ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
58


__ADS_3

Tania bangun dari tidurnya, Ia dapati Vinsen tengah tidur dengan Tangan memeluk pinggangnya.Tania menahan nafas sejenak lalu mencoba rileks, dia masih merasa takut bila dekat-dekat dengan Vinsen, kejadian itu sedikit membuat hatinya tak tenang dan tak nyaman bila dekat dengan Vinsen.


Tania bangun perlahan lalu segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan Diri, Setelah membersihkan diri ia melihat Vinsen yang juga sudah bangun.


Tania berjalan santai mengambil mukena dan menggelar sejadah.lalu melakukan shalat, karena jika menunggu Vinsen ia yakin akan kesiangan sebab Vinsen jika Mandi pasti akan sangat lama ngalahin Perempuan.


Setelah Shalat Tania membereskan tempat Tidur tak lupa membuka tirai Jendela.ia berjalan keluar menyambar Air yang sudah ia siapkan di botol sebelum ia tidur lalu berjalan menuju taman belakang tepatnya kolam renang, di samping kolam renang ada satu tempat berisi alat-alat Gim. kebiasaannya saat hidup sendiri ia selalu menyempatkan Olah raga sebelum berangkat kerja, ia jarang sekali sarapan di Apartemen bukan hanya karena dia Malas, tapi juga karena dia Jarang menyetok makanan.


Sedangkan Di kamar Atas tempat Jansen dan Ganis. Jansen di buat Bingung oleh Ganis yang kembali menangis.


"Kamu kenapa Dek?"


"Hu hu hu, Abang jangan tinggalin adek"


"Abang gak kemana-mana kan kita baru selesai shalat."


"Pokoknya abang gak boleh kemana-mana"


"Dek" Ucap Jansen sedikit tinggi.


Ganis diam sejenak menatap suaminya yang menampakan wajah marahnya, ia kembali menuduk dan menangis.


"Kamu kenapa sih Nangis terus?kemarin kamu baik-baik aja kok sekarang cengeng?" Ganis tak menjawab ia terus saja menangis.


"Jawab Abang Ganis?" Tanya Jansen membentak.Gandis tetap Diam, Ganis juga tak tau kenapa ia menangis dan hanya ingin bersama Jansen.


Plak


Tamparan pun menenai wajah Mulus Ganis yang penuh dengan Air mata, Ganis tersungkur akibat tamparan itu.


"Jangan Bertikah kau" Ucap Jansen lalu berlalu begitu saja.


Ganis memejamkan Matanya, Sakit di pipinya tak sesakit di Hatinya.ia tak menyangka Jansen akan melakukan hal itu padanya.


...--------------------------------...


"Widih udah mau ngantor Sen" Ucap Alma


"Iya"


"Kok Wajahnya di tekuk?" Tanya Alma sambil menyodorkan Teh Manis pada Jansen, Jansen menerimanya lalu meneguknya.


"Ganis bertingkah, ia nangis-nangis gak jelas"


"Namanya Juga wanita, kadang suka gitu.itu tuh pengen di perhatiin, atau bisa jadi dia lagi dateng bulan." Ucap Alma sambil Duduk di kursi meja makan di hadapan Jansen"Aku juga kaya gitu, soalnyakan kebanyakan wanita kalau lagi dateng bulan tuh suka sakit dan susah ngomong yang ada cuma pengen nagis aja."


Jansen mengangguk ia melirik Jam di pergelangan tangannya, Ada rapat yang ia harus hadiri hari ini.Jansen pun beranjak saat melihat Tania sudah dengan setelan kantornya.

__ADS_1


"Aku ikut Abang boleh?"


"Yuk, sekalian ketemu Pak Yudana"


"Aku sekalian pamit." Ucap Alma "Hari ini aku mau ke tempatnya Mahreen sebelum balik ke tasik."


"Oh ya udah hati-hati." Ucap Jansen"Aku titip buat keponakan-keponakan ku"Ucapnya sambil mengutak ngatik Hanphone


"Oke, Makasih Sen.Mudah-mudahan rumah tangga kalian berjalan dengan Baik.ingen Vinsen, Jansen, Juga kamu Tania rumah tangga itu tak ada yang selalu baik-baik saja, akan ada waktunya runah tangga itu di uji.di uji dengan berbagai macam cobaan, dan yang perlu kalian lakukan adalah sabar dan sadar kalau cobaan yang datang itu adalah tanda Alloh sayang pada kalian....


Bruk


Alma menghentikan Ucapannya ia langsung berjalan ke arah Tangga, begitupun Jansen, Vinsen dan Tania.


Mereka berlari saat setelah melihat Ganis terkulai di lantai di sebelahnya ada pecahan Guci.


" Kenapa ini Jansen?"tanya Alma.


"Kita bawa kerumah sakit" Ucap Vinsen.


"Tapi Abang ada Janji Sen" Ucap Jansen setelah menidurkan Ganis di kursi yang ada di ruang TV.


"Biar aku aja, Kamu kerja aja sana" Usir Alma"Vin, Bisa anter?"


"Oke" Ucap Vinsen lalu bergegas menggendong Ganis sedangkan Alma bergegas kekamar mengambil Tas meninggalkan Jansen dalam kebimbangan.


Terdengar suara Mobil meninggalkan pekarang rumah, Membuat lamunan Jansen buyar.


"Tapi....


" Dunia aja yang abang kejar, tapi akhirat malah abang tinggalkan.Inget tanggung jawab Abang, Aku pergi duluan"Ucapnya.


"Astagfirulloh" Ucap Jansen dengan terburu-buru ia berjalan keluar rumah, ia melihat mobil Vinsen di berlalu, mungkin di Bawa Tania.ia pun segera naik ke mobilnya, dan sebelum ia menjalankan mobilnya ia memberi pesan pada Alma untuk menjaga Ganis sampai ia ke rumah sakit.


...------------------------------...


Plak


Satu Tamparan mengenai Pipi Jansen, Baru saja Jansen membuka Pintu rumah sudah di suguhi dengan tamparan dari Alma yang tengah berdiri berkacak pinggang.


"Bagus, bukan nya urusin Istri yang lagi hamil malah pulang malam." Ucap Alma


"Hah?"


Jansen bingung apa katanya 'Hamil', Istrinya 'Hamil' benar-benar tak dapat di percaya.ia menggelangkan kepala nya beberapa kali.


Alma yang geram menyentil kepala Jansen dengan tidak berperasaan ia juga menendang tulang kering si laki-laki jangkung itu hingga meringis.

__ADS_1


"Apa-apaan sih kamu itu hah?"


"Udah sana jagain istri kamu, Dia di kamar.Aku sekalian mau pamit, anak-anak udah nyariin kasihan juga Bapaknya pusing istrinya gak pulang-pulang."Ucapnya berlalu.


Otak Jansen terus mencerna apa yang di ucapkan Alma,Dia memegang pipinya yang baru beberapa menit lalu di tampar oleh Alma.Ia juga langsung teringat dengan apa yang di lakukannya pada Ganis, Ia menampar wanita itu lalu meninggalkan wanita itu begitu saja.belum lagi ia melihat dengan jelas jika Ganis pingsan dan malah memilih pergi bertemu fatner bisnis nya dari pada mengantar dan menemani Ganis di rumah sakit.


Ia pun berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar atas.


" Abang"Panggil Vinsen, Jansen pun berhenti lalu melihat adiknya yang berjalan ke arahnya.setelah tepat di hadapan Jansen, Vinsen mengulurkan tangannya.Jansen menyernyit, Vinsen mengambil Paksa tangan Jansen dan berkata


"Selamat ya bentar lagi bakal jadi Ayah."Ucapnya"Thank kabar gembira nya nanti gue bakal jadi Uncle yang kece buat keponakan gue, Jaga keponakan gue yang masih di dalam kandungan bini lo, Gue bahagia Sumpah Bang.Gue dan Lo gak bisa ngabulin permintaan Mamih, Papih dan Bunda yang ingin menggendong darah daging kita, tapi meski kehadiran Cucu buat mereka terlambat gue yakin mereka liat kita di surga dan mereka ikut seneng"Ucapnya dengan mata berkaca-kaca." Bang jangan kasari istri kecil lo, gue tau apa yang lo lakuin."


Jansen menunduk.


"Perbaiki lah bang, jangan sampai istri abang stres" sambung Tania dari arah tangga ia berjalan kearah dua laki-laki itu dengan membawa Baki berisi Gelas susu yang sudah habis isinya juga mangkuk bubur dan segelas Air yang isinya tinggal setengah.


"Ganis udah makan?"


"Sedikit, Dia muntah-muntah terus kasihan aku liatnya."


"Berapa bulan kandungannya."


"Baru 5 minggu bang"Jawab Vinsen


"Langsung ya Bang"Sambung Tania


Jansen mengangguk seraya tersenyum, ia senang.


" Sana ke atas, Minta maaf sama Ganis.support dia, umurnya masih muda, bahkan sangat muda emosinya masih sangat labil dan gak kekontrol.diusia segitu kalau aku di posisi dia mungkin aku bakal stres dan gak nerima karena."


"Karena?" Tanya Vinsen.


"Masa remaja, dimana masanya seneng-seneng sama temen ehhh malah harus ngabisin waktu dirumah, Hamil, ngurus anak, Ngurus suami.Suami nya kasar lagi." Ucapnya seraya melirik ke arah Jansen.


Vinsen mengangguk ia paham, begitupun Jansen.


"Sana Bang, Perbaiki semuanya." Titah Vinsen.Jansen pun mengangguk dan berlalu ke atas


......🌳🌳🌳🌳🌳🌳......


Alhamdulillah bisa up lagi nihhh


Lanjut gak nih😂


Insya'alloh lanjut, tapi gak tau kapan hehe


Author mau kasih tau jika Author bikin cerita Baru judulnya Bunda dan sekarang udah mulai Up.

__ADS_1


Mampir ya😄


See you


__ADS_2