ARAH (Kiblat Cinta)

ARAH (Kiblat Cinta)
35


__ADS_3

"Resep Bakso teteh the best" Ucap Sigit saat kakak dan kakak iparnya datang ke warungnya.


"Banyak bicara banget sih kamu Git" Tegur Ardi."Itu di pojokan kosong gak?"tanyanya


"Kosong" Jawab Alfi."Teteh sama Aa disana Aja.teh Hana sama Alma jugq sebentar lagi bakalan dateng"


"Emang mereka ke mana?"


"Alma minta di beliin Jajanan sama arumanis tadi."


"Oh gitu ya udah Aa pesen dua ya." Ucapnya seraya berlalu bersama Pita di sebelahnya.


Banyak yang menatap Pita dengan tatapan menghina dan lain sebagainya.Pita yang di tatap pun merasa Risih namun ia tak bisa menghalangi orang memandang satu dan lainnya jadi ia abaikan meski sebenarnya saat sulit untuknya melakukan hal itu.


"Teh Baksonya mau yang mana?" tanya Alfi.


"Yang kerikil aja." Jawab Pita membuat yang tengah memakan bakso disana menengok ke arah nya


"Emang ada?" tanya Salah satu pelanggan.


Ardi tersenyum."Ada"Jawabnya"Git, Aa juga satu yang beranak ya"Pintanya.


"Buat de Mahreen?" Tanya Sigit.


"Mahreen makan yang Bunda aja ya jangan pesen." Ucap Ardi."Udah itu aja Git.dan lagi jangan ada yang pedes."


"Oke sip, Pasangan Anti pedes" Sindirnya.


Ardi berdecak sedangkan Pit tersenyum di balik niqobnya.


"Banyak yang merhatiin Bunda Yah"


"Gak papa, ini godaan Bun" Jawab Ardi "Bunda harus mulai terbiasa ya, karena ayah mau jika Bunda keluar jauh seprti sekarang Bunda berpakaian seprti ini.agar orang-orang gak menikmati kecantikan Bunda." Jelas Ardi membuat Pita tersipu


"Ngebucin terus" Cibir Hana"Git, mereconnya satu"


"Cincang sama telurnya satu" Sambung Alma.


tuk


Ardi melempar sapu tangan Mahreeb tepat pada wajah Hana.


"Disini banyak yang jomlo A, gak usah romantis-romantisan" Jelasnya.

__ADS_1


"Sirik aja kamu"


"Hehe serah dah." Jawab Hana Acuh.


Pesanan pun datang Ardi lebih dulu menakan pesanan nya sedangkan Pita mengajak main Mahreen yang terus meronta ingin di gendong ayahnya yang tengah memakan Bakso.


"Mahreen anak Ayah banget" Ucap Hana"Udah mah wajah duplikat ayahnya banget, nempel terus lagi."


"Yah kan yang ngidam nya juga ayahnya Na, sampe 4 bulan gak makan Nasi sama Bakso kesukaannya" Jawab Pita seraya menimang Mahreen


"Dede Mahreen nya mau bakso?" Tanya Sigit dan mahreen pun mengangguk.


"Tadi juga di buang ke bawah Git. gak di makan Mubadzir"


Sigit tersenyum lalu mengambil bakso yang di simpannya di kulkas dan memberika beberapa bakso kerikil kepada Mahreen.Mahreen pun tersenyum dan memakannya.


"Dia gak suka bakso yang lembek teh dan dia juga sukanya yang dingin" Ucap Sigit.


"Om Sogit tau banget ya.makasih om Sigit" Ucap Pita seraya memainkan tangan Mahreen dan bayi itu hanya terkekeh menanggapi hal itu.


"Fi, besok kamu mau bantuin Aa atau mau ke tambak."


"Mau ketambak lah teh." Jawab Alfi.membuat sigit mencibir"Makanya Aa cari teman di warungnya biar gak cape sendiri"


"Ajak nya sekarang Git, jangan besok.kalau sekarang kamu bisa nyuruh dia ngambil dulu Rumput buat kambing orang tuanya, jangan sampai orang tuanya menggantikan pekerjaan Dimas mengambil Rumput."


"Iya A, Bener tuh kata Aa"sambung Alfi meng iyakan apa yang di ucap Ardi"soalnya kan dia kalau pagi kerjanya main hape aja."


"Ada baiknya kamu samperin ke rumahnya dan meminta nya pada orang tuanya Git." Ucap Ardi."Atau Aa aja yang memintanya?"Tawar Ardi.


"Enggak usah, nanti sigit aja yang bicara langsung sama dia dan keluarganya"


"Mending sekarang aja, nanti Teteh yang jaga disini sama Aa.toh Mahreen bisa di Jaga sama Hana dan Alma" Ucap Pita


"Ah ngerepotin th, nanti aja."


"Mau jam berapa kesananya?kalau kemalaman mereka pasti udah tidur" Jawab Pita.


"Oke kalau gitu." Jawabnya."Tapi jangan Teh Hana atau Aa yang ngeraciknya ya teh, Aku gak percaya."Sambung Sigit membuat Ardi dan Hana mendelik.


"Oke"


Pita pun menggantikan Sigit.ia tak merasa terganggu dengan aktifitasnya apalagi ia di bantu Ardi untuk menanyai pesanan dan berinteraksi dengan para pengunjung.

__ADS_1


"Di bukankah ini warung Sigit?" Tanya Humaira.


"Iya Ra, ini warung Sigit."Jawab Ardi " Gimana kabar kamu?"


"Alhamdulillah aku sehat Di, Kamu?"tanyanya seraya memainkan rambut yang terulai panjang.


"Alhamdulillah."Jawabnya"Mana suami dan Anak mu Ra, Kok kamu kesini hanya dengan Adikmu saja?"


"Oh, Aku udah pisah lama sama Suami dan anak-anak ikut dengan Suami.aku sekarang disini buka toko Busana di pasar" Jawabnya centil, Ardi pun mengangguk mengerti seraya melipat-lipat lap.namun matanya terus tertuju pada bidadarinya"Dan siapa dia?" tanyanya seraya melihat sinis ke arah Pita yang baru saja duduk di kursi bersama Hana, Mahreen, Alma dan Alfi.


"Yang mana?" tanya Ardi


"Yang bercadar?yang tadi meracikan bakso?apa itu pacarnya Sigit?"


"Ohhh itu, itu istri ku" Jawab Ardi "Bunda" Panggilnya seraya melambaikan tangan menyuruh Pita mendekat.Pita pun tersenyum mengangguk dan membawa Mahreen mendekat ke arah Ardi.


"Kenalkan ini Naina Nurbaya Pitaloka istriku." Jelas Ardi."Dan ini Humairah, Atau irah teman sekolahnya Dewi."


"Pita" Ucap Pita seraya mengulurkan tangan


"Istri kamu bercadar Di?" Tanyanya menghiraukan ajakan perkenalan dari Pita.


Ardi pun tersenyum kecut, lalu menggenggam tangan Pita yang awal nya terulur"Iya Ra"


"Mirip teloris" Cibirnya.


"Mirip bukan berarti teloris kan?" tanya Hana pada Humairah."Dan lagi apa cantiknya teh Irah di bandingkan dengan Selebgram ternama seperti kakak iparku Ini?"Ucapnya seraya merangkul Pita.


"Dek" Tegur Pita.


"Ck,Sigit udah dateng tuh.kasihan Baby Mahreen kaya nya udah ngantuk berat lebih baik Aa sama teteh Pulang." Ucap Hana"Bikin adek Buat Mahreen sekalian A"


Ardi mengangguk"Tenang itu pasti soalnya kakak iparmu ini gak mau di KB"


"Wihhhh, gimana kalau Mahreen punya Adek sebelum dua tahun A?"


"Aku malah alhamdulillah" Jawab Pita"Ya udah saya sama suami pamit ya teh.Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" Jawab Hana dan yang lain.


"Hana bantuin disini dulu ya" ijinnya, Ardi pun mengangguk sedang Pita tersenyum di balik cadarnya."jangan Rusak rumah tangga kakak ku, jika kamu gak mau berurusan lagi dengan Fatih."Ucap Hana setenagh berbisik pada Humairah wanita yang pernah mendekati kakaknya dulu.


"Kamu mengancamku?"

__ADS_1


"Aku lebih dari mengancam mu." jawab Hana seraya membalikan badannya.


__ADS_2