ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
30


__ADS_3

"Mahreen?" Tanya Alma


"Iya Bibi Alma, Nama dede bayinya Mahreen Shafana Almahyra."Jawab Pita seraya menganggat Bayinya yang telah iya Bedong


"Ih ada nama Alma nya?" Ucap Alma yang menyadari namanya ada di nama belakang Baby Mahreen.


"Iya, Bibi seneng?"


"Seneng" Jawabnya sambil mencawil Pipi gembul Baby Mahreen "Kenapa sih Dedek ini mirip banget sama Aa bukan teteh?"


"Ya itukan kuasa Alloh dek, Teteh juga ngerasa kenapa Mahreen mirip banget sama Ayahnya."


"Itu karena Ayah sayang banget sama Bundanya" Jawab Ardi yang baru saja datang masuk ke dalam kamar.


"Kalau sayang gak mungkin lebih banyak ngabisin waktu di Kandang ayam ya Pit" Ucap Sinta "Yang ada tuh Pita kesel sama kamu karena kamu kurang ngasih dia perhatian sedangkan dia selalu perhatian, makanya anaknya mirip kamu bukan mirip Pita,kalau udsh gini kan kasihan Pita hanya kebagian bibir tipisnya doank" Sindirnya, Pita hanya tersenyum memang benar kadang dia merasa kesal bahkan selalu merasa kesal ketika Ardi lebih banyak menghabiskan waktunya di Kandang Ayam dari pada di rumah.namun ia sadar dan harus mengerti apa yang di lakukan Ardi adalah untuk kebaikannya."Jangan di masukin Hati ya Pit, karena memang hanya Bibir tipisnya doank yang mirip kamu mah."


"Iya teh Gak papa, aku gak mempermasalahkan itu yang penting Dedek Mahreen sehat dan tak kurang suatu apapun.Eh tapi Apa yang teteh bilang tadi Bener kadang aku juga ngerasa kesel dan pengen marah sama Aa karena dia yang lebih mentingin Ayam tapi ah udah lah aku gak mau ribut."


Jleb


Seperti tersambar petir di siang hari Ardi mematung saat mendengar ke jujuran sang istri.


"Dengerin tuh istri kamu, Kurang pengertian gimana lagi Coba Pita sama kamu Di."


"Maaf" Ucap Ardi lirih.


"Maaf, maaf besoknya gitu lagi.percuma banget"


"Gak papa, toh udah lewat" Jawab Pita sambil membuka Pintu ia ingin mengajak sang bayi keluar dari kamar


"Eh tadi siapa namanya?" Tanya Sinta.


"Mahreen, Mahreen Shafana Almahyra"


"Wih cantik bener"


"Ya lah kan baby nya juga cantik" Jawab Ardi.


Malam menjelang rumah sudah mulai sepi, ia pun mematikan Wifi yang di pasang Pita dulu untuk memudahakan berselancar di media sosial.


Ia bergerak ke sisi Ranjang ia melihat Pita dan Mahreen bergantian ia tak menyangka Alloh benar maha baik pada dirinya dia di pertemukan dengan Pita beberapa kali dan tanpa Pacaran mereka langsung menikah, dan menurutnya pernikahannya ini sungguh sangat bahagia apa lagi ada Mahreen Buah Cinta mereka berdua.


Pernikahannya dengan Pita selama hampir dua tahun ini ia merasa tak pernah merasakan kendala, Pita benar-benar mengurus Rumah dan adik-adiknya dengan baik.


Pita memenuhi kebutuhan Sigit, Alfi dan Alma bahkan Alma dan Alfi tanpa sungkan bermanja pada Pita layaknya pada ibunya sendiri.


Bagi Ardi ia belum bisa benar-benar membagi Waktunya dengan baik, ia masih di zona seperti saat masih belum menikah tapi Pita selalu memakluminya.


"Makasih sayang?" Ucap Ardi seraya mengecup Kening Pita dengan sayang.

__ADS_1


"Euuhhh"


"kebangun ya, Maaf" Ucap Ardi saat melihat mata Pita yang mulai terbuka.


"Gak papa," Jawab Pita sambil beranjak"Yah boleh minta Airnya?"tanyanya.


Ardi pun mengambilkan Air yang selalu ada di atas nakas.


"Bun, Uang ceuceupan ada berapa?" Tanya Ardi.


"Ada satu setengah jutaan lebih."


"Banyak juga ya?" Tanya Ardi.


"Iya lumayan, itu juga sama dari Mita kemarin dia nyecep 200.000 belum lagi ngasih Beberapa baju setelan yang lucu-lucu."


"Oh gitu.mau di belikan apa?"


"Gelang bayi sama Cincin aja.Nanti nyuruh Dewi ke singaparna beliin"


"Ya udah, gak ada yang mau di beli lagi?" Tanya Ardi.


"Gak ada, Kado dari teman-temanku banyak banget.nanti Mubadzir" Ucap Pita."Dan lagi Mahreen itu masih Bayi yang akan cepet besar jadi beli seperlunya aja"


"Ayah terserah baiknya Bunda Aja." Jawab Ardi.


"Ayah, Ayah gak mau nanyain Bunda pengen apa?"


"Pengen makan Bubur Ayam yang kita makan dekat mesjid agung singaparna"


"Sekarang?"


"Besok pagi lah masa sekarang"


"Ya udah Ayah beliin besok pagi Ya?" Ucap Ardi, Pita pun mengangguk"Bubur ayam yang menyatukan kita"


"Iya, Gak ngerepotin kan?" tanya Pita.


"Enggak, sama sekali enggak.Besok pulang Subuh sama Sigit ke Singaparna."


"Ya udah nanti Bunda mau minta di beliin temen-temennya sekalian ya?"


"Ya, Bikin aja daptarnya" Jawab Ardi.


"Yah, di rumah udah gak ada uang cas.takutnya pesenan Bunda dateng besok"


"Bunda emang pesan Apa?"Tanya Ardi seraya membenarkan selimut pada tubuhnya dan Pita karena sekarang mereka sudah berbaring.


" Bunda pesen Tas sama boneka buat Alma.Alma kemarin lihat boneka lucu katanya mirip Zahra temannya, ya udah Bunda tanya aja Alma mau?dan ia jawab Iya.kalau tasnya buat Sigit katanya dia butuh tas selempang kecil untuk kesana kesini karena kalau pake tas kaya Ayah katanya mirip penagih kredit."Ucap Pita.

__ADS_1


"kalau barang Sigit minta sama Sigit lah uang nya."


"Sigit udah ngasih uangnya Ayah dan uangnya bunda pake buat beli Sabun, dan pengharumnya kan kita gak nyetok sabun sama pengharum buat pakaian adek."


Ardi cengir"makanya besok Bunda tulis apa aja yang di butuhkan di rumah.nanti Ayah belikan sekalian semuanya."


"Oke, besok pagi Bunda kasih sama Ayah ya daptarnya dan jangan protes."


"Baik Bunda."


Keesokan paginya Ardi segera berangkat di Temani Sigit menggunakan mobil.Pita benar-benar memesan begitu banyak dimulai dari perlengkapan Mahreen dan juga perlengkapan dirinya.hingga membuat Ardi mengeluarkan mobilnya karena dia tak mungkin menggunakan motor nya atau motor Sigit.


"Syukurannya mau hari ke berapa Pit?" tanya Santi.


"Insya'alloh hari ke 21 teh.sekalian Aqiqah"


"Oh gitu ya.udah ada dombanya?"


"Nanti mau beli yang tetangga gak tau siapa?katanya mau di jual."


"Oh gitu.kamu mau di buatin apa Pit?Biar teteh masakin?" Tanya Santi.


"Nanti aja nunggu Aa pulang teh, Aa lagi ke pasar."


"Ah sekalian teteh mau pesen Kupat tahu mang ojo sama bakso mas Jangkung."Ucapnya lalu mengeluarkan handphonenya.


" Kasih tau yang lain teh, takutnya nanti pada dateng dan Aa belinya sedikit."


"Iya ini juga lagi ngasih tau yang lain."


Pita pun mengangguk, lalu mengeluarkan Handphonenya dan Mengirim pesan pada Ardi.


Ayah❤


Yah, beliin bakso mas jangkung sama kupat tahu mang ojo juga ya.sekalian buat yang lain.


Pesenan Bunda juga jangan sampai ada yang kelewat ya, soalnya di kampung gak ada.


hati-hati di jalan 😉❤


Salam sayang dari Mahreen😻 dan Bunda😘


Ardi yang baru selesai membeli Bubur dan Pesanan Pita pun tersenyum, meski awalnya ia merasa kesal seperti di kerjai tapi ia bersyukur karena apa yang di pinta oleh istrinya itu semua bersangkutan dengan kebutuhan bersama.


Ia pun beranjak mengajak Sigit kembali kedalam pasar untuk membeli Kupat tahu dan bakso juga membelikan beberapa pesanan lain yang di minta adik dan kakaknya.mungkin mereka tau jika Ardi dan sigit tengah berada di pasar, jadi mereka memesan apa-apa yang tidak ada di kampung.


"Kita belanja buat se RT ya A?" Tanya Sigit setelah memesan Kupat tahu


"Ya kan keluarga kita itu bila di satu kampungin bakal jadi satu kampung" Jawab Ardi yang kembali berjalan di ikuti Sigit menuju grobak Bakso Mas Jangkung.

__ADS_1


"Apa lagi jika semua sudah menikah dan punya anak"


Ardi tersenyum lebar seraya membayangkan pasti rumahnya akan sangat ramai dengan keponakan dan juga anaknya saking banyaknya.


__ADS_2