ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
Dududududuuuuuu


__ADS_3

"Pit gimana udah ada tanda-tanda?" tanya Sinta


"Tanda-tanda apa?" tanya Pita seraya menghentikan pergerakan tangannya yang tengah memotong bawang bombay


"Hamil" Ucap Sinta sambil berjalan mendekat ke arah Pita dengan membawa makaroni yang telah di rebus.


"Belum aja seminggu Teh Pita sama A Ardi bersenggama masa ia udah jadi aja" celetuk Hana yang membuat Pita terkejut.Dari mana Hana tau soal itu.


"Dek" Tegur Santi"Apa-apaan kamu ini, mereka itu nikah udah mau tiga minggu....


Pita memejamkan matanya lalu menyimpan pisau"Teh bisa lanjutkan?aku mau kekamar dulu"


"oh iya"


tak selang lama Ardi pun masuk kedalam rumah."Istri ku mana?"tanya Ardi pada Santi.


"Kekamar"


"Ck, kenapa kekamar?kan mau bikin seblak spageti?"


Sanyi mengedikan bahu, diliriknya Hana yang menunduk sepertinya tengah takut.


Ardi tersenyum miring"Ada yang salah bicara ya?"


Semuanya diam tak ada yang menyaut, Ardi pun bergegas ke arah kamarnya.meninggalkan tiga orang yang ia sayang yang mendadak membisu.


ceklek


Bugh


Lembaran Bantal sangat tepat mengenai wajah Ardi membuat Ardi diam.


"Keluar" Ucap Pita"Aku mau sendiri"


Ardi menghela nafas panjang lalu menutup pintu nya secara perlahan.ia pun kembali berjalan ke arah meja makan dan duduk termenung.


"Mana Pita?" Tanya Santi"Teteh gak bisa masaknya"


"Di kamar"

__ADS_1


"Kenapa gak di ajak kesini"


"Bikin makanan lain aja, gak udah ganggu Pita dulu."


"Istri kamu Ambekan, Teteh dan yang lain perasaan dari tadi gak ada yang nyinggung perasaannya." Ucap Sinta"Jujur aja memang tadi teteh nanya, Apa udah ada tanda-tanda Hamil atau belum, namun belum juga Pita jawab Hana lebih dulu menyela."


Ardi menatap Hana yang tertuduk di sebrangnya."Kamu buka aib Aa dan Teh Pita?"Hana diam tak menjawab


"Aib?"tanya Sinta sedangkan Santi diam, karena ia tau maksud pertanyaan Ardi Apa karena Ia, Dewi, dan Hani sudah tau ceritanya kemarin saat mereka berkumpul di Rumah Dewi tanpa Pita dan sinta


Brakk


Ardi memukul meja makan dengan sangat keras.Alma, Sigit dan Alfi yang tengah berjalan ke arah dapur pun diam terkejut.


"Astagfirulloh, Di istigfar" Ucap Sinta.


Ardi tertawa sumbang sambil melirik Santi yang ikut tertunduk"Teh Santi udah tau ya?bagus!"


"Di"


"Na, Aa ngomong sama kamu karena kamu selalu mendengarkan suami kamu yang menjelek-jelakan istri Aa.Apa salah Pita sama Kamu dan suami kamu?dia baik bukan hanya pada mu tapi pada semuanya." Ucapnya penuh penekanan"Aa udah peringatin kamu untuk Diam,karena Aa salah malah membuka Aib dan kekurangan Aa sendiri."


Ardi menatap tajam Hana " Apa yang kamu cerita kan hah?"tanya Nya"Dengar, apapun yang di ucapkan Hana mengenai Pita dan Aku gak usah di dengar dan di ingat."


"Tapi Di, dia tak memberikan hak mu.malah menundanya berlarut-larut" Ucap Santi tak terima.


"Aku yang menundanya, teh perkenalan ku dengan Pita belum lah lama.mengapa aku menundanya itu karena aku Cangung dan tak berani memulai.aku bukan Erik atau suami-suami kalian yang Agresif dan berlaku tanpa meminta persetujuan.aku yang patut kalian salahkan karena kekakuan ku pada perempuan"Ucapnya sambil beranjak berdiri.


" Seharusnya kalian tak mengurusi hal semacam itu, menanyakan hal yang membuat hati orang risih dan membuka Aib orang secara sengaja.salah ku juga percaya pada mu Hana."


"Maaf"Ucap Hana Lirih


" Di"Ucap Sinta seraya mengelus punggung Ardi perlahan."Maafkan Hana yang berprilaku kekanak-kanakan Di.dan Hana bila kamu di titipi suatu Amanah jaga Amanah itu dengan baik dan tak seharusnya kamu membukakannya pada orang lain sekalipun itu pada kakak-kakak mu sendiri.masalah yang terjadi di dalam sebuah rumah tangga adalah kebocoran informasi tentang apa yang terjadi, baik itu aktifitas, atau perlakuan satu sama lain.kamu juga salah Di, Pita pernah bilang cukup dinding kamar saja yang tau aktifitas dan masalah yang terjadi dalam rumah tangga nya.biarkan orang lain tau bahwa mereka baik-baik saja.dan itu berlaku pada semuanya, Aku pun belajar dari kata-kata pita itu.Di kamu suaminya, kamu mungkin banyak bercerita dengannya dan kamu tak mungkin Pita tak membicarakan hal itu pada mu."


"Iya, Iya dia bilang...hiks dia bilang aku gak boleh bercerita yang tidak-tidak apa lagi aktifitas kita di kamar" Ucapnya seraya meneteskan air mata ia pun duduk kembali"Aku salah, aku salah teh."


"Nasi udah jadi bubur Di, Teteh emang gak tau apa yang di ceritakan Kamu pada Hana dan apa yang di ceritakan Hana pada Teh Santi dan yang lain.karena aku yakin bukan hanya teh Santi yang tau" Ucapnya seraya melirik Hana dan Santi bergantian".Di, ini cobaan dalam rumah tangga mu.ini yang akan mengokohkan pernikahan kalian, karena sejatinya dalam sebuah pernikahan bila tak ada masalah pasti semua akan terasa hambar.Minta maaflah pada Pita, saat ia telah baik-baik saja"


"Iya"

__ADS_1


"Hana,belajarlah Dewasa.kamu juga Teh"


Semua Diam tak ada yang menyauti "Hidup ku udah mulai berwarna saat ada Pita, Rumah ini pun bahkan jauh lebih hangat karena Alma yang selalu menghabiskan waktu di luar untuk bermain kini ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bermanja-manja pada Pita.begitupun Alfi nilainya berubah jadi lebih baik lagi karena ia selalu menghabiskan waktu di rumah belajar bersama dengan Alma yang di awasi Pita.Sigit pun sudah mulai belajar mengenai tanggung jawab, ia yang dulu sering menunda-nunda pekerjaan yang aku suruh kini tak pernah membangakang atau menunda pekerjaan itu."


"Karena Kita merasa kembali memiliki ibu" Ucap Sigit seraya merangkul pundak kakaknya."Ibu Baru yang membuat kita nyaman, aku pernah di manja Mamah tapi saat mamah sakit-sakitan Mamah tak memanjakan ku lagi, tak pernah memasakan masakan yang enak.itu, itu, itu dan itu saja yang selalu jadi menu makan kita."


" Cinta itu datang dari pelakuan dan lidah.ia mengambil hati Kalian dengan perlakuan lembutnya dan masakannya."


"Iya, masakannya enak." Saut Alfi dengan senyum mengembang


"Apa lagi kalau masak Udang saus Tiram sama Kepiting lada Hitam uhhhhhh mantap mantap mantap" Ucap Alma seraya memperlihatkan dua jempol dengan di iringi tawa.


"Iya, Cumi pedas manis nya juga.uhhhh mantep" saut Alfi.


"Iya, kan Teteh semua gak ada yang bisa masak olahan ke gitu."


"Kalian kalau udah ngebahas makanan aja paling depan" Cibir Ardi.


"Aa gak udah nangis lagi, Aku juga pernah dengar saat kak erik berbicara dengan A Rahman hal-hal yang menurut aku itu gak baik untuk di perbincangkan.namun kata Teh Pita jika ada orang yang membicarkan hal buruk tentang kita cukup kita diam dan senyumi dia.kita gak perlu balas perlakuannya karena Alloh maha tau segala apa yang terjadi.bisa jadi ia yang membicakan hal buruk tentang kita itu yang akan meminta bantuan pada kita suatu saat" Ucap Alfi yang mengejutkan bagi Santi, Hana dan Sinta bahkan Ardi pun tersentak.Anak remaja seperti Alfi bisa berbicara seperti itu sungguh sangat mengejutkan.


"Alloh gak tidur A, ada masanya kita di injak-injak dan ada masanya pula kita di agung-agung."Saut Sigit"Tapi bila kita terinjak kita harus bangkit dan bila kita telah diatas awan jangan lupa tunduk kebawah untuk melihat dan rangkul mereka-mereka yang mungkin dulu menginjak-nginjak"


"Jangan simpan Dendam, Biarkan Alloh yang membalas" Ucap Alma"Teh Pita suka bilang Gitu pada Alma kalau Alma lagi bercerita tentang orang yang suka jail dan juga suka berlaku semaunya pada orang lain.Katanya kita gak boleh kaya gitu karena Alloh gak tidur, Hukum Karma itu ada Loh.ada yang di bayar lunas di Dunia ada juga yang di bayar di akhirat nanti"


"Subhanalloh, Di.Aku bangga pada Istri mu" Ucap Sinta"Kita semua memang buta tentang masalalu Pita namun bukan kah masa lalu itu ada nya di belakang bukan di depan.untuk apa kita gali masa lalunya sedangkan masa depan nya sudah jelas insya'alloh Indah."


Ardi tersenyum"Ahhhhh aku bahagia"


"Luruskan masalah mu Di, Teteh mau Pulang aja ahhh.bikin seblak spagetinya gak jadikan?jadi lebih baik teteh Pulang lagian suami teteh lagi ada di rumah."


"Iya, Pulang aja.Biar semua bahan dan itu gak usah di beresin nanti aja di beresinnya."


"Hana juga pamit, Maaf ya A"


"Hem"


"Di" Panggil Santi.


"Kamu lebih tua dari yang lain.tolonglah jangan bodoh" Ucapnya seraya berlalu

__ADS_1


__ADS_2