ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
60


__ADS_3

Jansen duduk dengan lemas di kursi kebesarannya.ia menggenggam erat surat yang ia dapat dari Hana wanita masa lalu nya.


*ASSALAMU'ALAIKUM


Hai abang,apa kabar mu?


bang,maafkan aku atas segala salah dan hilap ku dimasa lalu.


Dan maafkan aku yang pergi tiba-tiba.


Bang kamu tau apa alasanku sebenarnya kan? karena aku tau Abang bukan orang yang bodah dan tidak peka terhadap apa yang terjadi kala itu.


Bang,boleh aku kecewa?


Jujur bang,aku kecewa dan terluka.


Bang,aku tlah berdamai dengan semua ini sekarang.


Aku kembali Bang...


Aku kembali..


Tapi kembali ku kali ini untuk menyerahkan Putra anak kandung Abang.


Maaf bang,setelah kejadian itu aku hamil.


dan dihari kita janji temu aku ingin memberi tau mu tentang kehamilan ku namun naas malah aku mendengar hal yang menyakitkan.


Abang,aku ingin bertemu.


Dan menyerahkan Putra pada mu.


Ku tunggu Abang dan istri abang di restoran Anggrek hari minggu pukul 8 malam.


aku tunggu ya bang....


aku mohon abang datang...


ttd


Farhana Zahira*


"Ya robb apa yang harus aku katakan pada Ganis."Ucapnya.


"Apa?"Tanya Vinsen yang sedari tadi masuk dan melihat kakaknya tengah melamun.


Jansen menoleh lalu membuang nafas kasar."Hana kembali?"


"Terus?"


"Hana kembali Vinsen?"


"Iya aku dengar Abang,lalu apa hubungannya dengan mu?kamu sudah berkeluarga Abang?"


"Dia kembali dengan anaknya"


"Anak?"


Jansen melemparkan kertas pada Vinsen kertas bukti DNA atas nama Jansen dan Putra Pratama Fradana.


"Jangan mudah percaya dengan selembar kertas Bang"Ucap Vinsen setelah melihat kertas yang di lempar abangnya itu."Kita perlu bukti yang lebih kuat.kita lakukan tes DNA ulang setelah kita bertemu dengan Hana dan Putra."


"Lalu Ganis?"


"Ganis,apa hubungannya dengan kakak ipar?ini masalah mu?sebelum kita tau kebenaranya lebih baik kita sendiri saja yang urus hingga kebenarnya terkuak Jangan bawa-bawa para istri,apa lagi Ganis."


"Kenapa?"


"Kamu bodoh atau apa sih Bang?Kakak ipar itu wanita yang masih labil,dia masih kecil dan dia juga tengah hamil muda,kamu mau membahayakan kandungannya."


Jansen terdiam beberapa saat lalu menatap Vinsen "Lalu apa yang akan kita lakukan."

__ADS_1


"Abang masih ingat,kapan Abang melakukan hal bejad itu?"


"Dua setengah tahun lalu,tepatnya di malam ulang tahun Khadijah"


"Berarti umur anaknya 20-21 bulan saat ini."Ucap Vinsen"Kita temui dia di hari ia janji temu.Jangan banyak berpikir,nanti Abang stres.sekarang lebih baik abang pulang Bawakan istri abang Mangga muda ia lagi ngidam pengan sambel mangga muda katanya."


"Kamu tau dari mana?"


"Tania,dia tadi Chat aku bilang kalau Kakak ipae lagi pengen sambel mangga."


"Oh ya sudah."Ucap Jansen seraya berdiri lalu bergegas keluar.


"Aku tau Bang Khadijah bukan lah ratu di hati mu lagi.Ganis kamu hebat,kamu telah runtuhkan pertahanan Abang yang sulit di gapai orang."Ucap Vinsen"Tenang Bang,tak akan ada yang bisa ngancurin kebahagian Abang lagi,insya'alloh."


..._______________________...


"Gimana semuanya sudah?"tanya Auri


"Sudah sayang ku"Jawab Sigit.


Yap mereka berdua baru sampai di rumah Jansen dan Vinsen,rumah yang besar dan mewah.


Mereka berangkat pagi dengan menggunakan trevel,mereka berangkat tanpa mobil pribadi karena Sigit yang malas untuk bermacet-macetan.


"Assalamu'alaikum"Ucap Sigit dan Auri bersamaan seraya memencet Bel.


Ceklek


"Assalamu'alaikum"Ucap Auri saat pintu terbuka.


"Wa'alaikum salam"Jawab Tania dengan senyum di bibir nya.


"Kak Auri,Bang Sigit"


Auri memeluk Tania yang sudah berkaca-kaca"Kamu baik-baik saja kan sayang?"tanya Auri.


Tania mengangguk pelan lalu beralih memeluk Sigit sebentar."Ayo masuk"Ajak Tania.


"Kamu gak kerja Tan?"


"oh gitu ya...kalau Muti mana?"


"Muti ada di dapur kak,tadi lagi masak"


"Dia kan lagi hamil?"


"Hamil nya aneh kak"Ucap Tania "Dia gak mersa bau pada bawang-bawangan atau makanan berbau rempah,dia cuma jadi cengeng nya gak ketulungan dan mudah baperan"Jelas Tania.


"Tapi di suka muntah-mutah?"Tanya Sigit.


"Bukan lagi itu mah...dia setiap pagi pasti muntah-muntah.....ehhhh tapi gak tiap pagi juga sih siang juga....ahhhh aku bingung jelasinnya."Ucap Tania seraya menggaruk kepalanya"Eh ia Kak Auri dan Bang Sigit ada acara ya di Jakarta,tuben ke Jakarta?"


Auri tersenyum "Lagi pengen aja,sekalian liat rumah baru kalian."


"Oh gitu....bakal lama gak?kalau lama kita besok main ke Ancol."


"Boleh"Jawab Sigit"Sekalian ajak Jansen,Vinsen dan Ganis."


"Mudah-mudahan mereka Bisa"Jawab Tania."Ehhh bentar aku ambil minum dulu ya"


"Emang disini gak ada pembantu?"


"Ada,pembantunya cuma ada dua dan mereka lagi beres-beres"Jelasnya.


Auri dan Sigit saling pandang setekah mendengar penjelasan dari Tania,Rumah sebesar itu hanya memiliki dua pembantu.


Sigit menghembuskan nafas nya secara kasar "Rumah sebesar ini?"Auri mengedikkan bahu"Rumah kita aja yang hanya sepertiga dari rumah ini pembantunya ada 3 Sayang,nah mereka hanya Dua."


"Assalamu'alaikum"Ucap seseorang membuat Auri mengurungkan niatnya untuk menjawab ucapan Sigit.


"Wa'alaikum salam"

__ADS_1


"Eh ada tamu jauh?"Tanya Jansen lalu menyalami mereka.


"Ya jauh makanya wajib di Jamu"


"Sip lah nanti aku suruh buat pembantu masak yang enak"


Sigit mendelik"Gak usah kasihan mereka beresin rumah segede gini hanya berdua,di suruh masak lagi.miskin sekali kamu?"


Jansen diam


"Jangan kesinggung ya Sen"Ucap Auri.Jansen tersenyum"Istri kamu katanya lagi masak?"


"Iya mungkin"


"Abang bukan mau menggurui Sen,Ada baiknya kamu nyari pembantu itu sesuai kebutuhan jangan hanya dua orang tapi pekerjaan yang kamu kasih bejibun.kasihan mereka,mereka juga manusia.meski kamu kasih gajih yang besar tapi kamu harus memikirkan kesehatan mereka juga."


"Iya Bang,Makasih udah ngingetin Aku."


"Iya Sen,Eh iya gimana hubungan mu dengan Muti"


"Jangan panggil dia Muti Bang,Dia Ganis bukan Muti."


"Suka-suka abang lah."


"Jangan....


"Apa?"


"Sudah lag,Ayo aku antar abang ke kamar untuk beristirahat"Ucap Jansen seraya beranjak.


"Bawain koper Abang"


Jansen mengendus lalu meraih koper besar dan kecil yang di bawa Sigit.


"Abang yakin pasti kamarnya berdebu karena gak kepakai"


"Kalau begitu aku suruh orang bersihkan dulu Bang"


"Gak usah,biar kakak aja yang beresin"Jawab Auri.


"Aduh sayang jangan lah nanti tangan mu kasar."


"Ahhh abang,jangan seperti itu."


"Harus seperti apa donk"Ucap Sigit seraya menggoda Istri tercintanya.


"Disini masih ada orang"


"Kata siapa belalang"


"Abang"Tegur Auri.


"Apa sayang ku,bidadari ku"


"Gak boleh gitu."


"Astaga"Keluh Jansen.


"Apa?"


"Bang,aku muak liat abang yang lebay"


Sigit berhenti lalu melihat Jansen yang membuang muka.


"Harmonis itu di buat bukan di tunggu.Romantis itu perlu sebagai pelengkap dan Bercanda juga sebagai pengokoh.kamu tau Bunda dan Ayah sering melakukan itu dulu bahkan Papih dan Mamih mu pun sering melakukannya.lakukan lah dengan pasangan halal mu agar memupuk rasa cinta di antara keduanya,buatlah suasana-suasana baru jangan monoton karena keretakan rumah tangga berawal dari kebosanan dan ketidak singkronan antar pasangan."


"Perlakukan lah istri sebagai ratu seperti kamu memperlakukan orang tua mu.istri mu adalah harta bagi mu karena bersama nya kamu akan menua,dan mendapatkan kebagaian berupa anak dan kesuksesan."


"Itu kamar kita kan?"tanya Sigit,Jansen mengangguk,Sigit pun meraih kopernya"Kembali lah peluk dan kecup istri mu,biasakan lah romastis padanya.kamu bukan kanebo kering yang datar dan gak berekspresi"


"Abang"

__ADS_1


"Hahaaaaaa


"Ayo sayang"Ajak sigit seraya tertawa meninggalkan Jansen dengan keterdiamannya


__ADS_2