
Pagi Hari Pita sudah ribut di dapur untuk memasak, meski ia tak begitu tau letak-letaknya tapi setidaknya ia bisa mencarinya.
Ardi keluar kamar pukul 5 lebih setelah melaksanakan kewajibannya sebagai muslim.ia tersenyum ketika melihat wanita yang mengikutinya seharian kemarin tengah memotong sayuran di lantai yang beralaskan tikar.Hijab Hitam dan Baju hitam nya yang lebar seperti tak mengganggu sedikitpun aktifitasnya.
"Ada yang bisa di bantu?" tanya Ardi.
Pita mendongkak kan kepalanya menatap Ardi, "Aku belum masak Nasi, soalnya aku gak tau dimana berasnya" Ucap Pita lalu tatapannya kembali ke arah pisau dan brokoli yang tengah ia potong.
"Oke, Biar aku ambilkan." Jawab Ardi, ia meraih wadah setelahnya ia langsung berjalan ke kamar penyimpanan beras, Padi, dan hasil kebun lain juga beberapa pekakas sawah yang tersimpan rapih.
"Teh Pita" Panggil Hana.
Pita pun yang di panggil tersenyum ke arah Hana.
"Pitaloka Nurbaya?" Ucap Laki-laki di belakang Hana.
"Hem" Jawab Pita, dengan tangan dan mata yang tetap pokus pada sayuran yang tengah ia potong.
"Kok ada Selebgram nyasar?" tanya Erik suami Hana.
"Aku gak nyasar" Jawab Pita.
"Nah, terus?"tanya Erik sambil meraih Air yang di sodorkan Hana" Ngapain disini?"
"Dia tamu ku" Jawab Ardi mendahului.
Pita bangun, lalu menyimpan beberapa wadah sayur juga daging yang telah ia potong di dekat Wastafel dekat tempat Ardi berdiri sambil mencuci beras.
"Hana, selamat ya atas pernikahannya.Maaf gak bisa dateng karena lagi di Bandung."
"Iya gak papa teh" Jawab Hana.
"Tunggu sebentar" Ucapnya lalu berjalan ke arah ruang tamu, tak lama ia pun datang dengan membawa kado yang kemarin ia beli di Pasar Cikajang."Nih untuk mu, maaf ya gak spesial dan gak sesuai perjanjian"Ucapnya sambil memberikannya pada Hana.
"Harusnya gak usah repot-repot gini teh"
"Rejeki Na, Ambil" Ucap Ardi "itu Semua di Cuci?" tanyanya pada Pita.
"Iya, Tolong cuciin nanti aku iris-iris bumbunya.Masak yang simple aja ya? soal nya aku gak bisa masak yang kaya rempah" Jelas Pita Jujur.
"Yang penting bisa di makan" Jawab Ardi sambil terkekeh.
"Ketawa aja atuh, gak dosa kok?jangan terkekeh kaya gitu" Ucap Pita sambil memenyunkan bibirnya sebal.Seketika Ardi pun diam dan segera mencuci sayur yang di suruh Pita."Kamu nikah sama Erik?"tanya Pita
"Iya, A Erik suami ku th." Jawab Hana"Makasih ya teh kadonya"
"Iya" Pita pun beralih pada Erik adik kelasnya Dulu saat SD"Jagain Hana Rik, awas loh kalau lo berani nyakitin dia."Ucapnya sambil menjulurkan Pisau yang mengkilat.
"Woleh Pit, Gue gak akan nyakitin Istri gue kali.Lu ada-ada aja"jawabnya sambil merengkuh tubuh Hana.
"Kalian saling kenal?" Tanya Hana heran.
__ADS_1
"Dia kakak kelas ku waktu SD di Bebedahan sayang" Jawabnya
"Iya, dan dia dulu dekil + jorok banget orangnya" beber Pita.
"Woy, gak usah buka aib donk.Kan sekarang mah udah enggak"kesal nya
Pita tertawa karena berhasil menjaili adik kelasnya yang terkenal suka membuly nya dulu.Iya dulu Pita adalah anak yang kerap kali di buly karena Ayah dan Ibunya yang tak pernah menemaninya bila ada acara di sekolah.
Pita pun berjalan mendekat ke arah Ardi yang tengah mencuci daging.
" Kok dagingnya di potong kecil?"
"Biar cepet mateng." Jawabnya"Ini air bisa di pake masak kan?"
"Ya bisa Atuh,ini air sumur.bukan air yang di kota-kota"
Pita berdecak"Ck, Aku juga orang kampung kali.di kota hanya ngais rejeki"Jawabnya jujur.Ardi hanya mengedikan Bahu Acuh.
"Ada yang bisa di Bantu gak?" tanya Hana.
"Gak ada sih, tinggal masak cemplung-cempung gitu ahhhh gampang." Jawab Pita"Istirahat aja Na, Pengantin baru itu suka cape."Godanya.membuat Hana tersipu.
"Emang Gitu?" tanya Ardi sambil melirik ke arah adiknya lalu Pita yang tengah memotong Bawang bombay.
"Bujang gak usah Nimrung" Jawab Pita
"Cih kaya kamu ngerti aja, bisa ngegodain orang tapi kamunya masih jomlo" Sindir Ardi, Pita pun terdiam.Dia sedikit paham dan tau, karena dia pernah mengalami itu.
"Bangunin adik-adik mu Na" Ucap Ardi yang di angguki Hana.
Mereka berdua pun melenggang pergi dari dapur.
"Boleh aku tanya" Ijin Ardi, Pita pun mengangguk"Apa kamu...Gak jadi."lanjutnya lalu ia pun kembali mencuci Buah yang semalam Pita beli.
Pita menangkap maksud Ardi"Aku akan cerita sesuatu sama Aa, tapi bukan sekarang"
Hati nya berdebar ketika Pita berucap yang tidak ia sangka secuil pun.tali ia berusaha menyembunyikannya.
"Cerita ya Cerita aja."
"Iya, Tapi Nanti." Ucapnya sambil menyalakan kompor."Sana jauh-jauh.itu udah bereskan?"tanyanya sambil menunjuk Buah Apel yang di simpan di Baki.
"Udah." Jawabnya"Emang udah gak ada yang harus di bantuin."
"Udah gak ada, duduk sana." Belum Ardi berucap Pita sudah kembali menyela"Jangan minta di bikinin kopi, wadah buat masak Airnya di pake rebus Daging"
Ardi pun seketika bungkam, lalu berjala ke arah kursi.tak lama Adik-adiknya berdatangan.mata nya terus pokus pada Pita yang dengan lihainya ia memasak, bertambah kekagumannya.ternyata Pita tak seperti yang ia duga, wanita itu buka hanya Cantik, lihai dalam bermake up, Pintar tapi ia juga menarik.
Hatinya mendorongnya namun ia belum sampai tahap itu.ia masih Ragu.
......____________________......
__ADS_1
"Subhanalloh" Ucap Hana saat membuka Kado dari Pita.sebuah Tas Cantik berwarna merah yang di dalamnya ada baju sarimbit batik dengan kombinasi warna merah senada dengan Tas.
"Bangus" Ucap Erik
"Iya bagus banget"
"Dek, kenapa kamu gak tanya sama kakakmu soal Pita yang tiba-tiba pagi-pagi sudah ada disini?"
Hana terdiam, pikirannya berkecambuk karena tadi kakaknya berucap 'Dia Tamu ku'.Banyak pertanyaan di benaknya?sejak kapan Kakak laki-lakinya dengan Pita?seorang Selebgram terkenal itu.
"Itu urusan A Ardi,Aku gak boleh ikut Campur" Jawabnya.
"Pakaian Pita hanya kedok doank, Dia wanita Nakal Hana.meski aku gak deket sama dia tapi aku sedikit tau tentang wanita itu, karena banyak mantannya yang berkata Pita itu wanita murah.Pita di keluarkan oleh pihak sekolah ketika ia SMP karena ketahuan merokok dan Mabuk.Na kamu jangan mudah percaya padanya, dia memang sudah terlihat berubah.tapi aku gak yakin dia benar-benar beurubah."
"Astagfirulloh" Ucap Hana
Ardi yang berniat memanggil Hana dan Erik diam mematung saat mendengar penuturan Erik yang menceritakan tentang Pita yang menurutnya seperti Erik tengah mengada-ngada.
Beberapa kali ia bertemu dengan Pita dan Pita terlihat baik,tangguh, penuh kasih namun Rapuh.
Ia memang tak tau banyak tentang Pita tapi ia merasa apa yang di ucap Erik semua adalah kebohongan.
Ia mutup matanya rapat-rapat, mengepalkan tangan untuk meredak rasa sakit di hatinya.entahlah ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
"Hana"Panggilnya." Turun, ayo kita makan"Ajaknya lalu berlalu turun.tapi ia tak langsung ke arah ruang TV yang sudah di gelar karpet namun ia masuk ke kamar, berniat membasuh wajahnya dan menenangkan pikirannya.
......__________________......
"Apa Alma Suka?" tanya pita pada Alma yang terlihat berbinar mendapatkan boneka beruang berwarna Biru muda.
"Suka banget Teh, nanti Alma tidurnya gak sendiri lagi."Ucapnya dengan Gembira.
" Teh Sinta udah beliin belum dek?"Tanya Sigit yang ikut merasa senang karena adiknya mendapatkan hadiah.
"Gak tau tuh, belum ngasih" Jawabnya.
"Paling Omdo doank tuh" Celetuk Alfi.
"Husss gak boleh berburuk sangka itu gak baik."Tegur Pita" Mungkin Teh Sinta belum ada waktu untuk membelikannya."
Baik, lembut, Bijak, Keibuan itu yang nampak di mata Ardi saat melihat Pita bukan seperti yang di ucap Erik.
Ardi pun menggelengkan kepalanya, ia tak tau mana yang benar dan mana yang salah.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hay Readers
Jangan lupa like and komen ya ❤
maaf kalau ceritanya gak jelas dan banyak typo😂
__ADS_1