
Seperti hari-hari sebelum nya Mahreen memasak untuk kedua Putrinya,kadang kedua putrinya membantu ia memasak,namun untuk hari ini ia sendiri memasak sebab anak-anaknya harus segera bersiap karena akan berangkat di antar supir.
"Selamat Pagi Bunda"
"Pagi anak-anak ku."Jawab Mahreen"Duduk Nak,Bunda sudah Buatkan Omlet untuk kita sarapan.
"Wah Omlet"Ucap Naya yang langsung duduk.
"Memang tidak ada nasi Bun?"
"Ada sayang,kamu mau makan Nasi dengan apa?"
Kartika menunjuk Omlet yang di Buat Mahreen"Ada sosis Juga."jawabnya
Mahreen tersenyum"Ada donk,Itu kan Omlet Sayur + sosis.Atau mau Bunda goreng Sosis?"
"Gak usah Bunda,Ini udah lebih dari Cukup"Jawab Kartika.Kartika duduk di ikuti Mahreen sedang kan Naya sudah lebih dulu duduk dan menikmati Susu yang sudah tersedia disana.
Kartika meminum Teh hangat nya lalu menyendokkan Nasi dan Omlet memasukkannya pada Piring.
"Bunda sedang mencari tempat Tinggal baru Untuk kita"Atensi Kartika dan Naya teralihkan,mereka menatap Mahreen tanpa berkata apa-apa"Tidak mungkin kita selamanya Tinggal di Apartemen jadi Bunda berpikir bagaimana jika kita Pindah ke perumahan."Naya menganggukkan kepalanya"Bunda sedang mencari Perumahan yang tidak jauh dari sekolah kalian,Bunda ingin mencari yang nyaman dan aman."
"Bun,Jangan terlalu besar."Pinta Kartika.
"Emang nya kenapa Kar?"tanya Naya.
"Gak terlalu suka aja"Jawabnya "Dan lagi kita hanya Bertiga.
"Bunda Akan cari yang sederhana namun nyaman untuk kita tinggali.dan Bunda akan Minta Bi Sari dan Pak Man ikut kita."
__ADS_1
"Asik,Jadi nanti di rumah kita gak berdua kalau Bunda belum pulang"Ucap Naya,Mahreen menganggukkan kepalanya.
"Ayo cepat Makan,nanti kesiangan"titah Mahreen,Kartika dan Naya pun melanjutkan Sarapannya.
...----------------...
Sore ini Mahreen berjalan-jalan di lorong rumah sakit di temani Suster Anna dan Dokter Rendi teman seperjuangan Mahreen sebelum Mahreen sesukses saat ini dengan memiliki 63 % saham Rumah sakit besar yang ia dirikan di Bantu Suster Anna yang memiliki 10% saham dan Dokter Rendi dengan 22% dan sisanya adalah orang-orang yang ikut berinfestasi di Rumah sakit tersebut.
"Sepertinya di sebelah sana harus di renovasi?"Ucap Suster Anna dengan tangan menunjuk ke ruangan-ruangan yang terlihat tidak ter urus.
"Sepertinya harus di rubah jadi ruangan IGD,Akses dari depan keruangan ini cukup dekat dan jika di renovasi tak akan mengganggu Para pasien."Jelas Dokter Rendi.
"Itu yang sedang aku pikirkan."Jawab Mahreen"Kalian tau sendiri aku tlah berpisah dengan nya.dulu jika ada apa-apa aku selalu berkonsultasi dengan nya dan mendapatkan beberapa jalan keluar.tapi Untuk saat ini..
"Iya kami tau"Jawab Suster Anna
"Sebaiknya kita tunda dulu renovasinya,dan membeli beberapa alat yang lebih canggih dan kekinian supaya menarik perhatian para Pasian yang akan berobat."
"Dokter Rendi"Panggil seorang Suster dengan jalan terburu-buru.
"Ada apa Sus?"
"Ada kecelakaan beruntun yang membuat banyak korban dan tenaga medis kewalahan."Jelasnya.
Dokter Rendi mengangguk lalu menatap Mahreen dan Anna."Suster Anna bisa bantu saya."Suster Anna pun mengangguk"Dokter Mahreen saya permisi"
"Iya"
Mahreen memutar tubuhnya kearah berlawanan,Ia pergi setelah Suster Anna dan Dokter Rendi menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
Lama berkutat Mahreen tidak sadar jika Naya dan Kartika sudah duduk di Sofa yang ada di ruangannya.
Kartika dan Naya sudah lebih dari 3x mengetuk pintu hingga Naya pun membukanya secara perlahan.setelah mengucap salam Naya dan kartika pun masuk tanpa berniat mengganggu mereka duduk dengan tenang membaca buku yang mereka genggam sebelum masuk ruangan.sesekali mereka pun menulis hal-hal penting yang mereka dapat di Buku yang tengah mereka baca.
"Astagfirulloh,Kapan kalian datang?"Tanya Mahreen
"Tadi Bun"Jawab Naya,Naya berdiri menyalami Mahreen diikuti Kartika."Bunda sibuk banget ya?"
"Lumayan."
"Oh gitu."
"Kenapa kesini?bukan nya langsung pulang."
"Hehe"Cengir Naya"Nay pengen lihat-lihat Bun,Nay pengen tahu tentang pekerjaan menjadi seorang dokter itu seperti apa?"
Mahreen tersenyum"Kamu berniat menjadi Dokter?"
Naya mengangguk,sedangkan Kartika menggeleng."Tika gak berminat Bun,Tika mau kuliah jurusan bisnis saja."
Mahreen mengangguk dan tersenyum"Memang Bunda berniat meminta mu kuliah Jurusan Bisnis. sebab 15 % saham di rumah sakit ini adalah milik mu peninggalan terdahulu yang sekarang masih di atas namakan Bunda."Jelas Mahreen.
Peninggalan terdahulu yang dimaksud adalah peninggalan ayahnya yang ia ingin berikan kepada cucu satu-satunya bibi yang sangat Ia sayang, bukannya pilih kasih tapi ini adalah bentuk kasih sayangnya terhadap bibinya yang sangat menyayanginya, bertanggung jawab mengasihi dan menjaganya sedari Iya masih kecil.
Naya mentap Mahreen dan Kartika bergantian."Bun?"
"Naya jangan iri ya nak"Ucap Mahreen,Naya menggelengkan kepalanya.
"Naya cuman mau minta ijin,Naya ingin ke makam Papa dan Mama liburan depan"Jelasnya"Naya gak iri Bun,karena itu hak Naya.Jika pun ada Hak Naya yang Orang tua Naya titipkan Pada Bunda.Naya yakin Bunda akan membicarakannya pada Naya,sama seperti apa yang dilakukan Bunda Untuk Tika."
__ADS_1
Mahreen tersenyum ia mengelus lengan Naya,Naya pun balas tersenyum"Bunda mengijinkan kamu pergi ke Makam.Nanti Bunda akan suruh Supir antarkan Kamu,Kartika Mau ikut?"Kartika mengangguk"Nanti Bunda siapkan Hotel untuk kalian menginap,dan kalian akan Diantar sama Pak Yamin juga Mbah Jum.gimana?"Senyum Kartika dan Naya mengembang.