ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
38


__ADS_3

kedatangan keluarga Gusti mengejutkan Pita dan keluarga karena Gusti datang sehari sebelumnya.


"Anak itu" Gerutu Pita di dapur seraya meracik makanan untuk makan Malam.


"Kenapa?" tanya Santi.


"Anak itu, bilangnya Besok ehhh malah datang hari Ini.kan Hana dan kita disini kelimpungan karena gak ada persiapan" Cerocosnya.


"Iya, tapi tamu memang begitu selalu datang tanpa kita tau." Jawab Dewi.


"Iya sih...Tapi kan Hana juga belum datang dan lagi aneh banget sih si Gusti itu kenapa coba gak bareng aja sama Hana kan sama-sama dari Bandung"


"Husss jangan ngomongin orang Bun, Gak baik" Tegur Ardi yang tengah berjalan dengan membawa beberapa ikan yang sengaja ia tangkap untuk di olah karena mengingat keluarga Gusti kurang menyukai Ayam kampung yang bila di masak suka masih terasa alot seperti daging bebek.


Pita meliriknya sebentar lalu meraih Wadah Bumbu yang sudah ia sediakan."Lumuri pake ini Yah ikannya biar nanti pas di goreng kerasa Gurih dan enak."


"Bakar aja Bun, Kayanya kalau di bakar pasti akan lebih Mantul." Ucap Sigit dengan tangan terus memtik Daun Singkong yang di Petik nya tadi selepas Adzan Ashar karena di suruh Pita yang kelimpungan menyediakan untuk makan malam karena kedatangan Tamu tepat sebelum adzan Ashar setelah Suami dan Adik-adiknya pergi ke Mesjid.


"Iya kenapa Enggak" Ucap Ardi."Udah bikin nasi Liwet aja temennya Ikan Bakar, lalapan dan Sambel.gak usah hidangin makanan yang ribet soalnyakan sekarang udah sore banget gak bakal keburu jika kita mencari dulu masakan untuk di Pasak."


Pita, Dewi, Santi dan Sigit mengangguk atas Usulan Ardi.


"Ya udah sekarang Ayah masuk temenin Tamu.masa Tuan Rumahnya gak ada." Ucap Sigit.


"Bener Biar Itu di Urus Sigit" Ucap Pita seraya menaik Turun alisnya membuat Sigit mengendus.


"Sigit kan ini....


" Ini Biar sama Teh Santi, Teh Dewi mau ke kebun nya Hani mau ngambil Terong, Lenca dan Poh pohan buat lalapan."

__ADS_1


"Yah Bunda?"keluhnya


"Bunda mau ngeracik Buat bikin Nasi liwet Sigit." Jawabnya seraya membawa bumbu masak ke arsh Cover ."Udah, lumuri Tuh ikannya dan diemin dulu nanti Bunda bikin bumbu pelengkapnya."Dengan ogah-ogahan Sigit pun mengikuti titah Pita.


"Sigit Naimah kemarin nyariin kamu.katanya Tanti mau nikahan kamu di Undang dan dia mau nebeng berangkatnya sama Kamu" Ucap Santi.


"Ahhh males, Aku mau sama Rombongan dari rumah aja."Ucapnya setelah menggunakan Pelastik


"Iya Git, gak usah Mau kamu.Naimah itu Cuma Modus Dia" Timpal Dewi.


"Banyak banget yang deketin kamu sekarang Git.mungkin karena kamu itu udah Punya Usaha yang menghasilkan banyak Uang...


"Gak tau aja mereka gimana Pontang Pantingnya aku kerja banting Tulang."Ucap Sigit memotong Ucapan kakaknya" ahhh Teh udah lah Hirauin aja mereka-mereka itu dan lagi Sigit itu mau inginnya nanti kerja dulu mau ngamalin dulu ilmu yang sigit dapat selama 4 tahun kuliah."


"Kamu kan sekarang lagi Nyusun Skirpsi kan bisa sekalian.Sambil Nyelam minum air Gitu." Ucap Santi.


Tuk


Sigit meringis saat centong nasi mendarat di kepalanha oleh kakak ke 4 nya.


"Lempeng bener tuh Pikiran.Entar jadi Bujang lapuk mau kamu."Ucap Dewi seraya terus mengutak ngatik Handphonenya menyuruh Hani membawakan Lalapan karena Dia malas untuk ke kebun Suaminya Hani.


"Eeehhhhhh jangan gitu Teh, Lihat Aa deh diakan orangnya lempeng saking lempengnya dia lebih memprioritaskan Keluarga dari pada dirinya sendiri.Dia nanamin di Hatinya kalau jodoh gak akan kemana, Kalau udah waktunya pasti akan ketemu dan gak akan ketuker.sama kaya Bunda yang akhirnya mereka ketemu dan tak di sangka-sangka, ketemu nya juga cuma beberapa kali dan langsung memutuskan untuk menikah." Ucap Sigit.membuat Pita teringat akan pertemuan pertamanya dengan Ardi lalu kedua, ketiga, dan lainnya hingga membuat mereka memutuskan Untuk Menikah.


"Sigit,jalan cerita hidup satu orang dan lainnya itu beda-beda kamu jangan samakan jalan hidup kamu dengan kakak kamu.Lihat diri kamu, dulu Ardi itu menanggung beban sangat lah besar di Pundaknya Bukan hanya menanggung beban kamu tapi kita semua sedangkan Kamu menanggung beban siapa?perutmu sendiri?" Ucap Santi


"Iya, perut juga kadang tinggal makan kan disedia in sama Pita dan Ardi.cuma mungkin jajan dan Biaya kuliah yang sudah ia tanggung sendiri" Timpal Dewi.Sigitpun menunduk seraya melepas plastik di tangannya.


"Jalan Hidup itu memang beda-beda tapi kamu bagus gak mau Pacaran dek, Buang-buang Waktu" Ucap Darma ayah dari Gusti yang baru memasuki Dapur.Darma tersenyum pada Pita"Terimakasih Neng Pita"Ucapnya seraya menangkupkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Untuk apa Pak?" tanya Pita Bingung.


"Untuk biaya pengobatan dan Juga untuk Donasi yabg neng Berikan tempo lalu untuk Madrasah dikampung Bapak" Ucapnya, Pita tersenyum Canggung.


"Tak Usah di pikirkan, Saya ikhlas" Jawab Pita.Darma pun mengangguk ngangguk kan kepalanya"Ada apa ya, Bapak kemari?"


"Oh iya, saya ingin lihat-lihat saja.tadi saya berkeliling bersama Dek Rahman disini sungguh masih sangat Asrih sepertinya akan sangat enak jika memiliki Hunian di daerah Sini."


"Oh itu, Memang disini Sangatlah Nyaman dan Asrih Pak." Jawab Pita.


"iya, Kata Gusti dia pun akan mencari Lahan disini Untuk ia bangunkan Rumah"


"Wihhhh berarti Hana bakal kembali ke kampung dong" Ucap Dewi semangat.


"Bagus Itu."


Darma mengulas senyum"Hanya Untuk Pulang saja neng."Ucap Darma "Hana dan Gusti akan tetap tinggal di Bandung menemani saya Dan Istri.namun mereka akan membangun rumah kecil disini jika mereka liburan mereka akan berlibur disini." Terang Darma"Pekerjaan Gusti dan Hana kan Di bandung kami pun di bandung jadi sepertinya mereka akan tinggal di bandung."


Santi, Dewi, dan Sigit mendesah bersamaan.


"Hana dan Gusti sudah menentukan pilihan mereka dan itu sudah menjadi Urusan mereka.bagaimana pun kami keluarga tak bisa menghalanginya.hanya saja saya berharap Bapak dan Ibu memperlakukan Adik ipar saya dengan Baik, saya menyerahkan semua pada mereka karena sebaik-baiknya wanita adalah ia yang menurut apa kata suaminya dan mengikuti titah dan ajakannya selagi Suaminya ada di jalan kebaikan." Ucap Pita"Saya Harap Bapak Darma, Ibu Wistara dan Gusti tidak mengecewakan saya"Ucap Pita penuh ketegasan.


Darma mengangguk seraya menunduk"Baik, Insya'alloh.lagipun Neng Hana sangat baik pada kami, kami sudah menganggapnya seperti anak kami sendiri."


"Kami akan menyayanginya seperti kami menyayangi Huani adik Gusti."Ucap Ibu Wistara menimpali


"Alhamdulillah, Saya senang mendengarnya" Jawab Pita.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2