ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
64


__ADS_3

Ganis menatap malas suaminya yang hanya berdiam diri melihat kelakuan tiga bocah yang tengah bermain tanah dan air sungguh sangat kotor.


Setiap hari ada saja kelakuan Suami dan ketiga anaknya itu yang membuatnya kesal.seperti hari ini iya baru saja pergi untuk membereskan kamar anak-anaknya setelah tadi ia mandikan dan titipkan pada suami tua nya.Namun semuanya terasa percuma karena ia mendapati anaknya yang baru setengah jam lalu ia mandikan kini telah kotor kembali...


Plak


"Awww"jerit Jansen saat Ganis memukul pundaknya,tidak keras namun terasa pedas."Apa sayang?"Tanya Jansen setelah melihat siapa pelakunya.


Pelakunya adalah wanita yang telah menemaninya dalam suka maupun duka,Wanita yang amat sangat ia sayangi.


Jansen tak menyangka ia bisa jatuh Cinta bahkan sangat mencintai Istri kecilnya itu,iyap kecil karena umur mereka yang sangat jauh,kalian tau kan seberapa jauh nya hahahaaa pedofil emang...


"Uban Papap itu udah banyak tapi kenapa kelakuan kaya bocah,percuma Mama mandiin anak-anak biar tampan kalau Papap malah biarin mereka main tanah dan Air,belum lagi itu bunga-bunga Mama pada mereka ambil dan bejek-bejek."Dengus Ganis.


"Gak papa sayang,biarkan mereka beradaptasi dengan alam."


"Beradaptasi?"


Jansen meraih tangan Istrinya untuk ikut duduk bersamanya"Sayang biarkan mereka seperti itu,agar mereka terbiasa dan tak takut kotor seperti Anak-anak Vinsen."


Ganis diam,memang begitulah suaminya selalu saja ada pembelaan dari setiap kesalahan nya.


Vinsen dan Jansen memutuskan untuk berpisah Rumah,meski masih tetanggaan.7tahun lalu setelah kejadian dimana Vinsen dan Tania ribut besar Jansen mengusir adiknya supaya berpikir jernih,namun akhirnya Khadijah dan Mahreen turun tangan berakhir mereka saling menerima dan saling memaafkan setelah itu Tania pun mengikuti Vinsen tinggal di apartemen Vinsen namun tak bertahan lama karena Jansen langsung membelikan Rumah untuk Vinsen karena kebetulan sebelah rumah yang di tempati Jansen di jual oleh pemiliknya.


"Papap"Teriak dua anak kecil seraya berlari kearah taman belakang dimana Jansen,Ganis dan ketiga jagoannya berada.


"Hallo Sayang"Ucap Jansen seraya Bangkit.


"Abang kotor"Ucap Ciara saat melihat anak pertama Jansen berjalan ke arah Ganis berada.Jansen tersenyum melihat Gadis Manis itu memanyunkan bibir nya.

__ADS_1


"Bunda ayo pulang"Ajak Sintia setelah melihat ketiga Abangnya yang penuh lumpur.


"Anak mu Bang"Ucap Vinsen,ia berdiri bertolak pinggang menatap 3 anak kecil tengah bermain tanah"HEY"Serunya pada ketiga anak Abangnya.


Ganis mengedikkan bahu ketika Tania menatapnya seolah bertanya.Ganis Bangkit"Ayo Ciara,Sintia kita makan puding di dalam,Di sini kotor"Ajak Ganis pada kedua Putri Tania.


Tania melahirkan Dua putri kecil berusia 4tahun yang di Beri Nama Sintia Putri Maharani dan Ciara Dewi Lestari anak keduanya yang usianya hanya selisih Satu tahun saja dengan kakaknya.Tania tak memberi nama anak-anaknya ala-ala barat seprti Ayahnya namun ia memberi nama anaknya khas pribumi karena ia maupun Vinsen adalah asli pribumi dan anak - anak mereka pun lahir di Indonesia beda dengan anak-anak Jansen.


Ganis dan Jansen memberi nama anak pertamanya Syam Alibaba Arrasyid sedangkan dua anak kembarnya yang selisih satu tahun itu di beri mana Aslan Hamzah Almunawar dan Arsan Fadil Al Mujammil.Anak-anak lahir di Turky sebab saat itu Ganis ikut dengan Jansen yang harus menyelesaikan pekerjaannya di Sana.


"Mama"Panggil Syam pada Ganis yang tengah berjalan ke arah Dapur bersama Sintia dan Ciara.


Ganis berbalik"Mandi dan bersih-bersih.Ganti pakaian kalian kalau kalian Mau makan Puding bersama di meja makan."Ucap nya tegas.ketiga anaknya menunduk takut,Ganis yang dulunya Gadis manis dan penurut namun saat setelah menjadi ibu ia menjadi ibu yang tegas,dan di takuti anak-anaknya.Dia mendidik anak-anak nya disiplin,namun Jansen malah kebalikannya ia selalu memanjakan anak-anaknya,tapi tetap menghormati Ganis.Karena mau bagaimana pun di dalam sebuah keluarga harus ada salah satu yang keras dan salah satu yang lembut agar tidak menimbulkan hal yang tidak baik kedepannya. Ganis melihat ke arah Jansen."Merajuk lah pada Papap karena Papap mengijinkan kalian bermain Lumpur."Ucapnya lalu mengikuti Dua Gadis manis menuju Dapur.


"Jangan terlalu keras mbak"Ucap Tania


"Mbak,Awalnya Aku mau ajak mbak sama Abang ke Bandung,soalnya Bang Vinsen ada kerjaan disana."


Ganis memberikan masing-masing piring pada Ciara dan Sintia lalu menatap Tania yang tengah menuangkan Air "Lalu kenapa kamu ajak mbak sama Abang ikut ke bandung?"


Tania mengendus,Ganis sangat sulit di ajak kemana2 setelah anak-anaknya mulai nakal karena itu akan sangat merepotkan.


"Mbak,Anak-anak libur sekolah kan?nah dari pada di rumah aja kenapa enggak kita ajak mereka ke Bandung.Abang lahir dan besar disana,dan tempatnya itu adem."


"Dingin bukan Adem"Dengus Ganis.


Tania tertawa."Iya,Dingin."Jawabnya"Gimana?"tanyanya lagi."Mau ya,Disana anak-anak bisa bermain sebebasnya soalnya disana ada Via dan Shi yang turut membantu menjaga mereka."


"Key dan Dri juga ada?"

__ADS_1


"Kalau mereka gak ada tugas di Sekolah nya pasti mereka juga akan menginap di Vila.tenanglah tinggal kita minta sama Fras."


"Mbak harus bicarakan dulu sama Abang,takutnya Abang Sibuk."


"Oke kalau gitu mbak,Aku tunggu kabar baiknya."


Ganis menatap Tania lalu mengangguk.


Via atau Danesa Avianti dan Ashiha saraswati adalah anak kakak Ganis yang menikah dengan orang Jambi,yang telah meninggal dua tahun lalu setelah Jansen menemukan mereka.sedangkan Keysa farhana adalah anak dari Sari sahabat baik kakak nya dulu adapun Adri wildansyah yang kerap di panggil Dri anak dari kakak kedua Ganis yang sama-sama telah meninggal,mereka Ganis ambil dari nenek-nenek mereka karena Ayah-ayah mereka telah berkeluarga kembali.Ganis sudah menawarkan mereka untuk tinggal di Jakarta namun mereka menolak dan memilih tinggal di Bandung bersama Fras anak dari Hana yang telah menikah dan memiliki dua anak sebaya dengan mereka.


Fras dengan senang hati merangkul mereka apalagi setelah istrinya Memutuskan pernikahan mereka dan menyerahkan hak Asuh kedua anaknya padanya.ia pun memilih untuk tinggal di tempat dimana Ibunya membesarkannya bersama sang Ayah yang sudah Tiada.Ya Hana tinggal disana dengan Fras putra kedua nya yang gagal dalam berumah tangga,hari-harinya di gunakan untuk mengurus dan mengasuh anak-anak di bantu Fras bila ia tak bekerja keluar,karena memang lebih banyak Fras habiskan bekerja dari rumah.


💟💟💟💟💟💟💟


author gak akan ngasih judul cuma author mau aja nulis lagi,lanjut lagi cerita ini setelah di teror sama salah satu dari kalian....


and ya Author suka dengan Caranya


Neror siang pagi malem lewat DM di instagram dan juga di Facebook


Setelah sekian lama author diemmin dan bilang bingun struk idea tapi ia gak nyerah....


akhirnya Author nulis lagi deh...


gimana,gimana?


lanjut jangan...


udah 2x end lohhh ini.....

__ADS_1


__ADS_2