
Sudah dua hari Pita kembali dari bandung setelah menjenguk Hana tanpa di temani Ardi yang tengah sibuk-sibuknya karena panen di kebun.
Awalnya Pita tak berniat pergi meninggalkan Ardi namun Ardi tetap memaksanya untuk pergi melihat adiknya yang selalu bilang kalau ia sudah lebih baik.
Khawatir, itu yang di rasakan Ardi.ia tak puas dengan hanya mendengar jawaban dari Hana jadi ia memutuskan untuk menyuruh sang Istri pergi ke bandung untuk melihat Hana disana beberapa hari.alhasil Pita pun berangkat ke bandung dengan menggunakan angkutan Umum yang tak pernah ia tumpangi selama ini.ia menghabiskan waktu 5 hari menemani Hana di sana, hingga Hana mendapatkan pekerjaan di salah satu Butik milik sahabatnya yang lokasinya tak jauh dari Vila,dan itu semua tak lepas dari campur tangan Ruli.
Sudah dua hari pula setelah ke pulangannya Pita memasak untuk Para pekerja Ardi dan membawa nya ke kebun di temani Hani dan Sigit.Sebelumnya Hani dan Bu Tuti tetangga dekat rumah Hani yang membantu namun karena Bu Tuti harus Panen di Sawahnya jadi ia berhenti membantu Hani memasak.
"Teh ini kita masak Oseng Labu sama goreng ikan Bandeng aja?"Tanya Hani
"Sambel Terasi nya teh, Aa suka banget sama sambel terasi di makannya pake lalapan"Sambung Sigit
" Ya udah kamu ke warung gih beli terasi, sama sekalian beli Garam dan Gula pasir"Ucap Pita."Bandengnya di bagi 3 aja Ni"
"Iya teh" Jawab Hani sambil memotong ikan bandeng nya sedangka Pita tengah mengiris Bumbu untuk Labu nya.
Setelah beres memasak Pita dan Hani pun menyiapkan apa-apa yang akan ia bawa ke ladang.
Hani telah siap dengan bakul Nasi besar di gendongannya sedangkan Pita juga sudah siap dengan menggendong wadah susun berisi sayur dan ia juga tak lupa menjingjing satu termos ari Panas.
Mereka pun berjalan beriringan menuju sawah Ardi yang tengah di panen di ikuti Sigit yang membawa wadah berisi Air teh tawar
Mereka pun sampai di saung yang ada di Pinggir sungai lalu mereka membuka apa yang mereka bawa sedangkan Sigit pergi mengambil Daun Pisan yang akan di jadikan alas makan pengganti piring.
Semua pekerja pun menghentikan kegiatannya lalu berjalan ke saung untuk istirahat sambil makan.begitupun Ardi yang sedari tadi mundar mandir mangambil tangkai padi yang belum di pisahkan.
"Enak nya Di, ari tos gaduh bojo mah aya nu ngaulaan?" Ucap salah satu pekerja (Enak ya Di,kalau udah punya istri mah ada yang merhatiin"
"Nya muhun ceu" Jawab Ardi sambil menerima satu gelas Air yang di ulurkan Pita (Ya benar Ceu) (Ceu \= mbak atau ibu atau panggilan lain untuk orang yang lebih tua)
plak
"Eh kenapa kok mukul" Ucap Ardi saat Pita memukul lengannya
__ADS_1
"Kalau Minum duduk" Tegur Pita.
"Hahaa, emangnya enak.Aa mah bisa nya negur orang tapi dirinya sendiri masih aja suka lupa." Ledek Hani yang membuat Ardi cengir.
"Kan nama nya juga manusia Ni"ucap Ardi
"Iya, ilaharnya manusia memang suka lupa dan kadang melupakan sesuatu yang di anggap nya sepele."Cibir Hani.
" Ya benar kata Hani, Adab minum yang di ajarkan Rosululloh itu salah satunya dengan duduk, membaca Basmalah, dan Alhamdulillah ketika sudah selesai minum dan tidak meneguk Air dengan sekali tegukan."
"Maksudnya gimana neng?" tanya Bu Fatimah.
"Ya katanya minumnya harus di nikmati jadi jangan sekali tegak langsung habis satu gelas, katanya itu gak baik.tapi aku juga gak begitu tau sih, coba aja nanti Mingguan tanyain sama Pak Ustad" Ucap Pita.ia tak mau di bilang Sok tau dan sok mengerti meski memang dia sedikit tau mengenai hal itu.
"Nya ceu ke taroskeun ka Ustad Mufi.njing mingon" Ucap temannya yang sama ikut dalam pengajian (Ya Ceu, Nanti tanyain aja sama Ustad Mufi, Besok Minggu)Bu Fatimah pun mengangguk lalu mengambil makanan yang di sediakan di ikuti yang lain.
Mereka mulai makan masing-masing begitupun Ardi yang makan satu Alas dengan Pita di saung bersama Sigit, Hani dan suami Hani yang sama ikut membantu.
"Minggu besok ajak yang lain kita liliwetan di sini" Ajak Hani.
"Iya + bakar ikan"
"Iya, Ini siapa yang bikin sambel mantul pedesnya, enak lagi gak kaya biasanya" Ucap Ardi.
"Sebelah mu A.kaya nya teteh cocok kalau bikin Warung nasi pasti bakalan laris soalnya masakannya itu Nampol bet dah" Ucap Hani
"Gak usah di dengerin Teh, udah teteh mah masak buat di rumah aja.nanti kecapean lagi"
Hani mengendus"Aaahhh Aa mah gak seru kan ini peluang bisnis A."
"Gak, gak usah.teteh udah punya bisnis sendiri yang menjanjikan" Jawab Ardi.
Eh iya A, apa bener kolam ikan Pak Mansur Aa yang beli?"Tanya Arif.
__ADS_1
"Iya" Jawab Ardi yang memang membeli kolam ikan dua minggu lalu atas persetujuan istrinya.
"Sayang A kalau cuma di isi ikan-ikan aja mah, kan di deket rumah juga udah ada dua.belum deket rumahnya teh Santi Aa isi Lele."
Ardi meminum Air nya karena sudah selesai makan lalu menatap Arif"Aa tuh ada rencana nya mau mindahin semua ikan yang di kolam ikan dekat rumah kesana namun sebelum itu Aa mau bangun dulu buat perternakan Ayam petelur.Aa udah cape Pagi Cikajang malemnya langsung ke Cikurubuk.jadi pengen bikin Usaha yang gak harus mobil-mobilan tiap Waktu.dan Aa juga mau buka warung telur di rumah, tali itu baru rencana gak tau kedepannya.mudah-mudahan sih sesuai ekspektasi"
"Wah kalau gitu aku bisa bantu-bantu di peternakan A, kan Aku siang suka ke ladang nah sore bisa bantu-bantu."
"Ya kita jalanin bareng Aja Rif.kita sama-sama bahu membahu mudah-mudahan lancar."
"Iya A, Aku juga rencananya pengen Hani buka toko kelontongan di rumah tapi modalnya masih jauh."
"Kalau mau aku bisa Bantu, biar aku gak jauh ke warung.ada sih warung di depan rumah tapi warungnya warung seblak kan bukan kebutuhan.jadi suka nyuruh sigit atau Alfi kadang Aa ke warung atau ke pasar belanja kan repot apa lagi kalau yang di butuhin kurang."
Hani dan Arif saling melempar tatapan lalu beralih pada Ardi.
"Garasi aja atuh di bikin warung nah kalau buat ngisinya kamu bilang aja sama teteh, jangan sama Aa.Aa mah gak ada uang kemarin juga di bantu sama teteh."
"ikhhh" Ucap Pita sambil memukul Paha Ardi pelan"Uang aku juga uang Aa"
"Gak teh, kalau Uang Aa uang teteh juga tapi kalau Uang Teteh bukan Uang Aa.Apa lagi itu di hasilkan oleh kerja keras teteh tanpa campur tangan Aa jadi itu uang teteh bukan uang Aa oke." Ucap Ardi.
Pita menghela nafas panjang"Nanti di bicarkan aja di rumah butuhnya berapa?ada Rekeningkan?"tanya Pita pada Hani, Hani pun mengangguk"Nanti kalau udah di itung-itung berapa yang di butuhin,nanti teteh Transper."
"Iya teh makasih"
"Sama-sama bukan kah sesama keluarga harus saling bantu membantu."Hani dan Arif mengangguk.
" Bukan hanya sesama keluarga, tapi sesama sodara atau orang yang membutuhkan juga kita harus saling bantu-membantu."Ucap Ardi."Bukan kah teteh Bilang bila kita membantu sesama sama dengan kita mempererat tali silaturahmi, memperbanyak keluarga, dan menabung Amal."
Pita pun mengangguk seraya tersenyum.
Ardi merangkul tubuh Pita sungguh beruntung ia mendapatkan wanita seperti Pita, bukan hanya Cantik, ia juga baik dan ada saat ia benar-benar membutuhkan Bahu untuk bersandar dan melepas kan lelah juga penat dalam menjalani Hari.
__ADS_1