ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
Kejujuran Pita


__ADS_3

Tiga hari Ardi tak bertemu dengan Pita wanita yang mampu menggetarkan hatinya.sungguh dadanya berdebar saat bertemu dan berhadapan dengannya.


Mata Abunya selalu terbayang.teduh membuat hatinya luluh.meski abu itu hanyalah sebuah lensa yang dipakai Pita tapi itu salah satu ciri sorang Pita,Pipi merahnya, senyumnya, itu yang selalu terbayang-bayang di pikiran Ardi.


Pita Pulang setelah makan bersama di jemput oleh Ruli.Ruli pun menjemputnya dengan sedikit memaksa karena urusan yang sangat penting.


"Apa aku jatuh Cinta?" Tanya Ardi bermonolog.


"Tak mungkin, kita bagai langit dan Bumi.dia seleb sedang aku hanya buruh.penghasilan saja tak menentu belum lagi aku punya tiga tanggung jawab." Ucap Ardi sambil memukul-mukul setirnya."Stop Ardi, Stop.Jangan memikirkannya.ia akan menikah dengan laki-laki pilihan Ayahnya."Rutuknya, Ekor matanya melihat wanita tengah duduk di tempat yang dulu ia menemukan Pita.ia melewatinya begitu saja."Astaga"Ucap Ardi sambil mengacak rambutnya, ia melihat ke belakang."Itu bukan dia Di, Astagfirulloh"


Ardi pun menghela nafas panjang lalu memundurkan mobilnya."Semoga bukan dia"Ucapnya sambil membuka pintu mobil.


Dia melihat wanita berbaju putih tengah duduk membelakanginya, tubuhnya bergetar,Wanita itu tengah menangis.


Ardi dengan langkah pelan sedikit Ragu mendekat.Perawakan yang sangat Ardi kenal.sungguh Ardi tak mau jika itu dia karena ia mendengar tangis yang sangat memilukan.


"Semoga bukan kamu" Ucapnya lirih.


Namun harap tinggallah harap.Pita, Wanita itu tengah menangis Pilu.Hati Ardi teriris saat mengetahui sosok yang tengah ia Rindu menangis sendiri.


Tanpa Aba-aba Ardi memeluk Pita hingga membuat Pita terkejut, namun keterkejutannya tak berlangsung lama saat mengenali siapa yang memeluknya, Pita menangis sejadi-jadinya di dada bidang Ardi, Ardi mencoba menenangkan Pita ia mengelus punggung Pita pelan mencoba membuat Pita sedikit Tenang.


Satu jam, satu jam mereka berpelukan.Pita mengurai pelukannya.


"Maaf" Cicitnya.


Ardi tak menjawab ia berjalan cepat ke arah mobilnya, lalu mengambil botol minum baru dan handuk bersih yang selalu ia bawa.


"Ini" Ucapnyasambil memberikan Pita Air, Pita pun meneguknya beberapa tegukan"Basuh mukamu"Titahnya"Make up yang kamu pakai sungguh berantakan"Ucap Ardi.Pita pun mengangguk lalu membasuh mukanya.


Sudah 15 menit mereka berdua diam tanpa ada yang berniat memulai.


Pita beranjak berdiri namun tubuhnya Oleng karena kakinya kesemutan.Ardi dengan sigap membatu Pita.


"Jangan pegang kakiku, kaki ku kesemutan" Ucap Pita saat Ardi berjongkok di hadapannya.


"Oh, ya udah biarkan kalau begitu." Ucapnya lalu berdiri dan duduk kembali di tempat tadi"Kenapa bisa sampai sini lagi"


"Kabur"Jawabnya setengah berbisik.


Ardi menggelengkan kepala.ini kedua kalinya ia mendengar kata Kabur dari wanita yang selalu menghantui di setiap malamnya.


" Kemarin Ayah datang lagi bersama Ibu dan keluarga-keluarga mereka.aku tak tau maksudnya kenapa mereka datang bersamaan.malam tadi Ibu dan Ayah berbicara kalau hari ini aku akan di nikahkan dengan Syam."


Ardi terdiam menunggu Pita kembali berbicara.


"Aku gak pantas untuknya, aku pun tak mengenalnya.Ia seorang anak pejabat,belum lagi ia juga memiliki banyak Usaha.orang tua ku senang karena akan berbesanan dengan mereka.Tapi aku malu, aku bukan apa-apa, aku bukan wanita berada, dan aku........


Pita Diam tak melanjutkan ucapannya, Air matanya terus menetes di pipi putih yang telah memerah itu.


" Jika Aku yang meminang mu?apa kamu akan menerima ku?"tanya Ardi.


Mulut nya seketika mengatup setelah mengucapkan 2 pertanyaan itu, ia merutuki dirinya sendiri atas apa yang ia ucapkan barusan.


Pita terlonjak Kaget setelah mendengar pertanyaan itu.

__ADS_1


"Jangan ngaco" jawab Pita.


Ardi pun menoleh pada wanita yang tengah menatap jauh itu "Bila aku seris?"


Pita menoleh, mata mereka bertemu.Pita melihat keseriusan di mata Ardi.namun ia buru-buru menunduk.ia tersenyum kecut."Jangan aku tak pantas untuk mu"


"Why?" Tanyanya sedikit meninggi membuta Pita menoleh kearah Ardi.


Ardi menghela napas panjang, dan membuangnya secara kasar.ia tertawa sumbang membuat Pita menatapnya penuh tanya.


"Ya, aku sadar siapa aku.Aku hanya buruh, penghasilan ku tak menentu.Syam calon suamimu pasti ia berdasi, berjas, bermobil mewah.sedang aku berpakaian compang camping,mengendarai pik up.belum lagi kerjaku hanya seorang pengangkut sayur ke pasar." Ucapnya diiringi tawa kepiluan"Mana mungkin aku bersanding dengan mu, kamu seorang Selebgram, Cantik, Pintar."Ucapnya sambil menatap lekat Pita.Pita teriris hatinya saat mendengar penuturan Ardi


"Bukan begitu A"


"Lalu apa?" Tanya Ardi, Ardi menutup matanya meredam sedikit Emosinya.ia tak mau melukai wanita yang ia sayangi."Apa yang bisa di banggakan dari ku?Aku tak bergelimbang harta seperti menantu pilihan Orang tuamu."Ardi Berdiri di ikuti Pita"Pita, aku sadar aku hanya orang miskin.tak mungkin aku bersanding dengan mu"


Pita memejamkan Matanya, tangannya terkepal.


"Aku Sudah gak Virgin"


Empat kata yang membuat Ardi seketika terdiam mematung.namun ia segera mengerjap, ia tak peduli akan hal itu."


"Aku tak peduli, aku hanya maunya kamu" Ucap Ardi penuh ketegasan.


Pita tersenyum miring."Apa yang Aa harap kan dari ku? Aku dah gak suci lagi."


"Aku tak peduli Pita." Jawabnya.


"A, Jangan hancurkan Hidup Aa.Aa orang baik" Ucap Pita dengan derai air mata.


"Kamu juga Wanita Baik Pita, Kamu wanita baik"


Ardi mengangguk"Kamu juga tak tau masa lalu ku kan?"Pita mengangguk"Apa pun yang terjadi di belakang biarlah itu jadi kenangan dan jadi pelajaran.kita manusia tinggal memperbaiki diri berubah menjadi orang yang lebih baik.Memang sulit tapi manusia di takdirkan belajar.di mulai dari bayi dari tidak bisa Apapun hingga sebesar ini, hingga bisa mengais rejeki sendiri itu disebabkan karena belajar."Ucap Ardi.


Pita menunduk


"Ambisi kadang membuat manusia lupa tujuannya hidup,Tapi sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang menyadari kesalahannya dan merubah haluan yang awalnya buruk kearah yang lebih baik.Aku tak mempermasalahkan tentang masa lalu kelam mu.aku hanya berharap kamu jadi wanita yang lebih baik.aku ingin kita sama-sama mencari Ridho Alloh.meraih Surga bersama."


Kaki Pita serasa lemas ia pun duduk kembali dan menangis setelah mendengar kejujuran Ardi, hatinya sakit benar-benar sakit.ia tak mau menyakiti orang sebaik Ardi.ia bertanya-tanya apa dia pantas bersanding dengan nya?apa dia pantas hidup bersama Ardi laki-laki baik yang di temuinya beberapa kali.


"Pita" Panggil Ardi, Pita lun mendongkak"Aku tak memaksa, bila kamu tak mau juga tak apa"


Pita kembali menunduk"Aku malu"Cicitnya


"Kenapa malu?"


"Aku malu,pada mu dan keluarga mu"


"Cukup aku yang tau Aib mu,aku tak akan membeberkan Fakta itu pada keluargaku.Dengar Pita jangan takut.kita hadapi bersama-sama"


Pita mengangguk.


"Kemana tujuan mu?" tanya Ardi.


"Aku tak punya tujuan" Jawabnya.

__ADS_1


"Aku tak mungkin membawa mu pulang, pasti Ruli sudah kerumah"


"Ruli ada Di bandung.tapi aku takut Erik membocorkan keberadaan ku."


"Erik siapa mu sih?" tanya Ardi kesal.


"Erik?Erik adik kelas ku dulu,aku sering di buly olehnya, Hingga Aku berubah nakal.saat SMP aku di ajak teman yang bermuka dua mengenal teman-temannya salah satunya kakaknya Erik"


"Zuan" Ucap Ardi.


Pita menggeleng"Adik Kembar Zuan, Zian namanya.Aku di kenalkan dengan mereka dari situ aku mengenal Rokok dan minuman keras.Hingga suatu saat ada yang melaporkan ku hingga Aku di DO.Ayahku menyiksaku, Ibuku memukuliku hingga aku kabur ke Bandung, Uu menemukanku di rumah bibi ku.dari situ aku mulai di sekolahkan kembali oleh Uu.Saat SMA aku, Ruli dan Widi suami Ruli kita terjun kedunia model.pakaian ku tak seperti ini sangat sexy.bahkan aku pernah menjadi model bi****."Jujur Pita "Itu semua aku lakukan karena aku wanita yang kurang kasih sayang, Ayah dan Ibu ku bercerai Dua bulan setelah ku lahir, mereka memberikanku pada Uu, dan Uu yang bekerja keras demi ku."Pita memejamkan matanya rapat-rapat, mengatur emosinya agar tak meledak-ledak.


" Kamu mau tau ke sucianku di renggut oleh siapa?"tanya Pita.


Ardi diam, ia tak mengaguk ataupun menggeleng ia Berusaha jadi pendengar yang baik sembari mencerna setiap apa yang di ucapkan Pita.


Pita menghela nafas panjang"Ruli dan Widi akan menceritakannya padamu"Ucap Pita."Boleh aku minta tolong?"


"Apa?"


"Antarkan aku pada Ruli, Aku akan menikah dengan mu.dengan bantuan Ruli kita pasti bisa menikah"


"Kenapa tak langsung pada keluarga mu"


"Ayah dan ibuku tak suka di tentang, tapi Ruli memiliki kartu yang bisi menutup mulut mereka."


Ardi menghela nafas gusar.lalu merogoh sakunya mengeluarkan benda pipih kecil yang menemaninya 10 tahun ini.


"Assalamu'alaikum Luk, Barang ku kamu kirim ke rumah semua di sana ada Dani dan Sigit yang akan mengurus"


"Wa'alaikum salam,kamu gak akan kesini Di?"


"Aku akan kesana, aku akan meminjam mobil mu"


"Mobilku?mobilku kan akan di pakai mengantar barang ke rumah mu Di?"


Ardi terdiam seketika, ia mengetuk-ngetuk kaca mobil sembari berpikir


"Gak jadi, Habis Dzuhur aku kesana Assalamu'alaikum"


Ia pun menutup telponnya sepihak.Lalu menelpon seseorang lagi.


"Assalamu'alaikum Git, dengarkan kakak baik-baik Aa gak akan mengulangnya"


"Wa'alaikum salam, iya A ada apa?"


"Kamu ke taraju ACD, Aa tunggu kamu di pertigaan Jalan arah ke Surapati.kamu bawa motor Aa dan jaket juga helm masing-masing 2.Helmnya jangan yang tertutup."


"Oke"


"Kamu kesini bareng Dani, Aa tunggu setengah jam dari sekarang." Ucapnya lalu menutup telpn.


"Naik mobil yuk, nanti aku antar ke salah satu warung kamu bisa ikut shalat disana" Ucap Ardi dengan Lembut.


"Makasih A"

__ADS_1


"Yuk" Ajaknya lalu mereka pun berjalan mendekati Mobil, Arsi membukakan pintu untuk Pita, Pita pun mengangguk dan tersenyum,Ardi pun balas tersenyum.


"Bismillah, semoga Awal yang baik" Ucap Ardi dalam hati.


__ADS_2