
Mahreen terus mendekap Pita seolah-olah ia mengerti dengan keadaan saat Ini, ia mengerti kesedihan Pita dan Juga Ayahnya.
Acara Penikahan nya Hana dan Gusti yang di adakan dengan Sederhana namun tetap meriah dimana banyak sekali yang datang turut hadir dan mendo'akan.Acara itu berjalan dengan Lancar tanpa hambatan hingga petang menjelang.
Namun keesokan Hari nya tepat di sore hari Saat keluarga Ruli yang menginap di rumah akan Pamit Pita mengalami kontraksi yang membuat Ruli mengurungkan niatnya Untuk kembali ke bandung, Begitupun suami dan Anaknya.
Harap-harap Cemas itulah yang di rasakan oleh keluarga saat Pita terus mengiris kesakitan, ia sudah di bawa ke rumah sakit namun kata dokter itu hanya kontraksi Palsu semata, dan menyuruh Pita kembali Pulang dan jangan terlalu kecapean.
Suatu Hal yang membuat Ruli miris saat melihat Pita mengiris menahan sakit dari tendangan sang anak yang sangat keras.namun Pita tak pernah berhenti beristigfar dan terus menenangkan sang Bayi supaya sedikit tenang Namun nihil itu tendangan sang bayi terus berlanjut Hingga Paraji dan Bidan Desa yang di Panggil oleh Ardi datang karena sudah merasa tak memungkinkan Bila Pita di bawa lagi ke rumah sakit mengingat waktu yang sudah larut, jarak Rumah sakit yang begitu jauh, Belum lagi jalan nya sangat jelek.Jadi Ardi memutuskan memanggil Bidan dan Paraji takut-takut Pita akan melahirkan.
Dan benar saja tepat Pukul Empat subuh Bayi perempuan lahir dengan Berat 2,4 kg Peri Cantik yang sangat Mirip dengan Mahreen sang kakak anak Pertama Pita dan Ardi duplikan sang Ayah.Pita tersenyum bahagia saat setelah Putrinya itu lahir, Rasa lega pun menyelimuti keluarga yang turut menunggu kelahiran bayi itu.
Namun hal itu tak bertahan lama tepat Pukul 6 bayi itu di kabarkan telah meninggal Dunia setelah beberapa kali kekusahan bernafas.
Tangis dan Jeritan Histeris terdengar nyaring saat kabar itu terdengar di telinga Ruli, orang-orang rumah yang memutuskan untuk istirahat pun kembali terbangun dan menangis saat mendengar kabar pahit itu.
Ardi dan Pita, Mereka berdua saling berpelukan sembari mengelus setiap Inci sang Bayi yang telah Alloh ambil kembali yang tengah di gendong oleh Pita.
Sedih, sakit itu sangat jelas terlihat dari wajah keduanya.bayi yang dinantinya telah kembali pada pangkuan Alloh.
"Istigfar sayang" Ucap Ardi pada Pita.
__ADS_1
"Ambil adek Yah,bersihkan Tubuhnya dengan lembit, kapani dia dengan penuh kehati-hatian jangan menyakiti dia." Ucap Pita tampa mengalihkan pandangannya dari sang Putri.
"Bunda" Ucap Ardi bergetar.Hancur hatinya saat ia mendengar penuturan dari Pita yang menyuruhnya memberaihkan Tubuh sang bayi juga mengkafaninya.Orang tua mana yang bisa seikhals dan setegar Pita saat berucap, ia sendiri yang notabebbya seorang laki-laki, kepala keluarga tak mampu berucap seperti itu.
"Ini yah, Bersihkan tubuh dedek lagi." Titah nya sembari memberikan nya pada Ardi yang tenah menatap Pita lamat-lamat, Ia tau Pita sedih dan Hancur sama seperti yang ia rasakan "Kafani dedek dengan hati-hati yah, Lalu Ayah sholatkan dia dan kuburkan secepatnya."
"Bunda" Ucap Ardi lirih.
Pita tersenyum di iringi dengan Anggukan mengartikan jika ia baik-baik saja."Dalam sebuah Riwayat Nabi berpesan agar kita mensegerakan pemakaman yah"Ucap Pita.
"Iya A, Dalam suatu Riwayat yang di Riwayatkan oleh Muttafakun 'alaih. Dari Abu Hurairah ra.dari Nabi SAW, beliau bersabda:Segerakanlah membawa jenazah ke kuburan, karena jika ia salih itu adalah suatu kebaikan yang kamu persembahkan Untuknya.dan jika ia selain dari itu maka itu adalah kejahatan yang kamu letakan dari lehermu" Ucap Auri sambil menggendong Mahreen yang terus meronta ingin di turunkan."Dedek baru saja lahir, Bayi yang masih sangat Suci.maka dari itu tak ada alasan untuk menundanya karena menunda pengkuburan itu adalah hal yang tak baik A"
Ardi menunduk menatap Bayi yang telah beralih ke gendongannya"Nak, harusnya Ayah yang kau Sholatkan, kau antarkan ke pekuburan bukan malah sebaliknya"
"Bun, Kenapa bunda setegar ini?
"Bunda sama seperti Ayah,Yah.Bunda juga sama meresa sedih yah.Ayah tau Bunda adalah orang yang mengandungnya bukan hanya satu dua bulan tapi delapan Bulan, bunda yang pertama kali merasakan pergerakannya, bunda yang merasakan mual, Susah makan dan susah tidur ketika mengandungnya.Bunda juga orang yang merasakan Sakit nya melahirkan Dedek yah, Sakit yang tak akan pernah ayah rasakan seumur hidup Ayah." Ucapnya seraya mengelus Mahreen yang memeluknya erat."Yah, bukankah jika ada salah satu di antara kita yang lemah harus ada yang menguatkan bukan?Dan itu yang Bunda lakukan.bukan berarti Bunda benar-benar Tegar Yah, Bunda hanya mencoba mengikhlaskan.tak ada seorang Ibu manapun yang ingin kehilangan anaknya kecuali mereka-mereka yang tak memiliki Iman dan hati yang tega bahkan rela memberikan, membuang darah dangingnya."
"Jadilah Pria yang kuat dan Tangguh seperti biasanya Yah.Ayah adalah kepala keluarga,Ayah adalah panutan untuk kita semua, Ayah juga pelindung bagi kita.Yah beban yang ayah Pikul sangat lah berat Bunda tau itu.tapi Dedek sudah ditangan yang tepat, Alloh mengambil nya kembali dengan berjuta alasan dan yang terjadi saat ini adalah hal yang tepat.kita tau kan saat Dedek lahir dia tak menangis,meski akhirnya menangis juga setelah Bidan dan Paraji berusaha supaya dedek menangis, belum lagi dedek juga beberapa kali sesak nafas.Yah itu tanda-tanda dari Alloh.Menurut Bunda Jika Dedek hidup mungkin dedek harus merasakn sakit karena suatu yang entah bunda juga tak tau, namun Alloh baik pada Dedek ia mengambilnya kembali supaya dedek tak merasakan Sakit.Ikhlaskan dedek Yah, dedek adalah tabungan kita di Surga, Ia yang akan menuntun kita, ia yang akan menyambut kita di akhirat kelak." Jelas Pita.
Ardi mendekap Pita,menangis itu yang ia lakukan.benar apa yang di Ucap Istrinya itu dan Benar Jika ia harus kuat ia harus mengikhlaskan apa yang terjadi pada nya karena itu adalah yang terbaik Untuknya, Terbaik dalam hidupnyan..
__ADS_1
"Dedek mau di kasih nama siapa Bun?" Tanya Ardi.
"Azizah Azzahra Boleh?" Tanya Pita
"Boleh.ya sudah Ayah keluar dulu ayah akan memandimannya, mengkafaninya, menshalatkannya dan menguburkannya.Bunda baik-baik disini, jangan sedih kita masih punya Mahreen.Mahreen membutuhkan kita dan Mungkin Alloh mengambil dedek agar kita pokua dulu terhadap Mahreen." Ucap Ardi yang sudah terlihat lebih tegar.
"Iya yah, Juga Alloh ingin kita lebih mendekatkan diri padanya"
"Iya Bun, Ya sudah Ayah pamit."Ucap Ardi seraya mengecup kening Pita dan Mahreen bergantian.lalu beranjak keluar.
" Yah, Bunda gak sekuat yang ayah lihat"Ucapnya dengan kembali meneteskan Air mata"Ya Alloh engkau maha Tau apa yang baik dan Buruk untuk Hamba dan keluarga Hamba.Hamba memohon Ampun padamu atas segala kesalahan Hamba, Mudahkanlah jalan bagi Putri kecil Hamba menuju mu, dan berikan ketabahan juga keikhalasan bagi kami yang di tinggalkan."Ucap Pita seraya membawa Mahreen untuk berbaring, Pita mengelus lembut kepala Mahreen dengan sayang, Mahreen hanya diam menikmati setiap elusan dari sang Bunda.
ππππππππ
Aduh gak kuat aku nulisnyaπππππ
Alhamdulillah Park ini selesai juga, dari subuh setelah up episode sebelumnya Author mikir mau nulis apa lagi yah tapi Author gak mau ceritanya gitu-gitu aja nah author baca deh karya Author dulu yang judulnya Dzifa dapatlah sedikit pencerahan.jadi Author tulis deh isi di otak Author, kalau dikatakan Pelagian atau jiplakan terserah yah ceritanya juga sama-sama hasil karya Author bukan orang lain dan lagi jendre dan alurnya juga jauhhhhhhh banget.
Oke udah ahhh cuap-cuap nya.
Selamat membaca dan menunggu kelanjutan ceritanya, Author gak janji bisa up tiap hari tapi Author hanya bisa Usahakan bisa Up, dan kapannya ya sesuai dengan kelonggaran waktu Author karena Author juga punya kewajiban yang gak boleh Author tinggalkan di setiap harinyaπ
__ADS_1
Oke, Jaga selalu kesehat ya, Jangan lupa pake masker dan jaga jarak.
Papay love you allβ€