
"Siapa Git?"Tanya Juna pada Sigit yang baru saja mendudukan diri di sebelahnya di Ikuti wanita Cantik berbaju Abu.
" Aurilianeu" Jawab Sigit.
"Wihhh nama nya ribet amat ya?" Tanya Kamila pacar Juna.
"Iya" Jawab Juna.
"Panggil Auri Aja" Ucap Auri seraya tersenyum.
"Oh iya kenalin nama Aku Kamila dan ini pacar aku Juna" Ucap Kamila seraya mengulurkan tangan dan di sambut langsung oleh Auri.
"Auri" Jawabnya lalu melepas uluran tangannya dari Kamila,beralih pada Juna dan langsung di sambut Juna tanpa berucap apapun.Auri menatap Sigit yang beranjak "Mau pulang langsung?"
"Oh, Enggak.Mau ambil Air, kamu mau?" Tanya Sigit yang di jawab Gelengan.
Sigit pun beranjak namun tak lama kembali menghampiri Auri, Juna dan Kamila.Ia tau Auri pasti Gabut karena Juna dan Kamila Sibuk sendiri.
"Are you oke?"
"Hah?" Tanya Auri bingung.Sigit pun menggeleng seraya tersenyum yang di sambut senyum kecil Auri.
"Itu gak salah suami Asyah?" Tanya Kamila, Sontak Auri, Sigit dan Juna pun menatap pelaminan.mereka belum sempat bersalaman dengan pengantin karena saat mereka sampai Pengantin tengah Sungkem jadi mereka memutuskan Untuk langsung duduk
"Iya"Jawab Juna" Tau gak umurnya berapa?"
"Hem?" Tanya Sigit
"Udsh masuk kepala empat katanya?"
Sigit maupun Auri diam dan menatap pegantin lamat-lamat,sepertinya benar laki-laki yang menjadi pengantin di pelaminan itu sudah sangat dewasa.
"Kalau gak salah 42" lanjut Juna
"Wihhh rekor" Seru Kamila"Duda apa udah punya Bini"
Sigit mengedikan bahu tanda ia tak bergitu tau.
"Pemuda kok" Ucap salah satu tamu Undangan
"Hah?"
__ADS_1
"Emang kenapa?" Tanya Ibu-ibu itu pada kamila, Dengan segera kamila pun menggeleng
"Dia terlalu cuek sama wanita dan lebih memilih karir, karir dan karir dalam hidupnya.jadi deh dia telat nikah" Ucap ibu-ibu tadi membuat yang lain mengangguk mengerti.
"Sebenarnya gak ada yang namanya telat menikah buk, mungkin Alloh memang menakdirkannya menikah di usia yang sematang itu." Ucap Auri."Kakak aku juga baru menikah beberapa bulan lalu di usianya 30 tahun."
Juna menatap Auri lalu berujar"Tiga puluh mah masih mending Ri....
"Perempuan"potong Auri membuat Sigit, Juna, Kamila begitupun ibu-ibu yang menimbrung pembicaraan mereka menoleh kearah Auri yang duduk paling Ujung" Menikah itu bukan tentang Umur tapi tentang kesiapan dan tentang Rejeki.kenapa? karena Umur itu hanyalah hitungan jari dan Rejeki, Bukankah menikah itu harus ada pasangannya?dan pasangan bisa di katagorikan Rejeki.kalau Alloh belum memberinya Rejeki lalu manusia bisa Apa?"Tanyanya yang di angguki Sigit dan Juna."Juga kesiapan banyak orang yang berhenti dan memutuskan mundur ketika wanita mengajaknya menikah"
"Iya bener banyak bukan banyak lagi" Ucap kamila menimpali seraya melirik Juna.
"Dan pasti jawabannya belum siap ya?" Tanya Auri yang langsung di angguki Kamila" Teh Mila, Biaya menikah itu Murah gak mahal kok namun yang selalu di pikirkan sebagian laki-laki itu jauh mereka kebanyakan memikirkan gimana nanti setelah menikah, Apakah mereka bisa menafkahi, bisa menjaga sedangkan bukan hanya untuk orang lain untuk mencukupi kebutuhan dirinya saja sudah kelimpungan.Banyak laki-laki yang memikirkan itu dan menjadi Ragu menuju pernikahan.dalam Al-Qur'an juga ada ayatnya "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (Berkawin) dari hamba-hamba sahaya mu yang laki-laki dan Hamba sahaya mu yang perempuan.Jika mereka Miskin Alloh akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.Dan Alloh maha Luas (Pemberian-Nya) lagi maha mengetahui" Q.S An-Nur ayat 32.Seharusnya mereka mengkaji ayat itu sebelum mengurungkan, kenapa?bukan kah sudah dinyatakan dalam Ayat Alloh "Jika mereka Miskin Alloh akan memampukan." membuatnya Mampu"Ucap Auri seraya tersenyum "Alloh akan memampukan hambanya yang ingin beribadah mengikuti sunah Rosul.Ibadah terlama yang sungguh sangat banyak pahalanya, ingat memampukan bukan membuatnya kaya karena Harta itu materi yang gak akan di bawa Mati.seandainya mereka kaya setelah menikah itu hanyalah Bonus dari Alloh, namun bila setelah menikah ia berkecukupan atau kadang kurang itu ujian dari Alloh.karena dalam menikah itu bukan untuk kesenangan semata tapi Untuk saling melengkapi, saling membantu, saling menguatkan dan lain sebagainya."
"Tapi banyak wanita yang ingin lebih dan ingin nya...
" Enak sendiri maksudnya?"Tanya Kamila pada Juna.Juna kicep lalu menunduk.
"Itu sih kembali pada orang-orangnya" Jawab Auri yang membuat Sigit tersenyum.
"Wihhh neng, kalau Ibu punya anak pemuda udah ibu jodohin kamu sama anak ibu" Ucap Ibu-ibu tadi, membuat Auri tersenyum canggung.
"Saya masih sekolah Buk"
"Iya Buk, Saya nabu 17 tahun" Jawab Auri.
"Daun muda bro?" Tanya Juna.Sigit yang di tanya hanya mengedikan Bahu acuh.
"Udah Ahh mending ke depan Yuk, kita salamin pengantinnya" Ucap Sigit seraya beranjak lalu membantu Auri berdiri yang di sambut baik oleh Auri.
Sigit sangat bahagia meski baru beberapa jam yang lalu ia bertemu dengn Auri namun ia bangga dengan kejutan-kejutan baru ia tau dari sosok wanita di sebelahnya.
"Kamu tau ayat itu ngapalin?" Tanya Sigit setengah berbisik, mereka tengah mengantri dengan Sigit di belakang Auri.
"Itu aku ngapalin" Jawab Auri."Aku ingin kaya teh Pita bukan hanya seorang Model terkenal ia juga seorang penghapal al-Qur'an, Pembisnis pula, belum lagi dia juga memiliki Gelar Sarjana, kalau gak salah di belakang Namanya itu ada Gelar M.M"Terangnya.
Sigit diam
"Megister Managemen,Yap itu" Ucapnya lagi"Belum lagi dia juga selalu ngikutin kajian bahkan selalu ngundang teman-teman sepropesi nya untuk kajian di rumahnya yang dulu."Jelas Auri."Aku mau banget kaya teh Pita bukan hanya gelar pendidikan tapi kesuksesan lainnya pun ia raih."Sigit tersenyum kecil, ia tak banyak tau tentang kakak iparnya.memang kakak iparnya itu sangat misterius.
"Kenapa Diem?" Tanya Auri.
__ADS_1
"Enggak, Sebentar lagi kita salaman sama pengantin"
"Abang yang di depan jangan aku" Ucap Auri.
"Abang?"
"Hem? aku Bingung manggil nya apa?"
"Aa aja"putus Sigit
"Oke"
"Ya udah Yuk" Sigit pun bersalaman dengan pengantin tak lupa ia pun berpoto atas permintaan Juna.
"Yang, kewarung baksonya Sigit yuk" Ajak Kamila pada Juna.
"Ayok"
"Ya udah kita langsung ketemu disana ya" Ucap Sigit yang di angguki Juna "Aku sama Auri duluan." Pamitnya lalu berjalan beriringan dengan Auri menuju ke mobil yang di bawanya yang terparkir jauh di dekat jalan raya.
"Kamu bawa mobil?"Tanya Kamila.
"Iya, Soalnya Auri gak bisa naik motor Tinggi dengan pakaian yang ia pakai."
"Wihhhh udah pantes nikah tuh.udah mapan" Goda Kamila.
"Mobil kakak ipar, bukan mobil ku Mil.aku mah apa atuh cuma punya motor itu juga pemberian A Ardi."
"Tapikan kamu Punya Bisnis?Udah bisalah nikah?"
Sigit menunduk"Pertama belum ada jodohnya, kedua menikah itu kata Auri juga Ibadah terpanjang jadi kita harus bener-bener persiapin segalanya."
"Iya A Sigit harus mempersiapkan diri dulu,terutama memperbaiki Diri menjadi yang lebih baik."sambung Auri
"Iya itu salah satunya.Aku juga harus lulus dulu kuliah biar bisa nyari kerja yang sesuai dengan ilmu yang aku miliki.baru deh nyari jodoh."
"Gak usah di cari.itu disebelahmu?"
Auri dan Sigit saling tatap dan tersenyum canggung.
"Kita baru kenal beberapa jam lalu,tapi do'ain aja yah" Ucap Sigit seraya membukakan Pintu agar Auri Bisa masuk.
__ADS_1
"Hah?"
Cengo itulah wajah yang di tampakkan Juna dan Kamila.mereka berpikir jika Auri dan Sigit telah saling kenal lama, namun apa katanya barusan "Kita baru kenal beberapa jam lalu?" lalu apa mereka tak salah lihat pakaian yang di kenakan mereka berdua mirip bahkan bisa di katakan Couple.ahhhh entahlah banyak pertanyaan di benak mereka namun mereka tak bisa bertanya kerena Sigit dan Auri telah berlalu.