ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
32


__ADS_3

Pita sangat bahagia Bibi, Paman dan Uu nya datang di acara Aqiqah Mahreen yang awalnya akan di adakan 21 hari lahirnya Mahreen namun jadinya 40 hari lahirnya Mahreen, Pita dan Ardi tak menyangka kalau Uu nya akan ikut datang karena baru beberapa hari lalu keluar dari rumah sakit.


"Kamu seneng?"


"Banget Yah, Bunda gak nyangka Uu dateng bareng dengan Paman dan Bibi." Jawabnya sembari membereskan Baju-baju Mahreen yang baru selesai di licin oleh Alfi ke dalam lemari pemberian Widi.


Dari kejadian tempo hari yang membuat Ardi kesal dan menyita Handphone Alfi, Alfi mendapatkan hukuman melicin semua perlengkapan Mahreen dan akan mendapatkan kembali Handphonenya.mau tak mau Alfi pun belajar menyetrika di bantu Hani hingga akhirnya sudah dua Minggu ini Alfi menyetrika pakaian Mahreen.


"Iya, Ayah juga gak nyangka Uu dateng meski gak lama tapi itu udah mewakilkan rasa kangen Bunda kan?"


"Alhamdulillah yah, Bunda ngerasa jadi masih punya keluarga."


Ardi memeluk Pita dari belakang"Bunda jangan ngerasa gitu, keluarga Ayah adalah keluarga Bunda juga Bun."


"Iya yah, Maaf" Ucap Pita.


"Bunda Tau Hana kapan pulang?"


"Nanti Malem kayanya.bareng sama Tere, Mira, Jesika,dan Calca."


"Kalau Ruli?"


"Ruli juga nanti malem kayanya bareng anak-anaknya dan juga Widi."


"Harus nyiapin kamar donk?" Tanya Ardi.


"Di atas kan ada kamar dua buat belum lagi kamar Hana tinggal ganti seprenya dan sapu juga pel lantainya." Ucap Pita.kerena kamar tamu di bawah sudah di satukan dengan kamarnya dan Ardi jadi satu karena barang-barang Pita cukup banyak belum lagi sekarang ia memilki bayi.


"Ya udah nanti aku suruh Dewi beresin." Ucap Ardi seraya bermanja dengan memeluk dan menciumi Pita.


"Khem"


Pita dan Ardi mematung lalu berbalik dengan perlahan.


"Mentang-mentang udah 40 hari" Sindir Ruli.


"MAMIH"Seru Jesen dan Vinsen bersamaan.


" Anak Mamih, Sini peluk"Ucap Pita seraya merentangkan tangannya, Jesen dan Vinsen pun mendekat lalu memeluk Pita dengan sayang.


"Miss you Mih"


"Miss you to boy"


"Where's the Mahreen Baby ?"Tanya Jesen.


"Tuh" Tunjuknya pada tempat tidur disana ada Baby Mahreen yang tertidur.

__ADS_1


"Mahreen" ucap Vinsen sambil berjalan mendekat ke tempat tidur bersama dengan Jesen, mereka pun mencawil-cawil Pipi gembul Mahreen.


"Mamih, Why does the baby sleep all the time?" tanya Vinsen.


"Mahreen is still young, right?


"Mom, Bolehkan kalau Jesen cium Mahreen?"


"Pit?"


"Boleh,dari kemarin juga udah aku ciumi kok." Jawb Pita seraya mengelus rambut Vinsen yang hitam legam.


"Kenapa lu gak bilang sama gue sih Pita" Ucap Ruli lalu segera mengangkat baby Mahreen yabg tengah tertidur lalu mulai mengganggu tidurnya dengan menciuminya tanpa ampun, Jesen pun ikut menciumi sedangkan Vinsen masih bergelayut manja pada Pita.


"Vinsen, Would you like to kiss baby Mahreen?" tanya Widi.


"No"


"Why?"


Vinsen terus mendusel-dusel Pita seperti kebiasaannya, tanpa menghiraukan pertanyaan dari sang Ayah.


"Anak mamih banget dia" Ucap Widi, Ardi pun mendekat lalu menyalami Widi."Sorry baru bisa dateng"


"Iya gak papa, makasih ya hadiahnya?"


"Vinsen kamu kenapa manja banget sama Mamih?" Tanya Ruli


"Miss you Mamih"


"Maklum udah hampir setahun gak kesini dia, setiap kali kalian kesini juga suka bawa Jesen aja gak pernah bawa Vinsen." Ucap nya sambil mengelus rambut Vinsen.


" Ya kan Vinsen sekolah Pit"


"Makanya kalau ke sini itu Sabtu Minggu jangan hari kerja"Widi mengaruk tengkuknya yang tak gatal saat setelah mendengar penuturan Pita.


Malam pun datang Hana pun datang dengan bawaan yang sama banyak nya seperti Ruli.Jika Ruli membawa barang-barangnya dan keluarga namun lain dengan Hana yang mendapatkan begitu banyak kado dari teman-teman Pita yang ada di Bandung.


" kado buat Mahreen banyak banget."


"Biar gak beli sampe satu tahun" Jawab Pita.


"Wihhh, bener.bisa ngirit Lu Pit"


"Gue mah gak ada ngirit-ngiritan Rul, apalagi soal makanan.jadi badan Gue subur" Jawab Pita karena badannya masih tetep gemuk belum kembali lansing.badanya hanya turun beberapa kilo dari setelah melahirkan.


"Iye udah 40 hari bayi lu masih gemukan."

__ADS_1


"Emang gak niat nurunin berat badan.baju-baju yang dulu juga udah di kasihin sebagian sama adek dan kakak-kakaknya Aa."


"Ya udah soal baju kan gampang tinggal belian lagi." Jawab Ruli "Tapi beneran gak niat ngurusin tuh badan?"


"Gak, kalau Alloh berkehendak ngurusin lagi kaya dulu sih aku alhamdulillah tapi kalau enggak ya gak papa.aku mah udah gak tertarik sama diet dietan."


"Tapi menurut Gue soh bener lebih baik lu agak sedikit gendutan deh dari pada cungkring banget kaya dulu." Ucap Widi"Jadi keliatan senang dsn di senangkan oleh suami"


"Nyindir Pak" Ucap Ruli seraya memutar bola matanya jengah.


"Udah ahhh sana pada keluar gue sama bayi gue mau tidur" Usir Pita pada Ruli dan Widi supaya mereka keluar dari kamarnya dan bergabung dengan ke dua anaknya yang tengah merepotkan Ardi, Sigit dan Alfi.


Keaktipan dan ke ingin tahuan Jesen dan Vinsen membuat Ardi menepuk Jidat begitupun Sigit sedangkan Alfi hanya mengekor saja mengikuti alur kemauan mereka berdua terutama ke mauan anak bungsu Ruli Jesen yang jika ke inginannya tidak di teduni dia langsung mengamuk.


"Kalian lebih baik keluar terus di siplinin ke dua anak kalian ini udah jam Tidur."


"Mereka masih seneng Main sama suami Mu?"


"Main apanya?ngajakin mancing malem-malem.suruh besok aja."


"Ya lu tau sendirikan gimana anak-anak gue" Keluh Widi.


"Anak lu pada berlaku seperti itu karena kurang perhatian dari kalian berdua.makanya sisihin waktu dan habisin waktu di rumah buat jaga dan pantau perkembangan mereka setiap saat.Gue yakin anak-anak lu gak akan nyari perhatian sama lu pada dan Nurut tanpa harus di kekang."


"Ikh lu kok ngomongnya kaya orang tua bener ya"


"Lu lihat Alfi sama Alma ke gue kaya gimana?mirip banget kaya Vinsen dan Jesen kalau ketemu gue.beda kan sama Lu Rul.Gue kan selalu bilang Pekerjaan memang Penting tapi bukan yang Utama tapi keluarga yang harus di Utamakan."


"Iya iya, tapi bener gue jenuh tiap hari di rumah." Jawab Ruli"Lu tau kan gue gimana keseharian gue dari dulu?"


"Dan apa lu gak ngamatin gue?gue juga sama.Dulu kita bertiga hidup bareng, susah seneng bareng,gue tau dunia lu, lu juga tau dunia Gue cuman menurut gue kita harus bedain setelah dan sebelum menikah Rul.".


" Baik Buk Haji"Jawab Ruli.


"Gue sih Gak maksa, kalau kamu belum ada niat untuk stay....


" Gue bakal belajar."Pitong Ruli.


"Sorry juga kita harus ganti panggilan masa udah berbuntut masih Gue elu" Ucap Pita "Gak baik di denger juga gak baik takutnya nanti anak-anak malah ngikutin jejak kita."


"Udah biasa sih, jadi gimana ya?"


"Sedikit-sedikit aja lah, lagikan kan kamu sama Widi juga aku kamu kan bukan Elu Gue?"


"Bukanlah"


"Ya Udah.insya'alloh pasti gampang Ruli."

__ADS_1


"Iya.Ya udah kamu istirahat Pit, besok kita ngobrol-ngobrol lagi "Pita pun mengangguk mengiyakan


__ADS_2