ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
87


__ADS_3

Semilir Angin mampu menghempaskan Selendang panjang yang di gunakan Kartika.


Mata Teduh itu menatap ke arah dua gundukan yang menggubur dua wanita yang amat dia sayang.


2 bulan berlalu selepas Nenek nya meninggal ia baru berani lagi memasuki Pemakaman keluarga ini.


Kakinya luluh bersimpuh setelah sekian lama ia berdiri dengan mata mentap jauh.


Kesedihan masih terlihat jelas di mata Gadis berusia 16 tahun tersebut.


"Assalamualaikum Ya Ahli kubur"Ucapnya dengan nada bergetar menahan tangis.


Dari kejauhan Seorang pemuda Dewasa Menatap penuh Iba,Ia Keluar dari rumah bersama dengan Gadis tersebut dia terus memperhatikan Gadis tersebut dari jauh,mengekorinya tanpa sang Gadis tahu.


"Hiks"


Tangis itu pecah,Siapa pun yang mendengar Raungan Kartika akan merasa Iba begitupun Pemuda mengikutinya dari Rumah.


Kartika menangis dengan wajah ia tumpukan pada batu nisan sang ibu.Terlihat kerapuhan seorang Anak yang di tinggalkan yang sekarang harus hidup seorang diri.


Hidup sebatang kara bukan lah Hidup yang gampang,dan hal itu di sadari oleh Kartika.ia bahkan pesimis untuk menjalani hidup tanpa orang tuanya tanpa orang-orang yang disayanginya. Sebenarnya dia masih memiliki ayah tapi dia sudah tidak mengharapkan untuk hidup bersama ayahnya di Kota seberang apalagi dengan keadaan sang ayah yang sudah menikah kembali dan memiliki keluarga baru. tidak mau menjadi beban atau membuat masalah di keluarga baru ayahnya membuat iya bingung harus bagaimana?. dia sadar memiliki keluarga yang begitu menyayanginya bahkan dengan gamblangnya ya mereka akan menyekolah kan di manapun dia ingin bersekolah, bukan hanya biaya sekolah bahkan biaya kehidupannya akan mereka tanggung, agar supaya dia menjadi wanita yang berpendidikan tinggi.Tapi Sebenarnya bukan itu entah mengapa hatinya selalu memberontak, Iya sendiri bertanya apa sih yang ia mau? Kenapa Rasanya kosong meskipun ia ditawari banyak hal oleh keluarga-keluarganya. Apa mungkin karena orang-orang yang ia harapkan menemani dia dewasa sudah berpulang kepangkuan Ilahi? meninggalkannya seorang diri? meninggalkannya dan menghancurkan harapannya?

__ADS_1


Kartika terus Meraung melepaskan sesak di dadanya, tiga hari setelah meninggal dunia meninggal ya terus menangis namun setelah 3 hari iya tidak lagi meneteskan air mata. banyak orang yang menatap Kartika penuh ibah dengan keceriaan yang terlihat tulus namun begitu menyayat hati.


satu jam lebih Kartika menangis, hingga ia akhirnya berhenti menangis bangun lalu menengadahkan tangan, Iya berdoa dengan khusyuk. setelah itu ia beranjak, tujuannya adalah pulang karena ia tidak mau keluarganya yang masih ada di kampung khawatir.


" Kak Leon ke mana ya? Om Jansen nelpon terus dari tadi." ucap seorang pemuda yang duduk di teras rumah bersama dengan Mahreen,Ghaitsa dan Artha


"Bunda gak tau,Dari tadi Bunda disini."Jawab Mahreen pada Nahda Anak dari Arsa adiknya


"Bun,Rumah ini akan kosong?"tanya Itsa.


Mata Mahreen menatap sekeliling,Ia tersenyum getir.dulu ditempat ini ia di besarkan dan si sayangi oleh orang-orang yang menyayanginya.ia masih ingat betapa banyak orang yang tinggal di rumah ini dan satu persatu keluar karena berkeluarga.


Arsa dan Khadijah adalah orang terakhir yang meninggalkan rumah itu sebelum Ibu nya meninggalkan dan membuat Bibi nya kembali masuk dan Tinggal di rumah itu menemani sang ayah. dan setelah sang ayah Tiada bibinya lah yang menjaga dan mengurus rumah besar ini. namun sekarang beliau sudah tidak ada dan meninggalkan seorang gadis 16 tahun, untuk dia menyerahkan rumah sebesar ini pada gadis tersebut membuatnya takut, Ya sepertinya dia akan membawa gadis tersebut untuk tinggal bersamanya di kota. mungkin rumah ini akan kosong itu pikir Mahreen.


"Wa'alaikum salam"Jawab Mahreen"Ayo sini Ais"Ucap Mahreen saat Ais anak mendiang Dewi berkunjung.


Ais menyalami Mahreen dan menjelaskan kedatangannya,Mahreen menerima niatan Baik Ais dengan baik.


Setelah Ais pergi Leon pun datang."Bun,Kak Zio bilang Rabu nanti ia akan ke Amerika.Ia ingin Bunda mengantarkan Kak Zio dan Mbak Devi ke Bandara."


Mahreen menghela nafas,namun tak urung ia tersenyum"Iya Insya'alloh Bunda akan mengantarkan mereka.Kamu di kabari Kak Zio kapan Nak?"

__ADS_1


"Tadi Bun,Saat berjalan-jalan menikmati hamparan Sawah."


"Mas Leon bohong"Sela Itsa "Mas Leon ke arah Kebun Manggis bukan ke arah Sawah.Itsa Tadi liat loh Mas,Mas leon kesana "


"Yah kan sebelum kesana Mas ke sawah dulu,Tanyain aja sama Mang Alfi,karena Tadi Mas ketemu sama Mamang disana."


Mahreen memegang tangan Itsa yang ingin beradu mulut dengan Leon"Kalian Ini,Nanti bunda Nikahin loh kalau kalian ribut mulu kaya gini."


"Gak Bun,Leon gak mau.bisa-bisa Leon darah Tinggi mulu kalau nikah sama Itsa,Udah Cukup di ceramahi sama Kak Sita dan Mama Ganis.Leon gak ada Niatan nikah sama orang yang terlalu banyak Drama dan Cakap."Jelas Leon,membuat Putra dan Atha cekikikan sedangkan Itsa memanyunkan Bibirnya"Itsa jangan suka sama Mas karena Mas suka sama wanita lain."


Itsa bangkit dari duduknya,Tanpa mengucapkan apa-apa Itsa masuk kedalam rumah.


"Mas."Ucap Atha "Kak Itsa suka sama Mas"


Leon menggelengkan kepalanya"Tapi Mas gak mungkin menikah dengan Itsa,Bunda tau jawabannya"Ucap Leon dengan mata menatap Mahreen.


"Sepertinya Umi Khadijah belum memberi tahu Itsa,jika Itsa satu persusuan dengan Leon karena saat Itsa Lahir Umi Khadijah belum bisa memberikan Asi nya pada Itsa karena satu dan lain hal,dan saat itu Itsa tidak mau minum susu formula, dan kebetulan Mama Ganis tengah ada di kota Bandung, saat itulah kakak kamu disusui oleh Mama Ganis membuat hubungan antara Leon dan kakak kamu tidak mungkin untuk menikah."Jelas Mahreen.


"Apa itu benar Bun?"tanya Itsa yang memang tidak masuk ke kamar hanya masuk ke ruang tamu dan duduk disana.


"Iya,maka dari itu tata kembalilah hati mu Nak,Karena mau bagaimana pun Mas Leon akan tetap menjadi Kakak mu dan tak akan berubah.belajar Ikhlas lah."

__ADS_1


Itsa menatap Leon lalu beralih Pada Mahreen ia pun mendekat dan memeluk Mahreen.


"Itsa mengerti Bun."bisiknya.Mahreen tau perasaan gadis di pelukannya untuk saat ini mungkin Hancur namun ia percaya gadis tersebut akan bertemu jodohnya secepat mungkin...


__ADS_2