
Jansen dan Vinsen adalah kakak beradik dari pasangan Ruli Yandita dan Widi Dwi Fradana yang meninggal saat perjalan menuju singapura.
Hidup Jansen dan Vinsen sangat rumit apa lagi setalh orang tuanya tiada.
Jansen mengambil Alih Usaha Restoran dan apartement sedangkan Vinsen mengambil Alis studio dan juga beberapa Vila yang di miliki oleh Orang tuanya.itu semua atas perintah dari Pita sahabat orang tuanya.
Delapan tahun lalu tepat 5 tahun setelah orang tuanya tiada Jansen mendatangi Pita dan meminta Khadijah putri bungsu sahabat Ayahnya itu untuk ia nikahi, Namun ia harus menerima pil pahit karena Khadijah menolaknya.
Ia sadar mana mungkin seorang wanita yang sekarang sudah bercadar itu mau menikah dengan pemabuk sepertinya.
Dan hari ini ia setalah Delapan tahun ia baru melihat Khadijah lagi, wanita yang dulu sering ia manjakan kini telah jadi milik orang.
Kenapa dek?kenapa bukan kakak yang kamu pilih.
Ucap nya dalam hati saat mengingat kejadian siang tadi di pemakaman,ia saat ini tengah ada di pesawat yang akan membawanya ke Inggris untuk menemui undangan pernikahan sahabatnya.
"Bos besok setelah acara kita harus segera kembali?"
"Why?"
"Maaf aku melupakan sesuatu" Ucap Dimas pada Jansen seraya menunduk.
"Apa?"
"Kita ada janji dengan Pak Kus dua hari lagi."
"Gila kamu"
"Maaf bos."
Jansen mengendus, tak menanggapi Ucapan Asistennya.
Deg
..."Jika kau mau Hubungi mamang, Mamang tunggu sampai akhir bulan ini"...
Kata-kata itu terlintas di pikirannya hingga ia bertanya pada Dimas sang Asisten"Tanggal berapa sekarang?"
"Dua puluh dua."
"Hah?"
"Kenapa Bos?" Tanya Dimas"Sekarang tanggal dua puluh dua hari Jum'at."
Jansen menggelengkan kepalanya "Sampai tanggal berapa bulan ini?"
"Dua puluh Delapan"
Deg
Jantungnya detak cepat saat mendengar jawaban dari Dimas berarti hanya beberapa hari lagi.
"Ada apa Bos?" Tanya Dimas yang melihat gelagat aneh bosnya
"Ada jadwal apa lagi setelah pertemuan dengan pak Kus ?"
"Tidak ada pak.hanya di tanggal 2 kita ada pertemuan dengan Pak Lutfi juga Bu Dzifa yang akan membeli Apartemen kita untuk di tempati temannya" Ucap Dimas setelah melihat jurnalnya.
"Kenapa harus tanggal 2?"
__ADS_1
"Karena beliau tengah umroh dan akan pulang akhir bulan ini" Jawab Dimas
"Baiklah, kamu hendel semua urusan kantor beberapa hari kedepan.Saya ingin menenangkan diri."
Dimas menatap Bos nya yang tengah menutup mata"Tapi jangan matikan telpon."
"Why?"
"Karena saya takut ada hal mendesak seperti waktu kematian Bu Pita." Jawab Dimas takut.
Jansen menbuang nafasnya kasar, iya waktu itu ia menatikan telpon nya saat ia berkunjung ke bali menemui Teman nya Arda yang baru saja pulang dari Mesir dan berpesta hingga dua hari sampai ia kembali baru ia mengaktifkan Handphone dan betapa terpukulnya dia karena mendapatkan kabar jika Pita meninggal hingga ia mengurung diri dan mengamuk tak jelas pada Dimas dan Vinsen.
"Saya tak akan melakukan hal itu." Jawabnya"Suruh Gandi mengurus berkas-berkas dan laporan setiap Restoran dan Suruh Tania mengeceknya lalu kirimkan semua laporannya ke e-mail saya, Dan kamu urus sisanya."
"Soal pembelian 2 unit Apartemen yang di Jakarta selatan bagaimana?"
"Kamu urus saja pengan Pak Fras, nanti saya tinggal tanda tangan."
"Baik."
...---------------------------------------------------...
Jansen merasa ada orang yang menaiki kasur yang tengah ia tempati.dengan sengaja ia berbalik lalu menendang tepat pada bokong si empu yang naik ke kasurnya membuat si empunya jatuh tersungkur ke lantai.
"Gila" Ucap laki-laki berbadan kekar itu seraya mengusap-ngusap bokongnya.
Jansen bangun lalu menatap si pengganggu itu dengan tatapan tak bersalah.
"Apa?" Tanya Vinsen
"Lu yang apa-apaan.?"
"Batas waktu apa?"
Dug
Vinsen melempar bantal kecil pada kakaknya itu."Jangan pura-pura lupa"
"Apa?"
"Mang Sigit bilang, Dia akan di lamar oleh orang kota.Jadi sebelum itu Lu kak harus dateng dan gagalin tuh lamaran, meski lu udah tua tapi menurut gue Muti'ah itu cocoknya sama lu.dari pada sama yang mau lamar dia sekarang meskipun umurnya masih agak muda tapi ya kasihan aja soalnya yang lamar mau jadiin dia istri ke tiga dengan Mahar 80.000.000"
"Mahar?bukannya bukan mahar aja?"Vinsen mengedikkan bahunya.
" Kalau mau, segera hubungi Mang Sigit atau Mang Alfi, nanti mereka yang akan tanyain apa mahar yang di pinta dan juga saratnya."Ucap Vinsen" Selamat berjuang."
Jansen diam tak menanggapi ucapan Vinsen namun ia terlonjak kaget dengan suara bantingan Pintu yang di tutup oleh Vinsen.
"Allohu akbar." Ucapnya seraya mengelus dada
Ia pun meraih Handphonenya dan menelpon Sigit, dan menanyakan tentang Muti'ah itu.Sigit menjelaskan dengan detile yang ia tau tentang Muti'ah itu dan ia juga memberi tahu bahwa ada kabar jika Muti'ah akan di lamar tanggal 5 bulan depan atau tepatnya enam hari lagi oleh salah satu pengusaha properti asal Jember.
Tanpa pikir panjang Jansen pun meminta Sigit untuk melamarkan Muti'ah yang ternyata adik kelas Khadijah.Mutiah dan Khadijah berbeda dua tahun berarti berbeda 20 tahun dengannya.
"Bismillah." Ucapnya lalu mengirim pesan pada Dimas san Gandi untuk mencairkan Uang masing-masing 200.000.000 untuk persiapan nya, entahlah namun ia yakin jika lamarannya akan di terima oleh Muti'ah.Ia juga menyuruh Tania membeli Satu set perhiasan juga sepasang Cincin berlian.
Gandi dan Dimas datang bersamaan ke Apartemen Jansen untuk menyerahkan uang yang di pinta, mereka berdua adalah Asisten kepercayaan Jansen yang mengurus semua urusannya sedangkan Tania. Tania juga orang kepercayaan Jansen yang mengurus semua data perusahaan nya, dia adalah sahabat sekaligus anak dari mendiang Tere yang meninggal bersama orang tuanya dalam kecelakaan pesawat.
Gandi menatap heren bosnya yang berpakaian casual dengan wajah dan tatanan rambut yang berbeda, terlihat lebih muda dari usianya bahkan ia melihat jika warna rambut bosnya berubah menjadi warna coklat.
__ADS_1
Sedangkan Dimas menatap Koper yang ada di sebelah tempat duduk yang di duduki bosnya dan sebuah tas yang ia tau itu adalah tas yabg sering Jansen gunakan untuk pergi jalan-jalan.
"Bos, Tanggal dua ada pertemuan dengan Pak Lutfi....
" Kamu urus, Saya ada urusan yang lebih penting."Sela Jansen pada Dimas
"Bos, Pak Aksa meminta bertemu tanggal 3......
Ucapan Gandi terhenti ketika Jansen menatap mereka berdua yang tengah berdiri " Saya pekerjakan kalian supaya bisa mengurus pekerjaan saya, Bukan?Maka kerjakan."Ucapnya "Saya ada perlu Seminggu kedepan, saya akan tetap Aktipkan Telpon tapi urusan kantor saya serahkan kepada kalian dan saya tunggu laporan nya masuk ke e-mail saya." Ucap Jansen.
"Bos akan pergi kemana?"
"Saya akan pergi ke Tasik." Jawab Jansen"Siapkan Helikopter saya akan pergi siang ini."
Dimas pun segera mengutak ngatik Handponnya "Sudah, Helikopter akan sampai di atap gedung pukul 10."
"Maaf saya terlambat" Ucap Tania yang berjalan membawa paperbag bertulis toko berlian terkenal di kota Jakarta.Jansen mengangguk"Ini pesenannya"Ucapnya
"Udah aku transfer"
"Oke thank" Jawabnya lalu mengecek Handphonenya."Apa kamu jadi ke Tasik lagi?"
"Iya, Jam 10 aku berangkat" Ucapnya lalu mengeluarkan dua kotak perhiasan dari paper bag itu dan memasukkannya ke dalam Tas yang akan ia bawa pergi.
"Good, semoga kamu mendapat apa yang kamu mau" Ucap Tania girang, ia memang di beri tahu jika ia akan pergi ke Tasik untuk mencari gadis yang mau menikah dengannya.
Jansen bangun lalu memeluk Tania, Tania pun membalas pelukan Jansen yang sudah ia anggap kakaknya sendiri.Ibu dan Ayahnya sudah tak ada membawa serta Kakak dan Adiknya kepangkuan sang pencipta dihari yang sama bersama Mamih dan Papih Jansen membuat Jansen dan Tania juga Vinsen memutuskan untuk Hidup bersama sebagai keluarga.
"Tolong bawakan semuanya." Ucapnya pada Dimas dan Gandi, Dimas dan Gandi pun paham lalu meraih koper dan Tas sang Bos.
"Kenapa gak naik mobil?"
"Lelah" Jawabnya"Disana juga ada motor dan mobil mendiang Bunda dan Ayah."
Tania mengangguk sambil terus berjalan menuju Atap.
Jansen pun berangkat dengan di saksikan oleh Dimas, Gandi dan Tania.mereka mendo'akan semoga Jansen segera kembali, kembali dengan kebahagiaan.
π³π³π³π³π³π³π³
Holllaaaaa aku update lagi.....
Jadi kemarin tuh aku Update dan langsung dapet WA dari teman ku katanya judulnya ganti, namun aku urungkan karena ahhh udah lah Arah aja cuman dalam kurung nya yang di gantiπ
Dia juga bilang Up lagi donk, Seru kali yah nikahin perjaka tua dengan gadis belia.......
Seru insya'alloh....
Cuma kalau banyak yang like dan komen....
kalau gak banyak Author gantungin aja.....
karena jika sedikit berarti sedikit juga peminatnya....
kalau banyak ya berarti Alhamdulillah.....
Diusahain Update jika sudah kelihatan banyak yang like minimal 10 orang deh Author langsung Nulis lagi.....
See you
__ADS_1