
Dada Ardi terus berdebar saat ia membonceng Pita dari Garut hingga Bandung.
Pengakuan Pita tentangnya yang sudah tidak Virgin tak membuat hatinya goyah.Pita Adalah cinta pertamanya.
Keseharian Ardi hanya bekerja, bekerja dan bekerja.ia hanya sesekali memantau adik-adiknya, kadang ia pun tak pulang hingga berhari-hari semata-mata demi mengais rejeki untuk biaya sekolahnya dan makan sehari-hari.
Dari SMA ia bekerja membantu orang tuanya di ladang, berdagang gorengan ketika sekolah dan banyak lagi.ia tak mengenal Cinta-cinta an Bukan tak mau tapi ia selalu melihat betapa perih kehidupan Ibu dan Ayahnya.ia ingin membahagiakan mereka sebelum tutup usia.Namun naas sebelum ia sukses Ayahnya lebih dulu di panggil oleh Alloh ketika Ibunya hamil Alma Syafira adik Bungsunya.tak lama Ibunya pun meninggal karena Kanker.
Sakit hatinya apa lagi kala itu melihat tangis adik dan kakak-kakaknya.Dia memang bukan satu-satunya laki-laki namun dia yang tertua, dia di tuakan karena keadaan.Dia dewasa sebelum waktunya.5 tahun sudah ia menjadi tempat pulang dan tempat berkeluh kesah kakak dan adik-adiknya.ia berharap suatu saat ia akan berdampingan dengan wanita yang mampu menggetarkan hatinya.
Dan ia menemukannya, Pita ia menggetarkan Hatinya.mendebarkan Jantungnya.ia yakin Pita adalah Tulang Rusuknya.
Pita menyuruh Ardi berhenti di depan pagar Rumah yang sangat besar dan mewah.Mata Ardi terbelalak saat melihatnya sungguh maha karya manusia yang sangat indah dan mewah bisa di pastikan pembangunan rumahnya akan menghabiskan dana Milyaran.
"Ayo A masuk" Ucap Pita saat setelah satpam membukakan pagar.
Ardi menelan salivanya susah payah"Ini rumah siapa?"
"Ruli, Ayo jalan" Ucap Pita sambil menepuk Pundak Ardi pelan.Ardi pun menyalakan kembali motor nya lalu bergegas masuk.
Rumah yang di masuki Ardi dan Pita sangat lah besar dan mewah namun sunyi seperti tak berpenghuni.
"Bi,Beresin kamar aku dan siapain makan malam." Ucap Pita pada Pembantu yang berdiri di depan pintu."Satu lagi siapkan kamar tamu"
"Baik non" Jawab pembatu itu.ia pun pergi meninggalkan Pita dan Ardi.
"Kita ke belakang yuk" Ajak Pita sambil berjalan beriringan dengan Ardi, Ardi hanya mengangguk dan mengikuti Pita berjalan.
kembali lagi Ardi di buat terperangah ia melihat halaman belakang yang cukup luas tak lupa kolam renang yang di sana terlihat ada dua anak laki-laki tengah bermain bersama seorang wanita.
"Vinsent, Jessen.Mommy Is coming." Ucap Pita sambil berlari ke arah kolam tempat kedua anak itu berenang.
"Mommy" Teriak kedua anak yang di panggil Vinsent dan Jessen itu.
Ardi bertanya-tanya apakah kedua anak-anak Pita?
"How are you Baby?" tanya Pita kepada kedua anak yang sudah ada di dekapannya.
"Yes I'm Fine Mom"
”*You come in, it's about Sunset."
"Oke Mom*" Jawab mereka serentak, lalu mereka pun meraih Handuk yang di simpan di Kursi dekat Wanita yang sedari tadi tersenyum ke arah Pita
"Pita, Aren't you merried today?" tanya Si wanita.
"Ck, Diam kau kutu." Hardik Pita pada di Wanita."Key, Ruli dimana dia?"tanya Pita.
"Tadi pagi dia bilang akan ketasik menghadiri pernikahanmu."
Pita berdecak"Widi"
__ADS_1
"Apa kamu rindu pada ku?" Tanya seseorang di belakang Ardi.
"No" Ucap Pita dengan suara tegasnya.
"Oke" Jawab Widi dengan gedikan bahu."Semalam aku mendapat kabar kamu akan di nikahkan hari ini dengan anak pejabat kota Garut."
"Bulsit" Jawab Pita, Pita meraih tangan Ardi lalu berjalan meninggalkan Widi.
"Pita" Panggil Widi
"Why?"
"Apa kamu tak mau menjelaskan..." Ucap Widi sambil melirik tangan Pita yang memegang tangan kekar Ardi.
Pita mengedikan Bahu lalu berjalan ke arah tempat duduk besar di ikuti Ardi, Widi dan Key.
"Berapa tahun kamu mengenalku Widi?" tanya Pita dengan mata menajam.Mereka sekarng tengh duduk di sofa yang ada di halaman belakang.
"15 tahun" jawab Widi.
"kamu berlaku seperti baru mengenalku seminggu"
Widi menatap Pita yang duduk di hadapannya."Pita, yang mengabari ku adalah ayah mu Pita.
"Dan kamu tau kan seberapa Jijik aku padanya" Teriak Pita.Ruli yang baru saja datang segera mendekat.
"Pita" Panggil Ruli.
Pita tersenyum mising menatap Ruli dan Widi bergantian.Ruli pun mendekat, ia duduk di sofa bersama suaminya.
Ardi diam, ia melihat sisi lain Pita.
"Pita"
Pita menunjuk ke arah Ruli."15 tahun kita kenal, 15 tahun lu tau sipat baik buruk gue.lu tau kan gue gak pernah sekalipun bohongin lu, gue selalu terbuka sama lu.gue gak pernah sekalipun nyembunyiin apapun dari lu."
"Iya gue tau."jawab Ruli seraya menunduk
"Kenapa lu gak konfirmasi info yang ku dapet ke gue?"
"Pit, orang tua lu kabarin gue jam 2 subuh."
"DAN LU TAU APA YANG SAAT ITU LAGI GUE LAKUIN HAH?" tanya Pita dengan Teriakan yang begitu memekakkan telinga."Gue lagi nyongkel jendela toilet kamar Gue."
Ardi melirik Pita ia tak percaya dengan Apa yang di ucap Pita.
"Orang tua gue ambil Handphone Gue jam 3 dan gue lari jam 4.Tau gue lari kemana?Gue lari ke kebun pepaya, lewati sawah, sungai tanpa penyinaran sedikit pun.kalau lu di kabari jam segitu kenapa lu gak hubungi gue, kalau gue tau lu jam segitu masih melek gue akan minta tolong sama lu buat teken orang tua gue supaya gak nikahin gue dengan si Syam.lu tau gue trauma nikah bawah tangan kan?" Ucap Pita dengan derai Air mata.
"Terus Lu shalat?" tanya Key.
"Ya shalat lah Key, Gue shalat di tajug"
Tajug:musola yang di buat oleh petani di area dekat sawah.
"Sorry"
__ADS_1
"Maaf kan kita Pit" Sesal Ruli, Ruli oun beralih menatap Ardi yang tengah memainkan Ujung jaket "Kenapa Lu bisa sama Dia?"
"Dia yang bawa gue kesini.Orang tua gue Ambil Dompet Gue.Untung bukan Dompet dokumen-dokumen penting gue, Gue lari cuma bawa uang 100.000 yang gue Ambil dari salah satu Amplop orang yang ngasih Amplop ke rumah.juga bawa ini" Ucapnya sambil melempar tas kecil yang sedari tadi ia genggam.
"Apa yang mau lu lakuin sekarang?Gue udah 2x gagalin perjodohan lu, gue gak mungkin terus neken orang tua Lu pit.Umur lu udah harusnya menikah"
Pita melirik Ardi."Bicara lah A"Ucap pita lembut.
Ardi menegakkan tubuhnya "Aku yang akan menikahi Pita"
"You are serious?" tanya Ruli, Key dan Widi bersamaan.
"Pita sudah tak Virgin lagi" Ucap Key yang tau akan hal itu.Ardi mengangguk
"Key, masuklah" Titah Widi.
Key pun bangun, lalu beranjak pergi ke kamarnya yang terletak di lantai Dua.
"Vita menikah 11 tahun lalu dengan seorang laki-laki non muslim"Ucap Widi.
Deg
Dada Ardi serasa tertiban sesuatu, dadanya terasa ngilu saat mengetahui kalau Pita telah menikah dulu.ia mengepalkan tangannya erat mencoba menenangkan hati, menguatkannya agar supaya di haluan yang sama.
" Dia menikah di bali karena laki-laki itu berasal dari Bali.aku yang mengenalkannya."Aku Widi."Orang tua Pita atau pun keluarganya tak ada yang tau hanya aku dan Ruli yang tau.Mereka menikah bawah tangan bukan merried by accident.umur laki-lakinya 3 tahun lebih tua dari Pita dari ku juga.Dia orang baik namun di peminum"
"Dia tak mau berhentu minum dan juga dia tak menepati janjinya hingga Pita memutuskan bercerai." Sambung Ruli.
Ardi diam mendengarkan dengan jelas.
"Aku dan Ruli lost contek 2 tahun dan kita menemukan dia Disini di kota ini" Ucap Widi.
Pita beranjak"Aku kekamar dulu, aku serahkan pada mu A."Ucapnya seraya tersenyum"Apapun keputusan mu aku terima"
"Aku tak akan mundur" Ucap Ardi sambil meraih tangan Pita."aku tadi siang bilang Yang lalu biarlah jadi masa lalu, biarlah jadi kenangan, biarlah jadi pelajaran.Aku yakin kamu tak akan mau mengulang kesalahan yang sama."Ucapnya terdengar begitu tulus dan lembut.
"Pita, Jujur saat aku tau kamu menikah dengan non muslim itu sangat menyesakkan untuk ku.namun hati ku sudah berlabuh pada mu"
"A" Ucap Pita dengan Air mata yang kembari membasahi Pipi mulusnya.
"Aku terima kamu apa adanya.Aib mu cukup Aku, Ruli, widi dan Key yang tau.Ijinkan aku menikah dengan mu"
"Tapi aku....
" Pit, aku juga tak sempurna."Ucap Ardi sambil beranjak."Maukah kamu menikah dengan ku?menjadi teman suka duka ku?penjadi penyemangat, penghibur di setiap hari ku."
Pita mengangguk.
"Dan satu lagi"
"Apa?"
"Aku memiliki tanggung jawab besar terhadap adik-adikku.Bila kau bersedia menikah dengan ku,aku mau kamu pun menerima mereka layaknya anak mu sendiri karena aku telah menganggap adik-adik ku seperti anak-anakku sendiri.
Pita tersenyum lalu mengangguk
__ADS_1