ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
29


__ADS_3

Ardi tak mempermasalahkan apa saja yang di ingin oleh Ruli untuk nya bawa ke Bandung.karena ia tau apa yang ia berikan pada Ruli tak sebanding dengan apa yang di berikan Ruli padanya dan Pita.


Sedangkan Ruli bukan ingin memoroti Ardi tapi ia sedang mengujinya apakah dia akan memenuhi apa yang di inginnya di mulai dari ia memilih dua Ayam yang paling besar, Beberapa Ekor Ikan yang cukup besar, Beberapa Lele belum lagi ia juga mengekor ke kebun Ardi yang ada di belakang ia pun dengan tak tau malunya meminta Labu besar, Kelapa dan Buah Nangka langdung dari pohonnya dan itu semua di turuti Ardi bahkan Ardi juga meminta Alfi untuk menggiling Padi untuk di bawa Ruli ke Bandung.Ruli sih senang-senang saja, kapan lagi ia bisa mengerjai dan membuat rugi seseorang selalin suaminya dan Pita.


"A Ardi Royal banget ya Teh." Ucap Dewi.


"Iya, Dia gak pernah gitu sebelumnya" Jawab Sinta.


"Karena Teh Ruli itu Royal banget sama Aa, ia selalu memberi dan mengirimi kita begitu banyak makanan dan juga cemilan sehat.belum lagi barang-barang seperti oleh-oleh dari luar negri dan lainnya."Ucap Sigit sambil memperhatikan kakaknya yang Rela Naik pohon kelapa.


"Tapi apa yang di Pinta sama Teh Ruli itu.....


"Itu gak sebanding dengan apa yang ia berikan ke Aa, Teteh dan keluarga.Teh Ruli dan Om Widi juga menjaga dan memperhatikan segala kebutuhan teh Hana di Bandung.Jadi aku merasa apa yang di Minta Teh Pita itu Wajar dan tidak berlebihan." Jelas Sigit.


"Jam berapa kamu berangkat besok?"


"Sorean."


"Oh oke."


"Gak papa kan gue mau ngerepotin lu lagi?" tanyanya.


"Ngerepotin apa?"


"Kata Pita lu Punya Kandang ayam Petelur, Pengen donk gue nyobain makan daging ayam nya"


Ardi menggaruk kepalanya yabg tak gatal."Nanti aku suruh Arif bawa kesini.Eh iya mau sekarang mau bakar ayam yang mana?"


"Ya yang itu aja.yang terakhir Gue pesan"Jawab Ruli enteng.ia sedari tadi bermain handphone mengecek apa saja yang di beli suaminya karena sekarang suaminya tengah berbelanja bersama kedua anaknya yang sangat antusias.


" Oh, oke aku sekarang akan minta Arif langsung bawakan."Jawab Ardi, Ardi pun segera menelpon Arif dan menyuruhnya membawakan apa yang di Pinta oleh Ruli.


"Gak sekalian pesen Domba A" Sindir Hani.


"Ngapain Pesen Domba, Emangnya mau kurban" Jawab Ruli.


"Enggak siapa tau aja."


"Aku gak suka Domba kalau kambing suka.Buat bikin Kambing Guling"


"Kalau Kamu mau aku siapin Rul."Ucap Ardi karena baru beberapa hari lalu ia di tawari kambing oleh tetangganya.


"Buat apa?males masak Gue.Gue bukan Pita yang jago dan mau turun ke Dapur, Gue wanita karir yang hidupnya di penuhi dengan nominal." Sombong Ruli, Ardi mengangguk paham.


Keesokan harinya Pagi-pagi sekali Alfi sudah cemberut karena Handphonenya di sita oleh Ardi.


"Kenapa?" tanya Pita pada Sigit.karena melihat Alfi yang mempermainkan makanan di hadapannya

__ADS_1


"Disita Handphonenya" Jawabnya


"Sama?"


"Aa"


"Kok Bisa?"


"Gak tau"


Pita pun mendekat pada Alfi mumpung suaminya tengah di kamar menunggui Sang anak, sedangkan Ruli tengah beres-beres karena siang ini ia akan pulang ke Bandung.


"Jangan di mainin makannan nya dek?"


Alfi melirik kakak iparnya sekilas lalu mengangguk.


"Ada masalah?"


Alfi membuang nafasnya kasar."Aa sita Handphone ku Teh"Jujurnya.


"Pasti ada alasannya kan?"


Alfi mengangguk"selepas shalat isya Adek mendownload game online dan memainkannya hingga adek lupa waktu.dan Aa mengetahui itu saat Aa akan ke dapur semalam."


"Jam berapa?"


"Jam 2 Malam"


"Kan game baru teh jadi Alfi....


" Teteh paham."Ucap Pita."Dek Jadwal tidurkan paling telat jam 10 malam, kamu harus ingat itu.dan lagi kamu mulai sekarang harus bisa membagi waktu dengan baik bila kamu ingin bermain.Teteh gak larang selama masih dalam zona wajar tapi jika sebaliknya?yah kamu tau resikonya."


"Iya teh, aku ngaku salah" Ucap Alfi"Teh, teteh bisa bantu Alfi kan?Alfi butuh Handphone itu untuk mengerjakan tugas Alfi, karena sekarang belajarnya online."


"jangan di ulangi lagi ya dek" Ucap Pita, Alfi pun mengangguk"nanti teteh bantu bicara sama Aa."


"Iya teh" Ucap Alfi, lalu berhambur memeluk Pita karena memang Alfi dan Alma sudah menganggap Pita sebagai ibunya dan berani berlaku manja tanpa rasa Sungkan sedangkan Sigit yang melihat itu tersenyum tipis.sebenarnya ia juga ingin mendapatkan kasih sayang dan pelukan Hangat yang menenangkan dari kakak iparnya itu Tapi ia sadar itu akan membuat ke canggungan bila ia lakukan.


Siang Hari keadaan rumah sepi setelah di Hebohkan dengan kiriman Widi yang cukup banyak dan menghebohkan Bukan hanya keluarga tapi para tetangga pun ikut heboh seperti saat pertama Pita pindah ke rumah Ardi dengan membawa barang-barang nya yang ada di Lewisari yangvmenurut Pita hanya 1/3 dari barang-barang yang di milikinya.


Setelah Ardi melaksanakan Shalat Dzuhur Pita menepuk-nepuk pinggiran kasur yang kosong di sebelahnya menyuruh Ardi mendekat.ia ingin mencoba berbicara dengan suaminya, Berharap Ardi mendengarkan Ucapannya.


"Yah"


"Hem" jawab Ardi setelah duduk di sebelahnya dan merengkuh pinggang Pita supaya lebih dekat dengannya.dan Yah karena Baby telah lahir Ardi dan Pita pun memutuskan Untuk membiasakan diri memanggil Ayah dan Bunda.


"Hapenya Alfi mana?"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Kok kenapa?kan aku Nanya?"


"Ada" Jawabnya acuh


"Kenapa Ayah Ambil?"


"Dia keterlaluan jam Dua malem masih main Handphone bukanya Tidur atau Tahajud." Jawab Ardi sedikit menaikan nada suaranya.


Pita menarik nafas perlahan ia tau suaminya itu tegas dan sulit di bujuk bila menyangkut kedisiplinan adik-adiknya.


"Tadi Bunda bicara sama Alfi, Alfi mengakui kesalahannya.Dia bilang dia mendownload game tersebut setelah isya dan dia keasikan bawaan pertama memainkan game tersebut, Tapi Ayah jangan menahan Handphone tersebut lama-lama karena kan sekarang sekolah sudah mulai di liburkan dan mulai dengan sekolah online jadi Alfi membutuhkan Handphone tersebut." jelas Pita "Ayah bisa mengendalikan penggunaan Data di rumah dengan mematikan Wifi setelah jam 9 jangan standby 24 jam seperti biasa."


"Tapi Bun.Ayah mengyekolahkan mereka itu agar mereka jadi orang sukses.Ayah ingin yang terbaik untuk mereka Bun."


"Ayah, Yang tau yang terbaik untuk mereka adalah mereka sendiri.kita boleh mengarahkan tapi kita tak boleh mendikte mereka, biarkan mereka mencari jati dirinya sendiri.menegur mereka jika mereka melakukan kesalahan adalah kewajiban kita namun kita harus membebaskan mereka menentukan Pilihan dan keinginan mereka sendiri.Bunda yakin mereka bisa bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan."


"Bun"


Pita mengelus tangan Ardi menenangkan.


"Apa yang di lakukan Alfi adalah salah, kita harus menegurnya tapi kita juga tak bisa melarangnya menggunakan Handphone.Aa bisa menghukumnya dengan kegiatan yang akan membuatnya Sibuk dan memberi sedikit efek jera agar Alfi tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian Hari."


Ardi pun diam mencerna apa yang di ucapkan Istrinya"Ayah akan berikan Handphone nya besok"Gumam Ardi.


Pita tersenyum lega mendengar gumanan Ardi."Ngomong-ngomong dedek mau di kasih nama siapa?"


"Harusnya Ayah nya yang kasih Nama"


"Nama Bundanya kan Naina Nurbaya Pitaloka.


Nama Ayahnya kan Ardian Pramu Adi.Ayah ingin memberi nama anak-anak ayah berunsur islam jangan seperti kita berdua yang tak melibatkan Unsur islam di dalamnya."


"Dulu saat Bunda Umroh" Ucap Pita yang membuat Ardi tersentak kaget


"Kapan Bunda Umroh?"


"Tahun 2017 Bunda Umroh, bunda ditolong oleh salah satu warga disana namanya Mahreen Malika Aziza.Bunda diantar ke Hotel oleh beliau dan suaminya, Bunda juga banyak bercerita mengapa bunda sampai tersesat, Sedangkan saat itu itu adalah kali ke 3 bunda Umroh." Ulu Hati Ardi berdenyut sakit saat mendengar penuturan Pita, ia kembali merasa kecil, merasa tak ada apa-apa nya di banding Pita."Menurut Bunda nama Mahreen Bagus buat Baby"Ucapnya sambil menggendong Baby nya yang menggeliat.


"Mahreen?kenapa gak Malika atau Aziza?"


"Mahreen itu Wanita yang Cerdas,kalau gak salah nama Malika artinya Ratu sedangkan Azizah Mulia.Kalau Bunda lebih condong pada Mahreen, Nama itu belum ada yang pakai di kampung ini bahkan di kampung sebelah pun belum Ada"


"Lalu apa nama kepanjangannya akan tetap Malika Azizah?"


"Mahreen Safana Almahyra yang artinya Perempuan Cerdas yang mengisi hidupnya dengan kejujuran.sebuah do'a dari Bunda dan Ayah untuk putri Pertama di keluarga Ardian Pramu Adi yang akan menjadi kakak yang baik untuk adik-adiknya kelak."

__ADS_1


"Subhanalloh Bun, ayah terharu" Ucap Ardi ia pun mengecup pipi Pita yang cabi dengan masih merengkuh tubuhnya dai belakang"Mahreen, Princess nya Bunda dan Ayah semoga Alloh melimpahakan Rahmat dan berjuta kebaikan pada mu Nak."


"Amin."


__ADS_2