
"Hah?"
"Beneran umur teteh 32, bulan apa teteh lahir?"tanya Ardi yang tengah duduk di samping Pita sedangkan Bayi di sebelah lainnya dekat Ruli
"Januari"
"Astaga Ardi lu gak tau bini lu lahir kapan?"Ardi menunduk ketika Ruli menanyainya hal itu.
" Aku juga gak tau Aa lahir kapan?lagian kita gak pernah ngobrolin Umur"
"Sama hanya saja aku lahir di bulan April." Jawab Ardi.
Ruli terkikik"Wihhhh tuaan lu ternyata"
"Diem ah, ngapa malah ngomongin Umur sih.gak ada kerjaan banget" Ucap Pita karena memang ia selalu merasa risih bila sudah membicarakan tentang Umur.memang di antara Ruli, Pita dan Widi.Pita lah yang memiliki Bulan lahir Awal beda hal nya dengan Widi dan Ruli yang memiliki Bulan Akhir yaitu bulan November dan Desember.
"Pita, Mau Mandi sekarang atau nanti?"tanya Sinta.
" Udah malam Ini?Emangnya gak papa?"tanya Ruli.
"Sekarang aja teh, biar fress."Jawab Pita sebelum Sinta menjawab pertanyaan Ruli.
Sinta mengangguk" Adek-adek udah ada di luar Di, katanya Pengen liat dedek bayi.tapi teteh gak ngebolehin dulu, karena kan Pita paling Anti ngumbar aurat di hadapan mereka."Ucap Santi seraya membantu Pita.Pita hanya mengenakan Daster berlengan Pendek di padukan dengan sarung,ia pun tak menggunakan hijab karena saking gerahnya.maka dari itu kamar pun di tutup dan AC di nyalakan hingga bayi lahir.yang di kamar pun hanya Ardi, Sinta dan Mak Suliah namun setelah Ruli sampai, Ruli menerobos masuk dan ikut menyaksikan Pita berjuang melahirkan Anak pertamanya di bantu Sinta dan Mak Paraji.Setelah lahir datanglah Bu Bidan Ayu, jadi hanya beberapa orang saja yang menyaksikan karena memang Ardi juga menyuruh yang lain mendo'akan di luar dan dilarang untuk masuk.
"Ya udah biaran aja dulu, nanti kalau istriku udah pake pakaian yang tertutup lagi baru mereka boleh lihat."
"Aduh Jang Ardi mah posesif pisan" Ucap Mak Suliah yang baru selesai mengurus tali pusar bersama Bidan Ayu.
"Harus itu Mak" Canda Ardi.
Ruli pun masuk ke kamar Mandi membantu Pita sedangkan Sinta dan Ardi menunggu di luar karena Pita menolak di bantu mereka.
"Namanya siapa Di?"
"Gak tau Teh, belum kepikiran"
"Yaialah yang di pikirin nya itu kan Si Ayam terus" Jawab Dewi."Udah dapet omel sana sini juga terus aja diindahin."
"Udahlah Pak Ayam mah memang gitu" Ucap Sinta.
"Teh kan itu...
__ADS_1
" Apa?"Tanya Sinta dengan mata yang menatap Ardi Tajam."Tuh Cucian bekas lahiran kamu Cuci besok, jangan di WC dan gak boleh pake mesin Cuci, Soalnya itu Darah."Titahnya
"Ini besok aja ya di kuburinnya apa mau sekarang?" Tanya Mak Suliah sambil memperlihatkan kendi berisi Ari-ari bayi.
"Dimana Mak kuburinnya?" tanya Ardi.
"Di depan Rumah aja, asal ada tanah nya."
"kalau gitu di samping rumah aja soalnya di depan kan udah gak ada tanah" Jawab Ardi karena halamannya sudah di rombak jadi taman kecil yang di percantik dengan kolam ikan koy hasil ia beberapa kali ke Vila nya Pita yang ada di bandung.
"Ya udah sekarang aja gih kamu kali dulu nanti di kuburinnya di barengi sama Mak" Titah Mak suliah.
"Ya udah sebentar" Ucapnya lalu berjalan keluar kamar."kalau mau masuk nanti, teteh masih Mandi ok"
"Pelit banget sih A, cuma liat rambutnya aja gak boleh."
"Terserah Aa donk, itukan istri Aa" jawab Ardi sambil berlalu dengan tangan meraih tangan sigit.
"Mau kemana a?"
"Anter Aa mau gali buat itu" Ucapnya
Sigit yang paham pun mengangguk dan mengekor.Sedari tadi dia adalah orang yang paling lelah sama dengan Alfi mereka berdua di suruh ini itu terus hingga bisa istirahat setelah dedek bayi lahir. Alfi menunggui Bidan di kampung sebelah hingga selesai dan mengantarkan nya ke rumah sedangkan Sigit di suruh mengambil ini itu dari rumah kakak nya Sinta dan juga di suruh menjemput kakak-kakak dan keponakannya yang akan menginap di rumah.
Widi, Kay dan anak-anaknya sangat ingin ke Tasik namun ia cegah karena ia yakin anak-anak nya dan yang lainnya gak mungkin bisa menahan jika harus tidak mencium baby mungil yang begitu menggemaskan itu.
"Pita"Panggil Widi." Selamat ya Zeyeng sekarang Lu udah punya Princess"Lanjutnya di sebrang sana.
Pita pun mengangguk matanya sudah berkaca-kaca sama dengan Widi di sana.
"You are Happy Honey?"
"Yes, I'm Happy"
"Honey, Gue kangen" ucapnya terisak"Lu Hamil, gue dan Lili gak bisa ngedampingin lu, Gue juga gak bisa ada di saat momen bahagia lu.Gue gagal, Gue gak kaya lu yang selalu standby ketika Ruli Hamil hingga melahirkan dulu.Maafin gue"Ucap Widi Sesal karena memang Pita dulu adalah orang yang sangat peduli pada nya dan Ruli karena mereka benar-benar sahabat bukan hanya seperjuangan.
Pita sudah tak bisa menahan tangisnya"Lu ngerusak Momen bahagia Gue"ucapnya
"oke, Sorry" Ucap Widi "Gue ikut bahagia atas kebahagian lu dan suami.tapi gue gak bisa kesana sekarang-sekarang ini karena Gue yakin anak-anak gue pasti pengen ngikut dan mereka akan merepotkan juga akan menciumi bayi mu yang kata bini gue gak boleh di cium sampe 40 hari."
Pita mengangguk sambil terkikik."Iya gak papa."
__ADS_1
"Lu pengen Hadiah apa dari gue?" tanya nya "Mau di beliin stroler atau apa?"
"Boleh juga, Tapi gue juga pengen di beliin Box bayi yang waktu Gue nganter lu beliin alat-alat bayi Vinsen."
"Sip Gue kirim besok.Warna?"
"Pengennya sih yang Rame tapi simple.Serahlah gimana Lu aja" Jawabnya."Gue gak ngerepotin lu kan?"
"Apa an lu ngomong gitu hah?" tanya Ruli seraya berjalan ke arah Pita yang tengah duduk sambil memegangi Handphonenya."Yang, kirimin tempat stok Asi, pompaan, Dot dan lain sebagainya juga sekalian.kirimin juga Cemilan sehat, pelancar Asi, Buah-buahan segar dan ikan laut juga."
"Oke sayang."
"Box nya yang karakter ya, Beli juga lemari Karakter, Eh iya Stroler nya aku inget dia kan suka warna Abu kamu belinya yang ada warna abunya, Beli juga mainan Bayi dan Beberapa Selimut yang Halus bulunya yang kaya Jesen dan Vinsen dulu, Gendongan juga, dan Baby nya kan Cewek jadi kamu juga beliin Baju bayi Cewek yang gemesin....
"Gak usah Di,Beli yang tadi aja aku pesen.jangan segala di beli seperti apa yang di sebutkan Ruli."
"Harus Yang"Ucap Ruli.
" Gue juga sama laki gue masih bisa beli Ruli"Geram Pita.Pita tak enak dengan Ardi dan Santi yang menonton nya yang tengah VC an dengan Widi, bahkan sekarang debat dengan Ruli
"Gak peduli Gue" Jawab Ruli Enteng.
Ardi yang sedari tadi mendengarkan Ruli terus nyerocos hanya bisa menelan ludah karena apa yang di sebut Ruli semuanya ia belum miliki.ia merasa kecil dan gagal, Anak yang di lahirkan Pita adalah darah dagingnya, anak pertamanya tapi ia tak bisa memenuhi apa yang di butuhkan sang bayi.
"Serah lu Dah Li, Kesel gue"
"Sayang" Ucap Ardi"Jangan kasar bicaranya ya, takut nanti dedek denger dan Meng Copy apa yang di ucapkan Sayang"
"Anak baru lahir Woy, kalau udah 3 atau 4 bulan iya." Ucap Ruli serqya melirik Handphone Pita yang sudah mati."Di bikinin Ayam kampung bakar donk?Ayam lu banyak"Pinta Ruli
"Oke, Yuk ke belakang.Pilih aja pengen yang mana Ayamnya."
"Tapi Ikan juga gue Pengen Di."
"Asal Perut teteh muat aku siapin."
"Oke, Besok juga lu siapin buat gue bawa ke bandung ya.Jensen, Vinsen, Kay dan Widi pasti seneng." Pita Ruli yang membuat Santi melongo begitupun Sinta, Dewi dan Hani.
"Oke, Nanti ikannya biar di ambil lalu simpan di Waring.kalau Ayamnya, Mentah aja ya"
"Ya iyalah, Yang gede."
__ADS_1
"Ya udah sekarang Pilih yuk" Ajaknya seraya berjalan ke belakang di ikuti Ruli.