ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
92


__ADS_3

"Maaf Bunda lama ya?"tanya Mahreen pada Kartika dan Naya.


"Ma....


"Gak papa Bun,Makanan nya juga baru sampai."Sela Kartika."Bun,Habis dari sini Bunda mau ikut pulang?"


"Bunda mau kerumah nya Om Arsa dulu"


"Bunda mau ketemu sama Kak Itsa dong?"tanya Naya.


"Iya,Itupun kalau Kak Itsa nya gak Kuliah"Jawab Mahreen.


"Kita boleh ikut kan aku mau liat kelinci-kelinci manis"Ucap Kartika.


"Boleh,Tapi jangan sampai ngerepotin orang rumah ya.Dan jangan Bar-bar soalnya Om Jansen dan Tante Ganis pun sedang ada disana beserta Twis."


"Ruli dan Rui"Ucap Naya dengan Mata berbinar.


"Iya."


"Ya sudah kita makan dulu Bun,Kasihan makanannya di anggurin terus."Ucap Kartika.Naya dan Mahreen pun mengangguk lalu memulai melahap pesenan mereka masing-masing.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Mahreen kamu sudah melakukan hal yang tepat,Namun dengan tidak mengabari pada kami membuat kami bingung dengan situasi kemarin.Apalagi Nino yang terus menerus menyudutkan Arsa."Ucap Jansen,Arsa terdiam apa hanya dia yang tidak tau dengan apa yang terjadi.


"Tepatnya saat Kak Jansen dan Kak Ganis pergi ke Sydney Mas Mahen pulang.Kami membicarakan banyak hal saat itu,Hingga anak-anak sampai dan menginap satu malam.Sepeninggal anak-anak Mas Mahen segera membereskan Pakaian bergegas pergi,dan aku menahannya.Aku banyak mempertanyakan ini dan Itu namun Mas Mahen malah berkata 'Jika kamu tak suka maka pergi dari rumah ini.Rumah ini adalah rumah untuk anak-anak ku,Kamu bukan apa-apa tanpa aku'.Jujur saja hati ku sakit,namun akupun berpikir kembali ke masa lalu saat pertama bertemu Mas Mahen.memang aku ini siapa?hanya gadis desa yang beruntung bisa sekolah di kota dan Kuliah hingga menjadi Dokter spesialis Jantung."

__ADS_1


"Tapi kamu menjadi Dokter Hebat itu karena Bunda Dan Ayah Ardi bukan karena nya Mahreen"


"Iya aku juga mengerti itu."


"Kamu....Sadar tidak dia itu dulu siapa?dia dulu itu hanya apa?dia hanya pegawai biasa Mahreen namun dengan kecerdasan dan Modal dari Bunda Kamu dan Dia bisa membangun kerajaan Bisnis hingga ia menjadi orang sesukses saat ini.Ada campur tangan Bunda di dalam kesuksesan nya."


Arsa membuang nafasnya perlahan"Teh?Dalam suatu Rumah Tangga pasti akan ada Luka likunya tersendiri,apakah itu Mudah atau susah itu adalah sebuah ketetapan.Alloh memberi sebuah ujian sesuai dengan kemampuan umatnya.Alloh tahu ujian yang datang pada Teteh akan membuat hati Teteh goyah hingga.....


"Teteh lelah"Sela Mahreen" Siapa yang tidak merasa lelah dengan rumah tangga yang entah mau dibawa ke mana. coba kamu pikir Bagaimana kehidupan teteh, anak-anak Teteh keluar dari rumah satu persatu mengikuti istri-istri mereka. suami Teteh memilih untuk menikah lagi, bukan hanya sekali tapi tiga kali hanya dengan obsesinya yang ingin memiliki anak perempuan. namun akhirnya Allah kasih dia dua anak laki-laki dari istri keduanya, dia mengorbankan teteh yang selalu ada untuknya. coba Adik pikir Bagaimana perasaan teteh saat anak-anak Teteh memilih untuk mengikuti istri-istri mereka, mungkin itu sama dengan apa yang Teteh dan adik-adik lakukan pada bunda dan ayah. kita yang meninggalkan mereka karena kesibukan kita yang ada di luar kota sedangkan bunda dan ayah ada di kampung halaman. Namun kita gak pernah lupa untuk bertukar kabar dengan mereka, sedangkan apa yang terjadi pada teteh? anak-anak teteh mana ada yang mengabari teteh? nggak Mereka sibuk dengan dunianya. Aku ini seorang ibu Dek, ibu yang membesarkan mereka ibu yang berjuang untuk mereka. bagaimana mereka Ingat tidak sama Teteh? Malah satu teh mengambil keputusan teteh tersalahkan. mereka tidak bertanya ada masalah apa antara teteh dan ayah mereka, sepertinya mereka Acuh Tak Acuh, entahlah mungkin Teteh salah mendidik mereka."


" Teteh" Panggil Ganis pelan


" Di dalam suatu kejadian pasti ada masalah yang mulai timbul, beberapa tahun lalu suami Teteh meminta teteh Untuk memiliki kembali seorang anak, Dia meminta seorang anak perempuan dikarenakan ketiga anak laki-laki teteh meninggalkan kami berdua di rumah yang besar. Teteh tidak melarang mereka untuk keluar dari rumah dan hidup bersama keluarganya tapi teteh berharap mereka masih berkomunikasi dengan Teteh bukan hanya dalam setahun dua atau tiga kali bertemu di rumah. karena Teteh tidak bisa memberikan anak jadi teteh mengizinkan suami Teteh untuk menikah lagi, bukan hanya sekali Dia meminta untuk menikah lagi karena alasan-alasan yang ia buat. tiga kali dia menikah, dan saat Setelah dia menikah dengan istri ketiganya bukan hanya Teteh yang seperti campakan tapi juga istri pertama nya pun ia campakan. mas Mahendra tak pernah pulang kecuali jika anak-anak pulang itu pun Hanya dua tiga hari, setelah itu dia sibuk sana kemari bersama dengan istri-istrinya yang lain. Teteh tidak sanggup, hingga Teteh mengambil Jalan perceraian."


" Oh jadi seperti itu ya, di sini memang yang salah bukanlah Teteh tapi mungkin pemahaman anak-anak Teteh yang belum sampai ke sana. Teteh harus lebih banyak bersabar, Insya Allah semuanya akan baik-baik saja. aku akan bertemu dengan Riza besok semoga saja dia bisa mendengarkan aku."


" Teteh sudah tidak berharap banyak. Sekarang Teteh sudah memiliki dua Putri yang membahagiakan teteh, Bukan tapi tidak Menyayangi Lagi tiga anak-anak teteh. Tapi Biarlah mereka dengan jalannya sendiri"


Jansen,Ganis dan Arsa hanya mengangguk kan kepala tanpa respon apapun lagi.


Sedangkan seorang laki-laki dewasa yang tengah Anteng di hadapan komputer di ruangan itu diam-diam mengirimkan

__ADS_1


E-mile pada salah satu Sahabatnya.


__ADS_2