ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
44


__ADS_3

Cijoho itulah tujuan mereka membawa anak-anak bermain.Pita pun sangat senang melihat tawa dari mereka semua saat masuk ke area bermain itu.


Pita duduk di salah satu kursi tepat berhadapan dengan kolam dimana Ardi tengah mengajak main Mahreen, Mahreen bukan balita yang takut Air ia balita yang sangat senang bermain Air karena saat mandi pun ia bisa menghabiskan waktu lama dan susah di ajak beranjak.


"Teh" Ucap Auri yang duduk di sebelah Pita.


Pita melihat ke arah Auri seraya tersenyum


"Gimana kata Dokter tadi?" tanya Auri.


"Baik, gak ada yang perlu di khawatirin kok Miau" Jawab Pita.


"Alhamdulillah kalau gitu." Jawab Auri, Auri yang awalnya menatap Pita pun beralih pada orang-orang yang tengah berenang"Teh Pita kalau luang Main ya ke kosan ku, aku sekarang ngekos di dekat Kampus."


"Kenapa ngekos?" Tanya Pita


"Karena aku ingin Mandiri" Jawab Auri dengan binar


Namun Pita tau itu hanyalah Binar kepalsuan."Kamu Tinggal sama Teteh aja, jangan ngekos."


Auri yang tadinya menampakkan senyum perlahan senyum itu menghilang dari wajahnya.


"Miau,Teteh tau kamu pasti merasa kurang nyaman berada bersama keluarga kakak mu." Ucap Pita seraya mengelus punggung Auri pelan"Kamu masih punya teteh."

__ADS_1


"Teh"Panggil Auri seraya memeluk Pita, menangis itulah yang Auri lakukan." Hanya teteh yang tau dan mwngerti kegelisahan Miau."


"Jangan Merasa sendiri ya.Kalau kamu mau kos, kos aja tapi sering temui teteh Ya" Pinta Pita.


"Pasti." Jawab Auri.


"Jangan sedih lagi, kamu gak sendiri."Auri pun mengangguk." Kenapa gak berenang?"Auri pun mengurai pelukannya dan duduk kembali seperti sebelumnya begitupun Pita


"Auri gak beli pakaian buat ganti, males"


"Oh iya Teteh baru inget kamu kan gak keluar dari mobil."


"Kata siapa?Auri keluar kok tadi beli cilok."


"Kenapa gak masuk ke toko?gak mungkin kan kamu gak ada uang?" Tanya Pita pada Auri.


"Ada apa?" Tanya Sigit pada Auri yang tertawa lepas.


Auri Diam "Gak gak ada apa-apa." Jawabnya.lalu beralih menatap Pita.


"Apa?" Tanya Pita


"Ahhhh teh aku kelepasan kan kan ngakak.kelihatan deh Bar-barnya." Keluh Auri seraya mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Kini beralih Pita yang tertawa tapi tak sekencang Auri tadi."Kamu ini"Ucap Pita di sela tawanya"Dengan kamu membawa Motor sport emangnya itu gak memperlihatkan kalau kamu itu Bar-bar hah?"


"Yah kan itu mah beda teh, Dan lagi apa salahnya seorang wanita pake Motor Gede?"


"Gak salah sih, teteh juga suka banget sama Moge namun kita ini wanita.Moge itu di peruntukkan untuk laki-laki, seperti celana jeans yang kamu pakai itu" Ucqpnya seraya melirik celana Jeans yang di pakai Auri, Auri pun ikut melihat celana nya."Itu ketat Miau, dan sebaiknya wanita gak berpakaian seperti itu karena itu mengundang nafsu laki-laki mata keranjang."


"Kan Aku pake Hijab"


"Ingat gak kata Ustad Yusuf dulu,kewajiban wanita berhijab itu udah ada dalam al-Qur'an Surat Al Ahzaab Ayat 59,Dan dalam Qur'an surat An-Nur ayat 31 juga Alloh menjelaskan.'Katakanlah kepada Wanita beriman:" Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan ***********, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, Kecuali yang biasa nampak dari padanya.Dan Hendaklah mereka menutup kudung ke dadanya.dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada Suami mereka, atau Ayah mereka, atau Ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka....Kamu tau kan kelanjutannya?"


Auri mengangguk."makasih"


"Sama-sama Miau."Jawab Pita sambil mengelus kepala Auri"Besok kamu ngampus?"


"Enggak"


"Main lagi di rumah yah" Ucap Pita.


"Besok ada pemotretan di studionya Tante Tere." Jawab Auri."Nanti kalau gak sampe sore aku maen deh ke rumah Teteh.dan lagi tau lah Teteh juga seberapa jauhnya rumah teteh itu"


Pita cengir ya benar dari Unsil ke rumahnya harus menghabiskan waktu paling cepat satu setengah jam lebih.


"Teh Pit, Lebih baik kita naik Itu yuk" Tunjuknya pada suatu perahu bukan perahu tapi ahhh author gak tau namanya yang jelas bentukannya kaya angsa yang bida di kayuh kaya sepeda dan jelas ngambang di air.

__ADS_1


"Boleh Juga" Jawab Pita.


Mereka berdua pun beranjak, Tak lupa Pita meminta ijin pada suaminya dan suaminya mengiyakan.


__ADS_2