ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
51


__ADS_3

Rumah Adi penuh sesak saking banyak nya orang yang melayat.orang berbondong-bondong datang dan berdo'a,bacaan yasin tak hentinya dilantunkan sudah 2 jam setelah beres di mandikan dan di kapani tapi orang-orang tak surut datang untuk ikut mendo'akan.


"Tinggal menunggu siapa?" Tanya Ustad Alif pada Fadli.


"Menunggu Kak Jansen dan kan Vinsen Ustad, beliau sedang di perjalan dari Jakarta kesini."


"Mau berapa lama nak, kasihan si mayit."


Fadil menatap Mahreen, Mahreen menganggukkan kepalanya.lalu menelpon Vinsen dan Jansen.


"Sepertinya mereka sedang dalam Heli kopter menuju kemari." Ucap Arsa."Kami juga kasihan Ustad tapi kami menghargai kakak kami yang juga ingin melihat Ayah untuk terakhir kali nya.mungkin sebentar lagi sampai tunggulah beberapa menit lagi."


"Baiklah, Kita tunggu setengah jam lagi.jika yang di tunggu tak kunjung datang kita segera bawa kemesjid dan meshalatkannya."


"Ada Heli kopter di atap rumah ini." Teriak salah Satu warga.


"Cepat cari tangga, jangan buat kak Vinsen atau Kak Jansen marah karena kita tak membuat tangga menuju atap rumah." Ucap Arsa.


Alfi berdiri, "Biar Mamang saja sama Mang Sigit yang menyambut Jansen dan Vinsen."


"Tapi Mang." Ucap Fadil.


"Gak papa, Duduk lah.Kalian pasti akan kena marah namun jika kami yang menyambutnya mereka tak akan marah" Jawab Sigit.


"Baik Mang"


"Lanjutkan lah" Ucap Sigit pada Fadil, Fadil pun mengangguk lalu kembali ke tempat duduknya dan kembali mengaji bersama yang lainnya.


...---------------------------------------------...


Jansen dan Vinsen turun dengan tergesa-gesa lalu memasang jaring agar mereka bisa turun.


"Gak ada yang dengarin kita" Ucap Jansen yang tengah membantu mengikat tali tambang bersama Asistennya pada besi yang menacap


"Untuk Kita punya persiapan."


"Kau mau turun atau terus mengurusi handphone mu Hah?" Tanya Jansen.


"Kau masih sama seperti dulu,cepat sekali marah" Ucap Vinsen sambil memasukan Handphone nya pada saku Jasnya.


"Kau membuatku kesal" Dengus Jansen.lalu berjongkok melihat Hasan yang lebih dulu turun bersama Guntur."Aman"


"Aman" Jawab Guntur.


Jansen pun mengangguk lalu turun menuju balkon, Aksi mereka di lihat oleh banyak orang namun mereka Ber lima biasa saja toh itu hal biasa.


Setelah semua turun, Alfi dan Sigit tersenyum"Maaf tak membantu."


"Hahahaaa gak perlu repot-repot" Jawab Jansen


"Ya sudah kita segera ke bawah." Ucap Alfi.


Jansen dan Vinsen bersama Asisten nya pun turun dan langsung di beri jalan oleh yang lain.

__ADS_1


Jansen dan Vinsen bergantian mencium kening Ardi lalu mendo'akannya.setalah itu mereka dan anak menantu Ardi juga anak-anak adik serta kakak Ardi berebut menggotong keranda.


Sesampainya di mesjid semua ikut menyolatkan, tak sedikit namun sangat banyak sekali yang turut ikut menyolatkan.menyolatkannya pun sampai dua kali pertama di pimpin oleh Jansen sebagai imam kedua di pimpin oleh Fadli karena saking banyaknya yang ingin menyolatkan.


Makam telah penuh dengan bunga orang-orang mulai kembali dari pemakaman.


"Ayah, Mahreen gak tau akan bagaimana jadinya Maheen tanpa Ayah.Ayah tau mahreen lebih dari siapa pun"


Fatimah memeluk Mahreen dari sebelah kiri "Ayah orang baik Kak, Kakak jangan bebani kepergian Ayah dengan seperti ini.Ayah sudah tenang, Ayah sudah bahagia bersama Bunda."


"Bunda dan Ayah orang baik, Lihatlah banyak sekali yang datang untuk melayat kak." Ucap Khadijah"Kita harusnya bersyukur kak.Ayah meninggal husnul khotimah, meninggal dalam keadaan Sujud.Meninggal dalam keadaan sujud adalah hal istimewa tak semuanya mendapatkan kesempatan menghadap Alloh seperti Ayah kak."


"Rasululloh bersabda orang yang mati sahid itu ada lima;Orang yang meninggal karena penyakit Tha'un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan(Bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Alloh. Hadist Riwayat Bukhori." Ucap Fadil


"Ayah bukan hanya orang baik tapi Ayah juga panutan dari sini kita bisa ambil contoh kebaikannya, keta'atannya, keshalehannya yang patut kita tiru.karena Nya Ayah meninggal dalam keadaan meninggat Alloh bersujud pada Alloh.beliau berpulang ketika beliau tengah memasrahkan dirinya pada Alloh, ketika beliau suci."Ucap Fadil


"Kakak iri pada Ayah.Kakak ingin seperti Ayah" Ucap Jansen.


"Meninggal dengan mudah,Merasakan Sakaratul maut yang katanya sangat-sangat menyakitkan itu adalah Momok bagi semua orang tapi Ayah ? kalian lihat ia tersenyum kecil dan wanginya harum sekali seperti Bunda." Ucap Vinsen"Bunda orang baik, di pasangkan dengan Ayah laki - laki baik pula.mereka akan bersatu di Surga."


"AMIN"


"Ayah, Mahreen pamit ya." Ucap Mahreen seraya bangkit.


"Ayah jika Ayah telah bertemu Bunda bilang kami rindu." Ucap Khadijah.


"Ayah,salam buat Mami dan Papih juga Bunda ya."Ucap Vinsen" Vinsen sayang kalian."


"Kalau sayang bacain Yasin bukan mewek" Ucap Jansen


Jansen diam tak menyaut sedangkan khadijah menjauh dari Jansen orang yang pernah melamarnya namun Bunda tolak karena Jansen memiliki Emosi yang buruk meski ia tak pernah tinggal shalat dan mengaji juga memiliki banyak yayasan amal dan Yayasan perdidikan.


"Udah, sekarang kita pulang karena nanti malam pengajian."


Jansen menatap Alfi yang barusan berucap


"Maaf Mang, Saya akan langsung ke jakarta lagi tidak bisa menunggu hingga petang."


"Kenapa buru-buru sekali."


"Saya harus terbang jam 7 malam nanti ke Inggris."


"Saya juga ada Janji dengan orang nanti malam." Sambung Vinsen.semua mengangguk mengerti dengan kesibukan dua pria lajang yang sudah sangat mapan dan matang itu.


"Oh seperti itu." Jawab Sigit.


"Kalian itu jangan terus kencan dengan berkas nanti kalian akan pusing sendiri, Sudah waktunya kalian menikah dan memiliki keturunan." Ucap Amma.


Jansen dan Vinsen saling pandang."Vinsen akan menikah sebentar lagi Amma"Ucap Jansen


"Wah syukur lah pasti Mami dan Papih mu senang karena akan ada penerus."


"Tapi Vinsen ingin Kak Jansen dulu yang menikah."Ucapnya sambil berjalan mengikuti yang lain

__ADS_1


"Menikahlah jangan pikirkan aku."


"Move on lah, Aku menunggu mu."


"Jangan Gila, Tak semudah itu."


"Mudah tinggal buka saja hati mu."


"Gila kau."


"Kalian ini." Ucap Amma melerai."Kamu mau dengan Putri dari Alm kak Sinta?"


"Tidak terima kasih"


"Dia itu sukanya sama wanita bercadar dan bersifat lemah lembut."


"Jangan lah tertalu tinggi keinginan mu Jansen.kamu harus mengukur dirimu dulu" Ucap Alfi.


"Hah" Helaan panjang Jansen terdengar nyaring.lalu ia melihat Khadijah mengobrol dengan wanita yang sama bercadar yang berdiri di sebelah pagar rumah.


"Muti'ah" Ucap Khadijah lalu memeluk wanita bercadar Hitam itu dengan erat."Kamu apa kabar?"


"Baik." Jawabnya"Maaf aku baru bisa menemui mu."Ucapnya


"Sudah dari makam Ayah?"


"Sudah, hanya tak bisa lama kerena Uti meminta ku mengantarkanya kerumah Safitri."


"Safitri?"


"Iya."


"Masuk."


Muti'ah pun mengangguk lalu masuk bersama Khadijah.


"Siapa itu?"tanya Jansen pada Alfi.


" Muti'ah anak angkat Uti Fitri adik Safitri."jawab Sigit mendahului"Jika kau mau aku akan bicara dengan Uti namun kamu harus siap dengan segala persyaratannya."


"Syarat."


"Uti Fitri menikahkan Anak-anaknya juga cucu-cucu dengan sarat dan mahar yang sangat pantastis."


Mata Jansen tak teralihkan sari wqnita yang tengah berbicara dengan khadijah itu.


"Jika kau mau hubungi Mamang,Mamag tunggu sampai Akhir bulan ini."


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Gimana nih dilanjut apa enggak??????


kalau mau lanjut di tunggu bom like nya ya.....

__ADS_1


And Komen di bawah juga🤗


See youuu


__ADS_2