ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
73


__ADS_3

Mahreen melihat tampilannya di cermin.


"Apa aku harus kembali lagi memadu kasih?"Tanya Mahreen


Mahreen menatap Poto ia yang tengah berselfi dengan suaminya"Mas,bukan aku tak cinta pada mu tapi entahlah."


Mahreen menunduk ia teringat dengan apa yang di ucapkan Fatiah,Ganis dan Khadijah malam itu ia memang kuat dan tangguh tapi adik2 nya itu menyuruhnya untuk mencari ayah baru untuk Zio dan suami untuknya sebab ia butuh pendamping yang akan mendampinginya ketika tua datang.


Mahreen beranjak ia memberi pesan pada Adiknya untuk membawa Zio kerumahnya karena ia ingin pergi ketasik ke makam orang tuanya.


Waktu terus berjalan,jawaban telah dinantikan tapi hatinya terus meronta tak tentu arah antar Iya dan tidak.


Mahreen menyambar beberapa Dress dan teman-temannya lalu memasukannya pada koper kecil ia akan membawa oleh-oleh nanti di jalan.


...___________...


"Assalamu'alaikum Bunda,Ayah"Ucap Mahreen "Selamat sore,Mahreen yakin Ayah dan Bunda pasti Bahagia di sana"Mahreen mengelus pelan makam Ardi "Yah,Ayah selalu bilang pertahankan pernikahan mu,jaga pernikahan mu dan buat se indah mungkin hidupmu.Yah,Hidup Mahreen sudah tak seindah dulu saat bersama Mas dan anak-anak.karena Mas dan kedua anak Mahreen telah pergi ketempat dimana Mahreen tak bisa berpadu padang kembali...Hati Mahreen hancur Yah,Hancur.tak ada lagi yang memeluk Mahreen ketika Mahreen lelah."


Mahreen beralih pada makam Pita"Bun,Bunda bilang Mahreen harus kuat karena Bunda juga orang yang kuat.Tapi Bun ini sakit,sangat sakit."


Di kejauhan Alfi dan Istrinya menatap keponakannya dengan rasa Iba.


Alfi dan Istrinya berjalan lalu saat sampai di makam Alfi segera merengkuh tubuh Mahreen yang terlihat kurus dari sebelum-sebelumnya.sedangkan Istrinya duduk di sebelah mereka.


"Mamang"Seru Mahreen.


"Bunda dan Ayah akan sedih melihat Princess nya seperti ini."Ucap Alfi,Alfi adalah adik Ardi laki-laki yang memiliki sifat yang tak beda jauh dengan Ardi,Orang yang amat sangat lembut.


"Mamang....Hiks....


"Princess,Mamang tau kamu terluka tapi kamu harus kuat demi Zio.Zio butuh kamu,jangan biarkan Zio tumbuh seperti Jansen dan Vinsen yang bebas tanpa arah dan tujuan."

__ADS_1


"Hidup itu bagaikan arah angin kita tak bisa melawan arah tersebut,Namun ada kalanya bisa tapi mungkin akan terluka.Jalan Hidup manusia Alloh yang mengatur,kembalikan semua nya pada Alloh pasrahkan semuanya jangan kamu merasa kamu sendiri Alloh lebih dekat dari pada Urat nadi mu."


"Mang....hiks....hiks...


"Istrigfar sayang"Ucap Atika istri Alfi."Kamu gak sendiri"


Satu jam berlalu,Mahreen baru berhenti menangis.ia duduk diteras rumah Alfi bersama Alfi dan Atika.


Rumah Alfi sangat sederhana berbeda dengan keluarga yang lain yang memiliki rumah agak lebih mewah,kamar di rumah itupun hanya 3 namun memiliki ruang tamu yang luas,sebab dua Anak Alfi sudah pada menikah dan sudah memiliki rumah masing-masing jadi Alfi merubah beberapa kamarnya menjadi ruangan terbuka agar anak dan cucunya bisa menginap bisa tidur bersama di ruang tamu.atau ruang keluarga


"Terimakasih Mang."


"Sama-sama,kamu sekarang sudah lebih baik kan?"


"Sudah lebih baik Mang,Mamang dan Bibi kapan ke Bandung liat Rena dan Reni."


"Baru kemarin Rena dan Reni kemari dan menginap bawa Cucu-cucu kemari."Ucap Atika."Aduh anak-anaknya sedang aktif-aktifnya."


"Bikin Riweh"Ucap Alfi seraya tertawa.Atika dan Mahreen pun ikut tertawa.


Mahreen menggeleng,"Boleh menginap disini?"


"Boleh sekali sayang,iya kan Bah"Ucap Atika"Tapi ya begini lah rumah nya jauh berbeda sama rumah Bunda"


"Kapan aku mempermasalahkan itu Bi?tidak sama sekali."


"Bereskan kamarnya Ma' biar Mahreen nanti nyaman"Titah Alfi.


"Biar Mahreen aja mang,gak usah bibi."


"Gak papa,Sekalian bibi masakin ya.kita masak lalapan,nasi liwet dan asin gak papa kan?"

__ADS_1


"Gak Bi,aku suka malah"


Atika beranjak"Ya udah kalian ngobrol-ngobrol disini yang tenang ya...


Mahreen dan Alfi pun mengangguk.


"Mahreen di lamar seseorang Mang"Ucap Mahreen.Mahreen berbica tenang namun menyiratkan kepiluan,Alfi tau itu.


"Menikah adalah pilihan yang baik"Ucap Alfi,Alfi menghela nafas besar sebelum melihat ke arah Mahreen yang menantikan kelanjutan nya.


"Menikahlah,Carilah yang dapat menjadi Ayah dan Suami bagi mu dan bagi Zio.Kamu harus terus maju kedepan,jangan takut.Menikah adalah cara supaya kamu terjaga.


"Tapi....


"Ragu akan membawa mu kearah yang tidak baik tapi jika kamu pasrahkan semuanya dan percaya bahwa Alloh sebaik-baiknya penolong.kamu akan merasakan kebahagian yang amat sangat Dasyat,kebahagiaan yang mungkin belum kamu dapatkan dari suami mu terdahulu."


"Mahreen kamu masih muda,masih jauh perjalanan kamu,begitupun Zio Meskipun kuta tak tau seberapa lagi Umur kita tapi kita harus tetap maju.Mahreen percaya atau tidak semalam Mamang bermimpi kamu datang kemari memeluk mamang seperti tadi.Dan mamang percaya kamu akan datang dan memeluk mamang,mengeluarkan kegundahan mu,Mahreen gak ada yang gak mungkin di dunia ini,yang tidak mungkin itu adalah hal yang tidak kau percayai.Percaya lah pada Takdir Alloh baik buruknya ada sebab musabab nya dan kamu tidak harus menyalahkan orang lain apalagi tuhan tapi kamu harus percaya jika apa yang terjadi pada dirimu kebaikan maupun keburukan adalah suatu ujian yang akan membawa mu lebih-lebih dewasa dan lebih-lebih bisa bermawas diri."


"Iya Mang,aku paham"


"Lari dari masalah bukan hal yang baik."


Mahreen menegang.


Alfi tersenyum kecil"Bunda mu sering bilang Hal yang paling di suka ketika adanya masalah adalah pergi dan menghilang.tapi sejatinya itu hanya dimiliki jiwa pecundang,Mamang tau kamu bukan Wanita seperti itu.Mamang tidak melarang mu menginap dan tinggal beberapa hari bersama kami,tapi tolong jangan sia-siakan waktu hanya untuk berdiam dan melamunkan hal yang nantinya akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri."


"Baik mang"


Mahreen tak salah pilih rumah yang ia singgahi,ia memang tengah ingin menenangkan diri sejenak sebelum kembali dan menghadapi hari-hari nya yang entah akan buruk atau akan baik.


"Dan satu lagi,Besok datangi Bibi Alma ia akan marah pada Mamang dan Bibi jika kamu tak bilang padanya.Rumah yang di tempati Bibi mu adalah rumah mendiang orang tuamu dan jika kamu tak kesana Mamang yakin Bibi mu akan keluar dari rumah itu."

__ADS_1


"Iya Mang,gak usah takut.besok pagi Mahreen kesana,Sekarang Mahreen ingin menelpon Zio."


"Ya sudah telpon lah."


__ADS_2