
Kumpul keluarga adalah rutinitas yang di lakukan oleh Keluarga Besar Almarhum Ardi dan Almarhumah Pita.
Semua berkumpul di rumah peninggalan mereka.Anak,Cucu,Sodara dan semuanya datang tanpa terkecuali.
Orang yang sangat sibuk seperti Jansen dan Vinsen pun datang bahkan mantan istri Vinsen pun ikut hadir bersama suami barunya juga anak-anak mereka.
Mereka menyempatkan Waktu,mengosongkan Jadwal hanya untuk kumpul dan saling mengenal satu sama lain.
Banyak yang berubah itu pasti,ada yang meninggalkan dan ada yang datang.
Banyak anak-anak kecil yang baru lahir dan baru di kenali,bahkan ada juga menantu-menantu baru yang ikut hadir.
Banyak Sangat banyak orang,Hingga untuk saling mengenali satu sama lain pun susah.
Mahreen berdiri di Ujung tangga,Suara riuh yang mengombrol memenuhi gendang telinganya.satu sama lain saling bercengkrama belum lagi anak-anak kecil yang ikut teriak-teriak entah apa yang mereka teriaki.
Matanya terus menelisik satu-satu orang,Banyak sangat banyak yang tidak ia kenali,Mungkin mereka mengenalnya tapi tidak bagi dirinya.
"Hanya Ateu saja yang tidak memiliki banyak Anak dan Cucu"
Kata itu seketika membuat Mahreen menatap Bibinya lamat-lamat.
__ADS_1
Mahreen memeluk Wanita paruh baya yang selalu menjadi temannya sedari kecil.ia tau rasanya ditinggalkan,dan ia pun tau betapa kesepian Bibinya saat ini.
"Bibi harus kuat,Masih ada Kartika yang membutuhkan Bibi.Bibi jangan putus asa demi Cucu satu-satunya Bibi"Ucap Mahreen
Alma tersenyum lalu mengusap punggung Mahreen,keponakan yang paling ia sayangi.
"Jika suatu saat Bibi berpulang,Bibi titip Kartika pada Mu.Jaga dan sayangi dia."
Mahreen menatap Alma tak suka, kata-katanya mengingatkan Iya pada beberapa tahun ke belakang saat ayahnya bilang untuk dia jaga anak-anaknya, mendidik anak-anaknya dengan baik, Iya benci perpisahan tapi mau bagaimana lagi takdir seorang manusia memang harus seperti itu, setiap ada yang datang pasti akan ada juga yang berpulang.
"Aku gak janji,Aku tak mau mengekang seorang anak gadis mencari jati dirinya.Kartika bukan lagi anak kecil Bi."
"Tapi bibi hanya bisa berharap pada mu,Bibi merasa.........
Alma Limbung dan terkulai lemah.
"Bi"
"Bi"
Alfi dan yang lain mendekat lalu membawa Alma ketengah ruangan.
__ADS_1
" innalillahiwainnailaihirojiun" kata itu keluar begitu saja dari mulut yang berada tepat di sebelah Alma berada.
Kartika tanduk lesu, gadis tersebut menatap kosong pada jasad nenek nya tersebut. Khadijah merangkul tubuh gadis tersebut ia membisikkan kalimat istighfar berulang kali supaya Kartika mengikutinya.
Riuh langsung terjadi, ketika perkumpulan terjadi malah ada hal yang menyisakan hati. emang ini yang diinginkan oleh Alma Iya ingin berpulang tapi ingin disaksikan dan ingin dihantarkan oleh seluruh keluarga nya. 10 tahun sudah Alma hidup seorang diri di rumah besar peninggalan kakaknya, 10 tahun lalu suaminya meninggal bersama kedua putranya dikarenakan kecelakaan beruntun. tinggal Lah iya bersama dengan anak nya yang pertama, namun memang tak lama karena anaknya harus ikut kembali dengan suami meninggalkan kampung halaman merantau ke pulau Sumatera, hingga 4 tahun lalu anaknya meninggal ia pun dengan dibantu keluarga mencari di mana jasad anaknya dan di mana cucunya berada.
Mungkin hanya Waktu 4 tahun saja ia bisa menemani cucu satu-satunya, namun tidak ada keraguan sekali dikit pun di dalam hatinya ketika ia menitipkan cucunya pada keponakan yang sangat Ia sayang. Iya yakin keponakannya akan mengurus Kartika cucu satu-satunya dengan baik, mendidik cucunya dengan penuh kasih dan sayang.
Berpulangnya salah satu anggota keluarga membuat hati mereka kembali Rapuh, memang sudah takdirnya tapi mengapa harus secepat ini Bukankah umur Sigit lebih tua dari Alma? bahkan Hana dan Hani pun juga Dewi bertanya demikian? Mengapa harus Alma? adik bungsunya. satu-satu anggota keluarganya berpulang, meninggalkan anak-anak dan cucu-cucu mereka.
Arsya memijat keningnya yang terasa pening, Iya tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Iya menatap para tetua yang tengah menangisi jasad bibinya. Siapa yang tidak menangis, semuanya menangis saat mengetahui salah satu keluarganya ada yang kembali berpulang. Arsa tak tahu ia harus berlaku seperti apa, harus bagaimana? satu yang iya pikirkan, Apakah akan ada lagi pengganti bibi yang begitu cekatan dan begitu energik dalam melakukan segala hal, terutama mengumpulkan orang-orang untuk mengikuti acara temu keluarga, keluarga besar yang orang tuanya sudah lebih dulu berpulang.
Sedangkan Jansen memegangi dadanya yang terasa nyeri, Alma adalah orang yang sering ia isengi, dan Alma adalah seseorang yang selalu memaki memarahi dan selalu meminta ini itu padanya. bukan itu permasalahan sebenarnya, tapi Alma adalah teman, sahabat, dan juga sosok Ibu bagi dirinya. ya masih ingat ketika ia melakukan hal buruk kepada istrinya, Siapa yang berani datang menampar, memukuli dan memarahinya terang-terangan di hadapan semua karyawannya, hanya Alma yang bisa melakukan itu padanya. dia butuh Alma, dia butuh wanita yang tangguh, kuat dan selalu menguatkan.
Sedangkan Vincent sudah tak kuat menahan air matanya, dia pun sama dengan yang lain.mengapa harus Alma? Iya tidak salah melihat begitu kejahatannya Alma melakukan ini itu mempersiapkan acara kumpul keluarga ini, usia Alma memang hanya berbeda beberapa tahun dengannya tapi Alma memiliki jiwa berbeda dari yang lainnya. pikiran Vincent sama seperti Jansen iya orang yang selalu berdosa pada seorang wanita dengan kelakuannya yang buruk pada wanita, tapi hanya Alma yang berani menegur mereka, yang berani menampar mereka, yang berani memarahi mereka, yang tidak segan-segan melakukan tindakan bodoh hanya demi menyadarkan mereka dari kesalahan yang mereka perbuat.
"NENEK TIKA IKUT" teriakan itu mengiris hati semua orang yang ada di sana, teriakan dari seorang gadis yang tinggal Sebatang Kara. tak ada yang kuat tinggalkan apalagi hanya tinggal satu orang saja yang menjadi keluarganya, yang menjadi sandarannya.
" istighfar sayang istighfar" ucap Khadijah" Astagfirullahaladzim" bisik ya tepat di telinga Kartika" astaghfirullahaladzim" ucapnya lagi dengan tangan yang terus mendekat tubuh rapuh itu, Khadijah sama tidak kuat tapi mau bagaimana lagi ini sudah takdir.
berulang kali Kartika pingsan, semua keluarga merasakan kehilangan dan merasakan apa yang dirasakan oleh Kartika. bagi seorang anak orang tua adalah segalanya, orang yang akan berdiri lebih dulu Dan Bila mati-matian untuk dirinya.
__ADS_1
yah beginilah hidup, mau bagaimanapun semua sudah ada jalan takdirnya masing-masing.
Alma adalah salah satu orang yang yang memiliki sisi kebaikan yang lain yang terkesan bagi beberapa orang yang merasakannya.