ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
19


__ADS_3

Tamparan, Hinaan dan siksaan yang di dapat Hana membuat Hana terguncang apa lagi saat dia dinyatakan keguguran.Sebulan sudah kejadian itu berlalu namun luka pada Hati Hana masihlah dalam.Pernikahannya yang hanya berjalan 2 bulan lamanya membuat ia takut untuk sekedar keluar rumah dan beradap tasi dengan yang lain.


CERAI kata itu terlontar saat setelah ia menjalani Kuret.Hatinya ngilu saat orang yang ia cintai menalaknya dengan tega di saat ia baru saja mengalami keguguran.


Keluarga Erik berulang kali datang ke kediaman Ardi untuk bertemu Hana dan meminta maaf namun mereka selalu pulang dengan tangan kosong.karena hana tak menerima satupun masuk kedalam kamarnya kecuali Alma bahkan Ardi sendiri pun tak di ijinkannya masuk.


"Masihkah dia seperti itu?" tanya Santi.


Ardi tersenyum kecut seraya mengangguk.


"Lalu apa kita akan terus membiarkannya seperti ini A?itu tak akan baik untuk kedepannya" Keluh Dewi.


"Lalu harus apa Dew?aku juga bingung"


Pita duduk di dekat Dewi sambil menyimpan satu piring Bolu kukus yang masih hangat.


"Ajak saja dia liburan." Usul Hani.


"Menurutku dia harus keluar dari Zona nyamannya dia, dan memulai hidup baru." Ucap Pita.


"Kemarin kita sudah membahasnya Teteh"Jawab Ardi


" A, lingkungan disini membuat Hana tertekan karena banyak orang yang mencibirnya.Lingkungan itu sangat berpengaruh pada pikirannya, kita sebagai kakaknya Hana harus bisa membuat Hana tenang dan nyaman jangan biarkan dia stres."


"Memang apa yang di sarankan Pita itu baik A, Namun masalahnya Keluarga kita semuanya berkumpul di wilayah ini, yang pasti akan sama saja." Ucap Santi.


"A, Ijinin ya" Ucap Pita"Gak lama kok, satu atau dua minggu aja"


Ardi diam tak menanggapi Bujukan Pita, Sungguh dia tak rela jika Pita berangkat ke bandung meninggalkannya bisa-bisa ia kedinginan.


"Atau gimana kalau kita semua kesana" Ucap Pita mengejutkan Ardi, Sedangkan yang lainnya hanya diam karena mereka tak mengerti arah pembicaraan Pita.


"Jangan ngada-ngada teh"


"Ahhhh Aa, kita kesana kan liburan.lagi pula kita gak akan bayar sewa, Cukup dengan uang makan aja untuk kita sehari-hari."


"Tapi kamu akan merepotkan Ruli."


Pita mengerucutkan Bibirnya sebal "Aa mah ikh,kita gak akan ngerepotin Widi, Ruli dan lainnya.kita hanya akan merepotkan Bibi Qia dan Mang Tarjo, lagian mereka di repotkan juga karena mereka kan bekerja disana."


"Aa gak mau jauh dari kamu teh" Keluh Ardi yang membuat dirinya di lempari Kue kering oleh dua kakaknya dan Satu kakak iparnya siapa lagi kalau bukan Santi, Sinta dan Rahman.


"Astagfirulloh baru tau aku kakak ku itu bisa Bucin juga." Ucap Sigit


"Bucin sama istri itu Wajib"


"Ck, pengantin baru mah gitu ya yah" Ucap Santi pada Santana Suaminya yang jarang-jarang bisa ikut berkumpul, karena ia yang dinas di Luar kota.Santana pun mengangguk menyetujui.

__ADS_1


"Teh"


"Aa ikut aja atuh, seminggu janji" Ucap Pita.


"Lalu Sigit, Alpi dan Alma?ini belum liburan sekolah loh teh?"


"Sigit dan Alpi biar di rumah aja jaga rumah sama ngurusin ternak Aa.kalau Alma lebih baik tinggal di rumah teteh aja."Ucap Sigit.


Ardi dan Pita menatap Alma yang sama tengah mentap mereka.


" Alma mau ikut ke rumah Teh Sinta aja"Ucap Alma


"Sinta?" tanya Ardi yang langsung di angguki Alma


"Kenapa Teh Sinta Dek?" tanya Hani, karena bila ada sesuatu hal Alma lebih sering di titip dan tinggal dengan nya karena Rumahnya dekat dengan Rumah Ardi sedangkan Rumah Sinta ada di kampung sebelah dekat ke Sekolahnya Alma.


"Gak papa kan teh?" Tanya Alma pada Sinta.


"Teteh Sih gak papa" Jawabnya"tapi teteh gak akan bisa masakin masakan enak teteh cuma bisa bikin roti bakar, Mie instan dan Telor ceplok.gak papa kalau tiap hari ketemu menunya itu-itu aja?"tanya Sinta.


"Gak papa."


"Alma, kalau soal makanan gak ribet teh, dia juga udah lumayan bisa ngeracik makanan sendiri.jadi teteh gak perlu khawatir.begitupun Alpi dan Sigit, mereka sering bantuin aku dan Mas Ardi di dapur.Aku yakin mereka bisa masak dan mengurus diri mereka sendiri." Ucap Pita."Dan lagi, Alpi dan Sigit teteh mau kalian jangan bawa orang kerumah lalu merokok dan lain sebagainya di rumah karena Rumah sudah teteh pasangi CCTV jadi kegiatan kalian akan teteh dan Aa pantau setiap Hari."


"Besok kita pasang besi di tiap jendela" Ucap Ardi.


"Terserah, itu urusan kamu."


"Aku udah Pasang CCTV A"


"Di kamar juga?" tanya Ardi yang membuat Pita geram dan melayangkan bantal sofa pada nya.


"Ya kali di kamar di pasang begituan" Jawab Pita."aku Cuma pasang di ruangan-ruangan yang selalu di lewati orang.Antisipasi aja."Semuanya puj mengangguk mengerti.


Ardi menatap Pita."Besok kita bicarakan pada Hana."


Pita mengangguk lalu menatap Alma"Dek, kamu tidur bareng teh Hana kan?coba kamu ajak bicara teh Hana biar mau ngobrol sama teteh dan Aa"


Alma pun mengangguk "Nanti Alma akan bicara sama teteh.semoga aja teteh mau"


"Iya, Ini semua Teteh dan Aa lakuin untuk teh Hana agar ia bisa kembali ceria seperti dulu lagi."


"Iya th, aku tau kok"


"Syukurlah sudah ada titik terang, semoga ini yang terbaik Untuk Hana kedepannya."Ucap Dian


Kok aku mikirnya Hana kaya mau di Buang ya?" tanya Dewi.

__ADS_1


"Huss kalau bicara itu jangan sembarangan De" Tegur Santana"Ini itu bukan ngebuang, emangnya Hana sampah."


"Dew, teteh dan Aa bawa Hana ke bandung agar dia mendapatkan suasana Baru yang lebih tenang agar supaya dia merasa nyaman dan bisa sedikitnya melupakan hal Buruk yang terjadi Padanya.Hana Mengalami trauma karna ke guguran dan perceraian juga perlakuan buruk dari suaminya.di perkeruh lagi dengan Cibiran para tetangga yang jelasnya mereka tak tau apa-apa namun mereka berasumsi dan menjelekan Hana.itu yang memperburuk buruk pada sikis Hana, maka dari itu kita harus menghibur Hana atau membuat suasana Baru agar Hana bisa kembali ceria seperti dulu lagi."


"Jika gagal?"


"kita Manusia hanya bisa berdo'a dan Berusaha.soal Hasil kita serahkan semua nya pada Alloh, Semoga dan semoga usaha yang kita lakukan berbuah hasil Manis."


"AMIN"


"Sebenarnya permasalahan Rumah tangga Hana itu apa Sih?kok bisa sampai seperti itu." Ucap Hani.


"Han, kita gak berhak tau jika ia tak bercerita terlebih dahulu.ini aibnya biarkan dia sendiri yang simpan namun dia sudah siap untuk bercerita dia pasti akan bercerita kepada kita.biarkan dulu dia seperti saat ini, mungkin dia butuh waktu."


"Satu Bulan Pit, apa masih dia butuh Waktu?"


"Luka oprasi dan Luka hati itu berbeda teh.kalau luka oprasi satu dua minggu pasti akan mulai mengering dan membaik.beda hal nya dengan luka Hati, Luka Hati itu bisa sampai bertahun-tahun bahkan Bisa sampai tak bisa di lupakan.satu Bulan itu bukan Waktu yang lama apa lagi lingkungan yang di tempati Hana masih sama."


"Benar, Memang Luka Hati itu sangat sulit di lupakan.Semoga Hana segera keluar dari keterpurukannya."Ucap Santana


"Mimpi buruk itu Mangerikan.aku gak kebayang jika Aku ada di Posisi Hana" Ucap Ardi "Pasti Hatinya sangat sakit."


"Bukan sakit Lagi, Sakit banget A.aku pernah ada di posisi itu" Ucap Pita lirih


Ardi pun paham dengan apa yang di rasakan Pita.


"Tapi kan Pita gak ngerasain sampai menikah dan cerai."Ucap Santi.


Pita tersenyum menanggapi Ucapan kakak iparnya.yang sebenarnya ia merasakan hingga ke perceraian namun itu tanpa sepengetahuan banyak orang.


" Meski begitu tapi Rasa sakit Hati itu pasti ada teh.mave on itu gampang banget di Ucap namun sangat sulit di lakukan."Ucap Ardi.


"Gaya nya kamu, kaya orang yang pernah rasain aja" Cibir Santi.


"Udahlah gak usah di bahas."


🌼🌼🌼🌼🌼


**Assalamua'alaikum


Hay Readers semua maaf ya kalau ada banyak Typo.Jangan lupa like untuk meninggalkan jejak juga komen.


ditunggu banget like dan komennya karena itu adalah salah satu motivasi untuk aku dalam melanjutkan ceritanya.


Semoga cerita nya menghibur dan semoga ada Manfaat yang bisa di ambil dari Cinta dan kehidupan Ardi juga Pita.


Jangan lupa tetap jaga kesehatan ya dan jikalau ada pekerjaan atau mengharuskan keluar Rumah jangan sampai lupa pake masker.

__ADS_1


Menjaga lebih baik dari pada mengobati bukan?


Papay semua💙 jangan lupa Like dan komennya ya di tunggu🙏**


__ADS_2