
Sepuluh hari setelah Azizah meninggal Pita dan Ardi ditemani Ruli dan Widi yang masih tinggal di kediaman Pita, Pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Pita paska melahirkan.
Ruli sudah mengusulkan dari hari ketiga Baby Azizah meninggal Namun Ardi dan Widi melarangnya karena jalan menuju Rumah sakit kota sungguh sangat jelek,bukan di kota nya namun setengah jalan menuju rumah sakit sangat lah tidak baik.
Dokter spesialis Kandungan itulah tujuan mereka.Ruli di rundung ketakutan mengingat ini adalah ke sua kalinya Pita melahirkan bukan di Rumah sakit namun di rumah yang hanya di temani Paraji dan Bidan.
"Nyonya Naina Nurbaya Pitaloka" Ucap Perawat, Pita pun beranjak di ikuti Ruli, Widi dan Ardi."Silahkan masuk.
"Wid, kamu mau masuk?" Tanya Ardi.
"Enggak lah, Aku mau ke kantin dulu nyari cemilan sambil Nunggu kalian" Jawab Widi"Jangan Tegang, Insya'alloh semua akan baik-baik saja"Ucapnya Pada Pita, Pita pun mengangguk seraya tersenyum, Widi beralih pada Ruli"Kalau mau ikut masuk, jangan buat orang khawatir."
"Siap Bos" Jawab Ruli.
"Banyakin Istigfar"
Setelah Mengiyakan Nasihat Widi.Ruli, Pita dan Ardi pun masuk kedalam Ruangan bercat putih tersebut.
Hal yang menegangkan terjadi saat Pita masuk dan di suruhnya berbaring di bangkar.USG itulah yang pertama kali di lakukan oleh sang Dokter pada Pita.Dokterpun memberi tahunya jika rahimnya baik-baik saja hanya saja dan menyarankan agar Pita tidak kecapean karena mau itu orang yang tengah mengandung atau bukan lebih baik jangan terlalu kecapean karena itu akan membuat kondisi tubuh menurun.
"Baik, terimakasih Dok" Ucap Pita seraya berjabat tangan dengan Sang Dokter.
"Sama-sama Bu Pita." Jawab nya."Jika ibu kembali hamil kurang dari satu tahun kedepan usahakan jangan terlalu capek dan sering - seringlah konsul.jika terjadi sesuatu atau ada yang mau Ibu tanyakan Ibu bisa menghubungi saya"Ucapnya dengan memberikan kartu namanya.
"Terimakasih dok"
"Sama-sama" Jawab sang Dokter.
__ADS_1
Pita, Ardi dan Ruli pun keluar dari ruangan tersebut setalah melakukan sesi Poto yang di minta oleh Ruli, Dokternya sampai bingung dan bertanya Siapa mereka hingga Ruli menjelaskan Jika Bu Naina adalah Pitaloka Nurbaya salah satu Selebgram yang sudah centang Biru.Sang dokter pun hanya mengangguk-ngangguk mengerti tak banyak bicara karena memang dokter tersebut sangatlah kalem.
"Sigit menelpon" todong Widi setelah Pita dan yang lain keluar Ruangan.
"Kenapa?"
"Jesen,Vinsen dan Mahreen mengamuk bersamaan karena tak melihat kita ber empat dirumah setelah pulang dari warung Bakso Sigit tadi." Ucap Widi.
"Lalu bagaimana?" tanya Pita.
"Sigit,Alma, Alfi dan Auri mereka tengah di perjalanan membawa Jesen, Vinsen dan Mahreen kemari."
Ruli memutar bola matanya malas lalu berjalan lebih dulu di ikuti yang kain."Itu semua akal-akalan mereka aja."
"Kok gitu?" tanya Widi
"Vinsen dan Jesen udah minta jalan-jalan dari kemarin, mereka bilang udah gatel pengen berenang karena kan tiap seminggu dua kali mereka berenang.Siap-siap aja turutin mau mereka, dan lagi sekarang ada Princess Mahreen yang gak mungkin bisa kamu dan yang lainnya tolak." Ucap Ruli.
"Mereka udah di depan." Ucap Ardi setelah melihat pesan dari Alfi yang bilang Mahreen tengah nangis Kejer gak bisa di tenangin oleh siapapun.Sigit yang awalnya menyetir pun memberikan kemudi pada Auri dan memegangi Mahreen yang terus menangis dan memberontak tak bisa diam."Baca deh"Ucapnya pada Widi seraya memberikan Handphonenya yang langsung di sambar Ruli.
Ardi pun bergegas ke luar bersama Pita.Dan benar saja Ardi mendengar dan melihat Mahreen mengamuk dan itu pertama kalinya karena ia belum pernah sekalipun melihat Mahreen marah dan menangis sekencang itu.
"Kok bisa Gini sih?" tanya Pita seraya membawa Mahreen dari gendongan Sigit."Cup cup cup, Ini udah sama Bunda sayang....jangan nangis lagi yah"Ucap Pita seraya mengelus lembut kepala Mahreen
"Di kompori terus sama Vinsen dan Jesen." Jawab Sigit seraya melirik tajam pada kedua anak kecil yang dengan wajah polos nya menampakkan cengiran. "Alfi dan Alma diam aja lagi gak ada bantuin"
Pita terkikik"Udah di ajak kompromi ya?"tanya Pita pada Alma, Alma yang di tanya menyenggol lengan Alfi dan keduanya pun mengangguk.
__ADS_1
"Kata Jesen kalau kita bisa ngajak Mahreen menyusul Bunda dan Ayah kita bisa langsung jalan-jalan" Jawab Alma.
"Bagus...Pinter banget sih?Di ajarin sama siapa hah?" tanya Ruli yang baru saja datang.
"Bunda dan Daddy" Jawab Jesen dan Vinsen seraya menunjuk Pita dan Widi bergantian.
Pita tersenyum."Udah censel aja kepulangannya seminggu lagi Rul."Ucap Pita seraya berjalan menuju mobil"Aku butuh Refresing tapi pengen sama kalian juga"
"Gak bawa lagi aku tuh Pit."
"Baju di toko banyak Buk, gak usah kaya orang susah deh" Jawab Pita."Udah aku naik mobil ini aja, sama Vinsen dan Jesen takut nanti mereka kena amuk emaknya.nanti muka gantengnya ilang."
"Ya udah Alfi sama Alma ikut di mobil Aa aja ya" Ajak Ardi."Jangan ngebut Git bawa mobilnya"Ucapnya Pada Sigit yang langsung di anggukinya.
"Sigit ke toko Area dulu." Titah Pita.Sigit pun segera melesat mendahului kakaknya pergi ke toko yang kakaknya sebutkan.
Setelah sampaibdi toko itu Pita dan pun bergegas masuk di ikuti Ardi dan yang lainnya untuk membeli perlengkapan berenang dan membeli barang-barang yang sekiranya di perlukan.
Pita dia hanya membawa baju setelan daster berlengan panjang berwarna Hitam satu Dress syar'i dan dua kaos kaki untuk dirinya sedangkan baju untuk Mahreen dia membeli baberapa Piyama, baju kaos, baju muslim, handuk dan beberapa hijab cantik.pikirnya kapan lagi ngejebolin dompet suaminya, karena dia tidak sering keluar rumah untuk hal semacam ini.
Sedangkan Sigit menggiring kedua adiknya untuk memilih apa yang mereka mau dan mereka butuhkan.ia sudah meminta Izin pada kakak nya untuk membelikan apa yang di butuhkan kedua adiknya dan Ardi pun mengijinkan dengan catatan masuk ke tempat bermain nanti biar Ardi yang membelikan tiket masuk dan juga membayar makan.Sigit pun menurut apa kata kakaknya itu.
Apa kabar Ruli, Ruli dan Widi di sibukkan dengan kelakuan ajaib kedua anaknya yang merepotkan para pelayan disana.Widi sih tak merasa aneh karena itu adalah suatu kebiasaan yang di turunkan Ruli karena Ruli adalah orang yang selalu ingin dilayani dan perfek.tak heran bila anak-anaknya memiliki sifat seperti itu.
Sedangkan di salah satu deretan Hijab berdiri gadis cantik memandang jauh ke arah aki-laki yang memeperlihatkan seorang laki-laki yang tengah memilihkan baju untuk adiknya, Ia tersenyum kecil.kagum satu kata itu yang mampu ia jelaskan mengenai perasaannya.
💙💙💙💙💙💙💙
__ADS_1
Siapakah wanita itu apa dia Auri atau wanita lain???
oke jangan lupa like dan komen ya.