
"Git, kamu ada rencana apa gitu buat kedepannya kan sekarang gak kuliah?" Tanya Hani.
"Gak tau, aku juga kemarin nanya-nanya sama Teh Hana dan dia bilang kagak tau malah nyuruh nanya sama teh Pita." jawabnya.
"Teh, gimana?"tanya Dewi.mereka semua tengah berkumpul menunggu adzam magrib di pekarangan rumah.
"Aku juga Bingung.Ruli dan Widi lagi gak buka lowongan yang ada dia juga baru mecat beberapa karyawan karena pemasukan yangvnambah berkurang." Jelas Pita.
"Gimana kalau Bikin warung makanan Git." Ucap Ardi.
"Aku gak bisa masak A"
"Teteh kamu ini kan Bisa masak nah kamu bikin tuh masakan yang gak ribet kaya Ayam Pong, Ayam Goreng, Ayam tepung atau apalah itu."
Pita menghela nafas panjang"Gimana kalau kamu jual Ayam Tepung + Ayam Geprek.nanti Teteh ajari gimana cara buatnya"
"Jongkonya?gerobaknya?modalnya? emangnya Aa punya uang?" Tanya Sigit pada Ardi."Aa kan baru bikin kandang Ayam pedaging, Ayam nya juga baru ngisi kan kemarin."
Memang itulah usaha Ardi sekarang setelah Ayam petelurnya sukses dijalankan di bantu oleh Arif sekarang ia telah merambah ke bisnis ternak Ayam sayur bersama Dian.sedangkan Alfi meskipun masih SMP ia sudah ikut terjun mengurusi Lele milik kakaknya.sedangkan Sigit yang awalnya memilih untuk meneruskan jualan sayur ke pasar memutuskan berhenti di gantikan oleh Rahman suami dari Santi yang memutuskan berhenti mengajar di madrasah karena masalah keuangan yang bocor ke publik dan mengakibatkan dia tak mendapatkan ke percayaan lagi.
"Kalau soal itu tanyanya sama Ibu negara" Ucap Ardi Seraya melirik Pita yang tengah Asik menyuapi Bayi nya dengan Jeruk "Gimana Bun?”
" Teteh Sih Asal kamu mau serius, Insya'alloh teteh bantu."Jawab Pita.
"Kan kemarin baru bangun usaha teh, Teteh dan Aa baru aja ngeluarin Uang banyak hampir Seratus jutaan loh?"Tanya Dian.
"Oh yang kemarin, Teteh itung-itung kalau gak salah abis 140-an tapi kan namanya juga modal insya'alloh jika di jalankan nya dengan baik akan kembali." Jawab Pita "Dan lagi waktu modal Ayam petelur juga gitu Yan, modalnya besar namun lambat laun akan kembali juga kok modalnya."
"Apa sekarang udah kembali modal teh?" tanya Dewi.
"Gak akan secepat itu Atuh Dew, semua itu bertahap." Jelas"Dalam Bisnis itu harus sabar dan menikmati jalannya Bisnis.Hasil nya gak akan bisa di petik dalam itungan jari namun bisa di petik nanti bila Bisnis itu berjalan dan stabil."
"Kaya nya teteh Punya Bisnis yang kita gak tau deh?" Tanya Dewi
"Emang Kakak iparmu ini punya Bisnis yang sangat menggiurkan." Jelas Ardi.
"Ayah Bisnis Bunda bukan Bisnis Berlian yang menggiurkan ya.Bisnis bunda Cuma bisnis kecil-kecilan."Tegur Pita, Ardi cengir karena salah Bicara
"Emang teteh Bisnis Apa?" tanya Dewi kepo.
__ADS_1
"Apartemen" Jawab Alma yang membuat kakak-kakaknya kaget termasuk Pita dan Ardi yang langsung bertatap-tatapan."Iyakan?Teh Hana yang cerita."lanjutnya dengan wajah polosnya.
"Beneran itu th?"tanya Dewi.
"Ahhh gak usah di bahas." Ucap Pita."Pokonya Bisnis apapun yang di rintis kita itu harus sabar ngelolanya.karena semua hasil usaha gak akan bisa di petik hasilnya dalam waktu cepat, Semua berproses."
"Ya udah teh, ajarin aku ya." Ucap Sigit.
"Kamu Pikirin aja Bisnis atau Jualan apa yang ingin kamu rintis.nanti bicarain sama teteh dan Aa setelah kamu yakin." Jawab Pita.
"Iya teh."
Hari pun berlalu begitu Cepat Sigit pun telah membuka warung Bakso karena menurutnya itulah yang sering menjadi incaran banyak orang.
Bukan hanya Bakso ia juga menjual Mie Ayam.Bakso nya pun tak hanya Bakso biasa ia menjual bakso beranak, bakso merecon dan Jenis-jenis bakso yang menggiurkan.Alfi pun ikut membantu kakak nya itu merintis usahanya.
"Jadi berangkat?" Tanya Pita.
"Jadi." Jawab Ardi."Bunda mau ikut?"Tanyanya
"Mau"seraya merangkul Ardi yang tengah menggunakan sweter nya
" Kok jadi manja gini sih?"Tanya Ardi seraya mencawil Hidung Pita
"Boleh donk" Jawabnya seraya tersenyum"Ya udah Bunda ganti pakaiannya sama yang tertutup gih, kita main ajak Mahreen ke warung baksonya Sigit."
"Five minutes"
"Gak usah buru-buru juga Bunda toh Ini baru setengah Tujuh"
"Nanti Mahreen bakal rewel ayah kalau telat tidur." Jawab Pita seraya menggunakan Hijabnya lalu beralih mengambil sweter nya tak lupa ia juga menyuruh Ardi mengenakan jaket Bulu pada Mahreen yang sudah mulai merangkak."Eh Iya Alma di ajak"
"Alma udah berangkat tadi bareng Hana Bun, dia lagi manja-manjanya sama Hana."
"Mungkin kangen kali yah?kan Hana jarang banget pulang"
"Iya kali ya bun, Tapi Ayah bersyukur Hana bisa kembali ceria.bahkan sekarang lebih ceria dari saat ia remaja."
"Maklum Yah, ia sudah kenal dunia bebas.Namun Bunda senang yah karena dia gak sembarangan bergaul.Pilih-pilih tapi tak membuat orang menjauhinya."
__ADS_1
"Maksudnya gimana Bun?" Tanya Ardi, Pita pun mendekat lalu menakaikan kaos kaki dan hijab pada Mahreen.
"Yah, dia wellcome sama banyak orang tapi saat di ajak ini itu ia tak langsung mengiyakan kalau menolakpun ia lakukan dengan cara yang tak menyinggung orang.Dia bisa membuat orang di dekatnya itu nyaman."
"Syukurlah kalau begitu." Jawab Ardi seraya membantu Pita menggunakan pengais "Bunda terus pantau diakan?"
"Iya, Bunda selalu bertanya pada Bibi dan juga Sahabat Bunda pemilik butik itu." Jawabnya.
"Bunda is the best.Bukan Hanya menjaga dan mendidik tapi Bunda juga siap mengarahkan semua adik-adik Aa jadi orang yang bermanfaat dan mandiri."
"Semua berkat bantuan ayah juga kok"
"Pandangan Ayah berkurang,tapi Ayah bersyukur karena Hanya Ayah yang bisa melihat lekuk tubuh Bunda.Makasih ya Bun" Ucap Ardi seraya mencium Pipi Pita yang terhalang Niqob.memang jika keluar rumah agak jauh dari rumah Pita selalu berpakaian tertutup bahkan sangat tertutup seperti saat ini ia menggunakan Cadar dan pakaian syar'i.
"Bunda nyaman seperti ini yah"
"Apapun yang membuat Bunda nyaman, pakailah" Jawab Ardi
"Bunda ingin bisa seperti ini setiap Hari." Jawab Pita
"Ayah belum bisa mengiyakan Bun" Jawab Ardi ragu
"Iya yah, Bunda juga sebenarnya masih ragu."
"Bun, Pemahaman agama kita masih sedikit.Namun Jujur keinginan bunda itu membuat ayah terharu berarti Bunda ingin mengspesialkan Ayah."
"Ayah itu spesial di mata Bunda." Jawab Pita dengan tangan bergerak manja menghapus air mata yang menetes di pipi Ardi."Dan akan selalu spesial.Maaf karena Bunda tak memberikan mahkota bunda pada ayah"
"Gak usah di bahas Bun, yang utamanya kita sekarang harus belajar memperbaiki diri terus dan saling mengingatkan."
"Makasih atas segalanya."
🌼🌼🌼🌼🌼
Hohohooooo
Maafeun ya baru up dan mudah-mudahan suka ya.
ayo bom like nya👍
__ADS_1
dan juga komen.
ditunggu banget