ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
93


__ADS_3

"Leon"Panggil Zio.Leon yang di panggil tersenyum tipis namun tak menghiraukan Zio,Ia terus berjalan begitupun Angel yang berjalan di sebelahnya.


"Pak Leon,Pak Zio memanggil anda"


"Hiraukan saja"Jawab Leon.Angel yang mendapat jawaban seperti itu hanya menurut.


Zio berjalan cepat di ikuti sekertarisnya menghampiri Leon."Aku ingin bicara"


"Gak ada yang perlu di bicarakan"Jawab Leon.


"Please kita perlu Bicara."


Leon menghentikan Langkah Kakinya ia menatap Zio yang tengah menatapnya."Apa pentingnya bicara dengan Saya,Bukankah sudah jelas apa yang ada di Rekaman yang saya Kirim?"


"Jadi....


"Yap,Minta maaflah pada Ibu Anda Pak Zio yang terhormat sebelum Anda menyesal."Jawab Leon yang langsung berlalu meninggalkan Zio yang terdiam seribu bahasa.Leon kembali berhenti "Satu lagi,Istri dan Anak adalah Fitnah yang nyata sedangkan Ibu adalah Pintu Surga.Memuliakan Anak dan Istri adalah kewajiban seorang kepala keluarga Namun tak berguna jika menelantarkan Ibu yang menjadi Surga."Ucapnya yang langsung pergi


.


.


.


.


.


.


.


.


"Ujian kali ini sungguh membuat ku pusing"Keluh Naya.


"Gak usah lebay"Jawab Kartika yang berjalan di sebelahnya."Nay kamu yang bawa Motor,Kita ke Kantor Bunda."


Naya mengangguk lalu meraih Kunci motor dari kartika"Tapi beli Makan dulu Ya,Biar makan bersama di sana"


"Hem"Gumam Kartika.


Dua gadis tersebut menggunakan Helm dan menaiki Motor yang di kendarai Naya dan Dua gadis tersebut berhenti di KFC dan membeli makanan disana,Setelah itu mereka melanjutkan perjalannan menuju Rumah Sakit


"Sepertinya.....

__ADS_1


Kata itu berhenti saat Naya berjalan lebih dulu daripada Kartika" Kak mau ngapain lagi kakak ke sini?" tanya Naya dengan wajah yang sudah memerah" belum cukupkah Kakak menorehkan luka pada Bunda? kalau belum cukup, Jangan kasih luka sama Bunda masih suka aja buat aku atau Kartika. kami tidak mau melihat Bunda menangis lagi.


"Kamu salah paham Dek"Ucap Zio.


"Salah Paham?Jelas-jelas.....


"Assalamualaikum Kak Zio"Ucap Kartika yang langsung menyalaminya,Zio tersenyum sedangkan Naya membelalakkan Mata nya.


"Wa'alaikum Salam"Jawab Zio"Bagaimana Sekolah Kamu?"


"Alhamdulillah lancar,Sekolah ku dan Naya berjalan lancar"


"Kar....


"Apa"Ucap Kartika dengan Nada dinginnya.Naya pun diam seketika


"Syukurlah kalau Begitu,Kakak kemari mau bertemu dengan Bang Leon.Kemarin dia kirim kakak Vidio dan akhirnya kakak memutuskan Untuk bertemu dengannya disini."


"Begitukah?"Tanya Kartika seakan tak percaya,Dia menatap Naya"Kasihkan makanannya pada Bunda Nay,Takutnya Bunda memesan makanan.Tunggu aku di Ruangan Bunda,Namun jangan Tunggu aku makan.Makan lah terlebih dahulu bersama Bunda,Dan jangan bilang jika ada Kakak disini agar Bunda makan dengan Tenang."Jelas Kartika.


"Lalu apa yang harus aku jelaskan?"


"Bilang aku berjalan-jalan dan Bilang jika aku sudah makan camilan agar Bunda tidak khawatir."


"Oke"Pasrah Naya.Naya pun berjalan setelah Pamit dengan Zio


Zio memegang dadanya,Ia kaget mendengar pertanyaan yang di lontarkan Kartika.


"Dek."


"Aku gak mau Basa-basi.Aku mau minta maaf karena lancang,Apalah daya aku yang hanya anak pungut di banding Kakak-kakak semua.Namun mungkin kepekaan kalian berbanding jauh dengan Kami.Satu hal yang paling aku Benci Makian dari seorang laki-laki pada seorang perempuan.Apalagi dilakukan pada seseorang Ibu."Ucap Kartika dengan Tenang namun sarat akan kekesalan"Ibu do'a kebaikkannya tak perlu di pinta oleh anak-anaknya sebab Tanpa di minta pun seorang Ibu akan mendo'akan yang terbaik Untuk anak-anaknya.namun mengapa ada anak yang berlaku begitu?"


"Terserah pada mu dek,yang Jelas Kakak kecewa dengan Bunda yang..


"Yang tersakiti dan di selingkuhi"Sela Leon.


Bugh


Tonjokan pada Perut Zio terdengar jelas"Jijik sekali saya padamu Zio, baru berapa tahun kamu jauh dari bunda? kamu begitu watak dan sifatnya Bunda? Kamu tahu kan Bagaimana perilaku Bunda pada ayah dari dulu sampai kamu keluar dari rumah. kamu tidak tahu kan apa yang dilakukan Ayah pada Bunda saat kalian semua keluar dari rumah, Bunda menjadi kesepian dan ayah menghabiskan waktu malam di luar rumah bersama wanita-wanita yang menjijikan. aku sudah kasih email padamu tentang wanita-wanita yang dinikahi oleh ayahmu, Bundamu hanya mengijinkan dua kali untuk ayah mau menikah namun ayahmu malah menikah tiga kali karena obsesinya pada seorang anak perempuan. Bukankah ada Kartika dan Naya yang ada di rumah itu? Bukankah ayahmu menerima dengan lapang dada keberadaan Naya dan Kartika? tapi kenapa menoleh pun tidak sudi. Apakah kamu tahu perempuan pertama yang dinikahi ayahmu adalah perempuan apa? dia adalah single mother, yang tidak pernah menikah sama sekali. lalu Apakah kamu tahu tentang wanita kedua yang dinikahi oleh ayahmu? wanita malam yang melahirkan dua anak laki-laki. lihat raut wajahnya dari kedua Adik kamu apakah mereka mirip denganmu atau dengan ayahmu atau pun dengan kakak-kakakmu? Lalu bagaimana dengan wanita ketiga ayahmu, Ayah mau belinya dari seorang bapak-bapak yang menjual anaknya karena terlilit hutang. kamu tahu bagaimana nasibnya? dia sekarang senang-senang dengan harta yang diberikan oleh ayahmu begitupun kedua wanita yang dinikahi ayah. Itu adalah sebuah fakta yang aku kirimkan padamu, selain dari itu ada juga jerit tangis Bunda saat diinterogasi oleh adik dan ayahku. Aku nggak tahu bagaimana Jalan pikiranmu dan juga kakak-kakakmu yang jelas kalian adalah orang-orang bodoh. orang-orang yang bodoh yang meludahi surga sendiri." ucap Leon begitu panjang lebar membuat Zio terdiam.


"Renungilah,dan jangan datangi Bunda sebelum kakak berpikir masak-masak"


" Anak bau kencur saja sudah tahu dan sudah memakai perasaan, namun mengapa kamu yang katanya orang dewasa tidak bisa bermain dengan perasaan?" ucap remeh Leon


Leon menetap Kartika yang berlalu tanpa pamit."Dia lebih peka dan bisa bermain dengan Emosinya."Gumam Leon

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Dari mana saja Nak?"tanya Mahreen.


"Assalamualaikum Bunda"Ucap Kartika dengan senyuman.


"Wa'alaikum Salam"Jawab Mahreen dan Naya.


"Ngobrol-ngobrol dengan pengunjung."Jawab Kartika"Bunda dan Naya sudah makan?"


"Sudah baru saja selesai "Jawab Mahreen"Kamu makan lah dulu,setelah itu pulang dan Istirahat."


"Iya Bun,kami pulang"Jawab Naya


"Naya aja yang pulang,aku mau disini dulu.Bosen dirumah juga cuma ada Naya yang sibuk sama Handphone atau enggak Drakor"Jelas Kartika


Mahreen tertawa sedangkan Naya mengendus sebal."Bunda juga suka Drakor?Tapi Nay,Jangan keseringan apa lagi sampai bergadang.gak baik untuk kesehatan"


"Iya Bun."


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Assalamualaikum Para Readers semua..


Terima kasih yang sudah berkenan membaca cerita Author....


Jangan Lupa jaga kesehatan danSemoga puasa nya lancar ya....

__ADS_1


See you next Episode....


@nengyani64


__ADS_2