ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
59


__ADS_3

Jansen mendudukan dirinya di kursi meja makan, ia melihat dua mangkuk berisi Sup Bakso dan Sup bayam yang ia buat untuk Ganis namun naas hanya di icip sedikit lalu di muntahkan begitu saja.


"Kenapa?" tanya Tania, Tania mengambil mangkuk berisi Sup Bayam, Sedangkan Vinsen mengambil mangkuk Sup Bakso"Ini itu terlalu mateng Bang, Rasanya pasti aneh"Ucap Tania


"Kalau ini rasanya Asin, kaya yang mau nikah lagi."Ucap Vinsen


"Hus bicaranya"


"Istri mu gimana sekarang Bang?" Tanya Vinsen seraya menggeser mangkuk sup kearah Tania


"Dia barusan makan Bolu pisang kiriman Mahreen."


"Gak muntah-muntah lagi?"


"Enggak cuma pusing katanya"


Vinsen dan Tania mengangguk."Bang, aku butuh pembantu."Ucap Tania"Pekerjaan rumah gak mungkin di beresi oleh kita."


Jansen dan Vinsen mangangguk bersama."Nanti aku cariin.Jangan Minta sama Abang kasihan wajahnya aja kaya kanebo kering, Beban hidupnya Behhhhhhh buannnyak"


"Banyak kan di buat sendiri" Jawab Tania.


"Serah kalian"


"Eh ia Vin, Aku bagusan pake hijab atau gak pake kaya biasa?"


Vinsen menyernyit"Emang mau ngapain?"


"Nanya aja"


"Boleh abang yang jawab?" tanya Jansen.Tania mengangguk"Abang pernah denger dari Ustad kalau wanita itu harus berhijab apalagi bersyar'i.karena apa?seorang wanita itu akan membawa dosa untuk Ayahnya, Suaminya, sodara laki-lakinya dan juga anak laki-lakinya.Dan kalau gak salah dosa memperlihatkan rambut meski sehelai itu akan di ganjar dengan bertahun-tahun di dalam neraka.itu cuman sehelai loh Tan bukan segelung kaya kamu."Ucap Jansen


"Eh iya abang ken pernah mesantren." Jawab Vinsen.


"Ahhh itu cuman numpang nginep, makan, sama mandi doank" Jawab Jansen


"Ada gak sih bang di dalam Al-Qur'an hukumnya?"


"Coba shercing di google atau liat dakwah-dakwah di Youtube."


"Eh, kan.....

__ADS_1


" Abang ini bukan Ustad, Abang bilang kan tadi Abang cuma pindah makan, pindah tidur dan pindah Mandi.Memang abang tinggal di pesantren tapi itu kan gak lama dan udah lama pula .Abang hanya singgah karena kan gak lama dari itu musibah datang, masa remaja Abang langsung berubah drastris."


"Abang" Ucap Vinsen dan Tania bersama.mereka tau saat itu karena mereka pun mengalaminya.Tania adalah yang paling beruntung dia di besarkan bersama Arsa kampung setrlah ibu dan Ayahnya meninggal, sedangkan Vinsen dan Jansen tetap di kota dan mulai belajar di bidang dimana Ibu dan Ayahnya berkecimpung.


"Itu udah lalu jangan di pikirkan. Toh kita sekarang sudah jadi orang yang sukses, udah punya kehidupan kita sendiri-sendiri.Semoga anak cucu kita gak ngerasaain apa yang kita rasain di masa lalu, Dan bersyukurnya Abang karena Abang dan kalian punya Bunda yang memberikan kita kasih sayang, perhatian dan banyak lagi.meski tak setiap hari tapi bisa ada di saat kita Butuh." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca


"Sesak Dada ku bang kalau ingat kita di didik oleh Om Haris dan Om Pulan belum lagi selalu di ceramahi oleh tante Angel "Ucap Vinsen dengan isak.


" Abang juga ngerais itu Sen,Abang inget banget ketika Alm Tante Angel bilang.'Tante itu tinggal nunggu mati, kalau kalian gak bisa siapa yang akan nerusin apa yang di buat orang tua kalian untuk masa depan kalian' kata-kata itu menohok, abang dulu selalu bertanya-tanya kenapa Tante Angel selalu bilang kalau dia lagi nunggu kematian, sedangkan dia tampak sehat dan baik-baik saja dia bisa urus semua nya sendiri, kenapa harus kita?."


"Tapi Bunda bilang, ada orang yang bisa pura-pura kuat, pura-pura sehat, tapi dia lemah dan sangat lemah.Dan setelah Abang denger itu abang gak sengaja lihat kertas di bawah meja dan saat Abang Buka ternyata Tante mengidap penyakit Kanker darah."


"Beneran itu bang?


Jansen mengangguk" Dan dari situ abang memutuskan untuk membagi tugas dengan mu, kamu milih Om Haris dan Abang milih Om Pulan.dan kamu tau Abang di ajarkan bukan hanya oleh Om Pulan tapi Om Winato."


"Ngeri aku bang" Ucap Vinsen karena mendengar nama itu, nama yang sering kali ayahnya sebut. ia pernah bertemu dengan Winato itu sekali bersama Ayahnya.Wajahnya Garang, badannya besar dan kekar, tak pernah tersenyum dan suaranya bikin orang merinding.


"Abang di didik olehnya 2 tahun sebelum dia terbang ke Australia dan menghabiskan waktu bersama istrinya disana sampai tutup usia."


"Hah?"


"Om Winato menikah dengan tante Jeje artisnya Mamih."


"Tante gitar sepanyol bukan sih?"


Jansen dan Vinsen menatap Tania lalu mengangguk bersama seraya terkekeh.


"Abang"


"Jangan teriak" Ucap Jansen sepontan dengan nada tinggi saat mendengar Ganis teriak.


"Bang"


"Istigfar Bang, namanya juga lagi hamil bang.Udah sana samperin" Ucap Vinsen.


Jansen pun beranjak dan ia melihat istrinya sudah ada di tangga dengan mata sembab.


"Kenapa sayang?" tanya Jansen lembut.


"Laper" jawab Ganis.

__ADS_1


Vinsen dan Tania saling tatap.


"Kalau kamu yang kaya gitu Auto ngakak aku."


"Aku gak mau mengira-ngira atau gimana tapi saat aku ngeliat Ganis seperti aku ngeliat Mamih yang sedang merengek pada papih."


Vinsen melihat kembali ke arah Ganis dan Jansen


"Cepatan" Ucap Ganis.


"Yang lain yah, jangan mie ayam nanti perutnya sakit"


"Gak mau maunya itu" Ucapnya dengan derai air mata.


Jansen diam ia kesal tapi mau bagaimana lagi ini yang minta istrinya.


"Oke"


"Horeeee" Ucap Ganis bersorak."Yaudah yuk kita beli."


"Adek di rumah aja, nanti biar Abang yang beliin"


Ganis menampakan wajah cemberut."Pengen makan langsung di tempat."


"Turutin aja Bang, nanti baby nya ngeces lo" Ucap Tania


"Jangan nakut-nakutin"


"Meski mitos, tapi Bunda selalu bilang itu tuh sebaiknya di turuti.ibu hamil itu sulit banget makan bang, jadi makanan apa yang ada di pikirannya lebih baik di turuti"


Jansen menatap Ganis yang menatapnya penuh binar"Ganti dulu pakaiannya, lalu kita berangkat."


"Oke" Ucap Ganis seraya berlari kecil menaiki tangga.Ganis tak menghiraukan teguran Jansen itu terus saja berlari kecil.


"Sesuai umurnya, masih kekanak-kanakan."Ucap Vinsen


"Meski begitu kadang dia juga dewasa" Sambung Tania


Jansen manatap Tania dan Vinsen bergantian setelah melihat Ganis sampai di atas.


🌳🌳🌳🌳🌳

__ADS_1


See you


__ADS_2