
"Jadi kapan?" Tanya Pita setelah mereka makan malam bersama.
"Saya maunya Dua Minggu lagi Buk?Apa Bisa?" Tanya Gusti.
Pita mengendus menatap Gusti sengit"Gak usah pormal gitu lah Gus"Ucapnya lalu menatap Suami"Gimana Yah?"
"Ayah Sih gimana baiknya.dan lagi yang akan mempersiapkan Pernikahan kan kalian para wanita"Terang Ardi.
" Yang nyiapin tempat dan Dana kamu kan Di.kita mah ngikut baiknya kamu aja."Ucap Santi
"Kalau Tempat nya disini aja Ya Bang" Ucap Hana yang di angguki Gusti."Dan acaranya Juga jangan rame-rame kaya pernikahan teh Pita sama Aa, Acaranya lebih baik sederhana aja"
"Yang penting Sah di mata Agama Hukum" Sambung Gusti.
"Jadi gak usah ada pelaminan dan sejenisnya?"tanya Dewi.Gusti dan Hana saling tatap lalu mengangguk.
Pita menghela nafas panjang." Setidaknya masih tetep harus ada Dua Kursi Ratu dan Raja Dew,sama ada Perasmanan"Ucap Pita"Hana Menikah bukan MBA atau kegerebek."
Dewi, Hani dan Santi mengangguk paham "Lalu mau bagaimana ?"
"Dekorasi selayaknya akan di adakan pernikahan tetap Ada karena kan para tetangga pasti akan datang sebelum Pernikahan di Adakan, Meski kita niatnya hanya sederhana namun tamu yang datang gak mungkin kita Usir Pulang."
"Iya, Tapi sepertinya Garasi akan penuh dengan barang-barang di ruang tamu Ini" Ucap Rahman seraya menatap sekeliling Ruang tamu yang besarnya duakali lebih besar dari Ruang tamunya yang memiliki banyak Furnitur seperti Lemari Kaca, Laci-laci kecil dan dua set kursi.
Pita memijat pelipisnyabyang tiba-tiba merasa Pening, Ia pun menyandarkan Tubuhnya kesofa seraya memejamkan Mata beberapa saat.sebelum ia membuka mata dan kembali menegakkan Tubuhnya."Kenapa harus repot-repot mindahin ini itu?Kalau di Pindah ini semua barang pasti Ribet A.jadi kenapa Enggak Garasi aja yang kita Rombak jadi pelaminan dan tempat menerima Tamu."
"Kan bawahnya Bukan Keramik Tapi coran kasar Bun" Ucap Ardi yang memang Garasinya Itu hanya Coran kasar.
"Masang keramik Berapa Hari Sih Yah, dan lagi udah dua kali Mahreen Jatuh dan Luka di garasi karena lantainya kasar" Jawab Pita, Ardi pun mengangguk.
"Ya sudah besok ayah Suruh Orang" Jawab Ardi.
"Kalau Surat-surat apa Bisa di Urus sama Aa juga?" Tanya Gusti.
"Oh, Lebih baik A Rahman, Dian atau Arif saja yang mengurus mereka lebih berpengalaman karena jujur saya belum pernah mengurusi hal semacam Itu" Jawab Ardi.
"Kan...
" Semua di Urus Widi."Potong Pita.Gusti pun mengangguk paham jika pernihan Atasanya di urus oleh Widi atasannya Juga.
"Hari Senin tepat awal Bulan Rajab,Kurang dari dua minggu lagi bagaimana?" Tanya pak Darma yang sedari tadi menghitung tanggal baik bersama Paman Ardi.
"Baik?" Tanya Ardi.
"Menurut Mamang itu tanggal Baik Di." Jawab Paman Ardi.
__ADS_1
Ardi dan yang lain pun mengangguk, Telah Di putuskan Jika pernikahan Hana akan di laksanakan Kurang darj Dua minggu lagi.
________________________
"Bun, Ayah gak mau Bunda kecapean yah" Ucap Ardi seraya mengelus Pelan Perut Pita yang sudah memasuki bulan ke Delapan.Ardi tak menyangka apa yang di Ucap Pita akan menjadi kenyataan dulu ia sangat khawatir bila Mahreen akan mendapatkan Adik saat masih sangat kecil namun Pita Bilang Alloh akan memberikan Mahreen adik tepat pada Waktunya, dan benar saja saat Mahreen menginjak Usia 16 bulan Pita hamil kembali, Awalnya memang Ardi merasa was-was namun Pita selalu menenangkannya hingga ia pun tak lagi khawatir.
"Mahreen nya Pindahin ke tempat Tidurnya Yah" Ucap Pita tanpa menjawab Apa yang di Ucap Ardi tadi.karena Menurutnya itu hal yang mustahil dimana acara pernikahan adik iparnya akan diadakan di rumah Ini.
"Bun"
"Hem"
"Dengerin Ayah gak?"
"Ayah dengerin Bunda Gak?" tanya Balik Pita seraya beranjak agar Ardi dapat menggendong Putrinya ke kamar Tidur Putrinya sendiri mengingat anaknya itu sungguh sangat Aktif ketika tidur terlebih saat masih Usia satu Tahun pun Pita sudah membiasakan anaknya tidur sendiri di kamarnya yang tepat di sebelah kamarnya dan itu terhubung.
Ardi pun beranjak lalu menggendong sang Putri kekamarnya, Sedangkan Pita kembali merebahkan Tubuhnya Menyamping.Posisi nyamannya saat Hamil sekarang.
Setelah menidurkan Mahreen Ardi pun menyusul istrinya Tidur, Ia tak mau banyak Bicara dengan istrinya mengenai pernikahan Hana karena ia yakin Pita bisa mengatur dan mengurusnya dengan baik tanpa harus ia ikut campur.Hanya ia berharap Pita Bisa menjaga kondisi tubuhnya agar tak terlalu capek mengingat ia sedang mengandung.
"I love you" Ucap Ardi seraya mencium kening Pita lama.
_______________________________
Asyah
aku akan menikah, Jangan lupa datang yah.
Dan jangan lupa bawa Gandengan.
Di tunggu yah.
Sigit membaca pesan itu lamat-lamat, beberapa kali ia mengucek matanya memastikan jika itu pesan yang bukan di kirim oleh Asyah wanita yang sudah mengisi hatinya bertahun-tahun
"Asyah" Ucap Sigit, Ia pun bergegas menekan panggilan bermaksud menelpon Wanita yang amat ia rindukan namun ia harus menerima kekecewaan karena telponnya tak di angkat.
Sigit menatap langit-langit kamarnya, Untung saja Gusti tidur di kamar Alfi karena kamarnya Tadi ia kunci sebelum Pamit keluar membeli pesanan kakak keduanya yang tengah mengidam.
Suara Handphonenya menyadarkannya dari lamunan tak berartinya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Sigit tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Wa'alaikum salam, Git kamu dimana?" tanya seseorang di sebrang sana.
Sigit pun bangun dari tidurnya lalu menatap handphonenya yang menampilkan poto Arjuna temannya sekaligus Sepupu Asyah.
__ADS_1
"Emang kenapa?"
"Gak sih, aku baru aja sampe.Lusa kamu hadir kan ke nikahannya Asyah?"
"Insya'alloh"
"Kamu mau bawa siapa ke sananya?" Tanya Juna.
"Hem?"
"Kamu mau gandeng siapa?"
"Mahreen"
"Keponakan kamu yang masih kecil itu?jangan ngada-ngada kamu, itu bakal merepotkan Sigit."
"Sama Alma Juga"Jawabnya, ia akan meminta ijin pada kakak iparnya untuk menghadiri pernikahan Asyah membawa serta Alma dan Mahreen.
" Yang benar saja kamu Ini Sigit masa kekondangan Mantan mau bawa Alma dan Mahreen?"
"Gimana Besok aja." Putusnya."Ada apa kamu nelpon?"
"Ahhhh g**ak cuma nanya aja Lusa mau bawa siapa, kan kamu Mantannya masa gak bawa Gandengan."
"Mau bawa atau enggak itu gak masalah Jun, yang pening hadir dan Bawa buah tangan jangan datang dengan tangan kosong, bisa malu-maluin atuh" Jawab Sigit.
"Iya sih"
"Udah malam, Assalamu'alaikum" Ucap Sigit langdung memutuskan Panggilan Telponnya tanpa menunggu si Empunya menjawab
Sigit merebahkan tubuhnya di kasur besok ia harus bangun pagi dan berbelanja bahan untuk warung baksonya jadi ia harus segera Tidur agar tak merepotkan kakak iparnya yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.
"Mungkin kita gak jodoh Sy" Ucapnya"Semoga kamu bahagia dengan Pilihan Mu, Mungkin ini akhir kita Sy.aku memang pengecut tapi hidup memang selalu di hadapkan dengan dua Pilihan dan kita harus memilih salah satunya, mempertahankan dan mengikhlaskan.dan aku mengikhlaskanmu pergi juga mengikhlaskanmu bersamanya.Semoga dan Semoga kamu bahagia"Ucapnya sebelum terlelap.
Hidup memang akan di hadapkan dengan dua Pilihan dan kita tak bisa memilih keduanya dalam waktu bersamaan.maka bila kita di hadapkan dengan hal itu kita harus benar-benar memilih yang pilihannya tak membebani kita suatu saat meski kita harus mengikhlaskan hal yang sangat berharga karena berharga Untuk saat ini belum tentu berharga Untuk di kemudian Hari.
❤❤❤❤❤❤❤
Hay hay sadayana kumaha kabarna sehat?hehe
Semoga semua ada dalam lindungan Alloh SWT...amin.
Pengen Cuap-cuap tapi bingung mau Cuap-cuap Apa hehe, ya udah lah cuma mau ngingetin aja ya jangan lupa jaga kesehatan sebentar lagi bulan Ramadhan semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran.Yang masih memiliki Hutang puasa yuk mumpung masih ada waktu satu Bulan lagi sebelum Ramadhan kita lunasin Dulu.
Udah yah Cuap-cuapnya pesen Author tetap Sama jaga kesehatan kalau keluar rumah jangan lupa masker di pake ya👍
__ADS_1
Papay semua💙