ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
66


__ADS_3

Syam menatap Ayahnya dengan tatapan tak suka.


"Kenapa kamu Syam?"Tanya Jansen.


"Syam gak mau punya adik lagi,Syam cape"Ucapnya lalu pergi dengan muka kesalnya meninggalkan Jansen dan beberapa disana yang tengah duduk memperhatikan.


Syam masuk ke kamar dengan nembanting Pintu.sedangkan Vinsen yang mendengar penolakan dari Syam tertawa terpingkal.


"Rasain Bang,makanya Udah gak usah mau nambah-nambah lagi.Udah tiga Ini,Maruk kalau mau tambah-tambah lagi."


Tania memukul kaki suaminya."Kamu juga jangan minta-minta Baby boy kalau gitu."


"Hah????"Ucap Vinsen,Vinsen duduk lalu menatap istrinya dengan wajah memelas."Jangan gitu lah sayang kalau Abang kan udah punya 3 masa mau nambah lagi sedangkan kita kan baru dua."


"Anjuran pemerintah juga dua.kenapa sekarang malah pengen lebih dari dua.udah dua juga cukup"


"Eh sayang denger ye,Anjuran pemerintah emang dua tapi yang ngasih dia Makan,sekolah,dan kebutuhan lainya bukan Pemerintah tapi Bapak nya.jangan kan 2 atau 3 anak mau selosin aja kalau kamu mau hamil nya tak jabanin,soal kebutuhan gak usah di pikirin Aku mampu sayang."


"Gak gitu....


Vinsen mendengus"Gak gitu,gak gitu gimana.susah senang Aku yang akan bertanggung jawab Sayang.Aku kepala keluarganya Sayang"Ucap Vinsen dengan Nada yang tak biasa.


Sedangkan Tania hanya bisa menunduk ia sekarang tengah malu karena Ada Jansen dan Ganis disana.


"jadi....


"udah potong Tania"Iya kita program lagi,tapi nanti setelah Ciara dan Sintia sekolah agar aku gak terlalu repot."


"Oke"Jawab Vinsen dengan nada senang.


Disisi lain Ganis tengah duduk dengan Jansen di pangkuannya.mereka menghiraukan perdebatan Vinsen dan Tania karena menurut mereka itu hal biasa.

__ADS_1


"Yang,Syam...


"Udah biarin aja dulu."Ucap Ganis.


"Tapi Yang aku ngerasa kasihan kalau kita program anak lagi sedangkan Syam....


"Syam akan mengerti,Mama yang akan bicara padanya."


"Ma...


"Tenang lah"Ucap Ganis menenangkan"Menurut Papap Mama gendutan gak sih,perut Mama juga agak Buncit dan berasa Begah."


Jansen Bangkit,lalu menatap Ganis lamat-lamat.memang benar Ganis terlihat lebih berisi dan juga perutnya memang sedikit mencuat.


"Jangan-jangan...


"Aminin aja kalau ia"Sela Ganis"Dan lagi jika ia semoga apa yang di harapkan ter kabulkan"


"Kalian"Seru Vincen.


Ganis dan Jansen menatap Vinsen dengan mimik bertanya.


"Kalian gak....


"Kami punya dunia kami sendiri,gak penting dengerin kalian berdua berdebat"Ucap Jansen cepat.Jansen pun merebahkan tubuhkan dan menyimpan kepalanya di paha sang istri rasa nya sangat nyaman dan menyenangkan.


Jungkir balik kehidupan adalah suatu ujian akankah bisa bertahan atau akan menyerah.


Yah,seperti layaknya Vinsen dan Tania.Apa-apa selalu di salah pahami.


Vinsen dengan sifat Cepat bertindak sebelum tau pangkal permasalahnya juga memiliki sifat tak tau tempat membuat Tania harus ekstra sabar menghadapinya.Tapi disisi lain pun Vinsen kadang di buat geram oleh sifat Tania yang Egois dan apa-apa merasa bisa sendiri.

__ADS_1


Mungkin karena itu mereka di persatukan,meski belum menemukan titik baik agar mereka terlihat selalu Harmonis...


Tapi rumah tangga memanglah seperti itu ada yang terlihat Muncul ke permukaan ada pun yabg tenggelam.


"Keluarga Besar akan kumpul 3 bulan lagi di Acara nikahannya Wita."Jansen menatap istrinya"Dan kita harus ke tasik."Putus Jansen.


Ganis hanya tersenyum sebagai jawaban.mau tak mau,suka tak suka,sibuk ataupun senggang mereka harus hadir di acara pernikahannya anak sodara nya dari Mendiang Pita dan Ardi.


"Kita gak ada hubungan dekat kan dengan mereka"Ucap Tania.


Jansen bangun lalu menatap Tania"Hubungan?meski tak ada darah mereka mengalir di nadi kita tapi tetap mereka keluarga kita."


"Bang,benar kata Tania ia hanya anak dari Teh Dewi."Ucap Vinsen.


"Bunda Pita,Ayah Ardi mereka gak ada hubungan nya dengan kita tapi mereka merangkul kita.Vin,Tan,dan Kamu Sayang.Meski Bunda dan Ayah sudah tiada tapi tetap kita selalu melakukan Haul bersama kita slalu saling merangkul.Dan ingat lah satu hal,Mereka bukan lah dari kalangan seperti Kita tapi Kita tanpa mereka tak akan seperti Saat ini."


"Tapi....


"Terserah kalian,kami akan sempatkan waktu dan akan pulang."Putus Jansen


"Mereka orang dari kalangan berkecukupan sedang kita di atas mereka,Dulu kita bukan apa-apa meski mungkin bisa jadi sesuatu tanpa mereka,Hanya menurutku tidak lah salah bagi kita melebarkan silaturahmi pada mereka dan lagi mereka adalah anggota keluarga alm Ayah dan Bunda."


"iya hanya dari Ayah.kita keluarga Bunda bukan ayah"Ucap Vinsen


"Ayah dan Bunda sudah menikah bahkan mereka sudah berpulang pada sang khalik tapi ada cerita yang terukir saat bersama mereka kan?"tanya Jansen mencoba bersabar pada adiknya yang entah kenapa membuatnya muak.


"Paman Ardi tak pernah membeda - bedakan Orang,sama seperti Bunda Pita.meski aku gak begitu kenal mereka tapi sepak terjang keluarga itu dalam membantu orang cukup lah sangat kesohor."Ucap Ganis."Mungkin gak ada jejak cerita tentang keluarga paman Ardi terutama Teh Dewi.Teh Dewi orang yang sederhana ia hanya memiliki kios kecil yang masih bertahan sampai sekarang,ia tak kaya hanya orang sederhana,aku juga sedikit tau anak-anaknya Terutama Widi dan Tyas mereka besar tanpa seorang Ayah sama seperti Bang Fras dan Sanum.mereka orang berkecukupan mungkin juga pernah merasakan kekurangan beda hal nya dengan keluarga Teh Hana,Teh Hani,Alm teh Sinta dan Teh Santi.apalagi jika di bandingkan dengan Teh Alma,Mang Alfi dan Bang Sigit sungguh keluarga teh Dewi paling tertinggal.tapi yang aku tau mereka cukup ramah dan baik,lalu mengapa kita tak menjalin hubungan baik dengan mereka?? seperti kita yang berhubungan baik dengan Bang Sigit dan yang lainnya.mereka memiliki keterbatasan makanya mereka selalu saja tertinggal kalau tidak mereka seperti memisahkan Diri.bukan mereka tak mau bergabung atau apapun tapi mereka sadar mereka siapa,namun harus kah mereka di kucilkan karena ketiadaan?"Ganis menggeleng"Gak,Gak seperti itu.Mereka sama dimata ku dan dimata Bang Jansen kenapa?karena merka sama sedarah dengan Paman Ardi orang yang menerima Bunda apa adanya,memperlakukan Bunda dengan baik juga merangkul siapapun tanpa memandang status."Ucap nya lalu bangkit.


"Jangan merasa tinggi dengan kedudukan saat ini,Siapa tau besok mungkin kita yang tengah di bawah.kalian tau kan bagaimana Aku dan wanita yang menjual ku pada Abang.lalu kalian juga tau bagaimana hidup mereka sekarang."


Ganis berlalu meninggalkan ketiga orang dewasa yang menutup rapat mulut mereka.

__ADS_1


Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka ketika Ganis berkata seperti itu.


__ADS_2