, dan dagingnya?"


"Memangnya kulkas di rumah di kosongkan?gak kan?" Tanya Pita,


"Gak teh, bahkan selalu penuh karena selalu ada yang datang mengisi nya"jawab Hana, Pita pun mengangguk karena paham akan maksud Pita.


"Ya udah kita tinggal beli apa yang kita mau saja Na, jangan beli yang sudah ada"


"Iya teh, teh boleh bertanya?"Tanya Hana sedikit Ragu


Pita mengangguk mengijinkan Hana bertanya


"Kenapa A Widi dan Teh Ruli selalu memperhatikan kebutuhan Rumah, apa dari dulu sudah seperti itu."

__ADS_1


Pita mengangguk lalu beralih menatap Hana yang tengah memilih buah Alpukat"Kami bertemu lagi sekitar 9 tahun lalu, setelah teteh menghilang dua tahun karena suatu acident.mereka mencari-cari teeh di bali sedangkan teteh kembali ke bandung dan masuk ke salah satu pesantren."


"Wih teteh pernah masuk pesantren?" Pita mengangguk"Lagi?sembilan tahun maksudnya?"


"Teteh memulai masuk dunia permodelan itu bersama mereka Na sewaktu teteh masih duduk di nangku SMA.hingga teteh berangkat ke bali dan mendapatkan banyak job di sana." Pita menjeda ucapannya, hatinya sesak saat mengingat kejadian di bali kala itu.ia yang dulu tengah naik daun saat bersama dengan kekasih sekaligus mantan suaminya Yuda."namun teteh memutuskan kembali ke bandung setelah satu tahun teteh disana karena teteh sudah terlalu jauh dari zona seharusnya."


"Jauh itu maksudnya apa teh?"tanya Hana setelah memberikan uang pada pedagang buah-buahan.


" Iya Na, dunia model saat dulu itu keras banget apa lagi teteh belum seperti sekarang.teteh dulu tak mengenal yang namanya Hijab sama sekali karena memang tren nya saat itu adalah pakaian mini.jika saat ini orang sudah mulai malu menggunakan pakaian tanpa lengan di padukan dengan hotpen saat keluar rumah,namun dulu berbeda Na.Jujur teteh dulu terbiasa berpakaian seperti itu karena memang tren nya seperti itu.namun lambat laun teteh sadar jika pakaian yang teteh gunakan salah, dan pergaulan yang teteh terjuni jauh dari kata baik.maka dari itu teteh pulang ke bandung dan bertemu Almarhum Ustadjah Hodijah ialah yang merangkul teteh dan mengajak teteh masuk ke pesantren."


Hana mengangguk-nganguk paham sambil terus berjalan beriringan bersama kakak iparnya menuju Vila"Lalu apa yang teteh lakukan setelah bertemu lagi dengan A Widi dan Teh Ruli?"


"Awalnya teteh lebih dulu bertemu dengan Widi, kondisinya saat itu teteh lagi terpuruk karena bekal yang teteh Miliki Habis ditambah dengan Ustadjah Hodijah meninggal karena kecelakaan.teteh terlunta-lunta di kota ini sendirian karena Uu teteh sudah kembali ketasik dan sodara teteh pun sama.saat itu teteh bekerja di cafe dan teteh yang melayani Widi hingga Widi menunggui teteh sampai Cafe itu tutup."


"Teteh banyak bercerita begitupun Widi, lalu setelah itu teteh memulai membantu Widi menjalankan Usahanya"


"Iya bersama Ruli, Widi membuka sebuah Studio Photo.Model yang sering photo disana diantaranya Ruli dan teteh bekerja di bagian wordope dan alhamdulillah hasilnya bagus,hingga kita memiliki Rumah Dan tinggal bersama.seiring berjalannya waktu usaha kita maju pesat, kita bisa membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang suka dengan dunia motret, bukan hanya itu kita juga ikut dalam bisnis proferty.nah kenapa teteh jadi model itu berawal dari teteh yang suka ber make up dan teteh di tawari oleh salah satu produk kecantikan dan jadilah seperti beberapa waktu lalu."


"Kenapa teteh gak lanjut?"


Pita tersenyum"Teteh ingin mengabdi kepada suami teteh seperti Hal nya Ruli.meski sebenarnya Teteh maupun Ruli tak meninggalkan semua nya dan pokus mengabdi."


"Aku masih kurang paham"

__ADS_1


"Teteh punya bisnis yang bisa teteh cek lewat handphone Na, selebihnya yang bekerja di lapangan Widi dan anak buahnya.kalau Ruli ia sangat senang dengan dunia Motret jadi dia tetap mengurusi Studionya itu meski tak seperti saat teteh masih menjadi selebgram."


"Oh gitu ya th, Teh aku rencananya akan mencari pekerjaan"


"Kerja?"


"Iya," Jawabnya sambil membuka pintu gerbang"Aku ingin mencari suasana baru teh, memang di sini juga aku merasa gak terlalu jenuh.tapi aku gak mungkin th setiap hari hanya bersosialisi dengan mereka saja jadi aku ingin kerja di tempat yang akan membuat aku tau banyak orang."


Pita mengangguk-nganggukan kepalanya paham"Besok kamu ikut teteh aja, kita temui Ruli."


Hana yang paham jika kakaknya ingin meminta bantuan Ruli pun menolaknya"Jangan gak usah th, aku bisa nyari kerja sendiri."


Pita duduk di bangku taman depan Vilanya diikuti Hana "Na, bandung itu gak seperti lingkungan kita di tasik.di Bandung ini kamu tak memiliki siapapun, Teteh sebagai kakak iparmu gak mau terjadi sesuatu hal yang lebih buruk lagi dari yang pernah kamu alami jadi teteh mau kamu di awasi oleh orang-orang terdekat teteh.teteh gak akan menghalangi ruang gerak kamu...


" Tapi teh Hana ingin mandiri."


"Kamu bisa Mandiri Na, tapi teteh mau kamu dekat dengan salah satu orang yang teteh kenal agar supaya teteh dan Aa mu tak khawatir.teteh yakin bila kamu ijin pada Aa, kamu gak akan dapat ijin."


Hana diam ia tau maksud dari perkataan kakak iparnya karena sewaktu ia meminta ijin untuk bekerja di Singaparna pun kakaknya dengan tegas menolak dan menyarankannya untuk melamar kerja di kantor kecamatan yang letaknya tak bergitu jauh dari rumah.


Ardi kakaknya itu sangat-sangat selektif dalam hal apapun kecuali dalam menentukan Pasangan karena menurutnya hal itu bukan urusan nya dan juga ia terlalu kaku dalam hal itu.


Hana pun dengan perlahan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Oke, besok ya."


"Iya teh" Jawab Hana dengan senyum yang sudah sangat jarang di lihat siapapun.


__ADS_2