
Pengajian setelah akad di laksanakan selepas Shalat isya, Banyak yang menghadiri bahkan keluarga dari Ardi juga para tetangga mereka sebagian turut hadir di acara itu.
"Wihhhh gila Antusiasme para jamaah banyak banget" Ucap Tere.
"Gue gak nyangka bakal sebanyak ini" jawab Ruli dengan tatapan Takjup melihat banyak orang berdatangan.
"Terus?" tanya Tere dengan tatapan penuh tanya.ia khawatir akan kelangsungan acara apa lagi orang-orang terus berdatangan.
"Apanya?"
"Hidangan dan kursi?"
"Oh, kursi udah di tambah 100.Hidangan akan datang jam 9 malam nanti, dan menurut gue gak akan kurang."
"Awas loh jangan sampai malu-maluin keluarga Fita."
"Gak akan lah.semua aman terkendali." Jawab Ruli, lalu berlalu masuk memanggil Fita dan Ardi yang tengah beriatirahat.
...___________________...
Jam sudah lewat tengah malam, kegaduhan di luar masih sangat jelas terdengar.
Acara pengajian yang di laksanakan dari Ba'da isya terlaksana dengan Apik hingga berakhir pukul 11 malam.banyak ilmu dan wejangan yang di teruntukan untuk pengantin Baru.
"Kalian tidur aja,lumayan ada waktu 3 jam menuju subuh"Ucap Widi.
Pita pun mengangguk" Kalian juga harus istirahat"
"Iya, Ruli juga udah ngelonin anak-anak." jawab Widi."Kamar udah di bersihin sama Ken tadi, jadi kamu bisa langsung istirahat setelah bersih-bersih."
"Oke" Jawab Pita sambil berjalan mengikuti Ardi yang telah lebih dulu masuk ke dalam kamar.
Setelah membersihkan Diri Ardi dan Pita memutuskan untuk langsung beristirahat.mereka segera bersih-bersih lalu merebahkan diri.
Tak ada perbincangan apapun di antara mereka , karena kondisinya sudah cukup larut, badan pun sudah sangat lelah jadi mereka memutuskan untuk Tidur.
..._________________...
Pagi pun datang, selepas shalat Subuh Pita sudah terjun langsung ke dapur membantu Bibi dan ibunya memasak.sedangkan Ardi membantu pamannya membongkar dekron yang di pasang di kamar.
"Astagfirulloh, ini kayanya paman besok bisa tidur nyenyak setalah beberapa hari gadang terus" Ucap Paman Pita sambil memasukan Bunga-bunga hiasan ke dalam karung.
"Berapa malam gadang mang?" tanya Ardi.
"Seminggu ini Amang Gadang Di,karena mikirin nikahan kalian, soalnya kan gak ada pergerakan dari Pita.kirain gak bakal ada acara apa - apa.Eh ternyata 2 hari sebelum Hari kemarin dateng WO ngerias rumah, dateng barang-barang ini itu."
"Jadi keluarga gak ada yang tau mang?"
"Gak ada, semua di atur dan di urus sama Neng Ruli, baju kita juga di Urus sama Neng Tere.terus untuk yang datang kerumah juga di urus sama neng Key.pokonya Pita bener-bener gak ngapa-ngapain.tim nya semua yang ngurus."
"Oh gitu ya" Ucap Ardi sambil turun dari kursi, karena sudah selesai mencopot semua kain yang menutup dinding.ia pun mulai memasukannya kedalam karung.
"Rencananya kamu setelah menikah mau bawa Pita atau kamu yang ikut sama Pita?"
Ardi menatap Mamang Pita lekat."Kita belum membicarakan soal itu Mang,tapi kalau saya harus mengikutinya.saya mau menafkahinya dengan apa?"
"Bicarakan lah, Dan mamang Minta kamu atau pun Pita saling terbuka satu sama lain agar pernikahan kalian berjalan lancar dan tanpa ada kesalah pahaman.kadang kesalah pahaman itu datang karena komunikasi yang buruk dan juga ketidak terbukaan satu sama lain."
"Baik Mang" Jawab Ardi.
Mereka pun lanjut membantu tim WO membereskan sisa-sisa kemarin.
Sedangkan di Dapur Pita di bantu Bibi, Ibu dan Mamah tirinya tengah memasak untuk menu sarapan.
"Pita Rencananya kamu akan tinggal dimana?" tanya Mamah Tiri Pita.
__ADS_1
Pita yang tengah menumis Bawang pun menoleh, "Aku akan ikut kemana pun suami ku tinggal mah"
"Terus kerjaan kamu"
"Aku sudah berhenti dari bulan lalu setelah Ayah mengacaukan semua jadwalku.Dari pada aku pusing ya udah aku memilih berhenti dan menyelesaikan Sisanya."
Ibu dan Mamah tiri Pita mendelik satu sama lain."Sayang kalau gitu nak"Ucap Ibu Pita.
"Aku ingin mulai hidup baru bu"
"Jangan kamu lepas pekerjaan Mu Pit, Emangnya penghasilan Ardi cukup untuk memenuhi kebutuhanmu?belum lagi dia punya adik yang masih sekolah."ucap Mamah Tiri Pita
"Jangan Mendahului Alloh, Serahkan aja semua apa Nya, niscaya semua akan baik-baik saja.Dan aku yakin akan hal itu." Ucapnya setelah mematikan kompor."Aku mau mandi dulu"Ucap Pita lalu ia pun berjalan ke arah ruang tamu.
Pita mamandang Ardi dari kejauhan, Ardi begitu cekatan dalam melakukan segala pekerjaan karena memang dia terbiasa bekerja keras, Pita Yakin kalau Ardi akan bisa membahagiakannya dengan caranya yang sederhana.
......_________________......
Selepas shalat Dzuhur Ardi dan Pita telah bersiap untuk pergi ke kediaman Ardi.tak akan ada acara lagi seperti halnya pernikahan yang lain.bila pernikhan yang lain selesai pernikahan akan di adakan Munyungan namun Ardi dan Pita memutuskan untuk tidak melakukan hal itu, namun di hari setelah mereka menikah mereka memutuskan untuk pindah ke kediaman Ardi.
Kado dan barang-barang Pita semua telah masuk kedalam dua mobil Book.itu semua karena Fita membawa barang-barang pribadi nya yang di tinggal rumahnya dan Rumah Neneknya.
Rumahnya yang di Lewisari telah di beli oleh Gea beberapa hari sebelum Pita menikah, jadi semua barangnya ia suruh Gea mengemasnya dan diantarkan ke kediaman Ardi.rumah-rumah yang di bandung pun sama, Pita menjualnya.dan rencananya Pita akan mencari Tanah Luas di daerah Bandung yang dekat dengan perkantoran atau Pabrik.ia ingin membangun kosan.
Semua yang ia miliki sebelum menikah akan di kelola oleh sahabatnya, untuk masa depan anaknya kelak
..._________________...
Ardi menatap sekeliling, ia merasa aneh dan tak menyangka karena Pita mengubah tata letak perabotannya.
Perbotan yang di bawa Pita cukup banyak dan membuat Ardi sedari kemarin bingung menyimpannya.namun hari ini Ardi melihat Rumah sudah bersih tak ada Kursi-kursi atau lemari yang di simpan tak Tertata.
Hari ini Ardi mulai beraktifitas kembali,ia pergi ke kebun Manggis yang Insya'alloh beberapa bulan lagi akan ia panen, selain itu ia pun melihat Sawah dan juga kolam ikan yang ada di kampung sebelah.jadi ia tak tau apa yang di lakukan Pita bersama adik-adiknya di rumah.
"Assalamu'alaikum" Ucap Ardi pada Hana dan Erik
"Teteh dimana Na?" tanya Ardi sambil menuangkan Air ke dalam gelas yang ia pegang.
"Teh Pita tadi pergi sama teh Ruli."
Ardi mengangguk mengerti.
"Emangnya gak ijin sama Aa?" tanya Erik.
"Enggak, Aa gak bawa Handphone"
"Harusnya dia tuh ijin dulu sebelum pergi bukan malah nyelonong aja A, Kan sekarang dia itu tanggung jawab Aa.kemana pun di pergi dia harus ijin dulu sama Aa, Sebagai tanda dia menghargai Aa sebagai suami."
Ardi memilih diam dari pada meladeni Erik yang terus mengoceh.memang benar yang di katakan Erik namun ia tak boleh berprasangka buruk dulu terhadap Istrinya.agar tidak terjadi kesalah pahaman.
"Hana ke warung dulu ya A, di rumah gak ada gula." Ucap Hana.
"Ya udah sana, ada uangnya kan?tanya Ardi, Hana pun mengangguk" Aa juga mau ke kamar mau bersih-bersih."
"Ya udah, istirahat A.Kan nanti malem harus nganter sayur ke pasar."Jawab Hana.Ardi pun mengangguk lalu berlalu tanpa menghiraukan keberadaan Erik.
" Kakakmu itu kalau lagi di ajak ngobrol duka ngeloyor aja"
Hana menghela nafas Panjang lalu membuangnya kasar."Kita punya Zona pribadi kita masing-masing A, tak seharusnya kita mengkritik atau menasehati tanpa orang tersebut meminta pendapat.kita tak seharusnya mengurusi urusan mereka apalagi tentang Rumah tangga mereka yang sifatnya sangat pribadi."
"Sayang" Ucap Erik melembut karena melihat raut wajah Hana yang menyiratkan kekesalan.
"Sudahlah Hana pergi dulu" Ucap Hana sambil berlalu.
Sedangkan Di dalam kamar Ardi mendapat secarcik kertas yabg di Tinggalkan Pita.
__ADS_1
...Assalamu'alaikum...
...Aa maaf Pita di jemput Ruli.Pita sudah menunggu satu jam namun Aa tak kunjung pulang, jadi Pita putuskan untuk berangkat saja bersama Ruli....
...Ruli mengajak Pita ke notaris ada yang harus di urus tentang masalah jual beli rumah, jadi Pita harus datang...
...Pita akan usahakan pulang cepat.Insya'alloh...
...Aa, jika Aa berkenan Aa hubungi Pita bila sudah membaca surat ini:-)...
Wassalam
Pita istri mu
Ardi tersenyum membaca Pesan yang di simpan Pita di dekat Handphonenya itu.ia pun meraih Handphonenya dan mengirimkan pesan pada Pita.
Me
Assalamu'alaikum
Lagi di mana teh?
Zaujati
Wa'alaikum salam.
lagi di notaris A, baru aja sampai.
Me
Pulang jam berapa?
Zaujati
Insya'alloh sebelum isya sudah di rumah.tapi gak janji karena gak tau beresnya jam berapa😌
Me
Aa akan pergi ke pasar hari ini, mungkin ba'da Magrib Aa berangkat.
Apa kamu mau ikut Aa kepasar?
jika kamu mau ikut, Aa akan menjemputmu"
Zaujati
Mangga di antos😂
nanti aa tungggu aja di pertigaan sebelum pom bensin cintawana.
(iya aku tunggu)
Me
ya udah, sekalian makan malam di luar ya?
Zaujati
👍
diantosnya😉
Ardi tersenyum kecut ia bingung jika istrinya telah mengirim balasan dengan Imute seperti itu..
Ia pun beranjak ke kamar mandi tanpa membalas pesan sang istri.
__ADS_1
Ardi dan Pita memang telah menikah, namun kecanggungan selalu menyelimuti mereka berdua.