
Mahreen terus saja mencolek pipi adiknya yang tengah tertidur membuat Pita hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Kakak, Udah Mandi?" Tanya Ardi.
"Udah tapi sama Uwa Santi."
Ardi duduk di sebelah Mahreen yang terus mengganggu adiknya"Temen-temen Mahreen ngajakin sepedahan Tuh"
"Mahreen gak mau, Mau disini aja sama Arsa."
"kalau mau disini jangan Ganggu Arsa nya donk kak, kasihan Dia lagi tidur"
"Ihhh Ayah, Mahreen tuh suka sama Pipinya adek yang kaya ba'pau.Lucu."Pita dan Arsyad saling Pandang saat setelah mendengar jawaban dari Mahreen mengenai Arsalan yang memeng memiliki pipi yang Bulat
" Kakak pengen Pipinya kaya Ba'pau juga?"tanya Pita yang langsung di angguki Mahreen"Makannya jangan suka dimainin.Makan yang banyak, susu sama sayurannya di makan jangan di anggurin.nanti juga kalau kakak makannya terus bagus Pipi nya bakal ba'pau soalnya dulu juga kakak pipi nya ba'pau cuma kakak nya sekarang susah makan jadi pipinya tirus."
"Ok" Jawabnya"Adek kapan bisa Mahreen ajak main?"
"Nanti Kak kalu adek udah agak besar" Jawab Ardi sambil mengelus Rambut hitam legam milik Mahreen.
"Mahreen Mau Bakso?" Tanya Pita.
"Bunda mau Bakso?" Tanya Mahreen balik
"Mau, tapi jangan pake sambel ya" Ucap Pita
"Ayo Ayah ke warang MangSigit kita beli bakso." Ajak Mahreen sambil beranjak dia sangat Antusias jika sudah berhubungan dengan Bakso.
"Sebentar ayah ambil uang dulu.Mahreen tunggu di depan, tawarin Mamang Alfi sama Bibi Amma."Mahreen pun berlalu setelah mengangguk.
" Baksonya di bening?"tanya Ardi
"Gak dibening juga atuh A,di pakein saos sama kecep cuma jangan banyak-banyak."
__ADS_1
"Ya udah Aa berangkat dulu" Pamit Ardi.
"Ya, hati-hati jangan ngebut." Ardi pun mengangguk lalu berlalu setelah berucap Salam
Pita memandang Anak nya yang tengah terlelap Arsalan Muhammad Al Kahfi itulah nama yang diberikannya untuk anak ketiganya.
"Gak kerasa udah 7 tahun aku hidup sederhana,Jauh dari kota besar." Ia mengelus pipi Arsa"Ya Alloh terima kasih atas segalanya, Atas Cinta, atas kasih sayang dan kesempatannya"
Pita ingat saat ia memutuskan untuk pulang dari Bali, Pergi dari Cinta pertamanya.ia pernah meminta kesempatan pada Tuhan, Kesempatan bertaubat, kesempatan merasakan kebahagian, dan merasakan ke utuhan berkeluarga.
Sudah 7 Tahun setalah ia memutuskan untuk meninggalkan ibu kota yang telah membesarkan namanya, yang telah membuatnya serba berkecukupan bahkan Lebih.
Dan 7tahun ini apa yang tak ia dapatkan di Ibu kota, ia dapatkan sekarang.Bukan Mobil keluaran terbaru,Bukan Rumah Mewah bak hotel berbintang, tapi Cinta dari keluarga.
"Makasih Nek" Ucapnya dengan lelehan Air mata.Neneknya Bukan saksi kesuksesannya Tapi hanya Nenek nya lah yang menyayanginya dengan Tulus, karena sepeninggal Neneknya tak ada satupun keluarganya yang peduli.Bahkan saat Pita dan Ardi juga Mahreen berkunjung kerumah orang tuanya mereka mengacuhkannya hingga membuat Ardi seorang yang lembut dan penyabar marah dan membawanya langsung ke Bandung ke tempat Dwi.
Pita tersentak saat Ardi tiba-tiba memeluknya"Jangan melamun sayang"Ucap Ardi lirih tepat di telinga Nya."Aku tau kamu selalu ingat masa lalu mu"
"Tapi bahagiakan?" tanya Ardi setelah melepas pelukannya.
"Sangat" Jawabnya"Terima kasih A, Aa udah pernah bela-belain pergi ke Bandung cari aku dan hiks...makasih udah merangkulku, nerima aku yang udah gak perawan hiks.....nerima aku dengan segala masa lalu ku hiks hiks...makasih udah membuat cerita Baru yang penuh cinta....
Ardi memeluk Pita dengan sayang ia mengelus punggung yang bergetar itu "Jangan pernah mengungkit masa lalu ya, gak baik." ucap Ardi"Aa sayang sama teteh."
Pita bahagia mendapatkan Ardi orang yang begitu sabar dan penyayang.ia ingat betapa beratnya beban yang di pikul Ardi apa lagi saat Hana terkena musibah, ia saksi bagaimana Ardi terluka dan Hancur karena adiknya terkena musibah itu.
...---------------...
"Persiapan pernikahannya udah berapa persen?" tanya Pita pada Sigit.
"Persen apanya, Aurinya juga hadehhh marah-marah mulu kalau ketemu Sigit."
"Ya udah gini aja.Kamu ngomong sama Tere, tanya apa yang di suka sama Auri sekalian tolong siapin gedungnya."
__ADS_1
"Gimana-gimana?" Tanya Sigit"Gendung?berapa Piro yang harus sigit keluarin Teh kalau sama gedung."
"Gak mungkin kamu nikah di rumah mertuanya Jesi." Ucap Pita"Auri itu cuma punya Jesi dan Jesi sekarang tinggal sama Mertuanya maka dari itu Auri milih ngekos."
Sigit Diam setelah mendengar penjelasan dari Kakak iparnya itu.
"Makanya kamu bilang sama Auri Nikahnya mau di KUA aja, mau di sini atau mau di Gedung.kalau mau di KUA berarti sederhana gak Ribet, kalau mau di sini biar teteh yang handle kalau mau di gedung biar Tere yang urus."
"Sigit mau nya di KUA aja sih Teh,terus nanti mulung mantu disini."
"Nah itu lebih bagus, Teteh yakin Auri akan setuju."
"Tapi Teh Jesi gimana?"
"Gampang itu, nanti teteh yang Urus." Jawabnya
"Selalu teteh yang Urus" Ucap Sigit."Sigit sama keluarga selalu aja ngerepotin teteh. apa-apa teteh."
"Gak gitu juga, ga kadang kan kalau teteh gak bisa ada Aa."
Sigit memegang tangan Pita "Makasih sudah hadir di tengah-tengah kami, menjadi cahaya bagi hidup kami."
Pita mengagguk"Teteh yang harusnya bilang makasih karena udah nerima teteh."
π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³
kebangetan ya nungguinnyaπ
maaf banget baru bisa Up lagi
Gak janji bakal bisa terus Up tapi di Usahakan.
see you
__ADS_1