ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
49


__ADS_3

Tiga puluh tahun bukan lah waktu yang sebentar bagi Ardi dan Pita menjalani rumah tangga.Suka duka, pahit dan Manis kehidupan mereka rasakan bersama.


Ardi menatap nanar gundukan tanah yang penuh dengan bunga, ia tak menyangka separuh Jiwanya telah kembali ke pangkuan sang pencipta.


"Ayah ikhlas Bun" Ucapnya lirih.


Mahreen memeluk Ayah nya dengan sayang, Sungguh ini tak terduga, Bagaimana tidak Dua hari lalu semua anggota keluarga nya berkumpul merayakan Ulang tahun Zio anak Bungsunya dan hari kemarin Ia bersama Bunda dan Ayah nya menghabiskan waktu bersama di tempat rekseasi sebelum mereka kembali pergi ke kota tempat mereka menyibukan diri mengais pundi-pundi rupiah.


"Ayah"


"Mahreen gak boleh nangis" Ucap Ardi sambil menghapus jejak Air mata di Pipi Mahreen


"Kak" Panggil Arsa"Bunda sudah tenang jangan menghalangi jalannya"Ucapnya lagi.


"Bun,Salamin sama Rosululloh ya.Khadijah yakin Bunda akan masuk surga" Ucap Anak bungsunya


"Iya, Ibu akan masuk surga" Ucap Fadli suami Khadijah.Khadijah tersenyum seraya mengangguk.


Naina Pitaloka Nurbaya meninggalkan jejak yang sangat dalam bagi seluruh keluarga, ia adalah wanita tangguh hidupnya selalu di gunakan untuk terus mengabdikan diri di rumah mendidik anak-anaknya dan membantu suaminya.

__ADS_1


Tiga anak nya sangat-sangat patuh terhadapnya, apalagi Khadijah anak Bungsunya yang menikah dengan Fadli pemilik sebuah Pesantren besar.Pita bukan hanya mengantarkan Anak-anaknya menjadi Hafiz tapi juga mengahantarkan anak-anaknya hingga sukses seperti Mahreen, Mahreen adalah seorang Dokter Spesialis yang telah menikah dengan seorang Pembisnis dan memiliki 3 orang anak.Belum lagi Arsa, Arsa adalah seorang Pilot.Bukan hanya gagah dan Tampan tapi ia juga pintar karena selain menjadi Pilot ia juga mengurus beberapa Bisnis Ibunya yang ada di kota ia juga telah menikah dengan seorang Dokter dan memiliki dua anak.


"Kita Pulang" Ucap Ardi


Semuanya berdiri saat Ardi mulai berdiri, Ardi tersenyum kecut "Selamat Jalan Bun, Ayah akan sering datang" Ucap Nya lalu berbalik.


Anak dan menantunya tak ada yang tak menangis sepanjang pemakaman bahkan sampai sekarang mereka masih menangis meski suara tangisnya tinggal sisa.Pita di kenal dengan kebaikan hatinya, kelembutannya dan selalu menolong orang.


...-----------------------...


Ardi terduduk di Pinggiran Kasur dimana tadi pagi Pita manghembuskan nafas terakhirnya.ia masih ingat jelas kala Subuh datang Pita mengajaknya shalat berjama'ah dirumah dan ia pun mengiyakan lalu dilanjut tadarus bersama namun saat mereka tengah akan menyelesaikan Surah Al-Mulk Pita terkulai lemas.


Pita adalah separuh jiwanya, cinta pertamanya.Wanita yang begitu baik pada semua keluarganya, memajukan mereka, memberi mereka solusi, modal dan memberi mereka motivasi itulah yang selalu Pita lakukan ia tak pernah perhitungan ia selalu melakuakn hal-hal yang membuat dirinya sendiri terharu.


kebaikan-kebaikan yang ia tebar membuat tak satupun orang merasa tak kehilangan, terbukti dengan begitu banyak orang yang datang melayat dan begitu banyak yang bilang tak menyangka bahkan saat menyolatkan banyak orang yang berbondong-bondong ingin ikut menyolatkannya....


"Bunda Ayah juga ingin pulang" Ucap Ardi lalu berbaring


"Ya Alloh, Jika engkau ijinkan Aku ingin ikut pulang bersama belahan Jiwa ku.Dia penyemangat hidupku......

__ADS_1


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Cerita ini sebentar lagi insya'alloh bakal End ya


Me\=kenapa?


Pembaca\=Karena Author mau bikin cerita baru?


Me\=Bisa jadi


Tapi intinya bukan itu sih, dulu author waktu nulis dengan nama pena author yang Ryani ciner ceritanya panjang-panjang mulu, Author suka pusing sendiri makanya Author mau bikin cerita pendek-pendek dan ini yang tepanjang setelah Author pake nama pena Neng Yani


oke Tunggu eps terakhinya ya...


jangan lupa Like and komen...


Di tunggu banget


see youu😘

__ADS_1


__ADS_2