ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
31


__ADS_3

Ardi terlonjak kaget saat Pita bilang pada Sinta.jika dia tak mau memasang KB.


"Kenapa?"


"Gak kenapa-napa, gak mau aja.yang kemarin bekas lahiran juga masih agak ngilu apa lagi harus di pasang yang begituan." Ucapnya menunjuk alat KB yang di pegang Sinta.


"Di suntik aja gimana?"


"Gak mau Teh." Ucap Pita kekeh.


Ardi yang baru saja datang mendekat pada Pita dan memberikan Bubur pesanannya."Maaf agak siangan soalnya yang pesen banyak."


"Pesenan aku juga banyak?" Jawab Pita.


Ardi mengangguk "Gak papa, itukan kebutuhan buat semua." Jawab Ardi.


"Ya udah, teteh keluar dulu ya.nanti bilang sama teteh kalau ada apa-apa" Ucap Sinta seraya beranjak.Pita hanya mengangguk menanggapi hal itu karena mulutnya kini tengah penuh dengan Bubur yang di suapi oleh Ardi karena ia tengah menggendong Mahreen yang baru selesai Mimi.


"Bun, kenapa bunda gak mau masang KB?"


"Pake KB jaman Rosul aja, jangan pake KB gituan Yah soalnya Bunda gak mau nunda lama-lama."


"Bun." Ucap Ardi penuh ke khawatiran.


"Yah, Hamil dan melahirkan itu gak mudah, sangat tidak mudah.bahkan jujur sakit paska melahirkan pun masih Bunda rasakan.tapi Umur Bunda udah gak muda lagi jadi Bunda ingin memberikan Bayi-bayi lucu di rumah tangga kecil kita bukan hanya Mahreen aja jadi bunda gak mau menundanya lama."


"Bun, Semisal Bunda cuma ngasih Mahreen aja pun Ayah gak akan mempermasalahkan itu Bun.karena bagi ayah adanya Bunda dan Mahreen di Hidup ayah itu udah lebih dari cukup."Ucap Ardi karena baginya memang tak jadi masalah sama sekali.


"Makasih Yah, Tapi Bunda gak mau Mahreen kaya Bunda yang kesepian karena tak memiliki sodara.Bunda ingin seperti Ayah yang memiliki banyak sodara.Minimal Bunda ingin punya Anak Dua."


Hati Ardi sedih saat Pita berucap seperti Itu.Dua malam setelah Pita melahirkan Ia melihat Pita menangis di dada Ruli karena keluarganya tak ada yang datang.Pita memaklumi Uu nya yang tak bisa menjenguk karena memang sudah sepuh dan sering sakit-sakitan tapi Ibu dan Ayahnya, Pita merasa keluaga baru Ibu atau Ayahnya itu seperti telah membuangnya karena semenjak menikah Pita tak pernah di tengok oleh keluarga baru orang tuanya itu.hanya Ruli dan Widi lah yang berkunjung meski hanya 3 atau 4 bulan sekali.


"Sodara Ayah juga sodara Bunda, bunda gak sendiri dan gak akan kesepian sekarang.lagi pula Bunda masih Punya Ruli, Widi,Tere, Mira dan banyak lagi.mereka juga sodara-sodara Bunda, Bunda jangan berkecil hati lagi ya"


"Bunda Cuma gak mau Mahreen merasakan apa yang Bunda alami."


"Gak, gak akan.insya'alloh hal buruk yang bunda atau ayah alami gak akan menimpa Mahren Bun.insya'alloh"


"Amin yah" Ucap Pita dengan derai Air mata.


"Udah makan lagi ya Bun, Bunda harus banyak makan biar Asinya buat Mahreen banyak." Ucap Ardi sambil memberikan lagi suapan pada Pita "Apa masih sakit?" tanyanya ketika Pita meringis saat menyusui Mahreen.


"Ya yah, Dedeknya Mimi kuat banget."

__ADS_1


"Kalau di Pompa gimana bun?"


"Ah yah, lebih baik gini biar anaknya merasakan kedekatan sama Bunda nya."


Ardi tersenyum dan mengangguk."Sayang ya kulkas yang di kirim Ruli."Ucapnya


"Gak papa, nanti kalau gak kepake terus bisa kita jual." Ucap Pita enteng."Lagian aku kan ditawarinya juga hanya Stroler sama box bayi eh ini malah seabreg ia kirim."Gerutu Pita yang jika mengingat hari dimana barang-barang itu datang dan langsung membuat Heboh kampung.


"Itu karena mereka sayang sama Bunda."


"Iya yah, mereka sayang banget sama Bunda hingga mereka rela melakukan apapun untuk Bunda."


"Iya Bun, maka dari itu Bunda jangan menganggap Bunda sendiri lagi ya." Ucap Ardi.


"iya Ayah, Udah itu mangkuknya simpan dulu."


"Ya udah, Bakso sama kupat tahunya kapan mau di makan."


"Nanti kalau Adek udah Tidur."jawab Pita.


" Nafsu makan Bunda bagus banget"


"Kan kesedot sama Adek." Jawab Pita"Eh iya, maaf ya Bunda gak bakalan ngurusin badan dulu.bunda gak mau Asi buat dedek berkurang."


⁴ mengecup pipi Pita"Aku suka bunda yang kaya gini, lebih berisi"ia pun mendekat ke telinga Pita seraya berbisik "Dan sexy"


"Hehe" Cengir Ardi, Pita hanya bisa menggelengkan kepala, Dulu saat pertama menikah itu Ardi sangat sangat lah kaku namun seiring berjalannya waktu Ardi menjadi tengil dan juga sering jahil atau berkata yang tak di duga-duga.seperti kata sexy itu bukan kali pertama mendengar Ardi berucap seperti itu tapi itu sungguh aneh bagi yang dahulunya kaku.


"Udah ah sana, panggilin teh Santi.minta mandiin Dedeknya"


"Ohhh dedek belum Mandi?"


"Belum Ayah, Bundanya belum berani Mandiin dedek."


Ardi menatap Pita"Kenapa?"


"Takut" Ucap Pita


Ardi mengangguk, mungkin Pita takut menyakiti anaknya karena ini adalah kali pertama ia memiliki anak.


"Ya udah, bentar Ayah panggilin Teteh dulu ya"


"Ya" Jawab Pita.Ia pun kembali menoel - noel Pipi bayinya yang sudah mulai menggemaskan."Aduh dek, Bunda udah pengen banget Nyium"Ucap Pita pada Anaknya yang tengah menggeliat."Kamu mirip banget sama Ayah kamu dek, mungkin karena bunda sering kesal dan gak pernah bilang.Tapi nak satu hal yang harus kamu tau Ayah mu itu Ayah yang baik dan Ayah yang sayang banget sama keluarga dan Bunda bangga jadi istrinya.apalagi sekarang ada kamu."

__ADS_1


"Oh jadi Bunda suka kesel sama Ayah" Ucap Ardi mengejutkan.Pita tersenyum


"Maafin ayah yah yang kurang ngasih perhatian dan waktu."


"Gak papa Yah."


"kalau teteh yang jadi Pita tak pites kamu Di" Ucap Santi."Mantan kamu datang tuh lagi ngobrol sama Hani."Ucapnya pada Ardi.


"Mantan?" Tanya Pita pada Ardi."Cie yang di samperin Mantan"


"Kamu gak cemburu?" Tanya Sinta yang baru saja masuk.


"Aku gak punya Mantan teh.jadi pas teteh bilang Mantan aku Pita pasti gak akan percaya." Jawab Ardi yang di angguki Pita.


Santi dan Sinta memutar bola matanya malas."Aahhhh terus Pita cemburunya sama kalau donk"


"Kalau Aku udah mantengin Ikan atau Ayam."


"Astaga gak ada yang lain Pit?"


"Ya apa?toh emang Aa lebih banyak ngabisin waktunya buat itu bukan buat hal lain.dia kan kaku kalau udah berhubungan sama wanita."


"Tapi sama kamu mah enggak."


"Ya kali A, udah punya buntut masih aja kaku kaya kanebo kering."Cibir Pita yang membuat Ardi cengir."Eh iya teh, Mantannya Aa tuh mana?"


"kata kamu Aa gak punya Mantan."


"Siapa tau bener punya Mantan?"


"Enggak teh, Sumpah" Ucap Ardi.


"Udah semua kemarin, tinggal keluarga kamu Pit yang belum dateng mah.mungkin masih pada sibuk kali ya." Ucap Santi.


"Iya teh, Tapi aku mah gak ngarepin mereka dateng.dan Lagi akses jalan nya masih kurang baik."


"Iya sih pit, jelek banget jalan tuh.entah kapan di benerinnya."


Pita tersenyum kecut mendengar hal itu.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Alhamdulillah bisa Up lagi.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya


di antos❀


__ADS_2